Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kabinet Darurat

Kabinet Darurat adalah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), yang secara efektif merupakan pemerintahan Indonesia dalam pengasingan, yang dibentuk di Bukittinggi, Sumatera Barat, setelah Agresi Militer Belanda II ketika ibu kota republik Yogyakarta direbut dan sebagian besar anggota kabinet membiarkan diri mereka ditangkap dengan harapan menarik simpati dari dunia luar.

kabinet pemerintahan Indonesia di bawah Sjafruddin Prawiranegara
Diperbarui 4 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kabinet Darurat
Kabinet Darurat

Kabinet Pemerintahan Indonesia ke-8
1948–1949
Dibentuk19 Desember 1948
Diselesaikan13 Juli 1949
Struktur pemerintahan
Kepala negaraSoekarno (ditangkap)
Kepala pemerintahanSyafruddin Prawiranegara
Jumlah menteri11 menteri
Sejarah
PendahuluKabinet Hatta I (ditangkap)
PenggantiKabinet Hatta II (dipulihkan)
Artikel ini bagian dari
seri tentang
Soekarno

Presiden pertama Indonesia


Prakemerdekaan
  • PNI
  • Partindo
  • PETA
  • BPUPK
    • Pancasila
  • PPKI
  • Revolusi Nasional Indonesia
    • Proklamasi Kemerdekaan

Kebijakan dalam negeri
  • APRA
  • Ambon
  • Permesta
  • DI/TII
  • Peristiwa Tiga Selatan
  • Marhaenisme
  • Politik Mercusuar
  • Demokrasi Terpimpin
    • Dekret 5 Juli
  • Monas
  • G30S
  • Supersemar
  • Kejatuhan
    • De-Soekarnoisasi

Kebijakan luar negeri
  • Gerakan Non-Blok
    • Konferensi Asia–Afrika
  • Pesta Olahraga Asia 1962
  • CONEFO
    • GANEFO
    • gedung
  • Irian Barat
    • Trikora
    • Pepera
  • Konfrontasi
    • Krisis Selat Sunda

Pidato
  • Indonesia Menggugat
  • Tahun Vivere Pericoloso

Keluarga
  • Istri
    • Fatmawati
    • Dewi
  • Anak
    • Rukmini
    • Megawati
    • Rachmawati
    • Sukmawati
    • Guruh

Media dan warisan
  • Makam
  • Soekarno
  • Rumah pengasingan
  • Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta
  • Stadion Gelora Bung Karno
  • Lainnya (eponim)

Soekarno's signature

Galeri: Gambar, Suara, Video
  • l
  • b
  • s

Kabinet Darurat adalah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), yang secara efektif merupakan pemerintahan Indonesia dalam pengasingan, yang dibentuk di Bukittinggi, Sumatera Barat, setelah Agresi Militer Belanda II ketika ibu kota republik Yogyakarta direbut dan sebagian besar anggota kabinet membiarkan diri mereka ditangkap dengan harapan menarik simpati dari dunia luar.[1]

Kabinet Darurat berjalan dari 19 Desember 1948 dan berakhir pada 13 Juli 1949 ketika mandat pemerintahan dikembalikan kepada Kabinet Hatta I.

Pimpinan Kabinet

Pada 19 Desember 1948 sebuah pertemuan diadakan di Bukittinggi. Di antara yang hadir pada pertemuan tersebut adalah Syarifuddin, Teuku Muhammad Hasan (Komisioner pemerintah pusat untuk daerah Sumatra), Kolonel Hidayat (Komandan Komando Sumatra) dan beberapa pejabat sipil dan militer lainnya.[2] Pertemuan tersebut membentuk adanya pemerintahan darurat untuk menggantikan sementara pemerintahan negara yang tidak berjalan akibat ditangkapnya Soekarno, Hatta, dan beberapa anggota kabinet.

No. Jabatan Pejabat Periode Partai Politik
Mulai menjabat Selesai menjabat
1 Ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia Syafruddin Prawiranegara 19 Desember 1948 13 Juli 1949 Masyumi
2 Wakil Ketua Pemerintahan Darurat Teuku Muhammad Hasan 19 Desember 1948 31 Maret 1949 Non-partai
Soesanto Tirtoprodjo 31 Maret 1949 13 Juli 1949 PNI

Susunan kabinet

Tiga posisi dalam kabinet darurat dijabat oleh pejabat yang tidak hadir di Bukittinggi: Jenderal Soedirman, memimpin perang gerilya di Jawa, Menteri Luar Negeri A. A. Maramis, yang sedang berada di India, dan Kolonel A. H. Nasution, komandan teritorial Jawa. Pada 14 Maret 1949, Ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) mengirimkan sebuah telegram kepada para pimpinan di Jawa yang mengajukan terlibatnya para menteri yang masih aktif di Jawa. Setelah beberapa diskusi melalui radiogram, kabinet dirombak dan susunan kabinet baru diumumkan pada 31 Maret 1949.[3]

No. Jabatan Pejabat Periode Partai Politik
Mulai menjabat Selesai menjabat
3 Menteri Dalam Negeri Teuku Muhammad Hasan 19 Desember 1948 31 Maret 1949 Non-Partai
Soekiman Wirjosandjojo 31 Maret 1949 13 Juli 1949 Masyumi
4 Menteri Luar Negeri Syafruddin Prawiranegara
(ad-interim)
19 Desember 1948 31 Maret 1949 Masyumi
Alexander Andries Maramis 31 Maret 1949 13 Juli 1949 Non-Partai
5 Menteri Pertahanan Syafruddin Prawiranegara 19 Desember 1948 13 Juli 1949 Masyumi
6 Menteri Kehakiman Lukman Hakim 19 Desember 1948 31 Maret 1949 Non-Partai
Soesanto Tirtoprodjo 31 Maret 1949 13 Juli 1949 PNI
7 Menteri Keuangan Lukman Hakim 19 Desember 1948 13 Juli 1949 Non-Partai
8 Menteri Kemakmuran Indratjahja 19 Desember 1948 31 Maret 1949 Non-Partai
I. J. Kasimo 31 Maret 1949 13 Juli 1949 Katolik
9 Menteri Perhubungan Indratjahja 19 Desember 1948 13 Juli 1949 Non-Partai
10 Menteri Keamanan
(Jabatan dihapuskan pada perombakan kabinet)
Sutan Mohammad Rasjid 19 Desember 1948 31 Maret 1949 Non-Partai
11 Menteri Pekerjaan Umum Mananti Sitompul 19 Desember 1948 13 Juli 1949 Non-Partai
12 Menteri Kesehatan Mananti Sitompul 19 Desember 1948 31 Maret 1949 Non-Partai
Soekiman Wirjosandjojo 31 Maret 1949 13 Juli 1949 Masyumi
13 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Teuku Muhammad Hasan 19 Desember 1948 13 Juli 1949 Non-Partai
14 Menteri Sosial
(Digabungkan dengan Menteri Pemburuhan
pada perombakan kabinet)
Sutan Mohammad Rasjid 19 Desember 1948 31 Maret 1949 Non-Partai
15 Menteri Agama Teuku Muhammad Hasan
(ad-interim)
19 Desember 1948 31 Maret 1949 Non-Partai
Masjkur 31 Maret 1949 13 Juli 1949 Masyumi
16 Menteri Penerangan Syafruddin Prawiranegara 19 Desember 1948 31 Maret 1949 Masyumi
17 Menteri Perburuhan
(Bernama Menteri Perburuhan dan Sosial
pada perombakan kabinet)
Sutan Mohammad Rasjid 19 Desember 1948 13 Juli 1949 Non-Partai
18 Menteri Pembangunan dan Pemuda Sutan Mohammad Rasjid 19 Desember 1948 31 Maret 1949 Non-Partai
Soesanto Tirtoprodjo 31 Maret 1949 13 Juli 1949 PNI
Pejabat setingkat Menteri
19 Sekretaris Pemerintah Darurat Mardjono Danoebroto 19 Desember 1948 13 Juli 1949 Non-Partai

Komisariat PDRI untuk Jawa

No. Jabatan Pejabat Periode Partai Politik
Mulai menjabat Selesai menjabat
1 Menteri Kehakiman Soesanto Tirtoprodjo 16 Mei 1949 13 Juli 1949 PNI
2 Menteri Penerangan
3 Menteri Persediaan Makanan Rakyat I. J. Kasimo 16 Mei 1949 13 Juli 1949 Non-Partai
4 Menteri Agama Masjkur 16 Mei 1949 13 Juli 1949 Masyumi
5 Menteri Urusan Dalam Negeri Soeroso 16 Mei 1949 13 Juli 1949 Non-Partai

Pembubaran kabinet darurat

Di bawah tekanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Amerika Serikat serta berlanjutnya perang gerilya dari pasukan republik, Belanda pada akhirnya menyetujui gencatan senjata. Pada Januari 1949, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta pemerintahan republik dibebaskan dan kedaulatan diberikan kepada Indonesia pada 1 Juli 1950. Amerika Serikat mendukung permintaan tersebut dengan mengancam akan menarik kembali bantuan rekonstruksi vital dari Belanda. Pada 7 Mei, Belanda setuju untuk membebaskan Soekarno dan Hatta, yang akan memerintahkan gencatan senjata sekembalinya ke Yogyakarta. Pada 6 Juli, Soekarno, Hatta, dan para pimpinan republik kembali ke Yogyakarta, diikuti oleh kabinet PDRI. Dalam sebuah pertemuan pada 13 Juli yang diketuai oleh Hatta, Sjafruddin melaporkan kepada Soekarno seluruh aktivitas kabinet darurat selama masa penahanan Soekarno. Ia kemudian mengembalikan mandat kepada Soekarno, yang membubarkan kabinet darurat serta secara otomatis mengembalikan mandat kepada Kabinet Hatta yang sebelumnya tidak dibubarkan secara resmi.[4][5]

Sumber

  • Kahin, George McTurnan (1952) Nationalism and Revolution in Indonesia Cornell University Press, ISBN 0-8014-9108-8
  • Ricklefs (1982), A History of Modern Indonesia, Macmillan Southeast Asian reprint, ISBN 0-333-24380-3
  • Simanjuntak, P. N. H. (2003) (in Indonesian), Kabinet-Kabinet Republik Indonesia: Dari Awal Kemerdekaan Sampai Reformasi, Jakarta: Djambatan, pp. 73–83, ISBN 979-428-499-8.

Referensi

  1. ↑ Ricklefs (1982) p218
  2. ↑ Simanjuntak (2003) p74
  3. ↑ Simanjuntak (2003) p76
  4. ↑ Ricklefs (1982) p219
  5. ↑ Simanjuntak (2003) p. 81-83

Pranala luar

  • (Indonesia) Profil Kabinet Darurat pada situs web Sekretariat Kabinet Republik Indonesia

Kabinet Pemerintahan Indonesia
Didahului oleh:
Kabinet Hatta I
Kabinet Darurat
1948–1949
Diteruskan oleh:
Kabinet Hatta I
  • l
  • b
  • s
Indonesia Kabinet pemerintahan Indonesia
Era perjuangan kemerdekaan
  • Presidensial
  • Sjahrir I
  • Sjahrir II
  • Sjahrir III
  • Amir Sjarifuddin I
  • Amir Sjarifuddin II
  • Hatta I
  • Darurat
  • Hatta II
Garuda Pancasila
Era demokrasi parlementer

    RIS (RI: Susanto · Halim)

    • Natsir
    • Sukiman-Suwirjo
    • Wilopo
    • Ali Sastroamidjojo I
    • Burhanuddin Harahap
    • Ali Sastroamidjojo II
    • Djuanda
    Era demokrasi terpimpin
    • Kerja I
    • Kerja II
    • Kerja III
    • Kerja IV
    • Dwikora I
    • Dwikora II
    • Dwikora III
    • Ampera I
    • Ampera II
    Era Orde Baru
    • Pembangunan I
    • Pembangunan II
    • Pembangunan III
    • Pembangunan IV
    • Pembangunan V
    • Pembangunan VI
    • Pembangunan VII
    Era reformasi
    • Reformasi Pembangunan
    • Persatuan Nasional
    • Gotong Royong
    • Indonesia Bersatu I
    • Indonesia Bersatu II
    • Kerja
    • Indonesia Maju
    • Merah Putih
    Lihat pula: Kementerian Indonesia

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Pimpinan Kabinet
    2. Susunan kabinet
    3. Komisariat PDRI untuk Jawa
    4. Pembubaran kabinet darurat
    5. Sumber
    6. Referensi
    7. Pranala luar

    Artikel Terkait

    Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia

    pemerintahan tandingan di Sumatra Tengah (1958–1961)

    Syafruddin Prawiranegara

    ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dan Wakil Perdana Menteri Indonesia ke-3

    Daftar presiden Indonesia

    artikel daftar presiden

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026