Sultan Baktiar Najamudin, yang akrab disapa SBN atau Bungsu, lahir pada 11 Mei 1979 di Bengkulu, tanah kelahiran Fatmawati Soekarno. adalah politikus Indonesia yang sejak 2 Oktober 2024 menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia. Ia sebelumnya menjabat Wakil Ketua III DPD RI (2019–2024) dan Wakil Gubernur Bengkulu (2013–2015).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sultan Baktiar Najamudin | |
|---|---|
Potret sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah periode 2024-2029 | |
| Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia ke-6 | |
| Mulai menjabat 2 Oktober 2024 | |
| Wakil Ketua | GKR Hemas Yorrys Raweyai Tamsil Linrung |
| Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia | |
| Masa jabatan 2 Oktober 2019 – 30 September 2024 Menjabat bersama Nono Sampono & Mahyudin | |
| Ketua DPD | La Nyalla Mattalitti |
| Wakil Gubernur Bengkulu ke-7 | |
| Masa jabatan 4 Juli 2013 – 1 Desember 2015 | |
| Gubernur | Junaidi Hamsyah |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 11 Mei 1979 Anggut, Pino, Bengkulu Selatan, Indonesia |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Partai politik | Independen |
| Pekerjaan | Politikus |
| Situs web | sultanbnajamudin |
| |
Sultan Baktiar Najamudin, yang akrab disapa SBN atau Bungsu, lahir pada 11 Mei 1979 di Bengkulu, tanah kelahiran Fatmawati Soekarno. adalah politikus Indonesia yang sejak 2 Oktober 2024 menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI).[1] Ia sebelumnya menjabat Wakil Ketua III DPD RI (2019–2024) dan Wakil Gubernur Bengkulu (2013–2015).[2]
Karena keterbatasan ekonomi, Sultan merantau ke Jakarta, bekerja sambil melanjutkan pendidikan hingga akhirnya diterima di Universitas Indonesia. Ia dikenal sebagai pemimpin muda yang berwawasan luas—seorang aktivis, wirausahawan, sekaligus politisi. Sejak muda, ia aktif dalam berbagai organisasi kepemudaan dan pernah memegang posisi penting, termasuk Ketua KONI, KNPI, dan HIPMI baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Karier politiknya dimulai pada tahun 2009 ketika ia terpilih sebagai senator yang mewakili Bengkulu di Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) pada usia 30 tahun. Ia kemudian mengundurkan diri dari posisi tersebut untuk menjabat sebagai Wakil Gubernur Bengkulu (2013–2015). Selanjutnya, Sultan dipercaya menjadi Wakil Ketua DPD RI (2019–2024) dan kini menjabat sebagai Ketua DPD RI (2024–2029), menjadikannya pemimpin termuda dari lembaga tinggi negara di Indonesia. Atas kiprahnya, ia telah menerima berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya Best Parliamentary Award (2021), Critical & Pro-Democracy Senator Award (2022), Bintang Mahaputera Nararya (2024), Excellence in Empowering Local Representatives for Equality (2024), Tokoh Demokrasi dan Penguat Lembaga Perwakilan Indonesia (2024), serta Bintang Republik Indonesia Utama (2025).
Dalam dunia bisnis, Sultan memulai dari bawah sebagai montir dan pedagang kecil sebelum meraih kesuksesan di berbagai sektor, termasuk pertahanan, pertambangan, dan pengembangan UMKM melalui Smeshub Indonesia. Ia juga mendirikan Indonesian Democracy and Education (IDE), sebuah inisiatif yang bertujuan memberdayakan pemuda Indonesia agar berpikir kritis dan mampu bersaing secara global. Selain itu, ia aktif dalam Globe International, sebuah organisasi yang berfokus pada isu perubahan iklim, serta dipercaya sebagai penasihat sekaligus mitra dekat para duta besar di Indonesia.
Sebagai putra daerah, Sultan konsisten berkontribusi dalam pemberdayaan pemuda daerah dan penguatan ekonomi lokal. Ia menggagas program UMKM Sultan untuk memperkenalkan produk-produk unggulan daerah ke pasar nasional maupun internasional, serta menjalankan program Sultan Berbagi—sebuah inisiatif sosial yang ia mulai sejak menjabat anggota DPD RI periode pertama—untuk membantu masyarakat kecil melalui kegiatan berbagi dan pemberdayaan.
Sultan memiliki visi besar untuk masa depan Indonesia melalui pendekatan kritis terhadap demokrasi dan kepemimpinan nasional dengan konsep “Green Democracy”. Ia kerap menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak negarawan dibanding sekadar politisi. Baginya, mencintai Indonesia berarti berpikir jauh ke depan—bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk seratus tahun ke depan
Sultan Baktiar Najamudin lahir di Anggut, Pino, Bengkulu Selatan pada 11 Mei 1979.[3] Ia menempuh pendidikan tinggi hingga meraih gelar sarjana dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Indonesia, dan melanjutkan pendidikan magister di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).[4]
Sultan pertama kali terpilih sebagai anggota DPD RI mewakili Provinsi Bengkulu dalam Pemilu 2009. Setelah tiga tahun, ia mengundurkan diri dari DPD karena diangkat sebagai Wakil Gubernur Bengkulu (masa sisa jabatan 2010–2015).[5]
Setelah Pemilu 2019, Sultan kembali terpilih sebagai senator DPD RI dan diangkat sebagai Wakil Ketua III periode 2019–2024.[6] Pada Sidang Paripurna DPD RI 2 Oktober 2024, ia terpilih sebagai Ketua DPD RI periode 2024–2029.[7]
Sebagai pimpinan DPD RI, Sultan mendorong percepatan pembangunan daerah dan penguatan aspirasi daerah dalam kebijakan nasional. Ia juga menyuarakan pentingnya pemerataan pembangunan, perlindungan masyarakat adat, dan penguatan otonomi daerah sebagai bagian dari komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat nasional.[8]
Selain aktivitas legislatif, Sultan aktif dalam organisasi pemuda dan wirausaha di Bengkulu, termasuk keterlibatan dalam organisasi pemuda dan pengusaha lokal. Aktivitas ini menjadi bagian dari upaya advokasinya terhadap pemberdayaan daerah dan masyarakat.[11]
| Pemilu | Lembaga legislatif | Daerah pemilihan | Perolehan suara | Hasil |
|---|---|---|---|---|
| 2009 | Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) | Bengkulu | 121.979[13] | |
| 2019 | 191.499[14] | |||
| 2024 | 129.495[15] |
| Pilkada | Kandidat | Nomor Urut |
Calon Kepala Daerah |
Calon Wakil Kepala Daerah |
Perolehan suara | ||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Suara | Persen | Hasil | |||||
| 2015 | Gubernur Bengkulu | 2 | Sultan Baktiar Najamudin | Mujiono | 384.339 | 42,63% | |
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Junaidi Hamsyah |
Wakil Gubernur Bengkulu 2013–2015 |
Diteruskan oleh: Rohidin Mersyah |
| Didahului oleh: Darmayanti Lubis, Akhmad Muqowam |
Wakil Ketua DPD Republik Indonesia 2019 - 2024 |
Diteruskan oleh: GKR Hemas, Yorrys Raweyai, Tamsil Linrung |
| Didahului oleh: La Nyalla Mattalitti |
Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia 2024–sekarang |
Diteruskan oleh: - |