Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa

Indonesia secara resmi menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ke-60 pada tanggal 28 September 1950, sesuai dengan Resolusi 86 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dua hari sebelumnya, dan resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa nomor A/RES/491 (V) tentang "penerimaan Republik Indonesia sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa", kurang dari satu tahun setelah kemerdekaan Indonesia oleh Belanda pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag.

hubungan Indonesia dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa
Diperbarui 9 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Republik Indonesia
Keanggotaan Perserikatan Bangsa-Bangsa
Diwakili oleh
  • Republik Indonesia (1950–1965, 1966–sekarang)
KeanggotaanAnggota penuh
Sejak28 September 1950 (1950-09-28)
Kursi DK PBBTidak tetap
Utusan TetapUmar Hadi

Indonesia secara resmi menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ke-60 pada tanggal 28 September 1950, sesuai dengan Resolusi 86 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dua hari sebelumnya, dan resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa nomor A/RES/491 (V) tentang "penerimaan Republik Indonesia sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa",[1] kurang dari satu tahun setelah kemerdekaan Indonesia oleh Belanda pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag (23 Agustus – 2 November 1949).

Perwakilan diplomatik

Artikel utama: Daftar Utusan Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa
Perwakilan Tetap Indonesia untuk PBB di Kota New York

Indonesia memiliki perwakilan tetap untuk PBB di New York, sekaligus satu perwakilan tetap untuk PBB, WTO dan organisasi-organisasi internasional lainnya di Jenewa.[2] Misi di New York dikepalai oleh seorang wakil tetap, sedangkan misi di Jenewa dikepalai oleh seorang duta besar. Pemerintah Republik Indonesia menunjuk Lambertus Nicodemus Palar sebagai Wakil Tetap untuk PBB pertama dari Indonesia. Palar telah memainkan peran penting dalam upaya mencari dukungan dan pengakuan internasional tentang kedaulatan Indonesia pada masa sulit dengan Belanda pada tahun 1947, di mana saat itu Indonesia memiliki status Pengamat dalam Majelis Umum PBB. Berbicara di dalam sidang Majelis Umum PBB pada tahun 1950, Palar berterima kasih untuk setiap dukungan yang diberikan untuk kemerdekaan Indonesia, dan berjanji bahwa negaranya akan melaksanakan tanggung jawabnya sebagai negara anggota dari PBB.

Tanggung jawab dari perwakilan diplomatik Indonesia ini adalah untuk mewakilkan seluruh kepentingan Indonesia di PBB termasuk dalam berbagai isu keamanan internasional, pelucutan senjata, hak asasi manusia, masalah humanitarianisme, lingkungan hidup, buruh, kerja sama dan pembangunan ekonomi internasional, perdagangan internasional, kerja sama Selatan-Selatan, transfer teknologi, hak kekayaan intelektual, telekomunikasi, kesehatan dan meteorologi.[3]

Isu Pengunduran diri dari Perserikatan Bangsa Bangsa (1965-1966)

Artikel utama: CONEFO

Pada masa Konfrontasi Indonesia-Malaysia pada 7 Januari tahun 1965, sebagai reaksi atas terpilihnya Malaysia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, Soekarno marah dan memutuskan agar Indonesia mundur dari PBB secara de facto.[4] Indonesia tidak menarik diri dari PBB tetapi memberi tahu Sekretaris Jenderal U Thant bahwa Indonesia akan menangguhkan partisipasinya. Soekarno mendirikan CONEFO, didukung Republik Rakyat Tiongkok, Republik Demokratik Rakyat Korea, dan Republik Demokratik Vietnam. Namun, dalam sebuah telegram bertanggal 19 September 1966, Indonesia memberikan pesan kepada Sekretaris Jenderal PBB atas keputusannya "untuk melanjutkan kerja sama penuh dengan Perserikatan Bangsa Bangsa, dan untuk melanjutkan partisipasinya dalam sesi ke-21 sidang Majelis Umum PBB". Pada tanggal 28 September 1966, Majelis Umum PBB menindaklanjuti keputusan pemerintah Indonesia tersebut dan mengundang perwakilan Indonesia untuk menghadiri sidang kembali.[5]

Aktivitas

Majelis Umum PBB

Adam Malik, Presiden sesi ke-26 Majelis Umum PBB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon di Kota New York, 30 Mei 2013

Indonesia menjadi anggota Majelis Umum PBB semenjak tahun 1951.[6] Indonesia pernah sekali ditunjuk sebagai Presiden Majelis Umum PBB pada tahun 1971, diwakili oleh Menteri Luar Negeri Adam Malik. Beliau adalah ketua sidang Majelis Umum PBB ke-26 mengenai Resolusi 2578.[7] Ia juga merupakan perwakilan Asia kedua yang pernah memimpin sidang tersebut setelah Dr. Carlos Pena Romulo dari Filipina.[8]

Dewan Keamanan PBB

Indonesia telah terpilih sebanyak empat kali sebagai anggota tidak tetap di Dewan Keamanan PBB. Indonesia pertama kali dipilih untuk periode 1974-1975. Indonesia kemudian dipilih kembali untuk kedua kalinya pada periode 1995-1996 lalu untuk ketiga kali pada periode 2007-2008 dan keempat kalinya pada periode 2019-2020 . Dalam masa jabatannya yang ketiga, Indonesia dipilih oleh 158 suara dari 192 negara anggota yang melakukan pemungutan suara di Majelis Umum PBB pada saat itu. Pada masa jabatan keempat, Indonesia mendapat 144 suara dari 190 negara yang hadir. Dalam pemungutan suara tersebut, Indonesia bersaing dengan Maladewa yang mendapatkan 46 suara, tidak ada yang abstain.[9]

Dewan Ekonomi dan Sosial PBB

Indonesia menjadi anggota Dewan Ekonomi dan Sosial PBB untuk periode-periode 1956-1958, 1969-1971, 1974-1975, 1979-1981, 1984-1986, 1989-1991, 1994-1996, 1999-2001, 2004-2006, 2007-2009 dan 2012-2014. Indonesia pernah dipilih dua kali sebagai Presiden Dewan Ekonomi dan Sosial PBB pada tahun 1970 dan 2000, dan dipilih sebagai Wakil Presiden Dewan Ekonomi dan Sosial PBB pada tahun 1969, 1999 dan 2012.[10] Pada masa jabatnya untuk tahun 2012-2014, Indonesia menjadi anggota dewan tersebut dengan mendapatkan suara terbanyak dibandingkan dari negara-negara Asia lainnya yang diambil pada sesi Majelis Umum PBB pada 24 Oktober 2011 di New York.[11]

Dewan Hak Asasi Manusia PBB

Indonesia telah terpilih sebanyak tiga kali sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB semenjak dewan tersebut dibentuk pada tahun 2006. Indonesia menjadi anggota dalam periode 2006-2007, 2007-2010 dan 2011-2014.[12] Indonesia sekali menjadi Wakil Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada tahun 2009-2010, diwakili oleh Duta Besar Dian Triansyah Djani.

Lihat juga

  • flagPortal Indonesia
  • Perserikatan Bangsa-Bangsa
  • Indonesia
  • Daftar Utusan Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa

Referensi

  1. ↑ United Nations General Assembly (1950). "A/RES/491 (V)" (PDF). World Legal Information Institute. Diakses tanggal 2 June 2012. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  2. ↑ Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. "Mission". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-06-04. Diakses tanggal 2 June 2012.
  3. ↑ Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa Bangsa, Organisasi Perdagangan Dunia dan organisasi internasional lainnya di Jenewa. "About the Permanent Mission". Diakses tanggal 2 June 2012.
  4. ↑ Gutierrez, Natashya (2016-08-22). "What happened when Indonesia 'withdrew' from the United Nations". Rappler. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-20. Diakses tanggal 2023-04-20.
  5. ↑ "Kembalinya Indonesia ke PBB". 27 Agustus 2021. Diakses tanggal 2 Oktober 2025.
  6. ↑ Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa Bangsa di New York. "Compilation of Indonesia Statements in UN General Assembly" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2011-06-26. Diakses tanggal 2 June 2012.
  7. ↑ "U.S. SESSION OPEN; INDONESIAN PICKED AS ASSEMBLY HEAD Adam Malik Gains Post—Japan Will Join U.S. as China Plan Sponsor". 22 September 1971. Diakses tanggal 20 September 2025.
  8. ↑ ___ (11 Juni 2009). "H. Adam Malik Batubara (1917-1984) Si Kancil Pengubah Sejarah". Tokoh Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-04-18. Diakses tanggal 2 June 2012. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  9. ↑ Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. "Perserikatan Bangsa Bangsa". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-11-15. Diakses tanggal 2 June 2012.
  10. ↑ Hisar Sitanggang (25 October 2011) (2011-10-25). "Indonesia Terpilih Sebagai Anggota ECOSOC PBB". ANTARA News. ANTARA News Lampung. Diakses tanggal 2 June 2012. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  11. ↑ ___ (26 October 2011). "Indonesia Terpilih lagi di Keanggotaan ECOSOC PBB". ANTARA News Lampung. Diakses tanggal 2 June 2012. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)[pranala nonaktif permanen]
  12. ↑ B. Kunto Wibisono (21 Mei 2011) (2011-05-21). Wibisono, Kunto (ed.). "Indonesia Terpilih Kembali Sebagai Anggota Dewan HAM PBB". ANTARA News. ANTARA News. Diakses tanggal 2 June 2012. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)

Pranala luar

  • (Inggris) Situs resmi Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa Bangsa di New York
  • (Inggris) Situs resmi Perwakilan Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa Bangsa, Organisasi Perdagangan Dunia dan organisasi internasional lainnya di Jenewa
  • l
  • b
  • s
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Sistem PBB
  • Negara anggota
  • Pengamat
  • Majelis Umum
  • Dewan Keamanan
  • Dewan Ekonomi dan Sosial
  • Sekretariat (Sekretaris Jenderal)
  • Dewan Perwalian
  • Mahkamah Internasional
Bendera PBB
Program dan
lembaga
  • FAO
  • IAEA
  • ICAO
  • IFAD
  • ILO
  • IMF
  • IMO
  • IPCC
  • ITU
  • OHCHR
  • UNCHR
  • UNCTAD
  • UNDCP
  • UNDP
  • UNEP
  • UNESCO
  • UNFIP
  • UNFPA
  • UNHCR
  • UNHRC
  • UN-HABITAT
  • UNIC
  • UNICEF
  • UNIDO
  • UNOCHA
  • UNODC
  • UNRWA
  • UNU
  • UNV
  • UN Women
  • UNWTO
  • UPU
  • WFP
  • WHO
  • WIPO
  • WMO
Resolusi
  • Majelis Umum
  • Dewan Keamanan
Topik terkait
  • Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa
  • Bendera (Honour Flag)
  • Markas Besar
  • Piagam
  • Rio+20
  • Tanda Penghargaan
  • Universitas Perserikatan Bangsa Bangsa

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Perwakilan diplomatik
  2. Isu Pengunduran diri dari Perserikatan Bangsa Bangsa (1965-1966)
  3. Aktivitas
  4. Majelis Umum PBB
  5. Dewan Keamanan PBB
  6. Dewan Ekonomi dan Sosial PBB
  7. Dewan Hak Asasi Manusia PBB
  8. Lihat juga
  9. Referensi
  10. Pranala luar

Artikel Terkait

Perserikatan Bangsa-Bangsa

organisasi antarbangsa dan antarpemerintah global

Negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa

Daftar negara anggota PBB

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (bahasa Inggris: United Nations Security Councilcode: en is deprecated , UNSC) adalah salah satu dari enam badan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026