Buru adalah pulau terbesar ketiga di Kepulauan Maluku, Indonesia. Pulau ini terletak di antara Laut Banda di selatan dan Laut Seram di utara, di sebelah barat Pulau Ambon dan Seram. Pulau ini termasuk dalam Provinsi Maluku dan mencakup Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan. Pusat administrasinya, Namlea dan Namrole, masing-masing memiliki pelabuhan dan merupakan kota terbesar di pulau ini, yang dilayani oleh Bandara Namlea dan Bandara Namrole.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Geografi | |
|---|---|
| Lokasi | Oseania |
| Koordinat | 03°25′30″S 126°40′03″E / 3.42500°S 126.66750°E / -3.42500; 126.66750[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Pulau_Buru¶ms=03_25_30_S_126_40_03_E_region:ID_type:isle_scale:2500000 <span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">03°25′30″S</span> <span class=\"longitude\">126°40′03″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\"> / </span><span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">3.42500°S 126.66750°E</span><span style=\"display:none\"> / <span class=\"geo\">-3.42500; 126.66750</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwCA\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt8\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwCQ\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwCg\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Pulau_Buru&params=03_25_30_S_126_40_03_E_region:ID_type:isle_scale:2500000\" class=\"external text\" id=\"mwCw\"><span class=\"geo-default\" id=\"mwDA\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwDQ\"><span class=\"latitude\" id=\"mwDg\">03°25′30″S</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwDw\">126°40′03″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwEA\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEQ\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwEg\"></span></span><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwEw\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwFA\">3.42500°S 126.66750°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwFQ\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwFg\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwFw\">-3.42500; 126.66750</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwGA\"/></span>"}' id="mwGQ"/> |
| Kepulauan | Kepulauan Maluku |
| Luas | 12,655.58 km2 |
| Titik tertinggi | Gunung Kapalatmada (2.428 m) |
| Pemerintahan | |
| Negara | Indonesia |
| Provinsi | Maluku |
| Kabupaten | Buru, Buru Selatan |
| Kota terbesar | Namlea (37.869 jiwa) |
| Kependudukan | |
| Penduduk | 215,277 jiwa (sensus 2020) |
| Kepadatan | 17.0 jiwa/km2 |
| Kelompok etnik | Buru, Lisela, Ambelau, Kayeli |
| Info lainnya | |
| Zona waktu | |
![]() | |
Buru (sebelumnya dieja Boeroe, Boro, atau Bouru) adalah pulau terbesar ketiga di Kepulauan Maluku, Indonesia. Pulau ini terletak di antara Laut Banda di selatan dan Laut Seram di utara, di sebelah barat Pulau Ambon dan Seram. Pulau ini termasuk dalam Provinsi Maluku dan mencakup Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan. Pusat administrasinya, Namlea dan Namrole, masing-masing memiliki pelabuhan dan merupakan kota terbesar di pulau ini, yang dilayani oleh Bandara Namlea dan Bandara Namrole.
Menurut data BPS pada tahun 1997, jumlah penduduk Pulau Buru ialah 105.222 jiwa. Pada saat itu Buru terdiri dari 3 kecamatan, yaitu Buru Utara Barat dengan ibu kota kecamatan di Air Buaya, Buru Utara Timur dengan ibu kota kecamatan di Namlea dan Buru Selatan dengan ibu kota kecamatan di Leksula. Pada waktu itu pula ketiga kecamatan di Pulau Buru masih berada dalam wilayah Kabupaten Maluku Tengah yang beribu kota di Masohi, Seram. Komposisi penduduk berdasarkan agama pada 1997: 48% Islam, 41% Kristen, dan 11% lain-lain.
Ada beberapa kelompok etnis yang menetap di Buru: etnis asli, yakni Buru (baik di pesisir maupun di pedalaman); dan etnis pendatang, yakni Ambon, Maluku Tenggara (terutama Kei), Ambalau, Kep. Sula (terutama Sanana), Buton, Bugis, dan Jawa (terutama di daerah pemukiman transmigrasi). Tidak diketahui data mengenai komposisi penduduk berdasarkan etnis.
Ada beberapa wilayah dataran di Pulau Buru. Dataran terluas adalah lembah Sungai Waeapo di wilayah Kecamatan Buru Utara Selatan dengan Ibu Kota Mako. Dataran Waeapo ini pada awal '70-an menjadi salah satu tempat pemukiman bagi para tapol kasus G30S. Dan kemudian pada awal '80-an mulai dibuka untuk unit-unit pemukiman transmigrasi dan sampai sekarang menjadi lumbung padi untuk Pulau Buru.
Selain Waeapo, wilayah Buru memiliki sedikit dataran. Dataran lainnya umumnya sempit dan tersebar di sepanjang pantai utara bagian barat serta pantai selatan bagian timur. Oleh karena itu, kecuali di wilayah Waeapo, permukiman penduduk lebih banyak berada di daerah pesisir. Sejak Februari 2003, Kabupaten Buru dimekarkan dari lima kecamatan menjadi sepuluh kecamatan. Jumlah desa bertambah dari 81 menjadi 94 desa, sedangkan jumlah dusun tercatat sebanyak 125 dusun.
| Kecamatan Lama | Kecamatan Baru | Jumlah Desa | Jumlah Dusun |
|---|---|---|---|
| Buru Utara Barat | Air Buaya | 8 | 34 |
| Kepala Madan | 8 | 6 | |
| Buru Utara Timur | Namlea | 11 | 9 |
| Waplau | 9 | 5 | |
| Buru Utara Selatan | Waeapo | 17 | 40 |
| Batabual | 5 | 4 | |
| Buru Selatan Timur | Waesama | 7 | 5 |
| Namrole | 8 | 8 | |
| Ambalau | 7 | 0 | |
| Buru Selatan | Leksula | 14 | 14 |
| 5 Kecamatan | 10 Kecamatan | 94 | 125 |
Seperti periode-periode sebelumnya, pemekaran ini dalam praktiknya memang menimbulkan pro dan kontra, terutama persoalan masuknya sebuah daerah desa/dusun ke dalam daerah desa/kecamatan yang lain. Misalnya, Dusun Metar, yang pada periode sebelumnya termasuk dalam wilayah Desa Grandeng Kecamatan Buru Utara Selatan, secara sepihak menolak masuk dalam wilayah Desa Lele Kecamatan Waeapo. Penolakan memang tidak dilakukan secara terbuka, tetapi menyangkut urusan administrasi, Kepala Dusun masih lebih pilih berurusan dengan Desa Grandeng.
Akan tetapi juga, pemekaran ini merupakan jalan tengah mengenai persoalan yang sebelumnya juga muncul mengenai masuknya sebuah wilayah ke dalam wilayah kecamatan tertentu. Misalnya, pada sekitar tahun 2001–2002, terjadi pro dan kontra mengenai masuknya wilayah Namrole ke dalam wilayah Buru Selatan Timur [ibu kota kecamatan: Wamsisi]. Ada sementara dusun atau desa yang menghendaki masuk ke dalam Kecamatan Buru Selatan [ibu kota kecamatan: Leksula], akan tetapi juga ada yang menghendaki masuk ke dalam Kecamatan Buru Selatan Timur. Karena itu, pemekaran pada Februari 2003 dengan menjadikan Namrole kecamatan tersendiri, merupakan jalan tengah yang dapat ditempuh.