Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kabinet Sjahrir I

Kabinet Sjahrir Pertama dibentuk setelah Kabinet Presidensial dan memerintah antara tanggal 14 November 1945 – 28 Februari 1946. Perbedaan utama dengan kabinet sebelumnya ialah bahwa pada kabinet ini, para menteri diangkat dari Partai Politik.

Wikipedia article
Diperbarui 5 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kabinet Sjahrir I
Kabinet Sjahrir I

Kabinet Pemerintahan Indonesia ke-2
1945–1946
Dibentuk14 November 1945
Diselesaikan28 Februari 1946
Struktur pemerintahan
PresidenSoekarno
Wakil PresidenMohammad Hatta
Perdana MenteriSoetan Sjahrir
Jumlah menteri14
Jumlah wakil menteri2
Partai anggota  Sosialis
  Parkindo
  Masyumi
  Independen
Partai oposisiPersatuan Perjuangan:
  PNI
  Masyumi
Pemimpin oposisiTan Malaka (Persatuan Perjuangan)
Sejarah
PeriodeKomite Nasional Indonesia Pusat
PendahuluKabinet Presidentil
PenggantiKabinet Sjahrir II
Artikel ini bagian dari
seri tentang
Soekarno

Presiden pertama Indonesia


Prakemerdekaan
  • PNI
  • Partindo
  • PETA
  • BPUPK
    • Pancasila
  • PPKI
  • Revolusi Nasional Indonesia
    • Proklamasi Kemerdekaan

Kebijakan dalam negeri
  • APRA
  • Ambon
  • Permesta
  • DI/TII
  • Peristiwa Tiga Selatan
  • Marhaenisme
  • Politik Mercusuar
  • Demokrasi Terpimpin
    • Dekret 5 Juli
  • Monas
  • G30S
  • Supersemar
  • Kejatuhan
    • De-Soekarnoisasi

Kebijakan luar negeri
  • Gerakan Non-Blok
    • Konferensi Asia–Afrika
  • Pesta Olahraga Asia 1962
  • CONEFO
    • GANEFO
    • gedung
  • Irian Barat
    • Trikora
    • Pepera
  • Konfrontasi
    • Krisis Selat Sunda

Pidato
  • Indonesia Menggugat
  • Tahun Vivere Pericoloso

Keluarga
  • Istri
    • Fatmawati
    • Dewi
  • Anak
    • Rukmini
    • Megawati
    • Rachmawati
    • Sukmawati
    • Guruh

Media dan warisan
  • Makam
  • Soekarno
  • Rumah pengasingan
  • Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta
  • Stadion Gelora Bung Karno
  • Lainnya (eponim)

Soekarno's signature

Galeri: Gambar, Suara, Video
  • l
  • b
  • s

Kabinet Sjahrir Pertama dibentuk setelah Kabinet Presidensial dan memerintah antara tanggal 14 November 1945 – 28 Februari 1946. Perbedaan utama dengan kabinet sebelumnya ialah bahwa pada kabinet ini, para menteri diangkat dari Partai Politik.

Latar belakang

Kabinet Sjahrir Pertama dibentuk setelah adanya permintaan pada 11 November 1945 dari Komite Nasional Indonesia Pusat, yang merupakan badan legislasi de facto, yang menginginkan bahwa kabinet bertanggung jawab terhadap pemerintahan, bukan Kepala negara (Presiden Soekarno). Kabinet yang telah ada dibubarkan dan Soetan Sjahrir diminta untuk menjadi Perdana Menteri. Sjahrir menerima permintaan tersebut dengan syarat bahwa ia diperbolehkan untuk menunjuk kabinetnya sendiri. Daftar anggota kabinet Sjahrir diumumkan pada 14 November 1945.[1][2]

Pimpinan Kabinet

Perdana Menteri
Soetan Sjahrir

Susunan kabinet

Dalam Kabinet Sjahrir Pertama, tidak ada menteri dari Kabinet Presidensial yang kembali menjabat. Pemerintahan yang dibentuk dimaksudkan agar inklusif, dengan perwakilan dari partai-partai nasionalis dan religius, Partai Syarikat Islam Indonesia kemudian mewakili partai religius tersebut.[3]

No. Jabatan Pejabat Periode Partai Politik
Mulai menjabat Selesai menjabat
1
Perdana Menteri Soetan Sjahrir 14 November 1945 28 Februari 1946 Sosialis
2
Menteri Luar Negeri
3
Menteri Dalam Negeri
Wakil Menteri Dalam Negeri Mr. Harmani 14 November 1945 28 Februari 1946
4
Menteri Keamanan Rakyat Amir Sjarifoeddin 14 November 1945 28 Februari 1946 Parsi
Sosialis
Wakil Menteri Keamanan Rakyat Abdul Moerad 14 November 1945 7 Januari 1946 Sosialis
Soegiono Josodiningrat 7 Januari 1946 28 Februari 1946 Non Partai
5
Menteri Kehakiman Mr. Soewandi 14 November 1945 28 Februari 1946
6
Menteri Penerangan Amir Sjarifoeddin 14 November 1945 3 Januari 1946 Parsi
Sosialis
Mohammad Natsir 3 Januari 1946 28 Februari 1946 Masyumi
7
Menteri Keuangan Soenarjo Kolopaking 14 November 1945 5 Desember 1945
Ir. Soerachman Tjokroadisoerjo 5 Desember 1945 28 Februari 1946
8
Menteri Kemakmuran Ir. Darmawan Mangoenkoesoemo 14 November 1945 28 Februari 1946
9
Menteri Perhubungan Ir. Abdoelkarim 14 November 1945 28 Februari 1946
10
Menteri Pekerjaan Umum Ir. Putuhena 14 November 1945 28 Februari 1946 Parkindo
11
Menteri Sosial Adjidarmo Tjokronegoro 14 November 1945 5 Desember 1945 Sosialis
Dr. Sudarsono 5 Desember 1945 28 Februari 1946 Sosialis
12
Menteri Pengajaran Dr. Mr. T.S.G. Mulia 14 November 1945 28 Februari 1946 Parkindo
13
Menteri Kesehatan Dr. Darma Setiawan 14 November 1945 28 Februari 1946
14
Menteri Negara H. Rasjidi
(Urusan Agama)
14 November 1945

(Menteri Agama, 3 Januari 1946)

28 Februari 1946 Masyumi

Program Kabinet

  1. Menyempurnakan susunan Pemerintah Daerah berdasarkan kedaulatan Rakyat.
  2. Mencapai Koordinasi segala tenaga rakyat di dalam usaha menegakkan Negara Republik Indonesia serta pembangunan masyarakat yang berdasarkan keadilan dan peri-kemanusiaan.
  3. Berusaha untuk memperbaiki kemakmuran rakyat di antaranya dengan jalan pembagian pangan.
  4. Berusaha mempercepat keberesan tentang hal uang Republik Indonesia.

Perombakan

Terdapat beberapa perubahan dalam masa kerja Kabinet Sjahrir Pertama yang cukup singkat. Pada 5 Desember 1945, Menteri Keuangan Soenarjo Kolopaking dan Menteri Sosial Adji Darmo Tjokronogoro mengundurkan diri dan masing-masing digantikan oleh Soerachman Tjokroadisoerjo dan Sudarsono Mangoenadikoesoemo. Pada 3 Januari 1946, Menteri Negara Mohammad Rasjidi ditunjuk sebagai Menteri urusan Agama, memimpin kementerian baru yang didirikan pada hari yan sama. Keesokannya, Mohammad Natsir mengambil alih jabatan Amir Sjarifoeddin sebagai Menteri Informasi. Pada 7 Januari 1946, Soegiono Josodiningrat diangkat menggantikan Wakil Menteri Keamanan Rakyat Abdul Moerad dan nomenklatur kementerian tersebut diubah menjadi Kementerian Pertahanan.[4]

Pembubaran kabinet

Kabinet Sjahrir Pertama dibubarkan akibat konflik antara Persatuan Perjuangan yang dipimpin oleh politisi Tan Malaka dengan Sjahrir mengenai kesiapan Sjahrir dalam berkompromi dengan pihak Belanda sebelum pasukan kolonial Belanda meninggalkan Indonesia. Tan Malaka meminta sebuah kabinet persatuan nasional yang mendapatkan dukungan masyarakat secara luas, yang berakhir pada pengunduran diri Sjahrir pada 28 Februari 1946.[5][6]

Sumber

  • Antara Lain Berdasarkan Susunan Kabinet Republik Indonesia, Manggala BP-7 Pusat, 1985
  • Kahin, George McTurnan (1952) Nationalism and Revolution in Indonesia Cornell University Press, ISBN 0-8014-9108-8
  • Ricklefs (1982), A History of Modern Indonesia, Macmillan Southeast Asian reprint, ISBN 0-333-24380-3
  • Simanjuntak, P. N. H. (2003) (in Indonesian), Kabinet-Kabinet Republik Indonesia: Dari Awal Kemerdekaan Sampai Reformasi, Jakarta: Djambatan, pp. 23–28, ISBN 979-428-499-8.

Referensi

  1. ↑ Kahin (1952) p169
  2. ↑ Ricklefs (1982) p206
  3. ↑ Simanjuntak (2003) pp. 52-54
  4. ↑ Simanjuntak (2003) p25
  5. ↑ Simanjuntak (2003) pp. 26-28
  6. ↑ Kahin (1952) pp.175-176

Lihat pula

  • Daftar Kabinet Indonesia

Pranala luar

  • (Indonesia) Profil Kabinet Sjahrir I pada situs web Sekretariat Kabinet Republik Indonesia
  • (Indonesia) Profil pada Kepustakaan Presiden-Presiden Republik Indonesia Diarsipkan 2014-01-11 di Wayback Machine.

Kabinet Pemerintahan Indonesia
Didahului oleh:
Kabinet Presidensial
Kabinet Sjahrir I
1945–1946
Diteruskan oleh:
Kabinet Sjahrir II
  • l
  • b
  • s
Indonesia Kabinet pemerintahan Indonesia
Era perjuangan kemerdekaan
  • Presidensial
  • Sjahrir I
  • Sjahrir II
  • Sjahrir III
  • Amir Sjarifuddin I
  • Amir Sjarifuddin II
  • Hatta I
  • Darurat
  • Hatta II
Garuda Pancasila
Era demokrasi parlementer

    RIS (RI: Susanto · Halim)

    • Natsir
    • Sukiman-Suwirjo
    • Wilopo
    • Ali Sastroamidjojo I
    • Burhanuddin Harahap
    • Ali Sastroamidjojo II
    • Djuanda
    Era demokrasi terpimpin
    • Kerja I
    • Kerja II
    • Kerja III
    • Kerja IV
    • Dwikora I
    • Dwikora II
    • Dwikora III
    • Ampera I
    • Ampera II
    Era Orde Baru
    • Pembangunan I
    • Pembangunan II
    • Pembangunan III
    • Pembangunan IV
    • Pembangunan V
    • Pembangunan VI
    • Pembangunan VII
    Era reformasi
    • Reformasi Pembangunan
    • Persatuan Nasional
    • Gotong Royong
    • Indonesia Bersatu I
    • Indonesia Bersatu II
    • Kerja
    • Indonesia Maju
    • Merah Putih
    Lihat pula: Kementerian Indonesia

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Latar belakang
    2. Pimpinan Kabinet
    3. Susunan kabinet
    4. Program Kabinet
    5. Perombakan
    6. Pembubaran kabinet
    7. Sumber
    8. Referensi
    9. Lihat pula
    10. Pranala luar

    Artikel Terkait

    Kabinet Sjahrir II

    kabinet pemerintahan Indonesia di bawah Soetan Sjahrir

    Sutan Sjahrir

    Perdana Menteri Indonesia ke-1, pahlawan nasional Indonesia

    Kabinet Sjahrir III

    Kabinet Sjahrir Ketiga atau Kabinet Sjahrir III adalah kabinet ketiga yang dibentuk dan dipimpin oleh Perdana Menteri Sutan Sjahrir pada tanggal 2 Oktober

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026