Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Partai Nasional Indonesia

Partai Nasional Indonesia adalah nama yang digunakan oleh beberapa partai politik nasionalis di Indonesia dari tahun 1927 hingga 1973. PNI pertama didirikan oleh Presiden Soekarno. Setelah kemerdekaan, PNI yang baru ini menghasilkan sejumlah perdana menteri, dan berpartisipasi dalam sebagian besar kabinet pada tahun 1950-an dan 1960-an. Partai ini bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia pada tahun 1973. Pada tahun-tahun setelah reformasi di akhir tahun 1990-an, sejumlah partai yang mengklaim sebagai kelanjutan dari PNI ikut serta dalam pemilihan umum, tetapi hanya memperoleh sedikit kursi.

bekas partai politik di Indonesia
Diperbarui 23 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Partai Nasional Indonesia
partai politik di IndonesiaTemplat:SHORTDESC:partai politik di Indonesia
Partai Nasional Indonesia
PendiriSoekarno
Dibentuk4 Juli 1927
Dibubarkan10 Januari 1973
Digabungkan denganPDI
Kantor pusatJalan Salemba Raya No. 73, Senen, Jakarta Pusat
Sayap pelajarGerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
Sayap pemudaPemuda Demokrasi Indonesia
Gerakan Pemuda Marhaenis
Sayap wanitaPerempuan Demokratik Indonesia
Keanggotaan
  • 10.000 (1929)
  • 1.466.783 (1950)
Ideologi
  • Nasionalisme Indonesia
  • Nasionalisme revolusioner
  • Nasionalisme sayap kiri
  • Anti-kolonialisme
  • Anti-imperialisme
  • Soekarnoisme
  • Marhaenisme
  • Marxisme
  • Nasakom
  • Pancasila
Posisi politikSayap kiri
  • Politik Indonesia
  • Partai politik
  • Pemilihan umum

Partai Nasional Indonesia (disingkat PNI) adalah nama yang digunakan oleh beberapa partai politik nasionalis di Indonesia dari tahun 1927 hingga 1973. PNI pertama didirikan oleh Presiden Soekarno. Setelah kemerdekaan, PNI yang baru ini menghasilkan sejumlah perdana menteri, dan berpartisipasi dalam sebagian besar kabinet pada tahun 1950-an dan 1960-an. Partai ini bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia pada tahun 1973. Pada tahun-tahun setelah reformasi di akhir tahun 1990-an, sejumlah partai yang mengklaim sebagai kelanjutan dari PNI ikut serta dalam pemilihan umum, tetapi hanya memperoleh sedikit kursi.

Masa Hindia Belanda

Pembentukan Perserikatan Nasional Indonesia

Propaganda PNI pada tahun 1920-an
Foto para pendiri PNI yang merupakan arsip dari gedung Museum Sumpah Pemuda.

Pada tanggal 4 Juli 1927 didirikan sebuah perserikatan bernama Perserikatan Nasional Indonesia di Bandung. Para tokoh pendirinya ialah para tokoh nasional seperti Tjipto Mangunkusumo, Sartono, Iskaq Tjokrohadisuryo dan Sunaryo.[1] Selain itu, anggota Algemeene Studie Club (ASC) turut bergabung dengan perserikatan ini melalui pernyataan yang disampaikan oleh Soekarno setelah deklarasi pendirian.[2] Pada tahun 1928, Perserikatan Nasional Indonesia berganti nama menjadi Partai Nasional Indonesia.

Penangkapan para tokoh pentingnya

Pemerintah Hindia Belanda memiliki kekhawatiran atas ideologi nasionalisme oleh PNI yang berpengaruh dan bersifat ekstrem.[3] Ideologi PNI diyakini menyebarkan ajaran-ajaran mengenai pergerakan kemerdekaan. Akhirnya Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan perintah penangkapan terhadap tokoh-tokoh PNI di Yogyakarta pada tanggal 24 Desember 1929. Penangkapan baru dilakukan pada tanggal 29 Desember 1929. Tokoh-tokoh yang ditangkap antara lain Soekarno, Gatot Mangkupraja, Soepriadinata dan Maskun Sumadiredja

Pengadilan para tokoh yang ditangkap ini dilakukan pada tanggal 18 Agustus 1930. Setelah diadili di pengadilan Belanda maka para tokoh ini dimasukkan dalam penjara Sukamiskin, Bandung.[4] Dalam masa pengadilan ini Ir. Soekarno menulis pidato Indonesia Menggugat dan membacakannya di depan pengadilan sebagai gugatannya.

Pimpinan PNI, Ir. Soekarno diganti oleh Mr. Sartono. Mr. Sartono kemudian membubarkan PNI dan membentuk Partindo pada tanggal 25 April 1931.[4] Sebagian anggota PNI menolak keputusan pembubaran PNI oleh Sartono. Mereka kemudian mendirikan partai lain yang diberi nama Pendidikan Nasional Indonesia yang dikenal sebagai PNI Baru. Moh. Hatta ditetapkan sebagai pemimpin PNI Baru ketika ia kembali ke Indonesia.[5] Di sisi lain, Soekarno bergabung dengan Partindo. [note 1] Ir. Soekarno ditangkap dan dibuang ke Ende, Flores pada tahun 1933 sampai dengan 1942. Lalu pada tahun 1934, Moh. Hatta dan Syahrir dibuang ke Bandaneira sampai dengan 1942.

Masa Indonesia

PNI ikut serta dalam Pemilihan Umum legislatif Indonesia 1955 yang diadakan dalam dua tahap pada bulan September untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, dan Desember 1955 untuk memilih anggota Konstituante. Pemilihan umum ini diikuti sebanyak 29 partai politik. Hasil pemilihan ini memenangkan PNI sebagai lima besar yang disusul oleh Masyumi, Nahdlatul Ulama, Partai Komunis Indonesia, dan Partai Syarikat Islam Indonesia.[6]

Lalu pada tahun 1973, PNI bergabung dengan empat partai peserta pemilu 1971 lainnya membentuk Partai Demokrasi Indonesia[note 2] PNI didirikan kembali pada tahun 1998 dan dipimpin oleh Supeni, mantan Duta besar keliling Indonesia.[butuh rujukan]PNI menjadi salah satu partai politik peserta pemilu 1999, tetapi menjadi salah satu dari 27 partai politik yang menolak hasil pemilu dengan alasan bahwa pemilihan belum menerapkan prinsip jujur dan adil.[7]

PNI berubah nama menjadi PNI Marhaenisme pada tahun 2002 dan diketuai oleh Sukmawati Soekarnoputri, anak dari Soekarno.[butuh rujukan]

Tokoh

  • Dr. Tjipto Mangunkusumo
  • Mr. Sartono
  • Mr Iskaq Tjokrohadisuryo
  • Mr Sunaryo
  • Ir. Soekarno
  • Moh. Hatta
  • Gatot Mangkoepradja
  • Soepriadinata
  • Maskun Sumadiredja
  • Amir Sjarifuddin
  • Wilopo
  • Hardi
  • Suwiryo
  • Ali Sastroamidjojo
  • Djuanda Kartawidjaja
  • Mohammad Isnaeni
  • Supeni
  • Sanusi Hardjadinata
  • Sarmidi Mangunsarkoro
  • Soeka Ginting Suka

Ketua

Artikel utama: Daftar Ketua Umum Partai Nasional Indonesia

Lihat pula

  • Algemeene Studie Club (ASC), (1926).
  • Marhaenisme, (1926-1927).
  • Perserikatan Nasional Indonesia, 4 Juli (1927).
  • Indonesia Menggugat, (1930)
  • Fikiran Ra'jat, (1932).
  • Pancasila, (1945).
  • Nasonalisme, Agama, Komunisme, (1956)
  • Manifesto politik, Undang-Undang Dasar 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, dan Kepribadian Indonesia (Manipol-Usdek), (1959).
  • Games of the New Emerging Forces (Ganefo), (1962).
  • Sarinah, (1963)
  • Unifikasi Indonesia Raya, 1920-1950-an.
  • Unifikasi Mafilindo (Malaya, Filipina dan Indonesia), 1963.
  • Vivere pericoloso, (1964).
  • Trisakti, (1964).
  • Berdikari, (1965).
  • Conference of The New Emerging Forces (Conefo), 7 Januari (1965)
  • Gerakan 30 September, 1 Oktober (1965)
  • Nawa Aksara, 22 Juni (1966).
  • Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah, 17 Agustus (1966).
  • Surat Perintah Sebelas Maret, 11 Maret (1966)
  • De-Soekarnoisasi, (1967-1998).

Catatan

  1. ↑ Tujuan pokok Partindo sama dengan PNI-Lama, yaitu mencapai Indonesia merdeka dengan menjalan kan politik non-kooperasi terhadap pemerintahan Belanda. Tindakan Sartono ini mendapat reaksi keras dari anggota PNI-Lama, di antaranya Hatta dan Sutan Sjahrir, serta golongan yang tidak menyetujui dengan pembubaran ini. Mereka membentuk Golongan Merdeka dan menjadi organisasi baru bernama Pendidikan Nasional Indonesia (PNI-Baru). Partindo dan PNI-baru bersaing dalam memperoleh simpati rakyat.
  2. ↑ Salah satu cara rezim Orde Baru mengkontrol partai politik dalam pluralitas demokrasi melalui penyederhanaan seluruh golongan sosial politik menjadi tiga partai di Indonesia. Hal ini kemudian dilegitimasi melalui keluarnya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1975 tentang Partai Politik dan Golkar.

Referensi

  1. ↑ "Riwayat Berdirinya PNI". Historia - Majalah Sejarah Populer Pertama di Indonesia. 2016-07-15. Diakses tanggal 2021-07-27.
  2. ↑ Rahman, M. A., dkk. (2008). Sumpah Pemuda: Latar Sejarah dan Pengaruhnya pada Pergerakan Nasional (PDF). Jakarta: Museum Sumpah Pemuda. hlm. 50. ISBN 979-98998-2-6. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Perdana, Y., dan Pratama, R. A. (Agustus 2022). Meliana, Niken Ayuni (ed.). Sejarah Pergerakan Nasional Indonesia (PDF). Klaten: Penerbit Lakeisha. hlm. 62–63. ISBN 978-623-420-310-3. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. 1 2 "Pergerakan Nasional Indonesia" Diarsipkan 2007-09-28 di Wayback Machine., Sri Pangestri Dewi Murni - Jurusan Sejarah Fakultas Sastra USU, 2005
  5. ↑ Fahrudin, Ali (September 2020). Nasionalisme Soekarno dan Konsep Kebangsaan Mufassir Jawa (PDF). Jakarta Pusat: Litbangdiklat Press. hlm. 57. ISBN 978-623-91689-8-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Miaz, Yalvema (2012). Tim Editor UNP Press (ed.). Partisipasi Politik: Pola Perilaku Pemilih Pemilu Masa Orde Baru dan Reformasi (PDF). Padang: UNP Press. hlm. 4. ISBN 978-602-8819-65-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Hanafie, H., dan Suryani (Oktober 2011). Politik Indonesia (PDF). Penerbit Press. hlm. 123. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Sumber

  • Bambang Setiawan & Bestian Nainggolan (Eds) (2004) Partai-Partai Politik Indonesia: Ideologi dan Program 2004-2009 (Indonesian Political Parties: Ideologies and Programs 2004-2009 Kompas ISBN 979-709-121-X (Indonesia)
  • Evans, Kevin Raymond, (2003) The History of Political Parties & General Elections in Indonesia, Arise Consultancies, Jakarta, ISBN 979-97445-0-4
  • Gosnell, Harold F. (1958) Indonesians Go to the Polls: The Parties and their Stand on Constitutional Issues in Midwest Journal of Political Science
  • Kahin, George McTurnan (1970), Nationalism and Revolution in Indonesia, Cornell University Press, ISBN 0-8014-9108-8
  • Liddle, R. William, The 1977 Indonesian and New Order Legitimacy, South East Asian Affairs 1978, Translation published in Pemilu-Pemilu Orde Baru, LP3ES, Jakarta, ISBN 979-8015-88-6 (Indonesia)
  • Ricklefs, M.C. (1982), A History of Modern Indonesia, Macmillan Southeast Asian reprint, ISBN 0-333-24380-3

Pranala luar

  • (Indonesia) PNI-Supeni
  • (Indonesia) PNI-Massa Marhaen
  • l
  • b
  • s
Partai politik peserta pemilihan umum legislatif Indonesia 1999
  • Partai Amanat Nasional
  • Partai Abul Yatama
  • Partai Aliansi Demokrat Indonesia
  • Partai Bhinneka Tunggal Ika Indonesia
  • Partai Bulan Bintang
  • Partai Buruh Nasional
  • Partai Cinta Damai
  • Partai Daulat Rakyat
  • Partai Demokrasi Indonesia
  • Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
  • Partai Demokrasi Kasih Bangsa
  • Partai Golongan Karya
  • Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia
  • Partai Indonesia Baru
  • Partai Islam Demokrat
  • Partai Katolik Demokrat
  • Partai Keadilan dan Persatuan
  • Partai Keadilan Sejahtera
  • Partai Kebangkitan Bangsa
  • Partai Kebangkitan Muslim Indonesia
  • Partai Kebangkitan Ummat
  • Partai Kebangsaan Merdeka
  • Partai Kristen Nasional Indonesia
  • Partai Masyumi Baru
  • Partai Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong
  • Partai Musyawarah Rakyat Banyak
  • Partai Nahdlatul Ummat
  • Partai Nasional Bangsa Indonesia
  • Partai Nasional Demokrat
  • Partai Nasional Indonesia - Front Marhaenis
  • Partai Nasional Indonesia - Massa Marhaen
  • Partai Nasional Indonesia - Supeni
  • Partai Pekerja Indonesia
  • Partai Persatuan
  • Partai Persatuan Pembangunan
  • Partai Pilihan Rakyat
  • Partai Politik Islam Indonesia Masyumi
  • Partai Rakyat Demokratik
  • Partai Rakyat Indonesia
  • Partai Republik
  • Partai Solidaritas Pekerja
  • Partai Solidaritas Pekerja Seluruh Indonesia
  • Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia
  • Partai Syarikat Islam Indonesia
  • Partai Syarikat Islam Indonesia 1905
  • Partai Ummat Islam
  • Partai Umat Muslimin Indonesia
  • Partai Uni Demokrasi Indonesia
  • l
  • b
  • s
Partai politik peserta pemilihan umum legislatif Indonesia 1971
  • Golongan Karya
  • Nahdlatul Ulama
  • Partai Islam Persatuan Tarbiyah Islamiyah
  • Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia
  • Partai Katolik
  • Partai Kristen Indonesia
  • Partai Muslimin Indonesia
  • Partai Musyawarah Rakyat Banyak
  • Partai Nasional Indonesia
  • Partai Syarikat Islam Indonesia
  • l
  • b
  • s
Partai politik peserta pemilihan umum legislatif Indonesia 1955
  • Partai Nasional Indonesia (PNI)
  • Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi)
  • Nahdlatul Ulama (NU)
  • Partai Komunis Indonesia (PKI)
  • Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII)
  • Partai Kristen Indonesia (Parkindo)
  • Partai Katolik
  • Partai Sosialis Indonesia (PSI)
  • Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI)
  • Pergerakan Tarbiyah Islamiyah (Perti)
  • Partai Rakyat Nasional (PRN)
  • Partai Buruh Indonesia
  • Gerakan Pembela Panca Sila (GPPS)
  • Partai Rakjat Indonesia (PRI)
  • Persatuan Pegawai Polisi RI (P3RI)
  • Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Murba)
  • Badan Permusjawaratan Kewarganegaraan Indonesia (Baperki)
  • Partai Persatuan Indonesia Raya (PIR)
  • Grinda
  • Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia (Permai)
  • Partai Persatuan Dayak (PPD)
  • PIR Hazairin
  • Partai Persatuan Tharikah Islam (PPTI)
  • Angkatan Kemenangan Umat Islam (AKUI)
  • Persatuan Rakjat Desa (PRD)
  • Partai Republik Indonesia Merdeka (PRIM)
  • Partai Acoma
  • Soedjono Prawirosoedarso (perseorangan)
  • l
  • b
  • s
Bekas partai politik di Indonesia
Partai didirikan masa pra-kemerdekaan
  • Chung Hwa Hui
  • Gerakan Rakyat Indonesia
  • Indische Partij
  • Insulinde
  • Paguyuban Pasundan
  • Partai Fasis Indonesia
  • Partai Indonesia
  • Partai Indonesia Raya
  • Partai Islam Indonesia
  • Partai Katolik
  • Partai Komunis Indonesia
  • Partai Nasional Indonesia
  • Partai Syarikat Islam Indonesia
  • Partai Tionghoa Indonesia
Partai didirikan masa Orde Lama dan Baru
  • Masyumi
  • Nahdlatul Ulama
  • Partai Persatuan Indonesia Raya
  • Partai Buruh Indonesia
  • Partai Angkatan Komunis Muda
  • Partai Tani Indonesia
  • Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia
  • Gerakan Pilihan Sunda
  • Partai Kebangsaan Indonesia
  • Partai Kebangsaan Indonesia Wanita
  • Persatuan Rakjat Desa
  • Partai Rakyat Indonesia Merdeka
  • Partai Kristen Indonesia
  • Partai Kasih Demokrasi Indonesia
  • Partai Sosialis Indonesia
  • Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia
  • Persatuan Tarbiyah Islamiyah
  • Partai Rakyat Nasional
  • Partai Demokrasi Indonesia
  • Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Murba)
  • Partai Persatuan Dayak
  • Partai Rakyat Sosialis
  • Partai Demokrat Tionghoa Indonesia
Partai didirikan masa Reformasi
  • Partai Abul Yatama
  • Partai Aliansi Demokrat Indonesia
  • Partai Bintang Reformasi
  • Partai Buruh (1998)
  • Partai Cinta Damai
  • Partai Damai Sejahtera
  • Partai Daulat Rakyat
  • Partai Demokrasi Kasih Bangsa
  • Partai Indonesia Baru
  • Partai Islam Demokrat
  • Partai Katolik Demokrat
  • Partai Keadilan Sejahtera
  • Partai Kebangkitan Muslim Indonesia
  • Partai Kebangkitan Ummat
  • Partai Kebangsaan Merdeka
  • Partai Kristen Nasional Indonesia
  • Partai Masyumi Baru
  • Partai Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong
  • Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Murba baru)
  • Partai Nasional Bangsa Indonesia
  • Partai Nasional Demokrat
  • Partai Nasional Indonesia (PNI–Supeni)
  • Partai Nasional Indonesia - Front Marhaenis
  • Partai Nasional Indonesia - Massa Marhaen
  • Partai Nasional Indonesia Marhaenisme
  • Partai Pekerja Indonesia
  • Partai Pelopor
  • Partai Penegak Demokrasi Indonesia
  • Partai Perjuangan Indonesia Baru
  • Partai Persatuan
  • Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia
  • Partai Pilihan Rakyat
  • Partai Politik Islam Indonesia Masyumi
  • Partai Rakyat Demokratik
  • Partai Rakyat Indonesia
  • Partai Sarikat Indonesia
  • Partai Solidaritas Pekerja
  • Partai Solidaritas Pekerja Seluruh Indonesia
  • Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia
  • Partai Syarikat Islam Indonesia (baru)
  • Partai Syarikat Islam Indonesia 1905 (baru)
  • Partai Ummat Islam
  • Partai Umat Muslimin Indonesia
  • Partai Uni Demokrasi Indonesia
  • Daftar partai
  • Politik Indonesia
  • Portal Portal:Politik
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
Nasional
  • Amerika Serikat
Lain-lain
  • Yale LUX


Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Masa Hindia Belanda
  2. Pembentukan Perserikatan Nasional Indonesia
  3. Penangkapan para tokoh pentingnya
  4. Masa Indonesia
  5. Tokoh
  6. Ketua
  7. Lihat pula
  8. Catatan
  9. Referensi
  10. Sumber
  11. Pranala luar

Artikel Terkait

Daftar partai politik di Indonesia

artikel daftar Wikipedia

Partai politik di Indonesia

Partai politik di Indonesia adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan

Partai Komunis Indonesia

bekas partai politik di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026