Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sastra Jawa Baru

Sastra Jawa Baru sekiranya muncul setelah masuknya agama Islam di pulau Jawa pada Demak antara abad kelima belas dan keenam belas Masehi.

Wikipedia article
Diperbarui 9 September 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Sastra Jawa Baru" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Sastra Jawa
Sastra Jawa Kuno
Sastra Jawa Pertengahan
Sastra Jawa Baru
Sastra Jawa Modern
Sastra terkait
Sastra Jawa-Bali
Sastra Jawa-Lombok
Sastra Jawa-Madura
Sastra Jawa-Palembang
Sastra Jawa-Sunda
Sastra Jawa-Tionghoa
  • l
  • b
  • s

Sastra Jawa Baru sekiranya muncul setelah masuknya agama Islam di pulau Jawa pada Demak antara abad kelima belas dan keenam belas Masehi.

Dengan masuknya Islam, orang Jawa mendapatkan ilham baru dalam menulis karya sastra mereka. Maka, pada masa-masa awal, zaman Sastra Jawa Baru, banyak pula digubah karya-karya sastra mengenai Islam. Suluk Malang Sumirang adalah salah satu yang terpenting.

Lalu pada masa ini muncul pula karya-karya sastra yang bersifat ensiklopedis seperti Serat Jatiswara dan Serat Centhini. Para penulis 'ensiklopedia' itu rupanya ingin mengumpulkan dan melestarikan semua ilmu yang (masih) ada di pulau Jawa, sebab karya-karya sastra ini mengandung banyak pengetahuan dari masa yang lebih lampau, yaitu masa sastra Jawa Kuno.

Gaya bahasa pada masa-masa awal masih mirip dengan Bahasa Jawa Pertengahan. Setelah tahun ~ 1650, bahasa Jawa gaya Surakarta menjadi semakin dominan. Setelah masa ini, ada pula renaisans Sastra Jawa Kuno. Kitab-kitab kuno yang bernapaskan agama Hindu-Buddha mulai dipelajari lagi dan digubah dalam bahasa Jawa Baru.

Sebuah jenis karya yang khusus adalah babad, yang menceritakan sejarah. Jenis itu juga dapat dijumpai pada Sastra Jawa-Bali.

Daftar Cuplikan Karya Sastra Jawa Baru

Masa Islam

  • Kidung Rumeksa ing Wengi
  • Kitab Sunan Bonang
  • Primbon Islam
  • Suluk Sukarsa
  • Serat Koja Jajahan
  • Suluk Wujil
  • Suluk Malang Sumirang
  • Serat Nitisruti
  • Serat Nitipraja
  • Serat Sewaka
  • Serat Menak
  • Serat Yusup
  • Serat Rengganis
  • Serat Manik Maya
  • Serat Ambiya
  • Serat Kandha

Masa Renaisans dan sesudahnya

  • Serat Rama Kawi
  • Serat Bratayuda, Kyai Yasadipura
  • Serat Panitisastra
  • Serat Arjunasasra
  • Serat Mintaraga, Ingkang Sinuwun Pakubuwana III
  • Serat Darmasunya
  • Serat Dewaruci
  • Serat Ambiya Yasadipuran, Kyai Yasadipura
  • Serat Tajusalatin
  • Serat Cebolek
  • Serat Sasanasunu
  • Serat Wicara Keras
  • Serat Kalatidha, Raden Ngabehi Ranggawarsita
  • Serat Paramayoga, Raden Ngabehi Ranggawarsita
  • Serat Jitapsara
  • Serat Pustaka Raja
  • Serat Cemporet
  • Serat Damar Wulan, Raden Panji Jayasubrata, 1871
  • Serat Darmagandhul

Babad-Babad

  • Babad Giyanti
  • Babad Prayut
  • Babad Pakepung
  • Babad Tanah Jawi

Pranala luar

  • Sstra Jawa: Kapustakan Jawi http://www.sastra.org/bahasa-dan-budaya/45-pengetahuan-bahasa/1633-kapustakan-jawi-purbacaraka-1954-172 Diarsipkan 2017-04-03 di Wayback Machine.
  • Sastra Jawa: Kasusastran Jawi Enggal http://www.sastra.org/bahasa-dan-budaya/45-pengetahuan-bahasa/1564-kasusastran-jawi-enggal-sastrasuwignya-1938-732 Diarsipkan 2017-03-12 di Wayback Machine.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Daftar Cuplikan Karya Sastra Jawa Baru
  2. Masa Islam
  3. Masa Renaisans dan sesudahnya
  4. Babad-Babad
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Sastra Jawa

bahasa Jawa (Kuno). Sastra Jawa dibagi dalam empat masa: Sastra Jawa Kuno Sastra Jawa Pertengahan Sastra Jawa Baru Sastra Jawa Modern Sastra Jawa Kuno atau

Sastra Jawa Pertengahan

abad ke-16 Sastra Jawa Pertengahan merupakan kelanjutan dari Sastra Jawa Kuno , akan tetapi berbeda dengan Sastra Jawa Kuno karena Sastra Jawa Pertengahan

Sastra Jawa-Sunda

sastra yang ditulis orang Sunda menggunakan bahasa Jawa

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026