Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sawang sinawang

Sawang sinawang adalah sebuah ungkapan bahasa Jawa tentang perilaku membanding-bandingkan kehidupan diri sendiri dengan orang lain. Pepatah ini mengandung ajaran untuk tidak membanding-bandingkan kehidupan seseorang dengan orang lain, karena apa yang dipandang belum tentu seindah atau semudah yang tampak.

Wikipedia article
Diperbarui 12 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sawang sinawang
Memandangi kehidupan seseorang dari dalam rumah.

Sawang sinawang (aksara Jawa: ꦱꦮꦁꦱꦶꦤꦮꦁ; bahasa Indonesia: memandang dipandang/saling memandang) adalah sebuah ungkapan bahasa Jawa tentang perilaku membanding-bandingkan kehidupan diri sendiri dengan orang lain. Pepatah ini mengandung ajaran untuk tidak membanding-bandingkan kehidupan seseorang dengan orang lain, karena apa yang dipandang belum tentu seindah atau semudah yang tampak.[1]

Pepatah ini juga mengajak orang untuk tidak iri dengan kesuksesan orang lain,[2] selalu bersyukur dan menerima.[3] Pendapat lain mengungkapkan bahwa sawang sinawang adalah kesempatan untuk saling becermin, berempati atau mengandaikan apabila dirinya berada di posisi orang yang sedang diperbandingkan.[4] Sawang sinawang juga dapat digunakan sebagai wahana belajar.[5]

Sawang sinawang, dalam keilmuan psikologi, dianggap sepadan atau berhubungan dengan konsep persepsi sebagaimana kita mengenal orang-orang hanya dari yang terlihat atau terdengar mengenai orang tersebut, lantas menduga dan menyimpulkan orang tersebut dari sana.[6]

Dalam era digital, media sosial disebut menjadi ajang sawang sinawang, tempat orang membanding-bandingkan diri mereka dengan orang lain, padahal yang terlihat di layar ponsel belum tentu seindah dan senyata yang sebenarnya di dunia nyata.[1]

Peribahasa

Sawang sinawang diambil dari kalimat peribahasa Jawa urip iku mung sawang sinawang "hidup itu hanya memandang dipandang" atau versi selengkapnya urip iku mung sawang sinawang, mula aja mung nyawang sing kesawang "hidup itu hanya tentang memandang dan dipandang, jadi jangan hanya memandang dari apa yang terlihat." Peribahasa ini bisa disejajarkan/berhubungan dengan peribahasa Indonesia rumput tetangga lebih hijau yang bermakna melihat kehidupan orang lain lebih baik.[7]

Contoh

Beberapa contoh kasus sawang sinawang sebagai berikut:[8]

  • Melihat orang selalu bahagia, ternyata ia pandai bersyukur dan menutupi kesedihan.
  • Melihat orang kaya, ternyata ia menutupi kekurangannya.
  • Melihat kehidupan orang bebas dari ujian, ternyata ia hanya bersabar dan tidak memperlihatkan.

Catatan kaki

  1. 1 2 developer, Lampost co (2019-01-21). "Sawang Sinawang Era Digital". LAMPOST.CO - PORTAL BERITA LAMPUNG TERKINI. Diakses tanggal 2019-10-06.
  2. ↑ "Hidup itu Sawang Sinawang, Jangan Iri Kepada Kesuksesan Orang Lain". Diakses tanggal 2019-10-06.
  3. ↑ "Ini Makna Filsafah Sawang Sinawang". Komering Online (dalam bahasa American English). 2017-11-07. Diakses tanggal 2019-10-06.
  4. ↑ Nadjib, Emha Ainun (2018-04-22). Gelandangan di Kampung Sendiri (Republish) (dalam bahasa Arab). Bentang Pustaka. ISBN 9786022914723.
  5. ↑ Nadjib, Emha Ainun (2016-11-30). Hidup Itu harus Pintar Ngegas Ngerem. Noura Books. ISBN 9786023851508.
  6. ↑ Hidayat, Komaruddin (2019-06-01). Agama untuk Peradaban: Membumikan Etos Agama dalam Kehidupan. Pustaka Alvabet. ISBN 9786232200524.
  7. ↑ "Urip iku mung sawang sinawang, mula aja mung nyawang sing kesawang..." kirakirademikian (dalam bahasa American English). 2016-01-07. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-10-06. Diakses tanggal 2019-10-06.
  8. ↑ AdminDesa. "Pepatah jawa "Sawang-sinawang" sebagai Renungan Diri". Diakses tanggal 2019-10-06.
  • l
  • b
  • s
Filsafat Jawa
Diri dan Ketuhanan
  • Bhinneka Tunggal Ika
  • Hyang
  • Manunggaling kawula gusti
  • Mati sajroning urip
  • Ngudi kasampurnan
  • Rasa jati
  • Sangkan paraning dumadi
  • Sedulur papat
  • Suwung
  • Tombo ati
  • Tridaya
Kesusilaan
  • Empan papan
  • Ewuh pakewuh
  • Mikul dhuwur, mendhem jero
  • Ngalah, ngalih, ngamuk
  • Ngunduh wohing pakarti
  • Nrima ing pandum
  • Ojo dumeh
  • Pager mangkok
  • Pasemon
  • Samadya
  • Sawang sinawang
  • Sumarah
Keindahan
  • Estetika Jawa (sekumpulan konsep keindahan)
  • Memayu hayuning bawana
  • Asmaragama
Kepemimpinan
  • Astabrata
  • Ing ngarsa sung tuladha
  • Jer basuki mawa béya
  • Rawe-rawe rantas
  • Sura dira jayaningrat
  • Tiji Tibeh
  • Tridarma
Pengetahuan
  • Ilmu titen
  • Kawruh Begja
  • Kawruh Jiwa
  • Macapat
  • Palintangan Jawa
  • Pawukon
  • Primbon
  • Sumbu Filosofis
Tokoh
  • Empu Kanwa
  • Empu Tantular
  • Empu Panuluh
  • Ki Ageng Suryomentaram
  • Koentjaraningrat
  • Notonagoro
  • Parmono
  • Poerbatjaraka
  • Pakubuwana IV
  • Ranggawarsita
  • Selo Soemardjan
  • Soenoto
  • Sosrokartono
  • Supadjar
  • Yasadipura I
Pustaka
  • Sastra Jawa Baru
  • Arjunawijaya
  • Arjunawiwāha
  • Bhāratayuddha
  • Dewaruci
  • Serat Centhini
  • Serat Kalatidha
  • Ramayana
  • Serat Wedhatama
  • Serat Wirid
  • Sutasoma
  • Wulangreh
Lain-lain
  • Saminisme
  • Kejawen

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Peribahasa
  2. Contoh
  3. Catatan kaki

Artikel Terkait

Pancasila

Ideologi resmi Indonesia

Mapalus

pakarti Nrima ing pandum Ojo dumeh Pancasila Rawe-rawe rantas Samadya Sawang sinawang Sura dira jayaningrat Sunda Cageur, bageur, bener, pinter, singer Nyaah

Satu Nusa Satu Bangsa

salah satu lagu kebangsaan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026