Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Achmad Sujudi

Achmad Sujudi adalah dokter Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan Indonesia pada Kabinet Persatuan Nasional (1999–2001) dan Kabinet Gotong Royong (2001–2004). Ia adalah dokter lulusan tahun 1972 dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sempat bertugas sebagai dokter di Pulau Buru, Ahmad Sujudi kemudian melanjutkan pendidikan spesialis bedah di universitas yang sama. Setamat pendidikan spesialis, dia bertugas sebagai dokter di RSUD Bengkulu. Ahmad Sujudi kemudian mengikuti pendidikan manajemen rumah sakit di University of New South Wales, Sydney, Australia. Sekembalinya ke RSUD Bengkulu, dia diangkat sebagai direktur. Pada tahun 1994, Ahmad Sujudi dipromosikan sebagai direktur RSUP Dr. Sardjito di Yogyakarta. Selama bertugas di Yogyakarta, dia juga mengajar di FK UGM pada program S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat di peminatan manajemen rumah sakit.

Menteri Kesehatan Indonesia ke-14
Diperbarui 23 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Achmad Sujudi
Untuk Menteri Kesehatan Indonesia periode 1993–1998, lihat Sujudi.
Achmad Sujudi
Menteri Kesehatan Indonesia ke-14
Masa jabatan
29 Oktober 1999 – 20 Oktober 2004
PresidenAbdurrahman Wahid
Megawati Soekarnoputri
Sebelum
Pendahulu
Farid Anfasa Moeloek
Pengganti
Siti Fadilah Supari
Sebelum
Direktur Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman
Masa jabatan
26 Juni 1998 – 26 Oktober 1999
Sebelum
Pendahulu
Hadi Maryanto Abednego
Pengganti
Umar Fahmi Achmadi
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir(1941-04-11)11 April 1941
Bondowoso, Hindia Belanda
Meninggal2 Mei 2023(2023-05-02) (umur 82)
Tangerang, Banten, Indonesia
Almamater
  • Universitas Indonesia
  • University of New South Wales
PekerjaanDokter
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Bantuan penggunaan templat ini

Achmad Sujudi (11 April 1941 – 2 Mei 2023) adalah dokter Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan Indonesia pada Kabinet Persatuan Nasional (1999–2001) dan Kabinet Gotong Royong (2001–2004).[1] Ia adalah dokter lulusan tahun 1972 dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Sempat bertugas sebagai dokter di Pulau Buru, Ahmad Sujudi kemudian melanjutkan pendidikan spesialis bedah di universitas yang sama. Setamat pendidikan spesialis, dia bertugas sebagai dokter di RSUD Bengkulu. Ahmad Sujudi kemudian mengikuti pendidikan manajemen rumah sakit di University of New South Wales, Sydney, Australia. Sekembalinya ke RSUD Bengkulu, dia diangkat sebagai direktur. Pada tahun 1994, Ahmad Sujudi dipromosikan sebagai direktur RSUP Dr. Sardjito di Yogyakarta. Selama bertugas di Yogyakarta, dia juga mengajar di FK UGM pada program S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat di peminatan manajemen rumah sakit.

Kehidupan awal dan pendidikan

Achmad Sujudi dilahirkan pada 11 April 1941 di Bondowoso, Jawa Timur. Orang tuanya, Musdari Darmoprawiro dan Kusniati, berprofesi sebagai guru di sekolah rakyat (setara SD). Karena orang tuanya adalah guru, ia langsung duduk di kelas 3 sekolah rakyat dan menyelesaikan pendidikan dasarnya pada tahun 1954. Selain bersekolah di sekolah formal, ia juga mengenyam pendidikan di madrasah dan pesantren.[2]

Sujudi melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri Bondowoso pada tahun 1957,[2] satu-satunya SMP di Bondowoso.[3] Kemudian pada tahun 1960, ia bersekolah di SMA Negeri Malang yang dianggap sebagai SMA terbaik di Jawa Timur.[2]

Setelah lulus SMA, Sujudi mulai belajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.[2] Dia menerima beasiswa dari pemerintah, yang menutupi sebagian besar pengeluarannya. Ia juga bergabung dengan gerakan mahasiswa pada pertengahan 1960-an, yang bertujuan untuk menggulingkan rezim Sukarno.[3] Dia lulus dari universitas pada tahun 1972 sebagai dokter. Dia kemudian melanjutkan pendidikannya di Universitas New South Wales di Sydney, Australia, dimana ia memperoleh gelar masternya di bidang Manajemen Pelayanan Kesehatan pada tahun 1990.[2]

Karier

Dokter dan kepala rumah sakit

Setelah lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Achmad Sujudi memulai kariernya sebagai dokter. Dia memulai kariernya sebagai dokter di pulau terpencil Buru pada tahun 1972.[2] Pada 1974, ia menulis ulasan tentang kondisi kesehatan tahanan politik yang ditahan di sana, yang kemudian diterbitkan oleh jurnal Prisma. Sujudi menulis bahwa beberapa napi yang seharusnya sehat, menderita penyakit seperti asma bronkial dan diabetes. Dia juga menunjukkan kurangnya fasilitas kesehatan dan medis di pulau tersebut.[4]

Sujudi meninggalkan Pulau Buru pada tahun 1973 untuk bekerja sebagai dokter bedah di Rumah Sakit Umum Persahabatan di Jakarta. Setelah enam tahun di sana, ia kembali ke Universitas Indonesia dan belajar ilmu bedah selama kurang lebih satu tahun hingga tahun 1980.[2]

Setelah menamatkan pendidikan ilmu bedah, Sujudi diminta Gubernur Bengkulu Soeprapto menjadi dokter bedah di Rumah Sakit Umum Daerah Bengkulu. Dua tahun setelah kedatangannya di sana, Sujudi menjadi kepala rumah sakit. Dia akan memimpin rumah sakit selama dua belas tahun, mengawasi perkembangannya dari rumah sakit pusat provinsi kecil menjadi rumah sakit pusat kelas dua.[2] Selama prosesnya, rumah sakit itu terus menerus meraih penghargaan dari Departemen Kesehatan. Dia juga mengawasi beberapa yayasan kesehatan yang berbasis di provinsi tersebut.[5] Sujudi sendiri ingin dipindahkan dari Bengkulu, tetapi Gubernur Soeprapto bersikeras bahwa dia harus tetap di sana, menyatakan berkurangnya keluhan pasien selama kepemimpinannya di rumah sakit.[3]

Sujudi akhirnya meninggalkan Bengkulu pada 16 Mei 1994, dan pada bulan berikutnya ia ditunjuk untuk memimpin Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito, sebuah rumah sakit pemerintah yang lebih besar di Yogyakarta. Ia mengalami beberapa kesulitan dalam mengelola dokter di rumah sakit universitas tersebut, karena sebagian besar dokter adalah lulusan Universitas Gadjah Mada, sedangkan ia adalah lulusan Universitas Indonesia.[3]

Direktur Jenderal dan Menteri

Achmad Sujudi sebagai menteri

Setelah tumbangnya rezim Suharto, Achmad Sujudi kemudian diangkat sebagai Direktur Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman Departemen Kesehatan pada 1998-1999.[2]

Karier politik Achmad Sujudi dimulai saat ia diangkat sebagai Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial oleh Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 1999. Ia menjabat sebagai menteri sejak 1999-2001. Saat Megawati Soekarnoputri menjadi Presiden RI, Achmad Sujudi kembali diangkat menjadi Menteri Kesehatan pada Kabinet Gotong Royong periode 2001-2004.[2]

Kehidupan pribadi

Sujudi menikah dengan Sulistiani pada tahun 1973. Pasangan ini memiliki dua orang anak.[6]

Sujudi meninggal dunia pada 2 Mei 2023 pagi di Rumah Sakit Pondok Indah Tangerang Selatan, Banten. Usianya 82 tahun. Sebelum meninggal, Sujudi menderita strok pada awal 2023. Beberapa mantan dan pejabat petahana, termasuk menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Faried Anfasa Moeloek, memberikan penghormatan terakhir mereka di rumah Sujudi.[7] Jenazahnya dikebumikan sehari kemudian di Taman Pemakaman Umum Al Azhar Karawang.[8]

Kontroversi

Pada Mei 2009, Achmad Sujudi ditetapkan sebagai tersangka usai berulangkali menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Ia diduga terlibat dalam proses pengadaan alat kesehatan yang bernilai Rp190,5 miliar pada 2003. Sujudi mengakui telah menerima uang sebesar Rp700 juta dan mengembalikannya kepada KPK. Ia juga mengakui bahwa terdapat pelanggaran prosedur berupa penunjukan langsung dalam proses pengadaan tersebut. Hal ini melanggar Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa di lingkungan pemerintah.[9] KPK juga menduga adanya penggelembungan harga proyek dengan kerugian negara sebesar Rp71,5 miliar (sumber lain menyebutkan Rp91,5 miliar[10]).[9]

Dalam persidangan pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (tipikor) di Jakarta, Achmad Sujudi didakwa melakukan tindak pidana korupsi proyek pengadaan alat kesehatan untuk kawasan timur Indonesia dan Palang Merah Indonesia Pusat tahun 2003 yang merugikan negara Rp104,4 miliar. Achmad Sujudi dalam kapasitasnya sebagai Menteri Kesehatan, menetapkan PT Kimia Farma Trade and Distribution sebagai rekanan proyek. Namun, pada kenyataannya, PT Kimia Farma Trade and Distribution melakukan subkontrak dengan lima perusahaan lain. Jaksa menyatakan bahwa telah terjadi penggelembungan harga yang merugikan negara sebesar Rp104 miliar dan adanya dugaan aliran dana ke sejumlah pejabat di Kementerian Kesehatan. Achmad Sujudi didakwa melanggar pasal Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) kesatu KUHP.[11]

Pada April 2010, Majelis Hakim Pengadilan tipikor memutuskan Achmad Sujudi terbukti bersalah dengan vonis 2 tahun 3 bulan penjara, denda Rp100 juta subsider 3 bulan penjara. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa yang menuntut 5 tahun penjara.[12] Pada 2011, pada pengadilan banding di Pengadilan Tinggi Jakarta, hukuman Achmad Sujudi diperberat menjadi 4 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider empat bulan penjara.[13] Achmad Sujudi juga mengajukan upaya hukum berupa Peninjauan kembali ke Mahkamah Agung, tetapi upaya tersebut ditolak, sehingga Achmad Sujudi tetap menjalani vonis sebelumnya.[14]

Referensi

  1. ↑ "Profil Menteri Achmad Sujudi". Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Kepustakaan Presiden Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-09-26. Diakses tanggal 26 September 2017.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "PEJABAT KABINET: Dr. Achmad Sujudi". Kepustakaan Presiden. Diarsipkan dari asli tanggal 10 August 2022. Diakses tanggal 3 May 2023.
  3. 1 2 3 4 "Prinsip Mendahulukan Kewajiban". Tokoh Indonesia. 2 December 2002. Diakses tanggal 3 May 2023.
  4. ↑ "Health Conditions on Buru" (PDF). Tapol. No. 8. January 1975. hlm. 3. Diakses tanggal 3 May 2023.
  5. ↑ 10 tahun menjebol isolasi Bengkulu: memori serah terima jabatan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bengkulu, periode 16 Juli 1984 s/d 16 Juli 1989. Diterbitkan oleh Pemda Tk. I Bengkulu. 1989. hlm. 172.
  6. ↑ "Achmad Sujudi". Tokoh Indonesia. 2 December 2002. Diakses tanggal 3 May 2023.
  7. ↑ Katingka, Nasrun (2 May 2023). "Mantan Menkes Achmad Sujudi Tutup Usia". Kompas. Diakses tanggal 3 May 2023.
  8. ↑ "Mantan Menteri Kesehatan Achmad Sujudi Meninggal Dunia, Dimakamkan di TPU Al Azhar Karawang". Kompas. 2 May 2023. Diakses tanggal 3 May 2023.
  9. 1 2 Lilin Y, Ananstasia (22 Mei 2009). "Achmad Sujudi Resmi Sebagai Tersangka}". Kontan. Diakses tanggal 13 Desember 2025.
  10. ↑ "Mantan Menteri Kesehatan Ditahan". Kompas.com. 22 Agustus 2009. Diakses tanggal 13 Desember 2025.
  11. ↑ "Mantan Menkes Achmad Sujudi Dituntut 5 Tahun Penjara". Kompas.com. 13 April 2010. Diakses tanggal 13 Desember 2025.
  12. ↑ "Mantan Menkes Sujudi Divonis 2 Tahun". Kompas.com. 23 April 2010. Diakses tanggal 15 Desember 2025.
  13. ↑ Sari, Dianing (8 April 2011). "Mahkamah Agung Tolak PK Ahmad Sujudi". Tempo.co. Diakses tanggal 16 Desember 2025.
  14. ↑ "PK Ditolak MA, Ahmad Sujudi Dipenjara 4 Tahun". Kompas.com. 9 April 2011. Diakses tanggal 16 Desember 2025.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Farid Anfasa Moeloek
Menteri Kesehatan Indonesia
1999–2004
Diteruskan oleh:
Siti Fadilah Supari
  • l
  • b
  • s
Kabinet Gotong Royong (2001–2004)
  • Presiden: Megawati Soekarnoputri
  • Wakil Presiden: Hamzah Haz
  • Menko Polkam: Susilo Bambang Yudhoyono, Hari Sabarno (plt.)
  • Menko Perekonomian: Dorodjatun Kuntjoro-Jakti
  • Menko Kesra: Jusuf Kalla, Abdul Malik Fadjar (plt.)
  • Menkehham: Yusril Ihza Mahendra
  • Menhan: H Matori Abdul Djalil
  • Mendagri: Hari Sabarno
  • Menlu: Hassan Wirajuda
  • Menkes: Achmad Sujudi
  • Mendiknas: Abdul Malik Fadjar
  • Mensos: Bachtiar Chamsyah
  • Menag: Said Agil Husin Al Munawar
  • Menakertrans: Jacob Nuwa Wea
  • Menkeu: Boediono
  • Menperindag: Rini Soewandi
  • Menteri ESDM: Purnomo Yusgiantoro
  • Menhub: Agum Gumelar, Soenarno (plt.)
  • Mentan: Bungaran Saragih
  • Menhut: Mohamad Prakosa
  • Menkimpraswil: Soenarno
  • Menlutkan: Rokhmin Dahuri
  • Menneg PAN: Muhammad Feisal Tamin
  • Menneg Budpar: I Gede Ardhika
  • Menneg Perpemkatim: Manuel Kaisiepo
  • Menneg PPN/Kepala Bappenas: Kwik Kian Gie
  • Menneg Kominfo: Syamsul Mu'arif
  • Menneg BUMN: Laksamana Sukardi
  • Menneg Ristek/Kepala BPPT: Hatta Rajasa, (jk.)
  • Menneg Kop-UKM: Alimarwan Hanan
  • Menneg Pemwan: Sri Redjeki Sumarjoto
  • Menneg LH: Nabiel Makarim
  • Sesneg: Bambang Kesowo
  • Kepala BIN: A.M. Hendropriyono
  • Jakgung: Suparman (plt.), M.A. Rachman
Sekretaris Kabinet: Marzuki Darusman
  • l
  • b
  • s
Kabinet Persatuan Nasional (1999–2001)
Presiden: Abdurrahman Wahid | Wakil Presiden: Megawati Soekarnoputri
Menko Polsoskam: Wiranto, Soerjadi Soedirdja (plt.), Susilo Bambang Yudhoyono, Agum Gumelar • Menko Perekonomian: Kwik Kian Gie, Rizal Ramli, Burhanuddin Abdullah • Menko Kesra (sejak perombakan I digabung menjadi Menko Polsoskam): Hamzah Haz, Basri Hasanuddin • Mendagri: Soerjadi Soedirdja • Menlu: Alwi Shihab • Menhan: Juwono Sudarsono, Mohammad Mahfud, Agum Gumelar (plt.) • Menkumham: Yusril Ihza Mahendra, Baharuddin Lopa, Marsillam Simanjuntak, Mohammad Mahfud • Menkeu: Bambang Sudibyo, Prijadi Praptosuhardjo, Rizal Ramli • Menteri ESDM: Susilo Bambang Yudhoyono, Purnomo Yusgiantoro • Menperindag: Muhammad Jusuf Kalla, Luhut Binsar Panjaitan • Mentanhut (bernama Menteri Pertanian dan Kehutanan sejak perombakan I): Mohamad Prakosa, Bungaran Saragih • Menhut (bernama Menteri Muda Kehutanan sejak perombakan I): Nur Mahmudi Ismail, Marzuki Usman • Menhub: Agum Gumelar, Budhi Muliawan Suyitno • Meneksla (bernama Menteri Kelautan dan Perikanan sejak perombakan I): Sarwono Kusumaatmadja, Rokhmin Dahuri • Menakertrans: Bomer Pasaribu, Al Hilal Hamdi • Menkes (bernama Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial sejak perombakan I): Achmad Sujudi • Mendiknas: Yahya Muhaimin • Menag: Muhammad Tholchah Hasan • Menkimpraswil: Erna Witoelar • Menristek/Kepala BPPT: Muhammad A. S. Hikam • Menkop UKM: Zarkasih Nur • Menteri LH: Alexander Sonny Keraf • Menteri OD (digabungkan dengan Menteri Dalam Negeri sejak perombakan I): Ryaas Rasyid • Menbudpar: Hidayat Jaelani, I Gede Ardhika • Menteri PM dan BUMN (dibubarkan pada perombakan I): Laksamana Sukardi, M. Rozy Munir • Mennegpora (dibubarkan pada perombakan I): Mahadi Sinambela • Menneg PU (dibubarkan pada perombakan I): Rozik Boedioro Soetjipto • Menneg Pemwan: Khofifah Indar Parawansa • Mennegham (digabungkan dengan Menteri Hukum dan Perundang-undangan sejak perombakan I): Hasballah M. Saad,  • Menneg Transduk (digabungkan dengan Menteri Tenaga Kerja sejak perombakan I): Al Hilal Hamdi • Menneg PAN: Freddy Numberi, Ryaas Rasyid (plt.), Anwar Suprijadi • Menneg Maskem (dibubarkan pada perombakan I): Anak Agung Gde Agung • Menmud Perpemkatim (dibentuk pada perombakan I): (jabatan baru), Manuel Kaisiepo • Menmud Rekonas (dibentuk pada perombakan I dan dibubarkan pada perombakan II): (jabatan baru), Cacuk Sudarijanto • Jaksa Agung: Marzuki Darusman, Baharuddin Lopa, Suparman (plt.), Marsillam Simanjuntak • Panglima TNI : Widodo A. S. • Mensesneg: Alirahman, Bondan Gunawan, Djohan Effendi
Sekretaris Kabinet: Marsillam Simanjuntak, Marzuki Darusman
  • l
  • b
  • s
Menteri Kesehatan Indonesia
Kementerian Kesehatan
  • Boentaran Martoatmodjo
  • Darma Setiawan
  • J. Leimena
  • Soekiman Wirjosandjojo
  • Surono
  • Johannes Leimena
  • Sutopo
  • Johannes Leimena
  • Ferdinand Lumban Tobing
  • Lie Kiat Teng
  • Johannes Leimena
  • Hadrianus Sinaga
  • Abdul Azis Saleh
  • Satrio
  • G.A. Siwabessy
  • Suwardjono Surjaningrat
  • Adhyatma
  • Sujudi
  • Faried Anfasa Moeloek
  • Achmad Sujudi
  • Siti Fadilah Supari
  • Endang Rahayu Sedyaningsih
  • Ali Ghufron Mukti (Pelaksana tugas)
  • Nafsiah Mboi
  • Nila Djuwita Anfasa Moeloek
  • Terawan Agus Putranto
  • Budi Gunadi Sadikin
  • Category Kategori
  • List-Class article Daftar
  • l
  • b
  • s
Koruptor Indonesia tahun 2010
  • Achmad Sujudi
  • Ismeth Abdullah
◀ 2009 2011 ▶
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Belanda
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan awal dan pendidikan
  2. Karier
  3. Dokter dan kepala rumah sakit
  4. Direktur Jenderal dan Menteri
  5. Kehidupan pribadi
  6. Kontroversi
  7. Referensi

Artikel Terkait

Daftar Menteri Kesehatan Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan

perusahaan asal Indonesia

Menteri Pertahanan Indonesia

Menteri Pertahanan Republik Indonesia, umumnya disingkat Menhan adalah kepala dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Menteri Pertahanan mempunyai

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026