Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kejawen

Kejawen atau Jawanisme, yang juga disebut Kebatinan, Agama Jawa, dan Kepercayaan adalah tradisi budaya Jawa, yang terdiri dari perpaduan antara aspek-aspek Animisme, Buddha, Islam, dan Hindu. Hal ini berakar pada sejarah dan religiusitas Jawa, yang menyinkronkan aspek-aspek dari berbagai agama dan tradisi.

salah satu kepercayaan di dunia
Diperbarui 4 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kejawen
Ada usul agar Kepercayaan Jawa digabungkan ke artikel ini. (Diskusikan) Diusulkan sejak Maret 2026.
Jawanisme Politeistik
ꦏꦗꦮꦺꦤ꧀
Kajawèn
JenisKepercayaan tradisional
Badan
pemerintahan
Majelis Agama Kejawen Nasional Republik Indonesia
WilayahWilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur[1][2]
Bahasa
  • Jawa Kuno (terutama digunakan dalam ritual)
  • Jawa (terutama Jawa Bagongan)
Kantor pusatJawa Tengah
PengakuanDiakui secara resmi oleh pemerintah Indonesia
Terpisah dariKapitayan (Jawa monoteistik)
UmatJawa
Bagian dari seri
Agama di Jawa
Jawa

Jawa
Kebudayaan Jawa
Orang Jawa
Agama di Indonesia

Keagamaan asli

Kejawen (Pangestu • Perjalanan • Sapta Darma • Subud • Sumarah • lainnya)

Hinduisme

Hinduisme di Jawa

Buddhisme

Buddhisme di Indonesia
Buddhisme Esoteris Indonesia
Ajaran Siwa-Buddha
Sang Hyang Adi Buddha
Ashin Jinarakkhita
Majelis Buddhayana Indonesia
Saṅgha Theravāda Indonesia

Islam

Penyebaran Islam di Indonesia
Santri
Abangan
Wali Sanga
Nahdlatul Ulama
Muhammadiyah

Kekristenan

Kekristenan di Indonesia
Misionaris Sabda Allah
Gereja Ganjuran

Khonghucu

Agama Khonghucu pada zaman Orde Baru
Agama Khonghucu pada zaman Reformasi

  • l
  • b
  • s
Artikel ini adalah bagian dari seri
Agama asli Nusantara
Kaligrafi kata Hyang dalam aksara Jawa
Sumatra
Ugamo Malim • Pemena • Arat Sabulungan • Fanömba adu • Melayu
Jawa
Sunda Wiwitan (Madraisme & Buhun) • Kapitayan • Kejawen • Hindu Jawa • Saminisme
Nusa Tenggara
Hindu Bali • Halaika • Wetu Telu • Marapu • Jingi Tiu • Koda Kirin
Kalimantan
Kaharingan • Momolianisme • Bungan
Sulawesi
Aluk Todolo • Tolotang • Tonaas Walian • Adat Musi • Masade • Hindu Sulawesi
Maluku dan Papua
Naurus • Wor • Asmat
Organisasi
Portal «Agama»
  • l
  • b
  • s

Kejawen (bahasa Jawa: ꦏꦗꦮꦺꦤ꧀code: jv is deprecated , translit. Kajawèn) atau Jawanisme, yang juga disebut Kebatinan, Agama Jawa, dan Kepercayaan adalah tradisi budaya Jawa, yang terdiri dari perpaduan antara aspek-aspek Animisme, Buddha, Islam, dan Hindu. Hal ini berakar pada sejarah dan religiusitas Jawa, yang menyinkronkan aspek-aspek dari berbagai agama dan tradisi.

Etimologi

Seorang petapa Jawa sedang bersemadi di bawah pohon beringin pada era Hindia Belanda 1916.

Kata “Kejawen” berasal dari kata "Jawa", yang artinya dalam bahasa Indonesia adalah "segala sesuatu yang berhubungan dengan adat dan kepercayaan Jawa (Kejawaan)".

Sejatinya Kejawen adalah campuran Islam dan budaya Jawa, akulturasi, dan proses perpaduan antara tasawuf Islam dengan ajaran Jawa yang diprakarsai oleh Wali Sanga. Oleh karena itu, Kêjawen dapat disebut sebagai ajaran untuk menarik pemeluk agama lama kepada ajaran Islam dengan cara yang halus. Ajaran spiritual asli Jawa tidak memiliki nama. Orang Jawa tidak memiliki agama resmi sebelum masuknya agama-agama mancanegara, sebagaimana seperti Hindu, Buddha, Islam, Kristen.

Kitab dan Teks Utama

Kejawen tidak memiliki Kitab Suci, tetapi orang Jawa memiliki bahasa sandi yang dilambangkan dan disiratkan dalam semua sendi kehidupannya dan memercayai ajaran-ajaran Kejawen tertuang di dalamnya tanpa mengalami perubahan sedikitpun karena memiliki pakem (aturan yang dijaga ketat), kesemuanya merupakan ajaran yang tersirat untuk membentuk laku utama yaitu Tata Krama (Aturan Hidup Yang Luhur) untuk membentuk orang Jawa yang hanjawani (memiliki akhlak terpuji), hal-hal tersebut terutama banyak tertuang dalam jenis karya tulis sebagai berikut:

  • Kakawin (Sastra Kawi) – Kitab sastra metrum kuno (lama) berisi wejangan (nasihat) berupa ajaran yang tersirat dalam kisah perjalanan yang berjumlah 5 kitab, ditulis menggunakan aksara Jawa Kuno dan bahasa Jawa Kuno
  • Macapat (Sastra Carakan) – Kitab sastra metrum anyar (baru) berisi wejangan (nasihat) berupa ajaran yang tersirat dalam kisah perjalanan yang terdiri lebih dari 82 kitab, ditulis menggunakan aksara Jawa dan bahasa Jawa beberapa ditulis menggunakan huruf Pegon
  • Babad (Sejarah) – Kitab yang menceritakan sejarah nusantara berjumlah lebih dari 15 kitab, ditulis menggunakan aksara Jawa Kuno dan bahasa Jawa Kuno serta aksara Jawa dan bahasa Jawa
  • Suluk (Jalan Spiritual) – Kitab tata cara menempuh jalan supranatural untuk membentuk pribadi hanjawani yang luhur dan dipercaya siapa saja yang mengalami kesempurnaan akan memperoleh kekuatan supranatural yang berjumlah lebih dari 35 kitab, ditulis menggunakan aksara Jawa dan bahasa Jawa beberapa ditulis menggunakan huruf Pegon. Suluk juga merupakan jenis sastra yang ditembangkan.
  • Kidung (Doa-doa) – Sekumpulan doa-doa atau mantra-mantra yang dibaca dengan nada khas, sama seperti halnya doa lain ditujukan kepada tuhan bagi pemeluknya masing-masing yang berjumlah 7 kitab, ditulis menggunakan aksara Jawa dan bahasa Jawa
  • Piwulang (Pengajaran) – Secara bahasa berarti "yang diulang-ulang" berupa kitab yang mengajarkan tatanan terdiri dari Pituduh (Perintah) dan Wewaler (Larangan) untuk membentuk pribadi yang hanjawani, ditulis menggunakan aksara Jawa dan bahasa Jawa
  • Primbon (Himpunan) – Secara bahasa berarti "induk", "kumpulan", atau "rangkuman" berupa kitab praktik praktis dalam pelaksanaan tatanan adat sepanjang waktu, juga biasanya dilengkapi cara untuk membaca gelagat alam semesta untuk memprediksi kejadian. ditulis menggunakan aksara Jawa dan bahasa Jawa

Naskah-naskah di atas mencakup seluruh sendi kehidupan orang Jawa dari kelahiran sampai kematian, dari resep makanan kuno sampai asmaragama (kamasutra), dan ada ribuan naskah lainya yang menyiratkan kitab-kitab utama di atas dalam bentuk karya tulis, biasanya dalam bentuk ajaran nasihat, falsafah, kaweruh (pengetahuan), dan sebagainya.

Nawadewata

Arah Utara Timur Laut Timur Tenggara Selatan Barat Daya Barat Barat Laut Tengah Pengembangan
Dewa Wisnu Sambu Iswara Maheswara Brahma Rudra Mahadewa Sangkara Siwa -
Sakti Sri Mahadewi Uma Laksmi Saraswati Samodi Saci Rodri Durga -
Senjata Chakra Trisula Bajra Dupa Gada Mosala Nagapasa Angkusa Padma -
Wahana Garuda Wilmana Gajah Merak Angsa Kerbau Naga Singa Lembu -
Warna Hitam Biru Putih Dadu Merah Jingga Kuning Hijau Pancawarna -
Kasta Sudra Candala Brahmana Paria Ksatria Dalit Waisya - Paria -
Buta Taruna Pelung Jangkitan Dadu Langkir Jingga Lembu Kanya Gadang Tiga Sakti -
Aksara A ᬅᬁ Wa ᬯᬁ Sa ᬲᬁ Na   Ba ᬩᬁ Ma ᬫᬁ Ta ᬢᬁ Si ᬰᬶᬁ I ᬇᬁ / Ya ᬬᬁ -
Urip 4 6 5 8 9 3 7 1 8 2
Kalender Jawa (Tahun) Dal Wawu Ehé - - Jimawal dan Jimakhir Jé Alip - Bé
Kalender Jawa (Bulan) Ruwah Jumadil Awal Ba'da Mulud Mulud dan Besar Sura dan Sawal Jumadil Akhir dan Sela Sapar dan Rajab
Ekawara - - - - - - - Luang - -
Dwiwara Pepet - Menga - - - - - - -
Triwara Beteng - - - Pasah - Kajeng - - -
Caturwara - Sri - Menala - Laba - Jaya - -
Pancawara Wage - Umanis/Legi - Pahing - Pon - Kliwon -
Sadwara - Ariyang Urukung Paniron Was Maulu Tungleh - - -
Saptawara Soma Sukra Redite Wraspati Saniscara Anggara Buddha - - -
Astawara Uma Sri Indra Guru Yama Rudra Brahma Kala - -
Sangawara Urungan Tulus Dadi Dangu Jangur Gigis Nohan Ogan Erangan -
Wuku Ukir, Dungulan, Tambir, Wayang Kulantir, Kuningan, Medangkungan, Kulawu Tolu, Langkir, Matal, Dukut Gumbreg, Medangsia, Uye, Watugunung Wariga, Pujut, Menail Warigadian, Pahang, Prangbakat Sinta, Julungwangi, Krulut, Bala Landep, Sungsang, Merakih, Ugu - -
Hari Senin Jumat Ahad/Minggu Kamis Sabtu Selasa Rabu - Kamis -
Planet Astrologi Hindu (Nawagraha) Candra Sukra Surya Wrehaspati Sani Anggaraka Budha - Wrehaspati -
Tubuh Darah Mani Tulang Otak Otot Sumsum Kulit - Otak -
Unsur Air - Angin dan atau Kayu - Api - Logam - Tanah -
Islam Kejawen dan Sufistik Qomar Zahra Syams Musytari' Zuhal Marikh Atharid - Musytari' -
Sasih Kasa Karo, Katiga Kapat Kalima, Kanem Kapitu Kaulu, Kasanga Kedasa Jyesta, Sadha - -
Bhuwana Ampru Ineban Pepusuh Peparu Hati Usus Ungsilan Limpa Tumpuking hati -
Alit -

Beberapa Aliran Kejawen

Lihat pula: Daftar organisasi penghayat kepercayaan Indonesia

Terdapat ratusan aliran kejawen dengan penekanan ajaran yang berbeda-beda.

Akan tetapi aliran-aliran ini biasanya mengadopsi sifat monotheisme ajaran Islam dan ada hal-hal yang disarikan dari ajaran Islam serta menggunakan istilah berasal dari bahasa Arab.

Namun biasanya ajaran yang banyak anggotanya lebih menekankan pada cara mencapai keseimbangan hidup dan tidak melarang anggotanya mempraktikkan ajaran agama lain. Kejawen memiliki beberapa cabang aliran, diantaranya:

  • Jowo Sanyoto (Jawa Sanyata)
  • Padepokan Cakrakembang
  • Sapta Dharma
  • Kawruh Begia
  • Maneges
  • Abangan
  • Pangestu
  • Sumarah
  • Paguyuban Kawruh Jowo Lugu

Kepustakaan

  • Catatan singkat tentang organisasi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. [Jakarta]: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1997Proyek Inventarisasi Kepercayaan Terhadap Tuhan, Direktorat Pembinaan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Pemeliharaan CS1: Postscript (link)
  • Endraswana, Suwardi (2011). Kebatinan Jawa dan jagad mistik Kejawen. Yogyakarta: Lembu Jawa. ISBN 9789791650250.
  • Ensiklopedi Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Edisi 4). Jakarta: Direktorat Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film; Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. 2010 [2003]. ISBN 978-979-16071-1-7 http://pustaka.kebudayaan.kemdikbud.go.id/index.php?p=show_detail&id=7335&keywords=.
  • Geertz, Clifford (1982) [1960]. Abangan, santri, priyayi: dalam masyarakat Jawa [Religion of Java]. Jakarta: Pustaka Jaya. OCLC 23574765.
  • Hafidy, H.M. As'ad El (1977). Aliran-aliran Kepercayaan dan Kebatinan di Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia.
  • Hurmain (1991). Aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan mistikisme dalam Islam. Bumi Pustaka.
  • Ilyas, Abd. Mutholib (Drs.); Imam, Abd. Ghofur (Drs.) (1988). Aliran kepercayaan & kebatinan di Indonesia. Jakarta: Amin.
  • Imam, Suwarno S. (2005). Konsep Tuhan, manusia, mistik dalam berbagai Kebatinan Jawa. Jakarta: RajaGrafindo Persada. ISBN 9789797690106.
  • Kartapradja, Kamil (1985). Aliran kebatinan dan kepercayaan di Indonesia. Jakarta: Yayasan Masagung.
  • Mulder, Niels (1980) [1978]. Kebatinan dan Hidup Sehari-hari Orang Jawa: Kelangsungan dan Perubahan Kulturil [Mysticism and Everyday Life in Contemporery Java: cultural persistence and change]. Jakarta: Gramedia.
  • Popov, Igor (Dr. Igor Popov, LLM) (2017). "6. Agama-agama asli". Buku rujukan semua aliran dan perkumpulan agama di Indonesia. Singaraja: Toko Buku Indra Jaya. hlm. 96–104. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  • Rasjidi, Mohammad (Dr.H. Mohammad Rasjidi) (1967). Islam dan Kebatinan. Jakarta: Bulan Bintang.
  • Romdon (1993). Tashawwuf dan aliran kebatinan: perbandingan antara aspek-aspek mistikisme Islam dengan aspek-aspek mistikisme Jawa. Yogyakarta: Lembaga Studi Filsafat Islam. ISBN 9789795670018.
  • Simuh (Dr.) (1995). Sufisme Jawa: transformasi tasawuf Islam ke mistik Jawa. Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya.
  • Stange, Paul (Dr.) (2009). Kejawen Modern: Hakikat dalam Penghayatan Sumaroh (PDF). Diterjemahkan oleh Chandra Utama. Yogyakarta: LKiS. ISBN 978-979-978-53-8-1.
  • Stange, Paul (Dr.) (2007) [1998]. Politik Perhatian: Rasa dalam Kebudayaan Jawa (PDF) (Edisi 2). Yogyakarta: LKiS. ISBN 978-979-1283-08-3.
  • Subagya, Rahmat (1973). Kepercayaan: Kebatinan–Kerohanian–Kejiwaan dan agama. Yogyakarta: Kanisius.
  • Tjahjono, Pramadi (2018-11-30). "Peranan Kejawen dan Islam dalam Praktik Ziarah serta Upacara Labuhan di Parangkusuma, Yogyakarta". DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani. 3 (1): 74. doi:10.30648/dun.v3i1.179. ISSN 2541-3945.
  • Shashangka, Damar (2014). Induk Ilmu Kejawen: Wirid Hidayat Jati. Jakarta: Dolphin. ISBN 9789791701143. LCCN 2014316447. OL 31079546M. OL23242871W. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

  • (Inggris) JagadKejawen – The Javanese Culture & Spirituality
  • (Inggris) Kejawen – Kawruh & Spiritual Jawa
  • (Jawa) Javanese Manuscripts
  • (Inggris) A center for Javanese Metaphysics and Kundalini Yoga
  • (Inggris) Sumarah
  • (Inggris) Introducing to Javanese moral behavior, etiquettes & tradition Diarsipkan 2012-11-16 di Wayback Machine.
  • (Inggris) Enter the Book of Being
  • (Inggris) SUMARAH: A Study of the Art of Living
  • (Inggris) Religion at Java Diarsipkan 2013-12-30 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Agama dan kepercayaan di Indonesia
Agama dan
kepercayaan
  • Adat Lawas
  • Adat Musi
  • Agama Buhun
  • Agama Helu
  • Aji Dipa
  • Aliran Kebatinan Tak Bernama
  • Aluk Todolo
  • Ameok
  • Anak Cucu Bandha Yudha
  • Angesthi Sampurnaning Kautaman
  • Anggayuh Panglereming Nafsu
  • Arat Sabulungan
  • Babolin
  • Babukung
  • Baha'i
  • Basorah
  • Buddha
    • Therawada
    • Mahayana
    • Vajrayana
    • Buddhayana
    • Maitreya
    • Tridharma
    • Nichiren Shoshu
  • Budi Daya
  • Budi Rahayu
  • Budi Sejati
  • Bumi Hantoro
  • Cakramanggilingan
  • Dharma Murti
  • Empung Lokon Esa
  • Era Wulan Watu Tana
  • Galih Puji Rahayu
  • Gautami
  • Golongan Si Raja Batak
  • Guna Lera Wulan Dewa Tanah Ekan
  • Gunung Jati
  • Hajatan
  • Habonaron Do Bona
  • Hak Sejati
  • Hangudi Bawono Tata Lahir Batin
  • Hangudi Lakuning Urip
  • Hardo Pusoro
  • Hidup Betul
  • Hindu
    • Bali
    • Jawa
    • Kaharingan
    • Towani Tolotang
    • Siwa-Buddha
  • Ilmu Goib
  • Ilmu Goib Kodrat Alam
  • Imbal Wacono
  • Islam
    • Abangan
      • modern
    • Ahmadiyyah
    • Islam Nusantara
    • LDII
    • Modernis
    • Al-Qiyadah Al-Islamiyah
    • Salafi
    • Syiah
    • Tradisionalis
    • Wahidiyah
    • Wetu Telu
  • IWKU
  • Jainisme
  • Jawa Domas
  • Jingi Tiu
  • Kapitayan
  • Kejawen
  • Khonghucu
  • Koda Kirin
  • Kristen
    • Katolik
    • Mormonisme
    • Ortodoks
    • Protestan
    • Saksi-Saksi Yehuwa
  • Lera Wulan Dewa Tanah Ekan
  • Malesung
  • Marapu
  • Mazuisme
  • Masade
  • Naurus
  • Parmalim
  • Pelebegu
  • Pemena
  • Pepandyo
  • Perjalanan
  • Purwoduksino
  • Rila
  • Salamullah
  • Sedulur Sikep
  • Sikh
  • Sirnagalih
  • Subud
  • Sumarah
  • Sunda Wiwitan
    • Madraisme
  • Taoisme
  • Tonaas Walian
  • Wor
  • Yahudi
Ireligiusitas
  • Ateisme
Sejarah
  • Mitologi Indonesia
  • Daftar Dewa-Dewi Indonesia
  • Indianisasi Asia Tenggara
  • Penyebaran agama Buddha di sepanjang Jalur Sutra
  • Buddhisme Esoteris Indonesia
  • Penyebaran Islam di Nusantara
  • Pembantaian Banyuwangi 1998
  • Kerusuhan Poso
  • Konflik sektarian Maluku
  • Insiden Monas
Kajian agama
  • Agama asli Nusantara dan aliran kepercayaan
  • Agama impor
Hukum dan hak
  • Hukum penistaan agama
    • Langit Makin Mendung
    • Kontroversi angket Majalah Monitor
    • Aksi 2 Desember
  • Kebebasan beragama
  • l
  • b
  • s
Filsafat Jawa
Diri dan Ketuhanan
  • Bhinneka Tunggal Ika
  • Hyang
  • Manunggaling kawula gusti
  • Mati sajroning urip
  • Ngudi kasampurnan
  • Rasa jati
  • Sangkan paraning dumadi
  • Sedulur papat
  • Suwung
  • Tombo ati
  • Tridaya
Kesusilaan
  • Empan papan
  • Ewuh pakewuh
  • Mikul dhuwur, mendhem jero
  • Ngalah, ngalih, ngamuk
  • Ngunduh wohing pakarti
  • Nrima ing pandum
  • Ojo dumeh
  • Pager mangkok
  • Pasemon
  • Samadya
  • Sawang sinawang
  • Sumarah
Keindahan
  • Estetika Jawa (sekumpulan konsep keindahan)
  • Memayu hayuning bawana
  • Asmaragama
Kepemimpinan
  • Astabrata
  • Ing ngarsa sung tuladha
  • Jer basuki mawa béya
  • Rawe-rawe rantas
  • Sura dira jayaningrat
  • Tiji Tibeh
  • Tridarma
Pengetahuan
  • Ilmu titen
  • Kawruh Begja
  • Kawruh Jiwa
  • Macapat
  • Palintangan Jawa
  • Pawukon
  • Primbon
  • Sumbu Filosofis
Tokoh
  • Empu Kanwa
  • Empu Tantular
  • Empu Panuluh
  • Ki Ageng Suryomentaram
  • Koentjaraningrat
  • Notonagoro
  • Parmono
  • Poerbatjaraka
  • Pakubuwana IV
  • Ranggawarsita
  • Selo Soemardjan
  • Soenoto
  • Sosrokartono
  • Supadjar
  • Yasadipura I
Pustaka
  • Sastra Jawa Baru
  • Arjunawijaya
  • Arjunawiwāha
  • Bhāratayuddha
  • Dewaruci
  • Serat Centhini
  • Serat Kalatidha
  • Ramayana
  • Serat Wedhatama
  • Serat Wirid
  • Sutasoma
  • Wulangreh
Lain-lain
  • Saminisme
  • Kejawen
  1. ↑ Oey 2000, hlm. 58-59.
  2. ↑ Mulder 2005, hlm. 16.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Etimologi
  2. Kitab dan Teks Utama
  3. Nawadewata
  4. Beberapa Aliran Kejawen
  5. Kepustakaan
  6. Pranala luar

Artikel Terkait

Tradisi malam satu suro

Tradisi Malam Satu Suro/Sura adalah satu dari tradisi pada bulan keramat berdasarkan kepercayaan masyarakat Pulau Jawa. Tradisi ini menjadi sebuah hal

Manunggaling kawula gusti

Manunggaling kawula gusti adalah salah satu ajaran dan kepercayaan dalam Kejawen yang bermakna menyatunya makhluk, orang biasa (kawula) dengan ratu (raja)

Tatanan Dunia Baru

elit kekuatan rahasia dengan agenda globalis berkonspirasi untuk akhirnya menguasai dunia melalui pemerintahan satu dunia yang otoriter

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026