Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

CONEFO

Conference of the New Emerging Forces (CONEFO) adalah organisasi antarpemerintah yang berdiri sejak tahun 1965 hingga 1966. CONEFO merupakan gagasan Presiden Soekarno dari Indonesia yang dia kemukakan pada pidato di sidang umum PBB pada tanggal 30 September 1960 yang berjudul “ Membangun Dunia yang Baru” untuk mereformasi PBB dan pada awal tahun 1965 gagasan ini berkembang menjadi pembentukan blok baru "negara-negara berkembang" yang akan menjadi pusat kekuatan alternatif bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan "kekuatan-kekuatan lama yang sudah mapan" — sebuah kategori di mana Soekarno memasukkan Amerika Serikat dan Uni Soviet ke dalamnya. Hal ini dimaksudkan untuk membangun warisan Konferensi Bandung 1955 dan Gerakan Non-Blok, dengan menegaskan kepentingan Dunia Ketiga dan bersikap netral terhadap Perang Dingin.

organisasi antarpemerintah yang berdiri sejak tahun 1965 hingga 1966. CONEFO merupakan upaya Presiden Soekarno dari Indonesia untuk menciptakan blok baru
Diperbarui 26 September 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Konferensi Negara-Negara Berkembang

Conference of the New Emerging Forcescode: en is deprecated   (Inggris)
Markas besarJalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Indonesia
TipeOrganisasi internasional
Pendirian
• Didirikan
7 Januari 1965 (61 tahun lalu) (1965-01-07)
• Dibubarkan
11 Agustus 1966 (59 tahun lalu) (1966-08-11)
Sunting kotak info
Sunting kotak info • Lihat • Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini
Artikel ini bagian dari
seri tentang
Soekarno

Presiden pertama Indonesia


Prakemerdekaan
  • PNI
  • Partindo
  • PETA
  • BPUPK
    • Pancasila
  • PPKI
  • Revolusi Nasional Indonesia
    • Proklamasi Kemerdekaan

Kebijakan dalam negeri
  • APRA
  • Ambon
  • Permesta
  • DI/TII
  • Peristiwa Tiga Selatan
  • Marhaenisme
  • Politik Mercusuar
  • Demokrasi Terpimpin
    • Dekret 5 Juli
  • Monas
  • G30S
  • Supersemar
  • Kejatuhan
    • De-Soekarnoisasi

Kebijakan luar negeri
  • Gerakan Non-Blok
    • Konferensi Asia–Afrika
  • Pesta Olahraga Asia 1962
  • CONEFO
    • GANEFO
    • gedung
  • Irian Barat
    • Trikora
    • Pepera
  • Konfrontasi
    • Krisis Selat Sunda

Pidato
  • Indonesia Menggugat
  • Tahun Vivere Pericoloso

Keluarga
  • Istri
    • Fatmawati
    • Dewi
  • Anak
    • Rukmini
    • Megawati
    • Rachmawati
    • Sukmawati
    • Guruh

Media dan warisan
  • Makam
  • Soekarno
  • Rumah pengasingan
  • Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta
  • Stadion Gelora Bung Karno
  • Lainnya (eponim)

Soekarno's signature

Galeri: Gambar, Suara, Video
  • l
  • b
  • s

Conference of the New Emerging Forces (CONEFO) adalah organisasi antarpemerintah yang berdiri sejak tahun 1965 hingga 1966. CONEFO merupakan gagasan Presiden Soekarno dari Indonesia yang dia kemukakan pada pidato di sidang umum PBB pada tanggal 30 September 1960 yang berjudul “ Membangun Dunia yang Baru” untuk mereformasi PBB dan pada awal tahun 1965 gagasan ini berkembang menjadi pembentukan blok baru [1] "negara-negara berkembang" yang akan menjadi pusat kekuatan alternatif bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa dan "kekuatan-kekuatan lama yang sudah mapan" — sebuah kategori di mana Soekarno memasukkan Amerika Serikat dan Uni Soviet ke dalamnya.[2] Hal ini dimaksudkan untuk membangun warisan Konferensi Bandung 1955 dan Gerakan Non-Blok, dengan menegaskan kepentingan Dunia Ketiga dan bersikap netral terhadap Perang Dingin.

CONEFO secara resmi didirikan pada tanggal 7 Januari 1965, setelah pemerintahan Soekarno menolak Malaysia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, pada saat terjadi konfrontasi tingkat rendah antara Indonesia–Malaysia antara kedua negara. Soekarno yang marah mengeluarkan Indonesia dari PBB (satu-satunya negara yang melakukan hal tersebut) dan membentuk organisasi dunia tandingan, setelah sebelumnya mengambil langkah serupa saat menciptakan Games of the New Emerging Forces (GANEFO) sebagai alternatif dari Olimpiade pada tahun 1963.[3] Indonesia membangun kompleks gedung baru di Jakarta untuk menjadi tuan rumah CONEFO dengan bantuan keuangan dari Republik Rakyat Tiongkok.[4]

CONEFO tidak pernah bersidang sebelum dibubarkan pada tanggal 11 Agustus 1966 oleh Jenderal Soeharto setelah menggulingkan Soekarno dari kekuasaan. Indonesia bergabung kembali dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kompleks CONEFO, yang sekarang disebut gedung MPR/DPR/DPD, menjadi tempat kedudukan Majelis Permusyawaratan Rakyat.[3]

Lihat pula

  • GANEFO

Referensi

  1. ↑ "Di Balik Pidato Bung Karno di PBB". 27 Mei 2023. Diakses tanggal 22 September 2025.
  2. ↑ Redfern 2010, hlm. 372.
  3. 1 2 Redfern 2010, hlm. 379.
  4. ↑ JakartaGreater 2015.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Lihat pula
  2. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026