Kabupaten Buru adalah salah satu kabupaten di provinsi Maluku, Indonesia. Ibu kota kabupaten yang berada di Pulau Buru ini terletak di Namlea. Kabupaten yang berada di Pulau Buru ini, memiliki penduduk berjumlah 141.361 jiwa pada pertengahan tahun 2024 dan penduduk asli kawasan ini adalah Suku Rana.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kabupaten Buru | |
|---|---|
Pesisir Pulau Buru di Namlea | |
| Motto: Retemena Barasehe | |
![]() Peta | |
| Koordinat: 3°15′35″S 127°06′10″E / 3.25983°S 127.10289°E / -3.25983; 127.10289 | |
| Negara | |
| Provinsi | Maluku |
| Tanggal berdiri | Oktober 12, 1999 (1999-10-12) |
| Dasar hukum | UU №46/1999 |
| Ibu kota | Namlea |
| Jumlah satuan pemerintahan | Daftar
|
| Pemerintahan | |
| • Bupati | Ikram Umasugi |
| • Wakil Bupati | Sudarmo |
| • Sekretaris Daerah | Ilyas Hamid |
| Luas | |
| • Total | 5.577,48 km2 (2,153,48 sq mi) |
| Populasi | |
| • Total | 141.361 |
| • Kepadatan | 25/km2 (66/sq mi) |
| Demografi | |
| • Agama | |
| • IPM | tinggi [2] |
| Zona waktu | UTC+09:00 (WIT) |
| Kode BPS | |
| Kode area telepon | 0913 |
| Pelat kendaraan | DE xxxx D* |
| Kode Kemendagri | 81.04 |
| DAU | Rp 546.025.271.000.- |
| Situs web | burukab |
Kabupaten Buru adalah salah satu kabupaten di provinsi Maluku, Indonesia. Ibu kota kabupaten yang berada di Pulau Buru ini terletak di Namlea. Kabupaten yang berada di Pulau Buru ini, memiliki penduduk berjumlah 141.361 jiwa pada pertengahan tahun 2024 dan penduduk asli kawasan ini adalah Suku Rana.[1][3]

Kabupaten Buru dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 46 Tahun 1999 tentang Pembentukan Provinsi Maluku Utara, Kabupaten Buru dan Kabupaten Maluku Tenggara Barat, yang telah diperbaharui dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2000. Dengan memperhatikan kepentingan pelayanan publik dan tuntutan rentang kendali pemerintahan, sampai dengan awal tahun 2008 wilayah pemerintahan kecamatan di Kabupaten Buru mencakup 10 kecamatan.
Selanjutnya, dengan telah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Buru Selatan, maka 5 wilayah kecamatan yang secara geografis berada di bagian selatan Kabupaten Buru terpisah menjadi wilayah otonom, yakni Kabupaten Buru Selatan.
Namun pada akhir Tahun 2012 terjadi pemekaran 5 Kecamatan baru yang tertuang dalam Peraturan Daerah No. 20,21,22,23 dan 24 Tahun 2012 Tentang Pembentukan Kecamatan Lolong Guba, Kecamatan Waelata, Kecamatan Fena Leisela, Kecamatan Teluk Kaiely dan Kecamatan Lilialy, sehingga Kabupaten Buru menjadi 10 Kecamatan.

Dengan telah disahkannya Undang Undang Nomor 32 Tahun 2008 tentang Kabupaten Buru Selatan, maka luas wilayah Kabupaten Buru telah berkurang menjadi 7.595,58 Km² yang terdiri dari luas daratan 5.577,48 Km² dan luas lautan 1.972,5 Km² serta luas perairan 57,4 Km² dengan panjang garis pantai 232,18 Km². Kabupaten Buru terdiri dari 10 wilayah kecamatan dengan kecamatan terbesar adalah Kecamatan Fena Leisela yang luasnya sebesar 2.831,65 km² dan kecamatan terkecil adalah kecamatan Waeapo dengan luas sebesar 102,5 km².[4]
Topografi bentuk wilayah bentangan lahan Kabupaten Buru dikelompokkan atas:
Dalam kelas ketinggian secara umum dibagi atas 3 kelas, yang meliputi : 0–500 m, 500–1000 m dan >1000 m di atas permukaan laut (dpl). Puncak gunung tertinggi adalah Kaku Ghegan yang berada pada wilayah kecamatan Air Buaya dengan elevasi atau ketinggian 2.736 mdpl.
Kabupaten Buru didomiasi oleh kawasan pegunungan, dengan penyebaran lereng di bagian utara rata-rata berlereng curam pada formasi batuan metamofik, sedangkan ciri karstik di atas formasi batuan sedimen (batu napal dan batu gamping) lebih dominan di bagian selatan dengan topografi yang tidak terlalu curam.[5]
Seperti wilayah lain di Indonesia, wilayah Kabupaten Buru beriklim tropis dengan tipe iklim muson tropis (Am) yang memiliki dua musim yang dipengaruhi oleh pergerakan angin monsun. Tidak seperti wilayah Kabupaten Buru Selatan yang puncak musim hujannya biasanya berada di pertengahan tahun antara Mei hingga Juli, musim penghujan di wilayah Kabupaten Buru sama dengan wilayah lain di Indonesia yaitu antara bulan Desember hingga April pada saat angin monsun baratan yang bersifat basah dan lembap berlangsung. Sementara itu, musim kemarau yang disebabkan oleh angin timuran berlangsung pada bulan Mei hingga November. Suhu udara rata-rata di wilayah Kabupaten Buru bervariasi antara 21°–34 °C, dengan pengecualian untuk wilayah perbukitan dan pegunungan yang suhu rata-ratanya kurang dari 25 °C. Tingkat kelembapan relatif di wilayah ini pun cenderung tinggi yakni berkisar antara 60%–100%.
| Data iklim Buru, Maluku, Indonesia | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bulan | Jan | Feb | Mar | Apr | Mei | Jun | Jul | Agt | Sep | Okt | Nov | Des | Tahun |
| Rata-rata tertinggi °C (°F) | 31 (88) |
31 (88) |
31.1 (88) |
31 (88) |
30.5 (86.9) |
29.6 (85.3) |
29.2 (84.6) |
29.3 (84.7) |
30.3 (86.5) |
31.3 (88.3) |
31.7 (89.1) |
31.4 (88.5) |
30.62 (87.16) |
| Rata-rata harian °C (°F) | 27.3 (81.1) |
27.2 (81) |
27.2 (81) |
27.1 (80.8) |
26.9 (80.4) |
26.2 (79.2) |
25.7 (78.3) |
25.5 (77.9) |
26.3 (79.3) |
27.1 (80.8) |
27.5 (81.5) |
27.5 (81.5) |
26.79 (80.23) |
| Rata-rata terendah °C (°F) | 23.5 (74.3) |
23.4 (74.1) |
23.3 (73.9) |
23.3 (73.9) |
23.2 (73.8) |
22.7 (72.9) |
22.2 (72) |
21.7 (71.1) |
22.3 (72.1) |
22.8 (73) |
23.2 (73.8) |
23.6 (74.5) |
22.93 (73.28) |
| Presipitasi mm (inci) | 242 (9.53) |
251 (9.88) |
211 (8.31) |
173 (6.81) |
146 (5.75) |
251 (9.88) |
221 (8.7) |
141 (5.55) |
115 (4.53) |
119 (4.69) |
157 (6.18) |
222 (8.74) |
2.249 (88,55) |
| Rata-rata hari hujan | 14 | 13 | 13 | 12 | 9 | 10 | 9 | 7 | 6 | 7 | 9 | 14 | 123 |
| % kelembapan | 83 | 87 | 85 | 81 | 76 | 70 | 69 | 65 | 62 | 68 | 74 | 79 | 74.9 |
| Rata-rata sinar matahari harian | 5.7 | 5.4 | 6.8 | 7.2 | 8.3 | 8.4 | 9.0 | 9.7 | 10.1 | 10.0 | 8.7 | 6.9 | 8.02 |
| Sumber #1: BMKG[6] | |||||||||||||
| Sumber #2: Climate-Data.org[7] | |||||||||||||
Berikut adalah daftar Bupati Buru secara definitif sejak tahun 1999 pasca pemekaran Kabupaten Buru dari Kabupaten Maluku Tengah.
| No. | Bupati | Potret | Partai | Awal | Akhir | Periode | Masa jabatan | Pemilihan umum | Wakil | Ref. | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Husnie Hentihu (1950-2023) |
Nonpartisipan | 2002 | 2007 | 2002–2007 | 4–5 tahun | 1 (2002) |
Bakri Lumbessy | |||
| 2 Februari 2007 | 2 Februari 2012 | 2007–2012 | 5 tahun, 0 hari | 2 (2007) |
Ramly Ibrahim Umasugi | ||||||
| 2 | Ramly Ibrahim Umasugi (1970-) |
Golkar | 2 Februari 2012 | 28 Oktober 2016 | 2012-2017 | 4 tahun, 269 hari | 3 (2012) |
Juhana Soedradjat | |||
| 22 Mei 2017 | 22 Mei 2022 | 2017-2022 | 5 tahun, 0 hari | 4 (2017) |
Amustofa Besan | [8] | |||||
| 3 | Ikram Umasugi (1972-) |
PKB | 26 Mei 2025 | Petahana | 2025-2030 | 332 hari | 5 (2024) |
Sudarmo | [9] | ||
Dalam tumpuk pemerintahan, seorang kepala daerah yang mengajukan diri untuk cuti atau berhenti sementara dari jabatannya kepada pemerintah pusat, maka Menteri Dalam Negeri menyiapkan penggantinya yang merupakan birokrat di pemerintah daerah atau bahkan wakil bupati, termasuk ketika posisi bupati berada dalam masa transisi.
| Pejabat | Potret | Partai | Awal | Akhir | Masa jabatan | Bupati definitif | Ref. | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| R.S Sangadji (?-) (Penjabat) |
Nonpartisipan | 1999 | 2002 | 2–3 tahun | Transisi (1999–2002) | |||
| Juhana Soedradjat (?-) (Pelaksana Tugas) |
Nonpartisipan | 28 Oktober 2016 | 2 Februari 2017 | 97 hari | Ramly Ibrahim Umasugi | |||
| Ismail Usemahu (?-) (Penjabat) |
Nonpartisipan | 2 Februari 2017 | 22 Mei 2017 | 109 hari | Transisi (2017) | |||
| Moh. Ilias bin Hamid (?-) (Pelaksana Harian) |
Nonpartisipan | 22 Mei 2022 | 24 Mei 2022 | 2 hari | Transisi (2022) | |||
| Djalaludin Salampessy (?-) (Penjabat) |
Nonpartisipan | 24 Mei 2022 | 24 Mei 2024 | 2 tahun, 0 hari | Transisi (2022-2024) | |||
| Syarif Hidayat (?-) (Penjabat) |
Nonpartisipan | 24 Mei 2022 | 26 Mei 2025 | 3 tahun, 2 hari | Transisi (2022-2025) | |||
| Partai Politik | Jumlah Kursi dalam Periode | |||
|---|---|---|---|---|
| 2014–2019[10][11] | 2019–2024[12] | 2024–2029 | ||
| PKB | 3 | |||
| Gerindra | 2 | |||
| PDI-P | 1 | |||
| Golkar | 10 | |||
| NasDem | 0 | |||
| PKS | 1 | |||
| Hanura | 2 | |||
| PAN | 0 | |||
| PBB | 1 | |||
| Demokrat | 2 | |||
| Perindo | (baru) 1 | |||
| PPP | 3 | |||
| Jumlah Anggota | 25 | |||
| Jumlah Partai | 9 | |||
| Nomor | Ketua | Wakil Ketua | Periode | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Iksan Tinggapy | Djalil Mukadar Abdul Aziz Hentihu |
2014 – 2019 | [13] |
Kabupaten Buru terdiri atas 10 kecamatan dan 82 desa dengan luas wilayah 4.932,32 km² dan jumlah penduduk 130.696 jiwa (2017). Kode Wilayah Kabupaten Buru adalah 81.04.[14][15][16]
| Kode Wilayah | Nama Kecamatan | Ibu kota | Jumlah Desa | Daftar Desa |
|---|---|---|---|---|
| 81.04.01 | Namlea | Namlea | 7 | |
| 81.04.02 | Air Buaya | Air Buaya | 10 | |
| 81.04.03 | Waeapo | Waenetat | 7 | |
| 81.04.06 | Waplau | Waplau | 10 | |
| 81.04.10 | Batabual | Ilath | 5 | |
| 81.04.11 | Lolong Guba | Kubalahin | 10 | |
| 81.04.12 | Waelata | Basalale | 10 | |
| 81.04.13 | Fena Leisela | Wamlana | 13 | |
| 81.04.14 | Teluk Kaiely | Kaiely | 5 | |
| 81.04.15 | Lilialy | Sawa | 5 | |
| Total | 82 | |||
Jumlah penduduk Kabupaten Buru pada 2017 tercatat sebanyak 132.100 jiwa terdiri dari 67.815 laki-laki dan 64.285 perempuan, mengalami pertumbuhan sebesar 1,38% dari tahun sebelumnya. Kepadatan penduduk Kabupaten Buru sebesar 24 jiwa/km² dengan Kecamatan Waeapo merupakan daerah terpadat penduduknya dengan 124 jiwa/km² dan Kecamatan Fena Leisela merupakan daerah terjarang penduduknya dengan 4 jiwa/km².