Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pelantikan ketujuh Soeharto

Acara Pelantikan Ketujuh Soeharto sebagai Presiden ke-2 Indonesia dilakukan di Gedung DPR/MPR, Jakarta pada hari Rabu tanggal 11 Maret 1998. Acara ini menandai secara resmi dimulainya masa jabatan ketujuh dan terakhir Soeharto sebagai Presiden dan disusul Bacharuddin Jusuf Habibie yang dilantik sebagai Wakil Presiden Indonesia ke-7 pada hari yang sama.

Wikipedia article
Diperbarui 12 September 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pelantikan ketujuh Soeharto
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Pelantikan ketujuh Soeharto" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Mei 2025)
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia.
Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Pelantikan ketujuh
Soeharto
Pelantikan-Soeharto-11-Maret-1998-scaled.jpg
Soeharto mengucapkan sumpah dibawah Al Qur'an (1998)
Tanggal11 Maret 1998; 28 tahun lalu (1998-03-11)
LokasiKompleks Parlemen, Jakarta
PenyelenggaraMajelis Permusyawaratan Rakyat
Peserta/Pihak terlibatSoeharto
Presiden Indonesia ke-2
B.J. Habibie
Wakil Presiden Indonesia ke-7
— Penerima jabatan
Try Sutrisno
Wakil Presiden Indonesia ke-6
— Pelepas jabatan

← 1993
1998 →
Artikel ini merupakan bagian dari seri tentang
Soeharto

Presiden Indonesia
1967–1998


Pra-kepresidenan
  • Kehidupan dan karier awal
  • Pengabdian militer
    • Pendudukan Jepang
    • Revolusi Nasional
      • Agresi Militer Belanda I
      • Pemberontakan PKI 1948
      • Agresi Militer Belanda II
      • Serangan Umum 1 Maret 1949
      • Pemberontakan Andi Azis
  • Pasca-Kemerdekaan

Naik ke tampuk kekuasaan
  • Gerakan 30 September
  • Panglima Kopkamtib
  • Pembunuhan massal
  • Supersemar
  • Manuver politik
  • Kepresidenan sementara

Orde Baru
  • Pelantikan
    • I
    • II
    • III
    • IV
    • V
    • VI
    • VII
  • Kabinet
    • Ampera I
    • Ampera II
    • Pembangunan I
    • Pembangunan II
    • Pembangunan III
    • Pembangunan IV
    • Pembangunan V
    • Pembangunan VI
    • Pembangunan VII
  • Golkar
  • Dwifungsi
  • Aspri
  • Angkatan 66
  • Repelita
  • Mafia Berkeley
  • Kelompok Empat
  • Pemilu
    • 1968
    • 1971
    • 1977
    • 1982
    • 1987
    • 1992
    • 1997

Kebijakan
  • Diskriminasi terhadap Tionghoa
  • Peristiwa Malari
  • Petisi 50
  • Pembantaian Tanjung Priok
  • Penembakan misterius
  • Fusi partai politik
  • Swasembada pangan
  • Penentuan Pendapat Rakyat
  • Timor Timur
    • Invasi
    • Pendudukan
    • Genosida
    • Pembantaian Santa Cruz
  • ASEAN

Kejatuhan
  • Latar belakang
  • Peristiwa 27 Juli
  • Krisis finansial Asia 1997
  • Penembakan Trisakti
  • Buruh Tani
  • Kerusuhan Mei 1998
  • Pengunduran diri

Pasca-kepresidenan
  • Tuduhan korupsi
  • Penyakit dan kematian
  • Pahlawan nasional

Keluarga
  • Siti Hartinah (istri dan Ibu Negara)
  • Anak
    • Siti Hardijanti Rukmana
    • Sigit Harjojudanto
    • Bambang Trihatmodjo
    • Siti Hediati Hariyadi
    • Hutomo Mandala Putra
    • Siti Hutami Endang Adiningsih



Galeri: Gambar, Suara, Video
  • l
  • b
  • s
Pasangan Presiden Soeharto yang baru terpilih (kiri), dan Wakil Presiden B. J. Habibie (kanan), untuk periode ketujuh dan terakhir Soeharto

Acara Pelantikan Ketujuh Soeharto sebagai Presiden ke-2 Indonesia dilakukan di Gedung DPR/MPR, Jakarta pada hari Rabu tanggal 11 Maret 1998. Acara ini menandai secara resmi dimulainya masa jabatan ketujuh dan terakhir Soeharto sebagai Presiden dan disusul Bacharuddin Jusuf Habibie yang dilantik sebagai Wakil Presiden Indonesia ke-7 pada hari yang sama.[1]

Latar Belakang

Artikel utama: Kejatuhan Soeharto
Lihat pula: Krisis finansial asia 1997

Harmoko Mantan Menteri Penerangan Indonesia Terpilih Sebagai Ketua MPR/DPR Periode 1997-2002. Tak Lama Setelah Terpilih, Ia Mengusulkan Dan Mendukung Soeharto Untuk Kembali Maju Mencalonkan Diri Sebagai Presiden Republik Indonesia Untuk Periode Ketujuh Masa bakti 1998-2003.

Pengucapan Sumpah jabatan

"Bismillahirrahmanirrahim, Sebagai presiden/wakil presiden terpilih berdasarkan ketetapan MPR-RI No.4/MPR/1998, tentang pengangkatan Presiden Republik Indonesia maka berdasarkan pasal 9 UUD 1945, Sebelum memangku jabatan Presiden Republik Indonesia. Saya akan Melaksanakan Kewajiban Konstitusional saya, ialah Mengucapkan Sumpah Sesuai dengan Agama Islam yang Saya Anut Sebagai Berikut. Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia/Wakil Presiden Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya serta berbakti kepada nusa dan bangsa."

[1]

Tamu

Dalam negeri

  • Sudharmono, Mantan Wakil Presiden Indonesia Ke-5 Dan sekaligus Mantan Menteri Sekretaris Indonesia Ke-4
  • Ratu Emma Norma, Istri Wakil Presiden Indonesia Ke-5
  • Siti Hardijanti Rukmana, Menteri Sosial Indonesia Ke-24 Pelaksana Tugas Ibu Negara Indonesia (1996-1998)
  • Hasri Ainun Besari Istri Wakil Presiden Indonesia Ke-7

Referensi

  1. 1 2 Media, Kompas Cyber (2019-03-11). "11 Maret 1998, Saat Soeharto Dilantik Jadi Presiden untuk Kali Ketujuh Halaman all - Kompas.com". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-05-19.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar Belakang
  2. Pengucapan Sumpah jabatan
  3. Tamu
  4. Dalam negeri
  5. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026