Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Tujuh faktor pencerahan

Dalam Buddhisme, tujuh faktor pencerahan, juga dikenal sebagai tujuh faktor kecerahan dan tujuh faktor penerangan sempurna adalah:Perhatian-penuh, penyadaran, atau pengingatan. Untuk mempertahankan penyadaran akan realitas, khususnya ajaran (Dhamma). Penyelidikan tentang sifat realitas. Energi atau semangat juga dikenal sebagai usaha, upaya. Kegembiraan atau kegiuran. Ketenteraman baik tubuh maupun pikiran. Konsentrasi (samādhi) keadaan pikiran yang tenang dan terpusat, atau "sepenunhya mengungkap potensi terpendam atau saṅkhāra ke permukaan" Ketidakberpihakan batin. Untuk menerima realitas apa adanya (yathā-bhūta) tanpa keserakahan ataupun kebencian.

Wikipedia article
Diperbarui 11 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Tujuh faktor pencerahan
Kualitas spiritual untuk pencerahan BuddhisTemplat:SHORTDESC:Kualitas spiritual untuk pencerahan Buddhis
Biksu sedang bermeditasi di samping Bendungan Sirikit di Thailand.
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
  • Istilah
  • Indeks
  • Garis besar
  • Sejarah
  • Penyebaran
  • Garis waktu
  • Sidang Buddhis
  • Jalur Sutra
  • Anak benua India
Buddhisme awal
  • Prasektarian
  • Aliran awal
    • Mahāsāṁghika
    • Sthaviravāda
  • Kitab awal
    • Nikāya
    • Āgama
Benua
  • Asia Tenggara
  • Asia Timur
  • Asia Tengah
  • Timur Tengah
  • Dunia Barat
  • Australia
  • Oseania
  • Amerika
  • Eropa
  • Afrika
Populasi signifikan
  • Tiongkok
  • Thailand
  • Jepang
  • Myanmar
  • Sri Lanka
  • Vietnam
  • Kamboja
  • Korea
  • Taiwan
  • India
  • Malaysia
  • Laos
  • Indonesia
  • Amerika Serikat
  • Singapura
  • Aliran
  • Tradisi
  • Mazhab
  • Konsensus pemersatu
Arus utama
  • Theravāda
  • Mahāyāna
  • Vajrayāna
Sinkretis
  • Buddhayana
  • Tridharma
  • Aliran Maitreya
    • Yīguàndào
    • Mílè Dàdào
  • Siwa-Buddha
  • Tripitaka
  • Kitab
Theravāda
  • Tripitaka Pali
  • Komentar
  • Subkomentar
  • Paritta
  • Sastra Pali
Mahāyāna–Vajrayāna
  • Sutra Mahāyāna
  • Tripitaka Tionghoa
    • Tripitaka Taishō
  • Tripitaka Tibet
    • Kangyur
    • Tengyur
  • Dhāraṇī
  • Buddha
  • Bodhisatwa
  • Buddha masa ini:
  • Gotama
  • Mukjizat
  • Klan
  • Keluarga
    • Śuddhodana
    • Māyā
    • Pajāpatī Gotamī
    • Yasodharā
    • Rāhula
  • 4 tempat suci utama:
  • Lumbinī
  • Buddhagayā
  • Isipatana
  • Kusinārā
  • Buddha masa lampau:
  • Kassapa
  • Koṇāgamana
  • Kakusandha
  • Vessabhū
  • Sikhī
  • Vipassī
  • dll.
  • Dīpaṅkara
  • Buddha masa depan:
  • Metteyya
  • Bawahan:
  • Dewa
  • Brahma
Mahāyāna–Vajrayāna
  • Buddha terkenal:
  • Lima Buddha Kebijaksanaan
    • Amitābha
    • Vairocana
    • Akṣobhya
    • Ratnasaṁbhava
    • Amoghasiddhi
  • Padmasaṁbhava
  • Bhaiṣajyaguru
  • Bodhisatwa terkenal:
  • Daftar Bodhisatwa
  • Mañjuśrī
  • Kṣitigarbha
  • Avalokiteśvara
    • Kwan Im
  • Samantabhadra
  • Vajrapāṇi
  • Dhamma
  • Ajaran
Keyakinan
  • Ketuhanan
  • Hukum Alam
  • Pandangan
  • Kesesatan
  • Kebenaran Mulia
  • Jalan Mulia
  • Perlindungan
  • Pancasila
  • Karma
    • Kehendak
    • Akibat
  • Punarbawa
  • Alam Kehidupan
  • Samsara
  • Māra
  • Pencerahan
  • Nirwana
  • Acinteyya
Tiga corak
  • Ketidakkekalan
  • Penderitaan
  • Tanpa atma
Gugusan
  • Rupa
  • Kesadaran
  • Persepsi
  • Perasaan
  • Saṅkhāra
  • Nāmarūpa
  • Unsur
  • Landasan indra
  • Kontak indra
  • Kemunculan Bersebab
Faktor mental
  • Malu
  • Takut
  • Pengotor batin
  • Noda batin
  • Belenggu
  • Rintangan
  • Kekuatan
  • Hasrat
  • Nafsu (Keserakahan)
  • Kebencian
  • Delusi
    • Ketidaktahuan
  • Kemelekatan
  • Kewawasan
  • Bodhipakkhiyā
  • dll.
Meditasi
  • Samatha-vipassanā
    • Jhāna
    • Satipaṭṭhāna
    • Sampajañña
    • Kammaṭṭhāna
      • Anussati
        • Maraṇasati
        • Ānāpānasati
      • Paṭikūlamanasikāra
    • Brahmawihara
      • Cinta kasih
      • Belas kasih
      • Simpati
      • Ketenangan / Keseimbangan batin
  • Abhiññā
    • Iddhi
Bakti
  • Puja
  • Pelimpahan jasa
  • Namaskara
  • Pradaksina
  • Pindapata
  • Ziarah
Praktik lainnya
  • Kebajikan
  • Paramita
  • Dana
  • Sila
  • Pelepasan
  • Kebijaksanaan
  • Usaha
  • Kesabaran
  • Kebenaran
  • Tekad
  • Astasila
  • Fangseng
  • Sādhu
  • Sangha
  • Parisā
  • Vinaya
  • Pabbajjā
  • Upasampadā
Jenis penganut
  • Sāvaka
  • Upasaka-upasika
  • Kappiya
  • Pandita
  • Aṭṭhasīlanī
  • Sayalay
  • Samanera-samaneri
  • Biksu
  • Biksuni
  • Kalyāṇamitta
  • Kepala wihara
  • Saṅgharāja
Murid penting
  • Biksu:
  • Sāriputta
  • Moggallāna
  • Mahākassapa
  • Ānanda
  • 10 murid utama
  • Biksuni:
  • Pajāpatī Gotamī
  • Khemā
  • Uppalavaṇṇā
  • Kisā Gotamī
  • Upasaka:
  • Tapussa dan Bhallika
  • Anāthapiṇḍika
  • Citta
  • Hatthaka
  • Upasika:
  • Sujātā
  • Khujjuttarā
  • Veḷukaṇḍakiyā
  • Visākhā
4 tingkat kemuliaan
  • Sotapana
  • Sakadagami
  • Anagami
  • Arahat
Tempat ibadah
  • Wihara
    • Wat
    • Kyaung
  • Dhammasālā
  • Sima
  • Kuti
  • Cetiya
    • Stupa
    • Pagoda
    • Candi
  • Kelenteng
  • Hari raya
  • Peringatan
  • Magha
  • Waisak
  • Asalha
  • Kathina
  • Uposatha
  • Hari Lahir Buddha
  • Hari Bodhi
  • Hari Abhidhamma
  • Ulambana
  • Hari Parinirwana
  • Budaya
  • Masyarakat
Produk
  • Arsitektur
  • Atomisme
  • Bendera
  • Buddhisme Terjun Aktif
  • Darmacakra
  • Ekonomi
  • Filsafat
  • Helenistik
  • Hidangan
  • Humanisme
  • Kalender
  • Modernisme
  • Musik
  • Navayāna
  • Sarira
    • Relik Buddha
  • Rupang Buddha
  • Seni rupa
Hubungan dengan …
  • Agama timur
  • Baháʼí
  • Dunia Romawi
  • Filsafat Barat
  • Gnostisisme
  • Hinduisme
  • Jainisme
  • Kekristenan
    • Pengaruh
    • Perbandingan
  • Penindasan
  • Yahudi
Pandangan tentang …
  • Aborsi
  • Anikonisme
  • Bunuh diri
  • Demokrasi
  • Ilmu pengetahuan
  • Kasta
  • Kecerdasan buatan
  • Kekerasan
  • Masturbasi
  • Orientasi seksual
  • Perempuan
  • Psikologi
  • Seksualitas
  • Sekularisme
  • Sosialisme
  • Teosofi
  • Vegetarianisme
  •  Portal Buddhisme
  • l
  • b
  • s
Bagian dari seri tentang
37 sayap pencerahan
(bodhipakkhiyā-dhammā)
4 landasan perhatian (satipaṭṭhāna)
  • Perenungan tubuh (kāya)
  • Perenungan perasaan (vedanā)
  • Perenungan pikiran (citta)
  • Perenungan fenomena (dhammā)
4 usaha benar (sammappadhāna)
  • Cegah keburukan yang belum ada
  • Tinggalkan keburukan yang sudah ada
  • Munculkan kebajikan yang belum ada
  • Kembangkan kebajikan yang sudah ada
4 dasar keberhasilan (iddhipāda)
  • Hasrat/keinginan (chanda)
  • Energi/semangat (viriya)
  • Pikiran (citta)
  • Analisis (vīmaṁsa)
5 indra spiritual (indriya)
  • Keyakinan (saddhā)
  • Energi/semangat (viriya)
  • Perhatian-penuh (sati)
  • Samādhi
  • Kebijaksanaan (paññā)
5 kekuatan (bala)
  • Keyakinan (saddhā)
  • Energi/semangat (viriya)
  • Perhatian-penuh (sati)
  • Samādhi
  • Kebijaksanaan (paññā)
7 faktor pencerahan (bojjhaṅgā)
  • Perhatian-penuh (sati)
  • Penyelidikan/investigasi (dhammavicaya)
  • Energi/semangat (viriya)
  • Kegembiraan/kegiuran (pīti)
  • Ketenteraman (passaddhi)
  • Samādhi
  • Keseimbangan batin (upekkhā atau tatramajjhattatā)
8 unsur jalan mulia
  • Pandangan Benar
  • Niat Benar
  • Ucapan Benar
  • Perbuatan Benar
  • Penghidupan Benar
  • Usaha Benar
  • Perhatian Benar
  • Samādhi Benar
  •  Portal Buddhisme
  • l
  • b
  • s

Dalam Buddhisme, tujuh faktor pencerahan (Pali: satta bojjhaṅgā atau satta sambojjhaṅgā; Skt.: sapta bodhyanga), juga dikenal sebagai tujuh faktor kecerahan dan tujuh faktor penerangan sempurna adalah:

  • Perhatian-penuh, penyadaran, atau pengingatan (Pali: sati; Sanskerta: smṛti). Untuk mempertahankan penyadaran akan realitas, khususnya ajaran (Dhamma).
  • Penyelidikan tentang sifat realitas (dhamma vicaya; Skt.: dharmapravicaya).
  • Energi atau semangat (viriya; Skt.: vīrya) juga dikenal sebagai usaha, upaya.
  • Kegembiraan atau kegiuran (pīti; Skt.: prīti).
  • Ketenteraman (passaddhi; Skt.: prashrabdhi) baik tubuh maupun pikiran.
  • Konsentrasi (samādhi) keadaan pikiran yang tenang dan terpusat,[1] atau "sepenunhya mengungkap potensi terpendam atau saṅkhāra ke permukaan"[2]
  • Ketidakberpihakan batin (upekkhā; Skt.: upekshā). Untuk menerima realitas apa adanya (yathā-bhūta) tanpa keserakahan ataupun kebencian.

Evaluasi dari tujuh faktor pencerahan ini merupakan salah satu dari "tujuh kelompok" "kondisi yang berkaitan dengan pencerahan" (bodhipakkhiyādhammā).

Kata Pali bojjhaṅga adalah gabungan dari bodhi ("kecerahan," "pencerahan") dan aṅga ("faktor").[3]

Etimologi

Satta sambojjhaṅgā:

  • satta – tujuh;
  • sam- - awalan yang berarti lengkap, penuh, tertinggi;
  • bojjh(i) < bodhi – sebuah kata benda abstrak yang dibentuk dari akar kata kerja *budh- (bangun, menjadi sadar, memperhatikan, mengetahui, atau memahami) yang berhubungan dengan kata kerja bujjhati (Pāli) dan bodhati atau budhyate (Sanskerta);
  • aṅga – bagian dari keseluruhan; faktor, penyebab.[4]

Sastra Pali

Dalam kitab Saṁyuttanikāya dari Suttapiṭaka, bojjhaṅga merujuk pada faktor-faktor duniawi yang bermanfaat yang mengarah pada pencerahan. Dalam kitab-kitab komentar Abhidhamma dan kepustakaan Pali, bojjhaṅga cenderung merujuk pada faktor-faktor adiduniawi yang terjadi bersamaan dengan pencerahan.[5]

Suttapiṭaka

Menurut sebuah khotbah dalam Saṁyuttanikāya yang berjudul "Bhikkhu Sutta" (SN 46.5):

[Bhikkhu:] "Yang Mulia, dikatakan, 'faktor-faktor pencerahan, faktor-faktor pencerahan.' Dalam pengertian apa mereka disebut faktor pencerahan?"
[Buddha:] "Faktor-faktor tersebut mengarah pada pencerahan, bhikkhu, oleh karena itu mereka disebut faktor-faktor pencerahan...."[6]

Selama meditasi, seseorang dapat merenungkan kualitas-kualitas tujuh faktor pencerahan serta kualitas-kualitas kebalikannya, yaitu lima rintangan batin (kesenangan indriawi, niat jahat, kemalasan-kelambanan, kegelisahan-kekhawatiran, keragu-raguan).[7] Selain itu, salah satu sutta Saṁyuttanikāya mengidentifikasi pengembangan setiap faktor pencerahan dengan disertai oleh masing-masing dari empat brahmawihara (cinta kasih, welas asih, simpati, keseimbangan batin).[8]

Dalam "Khotbah Api" Saṁyuttanikāya (SN 46.53), Sang Buddha mengidentifikasi bahwa sati (perhatian-penuh) itu "selalu berguna/bermanfaat" (sabbatthika); sedangkan, ketika pikiran seseorang sedang dikuasai middha (kelambanan), ia harus mengembangkan faktor pencerahan berupa dhamma-vicaya (penyelidikan), viriya (energi/usaha), dan piti (kegembiraan/kegiuran); dan, ketika pikiran seseorang sedang dikuasai uddhacca (kegelisahan), ia harus mengembangkan faktor pencerahan berupa passaddhi (ketenteraman), samādhi (konsentrasi), dan upekkhā (keseimbangan batin).[9]

Kembali menurut Saṁyuttanikāya, suatu ketika saat Sang Buddha sakit parah, Beliau meminta Yang Mulia Mahacunda untuk melafalkan Tujuh Faktor Pencerahan kepada-Nya. Dengan cara demikian, Sang Buddha sembuh dari penyakit yang diderita-Nya.[10]

Kitab risalah

Dalam Visuddhimagga, pada bagian yang membahas keterampilan yang dibutuhkan untuk pencapaian dan pemeliharaan jhāna (penyerapan batin), Buddhaghosa mengidentifikasi bojjhaṅga dengan cara berikut:

  • "Perhatian-penuh (sati) yang kuat ... dibutuhkan dalam semua keadaan...."
  • "Ketika pikirannya mengendur dengan kelambanan (middha) karena terlalu banyak energi (viriya) yang terkuras, dll., maka ... ia harus mengembangkan [ketiga faktor pencerahan tersebut] yang diawali dengan penyelidikan fenomena..." (yaitu, dhamma vicaya, viriya, piti).
  • "Ketika pikirannya gelisah (uddhacca) karena terlalu berenergi (viriya), dll., maka ... ia harus mengembangkan [ketiga faktor pencerahan tersebut] yang diawali dengan ketenteraman..." (yaitu, passaddhi, samādhi, upekkhā).[11]

Meditasi

untuk digunakan saat mengalami
kemalasan & kelambanan
(thīna-middha)
untuk pulihkan perhatian-penuh (sati)
faktor penyeimbanguntuk digunakan saat mengalami
kegelisahan & kekhawatiran
(uddhacca-kukkucca)
untuk pulihkan perhatian-penuh (sati)
Menyeimbangkan faktor pencerahan & rintangan
  • Penyelidikan (dhamma vicaya)
  • Energi (viriya)
  • Kegembiraan/kegiuran (pīti)
  • Perhatian-penuh (sati)
  • Ketenteraman (passaddhi)
  • Konsentrasi (samādhi)
  • Keseimbangan batin (upekkhā)

Tujuh faktor pencerahan berkaitan erat dengan praktik jhāna, menyerupai berbagai faktor yang merupakan bagian dari empat jhāna.[12]

Dalam meditasi, kemungkinan besar setiap orang mengalami dua dari lima rintangan (Pāli: pañca nīvaraṇāni). Keduanya adalah kemalasan dan kelambanan (Pāli: thīna-middha), yang merupakan tindakan setengah hati dengan sedikit atau tanpa keterpusatan batin, serta kegelisahan dan kekhawatiran (uddhacca-kukkucca), yang merupakan ketidakmampuan untuk menenangkan batin.[butuh rujukan]

Seperti yang ditunjukkan di atas, dalam "Khotbah Api" (SN 46.53), direkomendasikan bahwa penyelidikan (dhamma-vicaya), energi (viriya), dan kegembiraan (pīti) harus dikembangkan saat mengalami kemalasan dan kelambanan (thīna-middha). Ketenteraman (passaddhi), konsentrasi (samādhi), dan keseimbangan batin (upekkhā) harus dikembangkan saat mengalami kegelisahan atau kekhawatiran (uddhacca-kukkucca). Perhatian-penuh (sati) harus senantiasa hadir agar tetap waspada terhadap perubahan fisik maupun perubahan mental baik ke arah yang baik (kusala) maupun tidak baik (akusala).[9]

Lihat pula

  • Lima Kekuatan – Konsep tentang kekuatan iman, energi, perhatian penuh, konsentrasi, dan kebijaksanaan dalam Buddhisme
  • Iddhipāda
  • Pāramitā – konsep kesempurnaan Buddhis
  • Kebenaran (Buddhisme)

Referensi

Catatan

  1. ↑ Lihat, mis., Rhys Davids & Stede (1921–1925), entri untuk "Samādhi," diakses 3 Feb. 2011 dari "U.Chicago" di "The Pali Text Society's Pali-English dictionary". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-07-09. Diakses tanggal 2012-08-17. .
  2. ↑ Lusthaus (2014), hlm. 113.
  3. ↑ Sebagai contoh, lihat Rhys Davids & Stede (1921–1925), hlm. 490, entri untuk "Bojjhanga" (diakses 10 Jul 2007).[pranala nonaktif]
  4. ↑ Critical Pali Dictionary, aṅga
  5. ↑ Bodhi (2000), hlm. 1499.
  6. ↑ Bhikkhu Sutta (SN 46.5), terj. Bodhi (2000), hlm. 1574. Lihat juga Walshe (2007), n. 265.
  7. ↑ Untuk contoh khotbah yang menyertakan penjajaran dua rangkaian fenomena ini, lihat Satipatthana Sutta. Untuk kelompok khotbah di mana dua rangkaian fenomena ini disejajarkan, lihat SN 46.31 hingga 46.40 (Bodhi (2000), hlm. 1501, 1589–94).
  8. ↑ SN 46.54, yang dikenal juga sebagai Mettaasahagata Sutta (CSCD) atau Metta Sutta (SLTP) atau Metta.m Sutta (PTS Feer). Lihat Bodhi (2000), hlm. 1607–11; Walshe (2007), hlm. 71–73, sutta 59.
  9. 1 2 "Khotbah Api" (Aggi Sutta, SN 46.53) (Bodhi (2000), hlm. 1605–7; Walshe (2007), hlm. 69–70, sutta 58).
  10. ↑ Gilana Sutta (SN 46.16) Piyadassi Thera (1999); Piyadassi Thera (t.t.) Diarsipkan 2012-07-24 di Archive.is
  11. ↑ Buddhaghosa (1999), hlm. 129, 131. Perhatikan bahwa Buddhaghosa dengan jelas merujuk pada enam bojjhanga terakhir dalam dua pernyataan yang dikutip terakhir. Pernyataan pertama tentang sati (perhatian-penuh), meskipun disebutkan tepat sebelum bojjhanga, secara teknis merujuk pada lima indra spiritual (indriya). Lihat juga SN 46.53 (Bodhi (2000), hlm. 1605–7; Walshe (2007), hlm. 69–70, sutta 58).
  12. ↑ Gethin (2001), ch. 5; dan Arbel (2018).

Karya yang dikutip

  • Arbel, K. (2018). Early Buddhist Meditation: The Four Jhanas as the Actualization of Insight. Taylor & Francis Group. ISBN 978-0367111373.
  • Bodhi, Bhikkhu (trans.) (2000). The Connected Discourses of the Buddha: A Translation of the Samyutta Nikaya. Boston: Wisdom Pubs. ISBN 0-86171-331-1.
  • Buddhaghosa (1999). The Path of Purification: Visuddhimagga. Diterjemahkan oleh Bhikkhu Ñāṇamoli. Seattle: BPS Pariyatti Editions. ISBN 1-928706-00-2.
  • Gethin, R. (2001). The Buddhist Path to Awakening. Oneworld Publications. ISBN 978-1851682850.
  • Lusthaus, Dan (2014). Buddhist Phenomenology: A Philosophical Investigation of Yogacara Buddhism and the Ch'eng Wei-shih Lun. Routledge. ISBN 978-0415406109.
  • Piyadassi Thera, trans. (1999). "Gilana Sutta: Ill (Factors of Enlightenment)". Access to Insight. Diakses tanggal 10 July 2007. (Samyutta Nikaya 46.16).
  • Piyadassi Thera, trans. (n.d.). "Factors of Enlightenment". BuddhaNet.net. Dalam The Book of Protection. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-07-24. Diakses tanggal 2024-01-04. (Maha Cunda Thera Bojjhanga).
  • Rhys Davids, T. W.; Stede, William, ed. (1921–1925). The Pali Text Society's Pali–English Dictionary. Chipstead: Pali Text Society. Diakses tanggal 2024-01-04.
  • Walshe, Maurice O'C. (2007) [1985]. "Samyutta Nikaya: An Anthology". Access to Insight. Kandy: Buddhist Publication Society. Diakses tanggal 2008-11-09.

Pranala luar

  • Thanissaro Bhikkhu (terj.) (1997). Himavanta Sutta: The Himalayas (On the Factors for Awakening) (SN 46.1). Diakses dari "Access to Insight" di http://www.accesstoinsight.org/canon/sutta/samyutta/sn46-001.html Diarsipkan 2006-02-19 di Wayback Machine..
  • Tujuh Faktor Pencerahan oleh Y.M. Vimalaramsi[rujukan terbitan sendiri]
  • Tujuh Faktor Pencerahan oleh Piyadassi Thera
  • Tujuh Faktor Pencerahan oleh Y.M. Ariyadhamma
  • l
  • b
  • s
   Topik Buddhisme   
  • Outline Garis besar
  • Daftar istilah
  • Indeks
  • Sejarah
  • Penyebaran
  • Garis waktu
  • Sidang Buddhis
  • Jalur Sutra
  • Anak benua India
Buddhisme awal
  • Prasektarian
  • Aliran awal
    • Mahāsāṁghika
    • Sthaviravāda
  • Kitab awal
    • Nikāya
    • Āgama
Benua
  • Asia Tenggara
  • Asia Timur
  • Asia Tengah
  • Timur Tengah
  • Dunia Barat
  • Australia
  • Oseania
  • Amerika
  • Eropa
  • Afrika
Populasi signifikan
  • Tiongkok
  • Thailand
  • Jepang
  • Myanmar
  • Sri Lanka
  • Vietnam
  • Kamboja
  • Korea
  • Taiwan
  • India
  • Malaysia
  • Laos
  • Indonesia
  • Amerika Serikat
  • Singapura
  • Aliran
  • Tradisi
  • Konsensus pemersatu
Aliran arus utama
  • Theravāda
  • Mahāyāna
  • Vajrayāna
Sinkretis
  • Buddhayana
  • Tridharma
  • Aliran Maitreya
    • Yīguàndào
    • Mílèdàdào
  • Dhammakāya
  • Siwa-Buddha
  • Tripitaka
  • Kitab
Theravāda
  • Tripitaka Pali
  • Komentar
  • Subkomentar
  • Sastra Pali
  • Paritta
Mahāyāna-Vajrayāna
  • Tripitaka Tionghoa
    • Tripitaka Taishō
  • Tripitaka Tibet
    • Kangyur
    • Tengyur
  • Dhāraṇī
Kitab daring
  • SuttaCentral
  • Chaṭṭha Saṅgāyana Tipiṭaka
  • dhammatalks.org
  • 84000
  • NTI Reader - Taishō
  • Buddha
  • Bodhisatwa
Buddha saat ini dan keluarga
  • Gotama
  • Mukjizat
  • Klan
  • Keluarga
    • Śuddhodana
    • Māyā
    • Pajāpatī Gotamī
    • Yasodharā
    • Rāhula
4 tempat suci utama
  • Lumbinī
  • Buddhagayā
  • Isipatana
  • Kusinārā
Buddha penting sebelumnya
  • Dīpaṅkara
  • Vipassī
  • Sikhī
  • Vessabhū
  • Kakusandha
  • Koṇāgamana
  • Kassapa
Buddha selanjutnya
  • Metteyya
Bawahan
  • Dewa
  • Brahma
Mahāyāna-Vajrayāna
  • Buddha terkenal:
  • Lima Buddha Kebijaksanaan
    • Amitābha
    • Vairocana
    • Akṣobhya
    • Ratnasaṁbhava
    • Amoghasiddhi
  • Padmasaṁbhava
  • Bhaiṣajyaguru
  • Bodhisatwa terkenal:
  • Daftar Bodhisatwa
  • Mañjuśrī
  • Kṣitigarbha
  • Avalokiteśvara
  • Samantabhadra
  • Vajrapāṇi
  • Dhamma
  • Ajaran
  • Empat Kebenaran Mulia
  • Jalan Mulia Berunsur Delapan
  • Trilaksana
    • Ketidakkekalan
    • Penderitaan
    • Tanpa atma
  • Pandangan
  • Titthiya
  • Ketuhanan
  • Niyāma
  • Keyakinan
  • Triratna
  • Pancasila
  • Māra
  • Karma
  • Nirwana
  • Kemunculan Bersebab
  • Gugusan
    • Materi
    • Kesadaran
    • Persepsi
    • Perasaan
    • Saṅkhāra
  • Unsur
  • Landasan indra
  • Loka
  • Punarbawa
  • Samsara
  • Bodhi
  • Abhiññā
  • Cetasika
  • Pengotor batin
  • Noda batin
  • Belenggu
  • Rintangan
  • Kekuatan
  • Hasrat
  • Nafsu (Keserakahan)
  • Kebencian
  • Moha
    • Ketidaktahuan
  • Kemelekatan
  • Perhatian penuh
  • Bodhipakkhiyā
  • Kebajikan
  • Paramita
  • Malu
  • Takut
  • Dana
  • Sila
  • Meditasi
    • Samatha-vipassanā
    • Ānāpānasati
    • Satipaṭṭhāna
    • Kammaṭṭhāna
  • Pelepasan
  • Kebijaksanaan
  • Energi
  • Kesabaran
  • Kebenaran
  • Tekad
  • Brahmavihāra
    • Cinta kasih
    • Karuna
    • Simpati
    • Ketenangan
    • Keseimbangan batin
  • Astasila
  • Bakti
    • Puja
    • Namaskara
    • Pradaksina
    • Pindapata
    • Pelimpahan jasa
    • Ziarah
  • Sādhu
  • Sangha
  • Majelis
  • Sāriputta
  • Moggallāna
  • 10 murid utama Buddha Gotama
  • Vinaya
  • Pabbajjā
  • Upasampadā
Jenis penganut
  • Sāvaka
  • Upasaka-upasika
  • Kappiya
  • Aṭṭhasīlanī
  • Sayalay
  • Samanera-samaneri
  • Biksu
  • Biksuni
  • Kalyāṇamitta
4 tingkat kemuliaan
  • Sotapana
  • Sakadagami
  • Anagami
  • Arahat
Tempat ibadah
  • Wihara
    • Wat
    • Kyaung
  • Sima
  • Kuti
  • Cetiya
    • Stupa
    • Pagoda
    • Candi
  • Hari raya
  • Peringatan
  • Waisak
  • Asalha
  • Magha
  • Kathina
  • Hari Abhidhamma
  • Uposatha
  • Budaya
  • Masyarakat
  • Aborsi
  • Agama-agama Timur
  • Anikonisme
  • Arsitektur
  • Atomisme
  • Baháʼí
  • Bendera Buddhis
  • Buddhisme Terjun Aktif
  • Bunuh diri
  • Demokrasi
  • Darmacakra
  • Dunia Romawi
  • Ekonomi
  • Filsafat
  • Filsafat Barat
  • Gnostisisme
  • Helenistik
  • Hidangan
  • Hinduisme
  • Humanisme
  • Ilmu pengetahuan
  • Jainisme
  • Kalender
  • Kasta
  • Kecerdasan buatan
  • Kekerasan
  • Kekristenan
    • Pengaruh
    • Perbandingan
  • Masturbasi
  • Modernisme
  • Musik
  • Navayāna
  • Orientasi seksual
  • Penindasan
  • Perempuan
  • Psikologi
  • Relik Buddha
  • Rupang Buddha
  • Seksualitas
  • Sekularisme
  • Seni rupa
  • Sosialisme
  • Teosofi
  • Vegetarisme
  • Yahudi
  • Category Kategori
  •  Portal Agama
  •  Portal Buddhisme

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Etimologi
  2. Sastra Pali
  3. Suttapiṭaka
  4. Kitab risalah
  5. Meditasi
  6. Lihat pula
  7. Referensi
  8. Catatan
  9. Karya yang dikutip
  10. Pranala luar
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026