Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Partai Indonesia Raya

Partai Indonesia Raya atau Parindra adalah nama yang digunakan oleh dua partai politik di Indonesia.

bekas partai politik di Indonesia
Diperbarui 1 April 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Partai Indonesia Raya
Artikel ini bukan mengenai Partai Gerakan Indonesia Raya.
partai politik di IndonesiaTemplat:SHORTDESC:partai politik di Indonesia
Partai Indonesia Raya (Parindra)
Great Indonesia Party
Ketua umumSoetomo (1935)
Woerjaningrat (1938)
Soeroso (1949)
DibentukDesember 1935 (Inkarnasi pertama)
November 1949 (Inkarnasi kedua)
Dibubarkan20 Mei 1942 (Inkarnasi pertama)
Didahului olehBoedi Oetomo, Serikat Nasional Indonesia
Surat kabarSoeara Parindra
Sayap pemudaSurya Wirawan
Keanggotaan3.425 (1936)[1]
10.000 (Desember 1939)[2]
IdeologiNasionalisme Indonesia
Konservatisme bangsa
HimneMars Parindra
  • Politik Indonesia
  • Partai politik
  • Pemilihan umum
Dr. Soetomo, Ketua Parindra, bersama keluarganya (ca 1937)

Partai Indonesia Raya atau Parindra adalah nama yang digunakan oleh dua partai politik di Indonesia.

Sejarah

Dr. Soetomo, salah seorang pendiri Boedi Oetomo, pada akhir tahun 1935 di kota Solo, Jawa Tengah berusaha untuk menggabungkan antara Persatuan Bangsa Indonesia (PBI), Serikat Selebes, Serikat Sumatera, Serikat Ambon, Budi Utomo, dan lainnya, sebagai tanda berakhirnya fase kedaerahan dalam pergerakan kebangsaan, menjadi Partai Indonesia Raya atau Parindra. PBI sendiri merupakan klub studi yang didirikan Dr. Soetomo pada tahun 1930 di Surabaya, Jawa Timur.

Partai sebelum perang

Partai Indonesia Raya adalah suatu partai politik yang berdasarkan nasionalisme Indonesia dan menyatakan tujuannya adalah Indonesia Mulia dan Sempurna (bukan Indonesia Merdeka). Parindra menganut asas cooperatie alias bekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda dengan cara duduk di dalam dewan-dewan untuk waktu yang tertentu.

Parindra pertama didirikan pada tahun 1935 sebagai hasil penggabungan antara perkumpulan politik Budi Utomo dan Perserikatan Bangsa Indonesia dengan tujuan bekerja sama dengan Belanda untuk mengamankan kemerdekaan Indonesia.[3] Partai itu dipimpin oleh Raden Soetomo, Mohammad Husni Thamrin, Susanto Tirtoprodjo, Sukarjo Wiryopranoto dan Woerjaningrat, dan menjadi kelompok Indonesia yang paling berpengaruh di Volksraad, badan legislatif yang didirikan oleh Belanda.[4] Pada Mei 1939, Thamrin menjadi pendorong utama di balik penggabungan Parindra dan tujuh organisasi nasionalis lainnya ke dalam Gaboengan Politek Indonesia (GAPI).[5]

Kegiatan

Parindra berusaha menyusun kaum tani dengan mendirikan Rukun Tani, menyusun serikat pekerja perkapalan dengan mendirikan Rukun Pelayaran Indonesia (Rupelin), menyusun perekonomian dengan menganjurkan Swadeshi (menolong diri sendiri), mendirikan Bank Nasional Indonesia di Surabaya, serta mendirikan percetakan-percetakan yang menerbitkan surat kabar dan majalah.

Kegiatan Parindra ini semakin mendapatkan dukungan dari Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada saat itu, van Starkenborg, yang menggantikan de Jonge pada tahun 1936. Gubernur Jenderal van Starkenborg memodifikasi politiestaat peninggalan de Jonge, menjadi beambtenstaat (negara pegawai) yang memberi konsesi yang lebih baik kepada organisasi-organisasi yang kooperatif dengan pemerintah Hindia Belanda.

Pada tahun 1937, Parindra memiliki anggota 4.600 orang. Pada akhir tahun 1938, anggotanya menjadi 11.250 orang. Anggota ini sebagian besar terkonsentrasi di Jawa Timur. Pada bulan Mei 1941 (menjelang perang Pasifik), Partai Indonesia Raya diperkirakan memiliki anggota sebanyak 19.500 orang.

Ketika Dr. Soetomo meninggal pada bulan Mei 1938, kedudukannya sebagai ketua Parindra digantikan oleh Moehammad Hoesni Thamrin (MHT), seorang pedagang dan anggota Volksraad. Sebelum menjadi ketua Parindra, Moehammad Hoesni Thamrin telah mengadakan kontak-kontak dagang dengan Jepang sehingga ia memainkan kartu Jepang ketika ia berada di panggung politik Volksraad.

Karena aktivitas politiknya yang menguat dan kedekatannya dengan Jepang, pemerintah Hindia Belanda menganggap Thamrin lebih berbahaya daripada Soekarno. Maka pada tanggal 9 Februari 1941, rumah Moehammad Hoesni Thamrin digeledah oleh PID (dinas rahasia Hindia Belanda) ketika ia sedang terkena penyakit malaria, selang dua hari kemudian Muhammad Husni Thamrin menghembuskan napas yang terakhir.

Kongres Parindra kedua, Bandung, 1939

Salah satu bukti kedekatan Parindra dengan Jepang yaitu ketika Thamrin meninggal dunia, para anggota Parindra memberikan penghormatan dengan mengangkat tangan kanannya, mirip seperti hormat nazi, yang mereka sebut groot saluut atau salut terhormat. Bukti lain adalah pembentukan gerakan pemuda yang disebut Surya Wirawan (Matahari Gagah Berani), yang disinyalir nama ini bertendensi dengan negara Jepang.

Dengan demikian Parindra digambarkan sebagai partai yang bekerjasama dengan pemerintahan Hindia Belanda di awal berdirinya, akan tetapi dicurigai di akhir kekuasaan Hindia Belanda di Indonesia pada tahun 1942 sebagai partai yang bermain mata dengan Jepang untuk memperoleh kemerdekaan.

Partai pasca kemerdekaan

Parindra kedua didirikan sebagai "partai sempalan" pada tahun 1949 oleh salah satu pemimpin partai sebelum perang, R.P. Soeroso. Keanggotaannya terdiri dari anggota Parindra lama yang memutuskan untuk tidak bergabung dengan PNI.[6][7]

Tokoh

Tokoh-tokoh pendiri Parindra antara lain

  • Soetomo
  • Bardan Nadi
  • Woerjaningrat
  • Sukarjo Wiryopranoto
  • Margono Djojohadikusumo
  • Soeroso
  • Soesanto Tirtoprodjo
  • Soetan Noeralamsjah

Lihat pula

  • Wanita Indonesia (organisasi)
  • Bardan Nadi
  • Badan Permusjawaratan Partai-Partai

Catatan kaki

  1. ↑ Pringgodigdo 1991, hlm. 139.
  2. ↑ Abeyasekere 1976, hlm. 28.
  3. ↑ Ricklefs 2008, hlm. 317.
  4. ↑ Kahin 2052, hlm. 95.
  5. ↑ Kahin 2052, hlm. 97.
  6. ↑ Feith 2008, hlm. 144.
  7. ↑ Kahin 1952, hlm. 469.

Rujukan

  • Feith, Herbert (2007) [1962]. The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia. Equinox Publishing (Asia) Pte Ltd. ISBN 0-674-01834-6.
  • Kahin, George McTurnan (1952). Nationalism and Revolution in Indonesia. Ithaca, New York: Cornell University Press. ISBN 0-8014-9108-8.
  • Ricklefs, M.C. (2008) [1981]. A History of Modern Indonesia Since c.1300 (Edisi 4th). London: MacMillan. ISBN 978-0-230-54685-1.
  • l
  • b
  • s
Bekas partai politik di Indonesia
Partai didirikan masa pra-kemerdekaan
  • Chung Hwa Hui
  • Gerakan Rakyat Indonesia
  • Indische Partij
  • Insulinde
  • Paguyuban Pasundan
  • Partai Fasis Indonesia
  • Partai Indonesia
  • Partai Indonesia Raya
  • Partai Islam Indonesia
  • Partai Katolik
  • Partai Komunis Indonesia
  • Partai Nasional Indonesia
  • Partai Syarikat Islam Indonesia
  • Partai Tionghoa Indonesia
Partai didirikan masa Orde Lama dan Baru
  • Masyumi
  • Nahdlatul Ulama
  • Partai Persatuan Indonesia Raya
  • Partai Buruh Indonesia
  • Partai Angkatan Komunis Muda
  • Partai Tani Indonesia
  • Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia
  • Gerakan Pilihan Sunda
  • Partai Kebangsaan Indonesia
  • Partai Kebangsaan Indonesia Wanita
  • Persatuan Rakjat Desa
  • Partai Rakyat Indonesia Merdeka
  • Partai Kristen Indonesia
  • Partai Kasih Demokrasi Indonesia
  • Partai Sosialis Indonesia
  • Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia
  • Persatuan Tarbiyah Islamiyah
  • Partai Rakyat Nasional
  • Partai Demokrasi Indonesia
  • Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Murba)
  • Partai Persatuan Dayak
  • Partai Rakyat Sosialis
  • Partai Demokrat Tionghoa Indonesia
Partai didirikan masa Reformasi
  • Partai Abul Yatama
  • Partai Aliansi Demokrat Indonesia
  • Partai Bintang Reformasi
  • Partai Buruh (1998)
  • Partai Cinta Damai
  • Partai Damai Sejahtera
  • Partai Daulat Rakyat
  • Partai Demokrasi Kasih Bangsa
  • Partai Indonesia Baru
  • Partai Islam Demokrat
  • Partai Katolik Demokrat
  • Partai Keadilan Sejahtera
  • Partai Kebangkitan Muslim Indonesia
  • Partai Kebangkitan Ummat
  • Partai Kebangsaan Merdeka
  • Partai Kristen Nasional Indonesia
  • Partai Masyumi Baru
  • Partai Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong
  • Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Murba baru)
  • Partai Nasional Bangsa Indonesia
  • Partai Nasional Demokrat
  • Partai Nasional Indonesia (PNI–Supeni)
  • Partai Nasional Indonesia - Front Marhaenis
  • Partai Nasional Indonesia - Massa Marhaen
  • Partai Nasional Indonesia Marhaenisme
  • Partai Pekerja Indonesia
  • Partai Pelopor
  • Partai Penegak Demokrasi Indonesia
  • Partai Perjuangan Indonesia Baru
  • Partai Persatuan
  • Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia
  • Partai Pilihan Rakyat
  • Partai Politik Islam Indonesia Masyumi
  • Partai Rakyat Demokratik
  • Partai Rakyat Indonesia
  • Partai Sarikat Indonesia
  • Partai Solidaritas Pekerja
  • Partai Solidaritas Pekerja Seluruh Indonesia
  • Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia
  • Partai Syarikat Islam Indonesia (baru)
  • Partai Syarikat Islam Indonesia 1905 (baru)
  • Partai Ummat Islam
  • Partai Umat Muslimin Indonesia
  • Partai Uni Demokrasi Indonesia
  • Daftar partai
  • Politik Indonesia
  • Portal Portal:Politik

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Partai sebelum perang
  3. Kegiatan
  4. Partai pasca kemerdekaan
  5. Tokoh
  6. Lihat pula
  7. Catatan kaki
  8. Rujukan

Artikel Terkait

Daftar partai politik di Indonesia

artikel daftar Wikipedia

Partai politik di Indonesia

Partai politik di Indonesia adalah organisasi yang bersifat nasional dan dibentuk oleh sekelompok warga negara Indonesia secara sukarela atas dasar kesamaan

Partai Nasional Indonesia

bekas partai politik di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026