Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bhinneka Tunggal Ika

Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan atau moto bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia yaitu Garuda Pancasila. Semboyan negara ini menggambarkan kondisi Indonesia yang mempunyai banyak keragaman kemajemukan suku, budaya, adat dan agama tetapi tetap menjadi satu bangsa utuh. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya adalah “Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua”.

semboyan bangsa Indonesia
Diperbarui 3 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bhinneka Tunggal Ika
Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika di pita.

Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan atau moto bangsa Indonesia yang tertulis pada lambang negara Indonesia yaitu Garuda Pancasila. Semboyan negara ini menggambarkan kondisi Indonesia yang mempunyai banyak keragaman kemajemukan suku, budaya, adat dan agama tetapi tetap menjadi satu bangsa utuh.[1] Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya adalah “Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua”.[2]

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dengan demikian sangat wajar apabila mempunyai banyak suku, agama, ras, dan antar golongan. Keragaman tersebut hidup saling menghormati dan menghargai dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.[3]

Kata bhinnêka ꦨꦶꦤ꧀ꦤꦺꦏ berasal dari dua kata yang mengalami sandhi, yaitu bhinna ꦨꦶꦤ꧀ꦤ 'terpisah, berbeda' dan ika ꦆꦏ 'itu'. Kata tunggal ꦠꦸꦔ꧀ꦒꦭ꧀ berarti 'satu'. Secara harfiah, Bhinneka Tunggal Ika ꧋ꦨꦶꦤ꧀ꦤꦺꦏꦠꦸꦔ꧀ꦒꦭꦶꦏ꧉ secara eksplisit dapat diartikan "Berbeda itu tetap satu", yang bermakna meskipun dalam aneka keberanekaragaman — pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap merupakan satu kesatuan utuh nan kokoh. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam adat, istiadat dan budaya, serta bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan serta kepercayaan.

Kalimat ini merupakan kutipan dari sebuah kakawin Jawa Kuno yaitu kakawin Sutasoma, karangan Mpu Tantular sekitar abad ke-14, di bawah pemerintahan Raja Rājasanagara, yang juga dikenal sebagai Hayam Wuruk Maharaja ke-4 Majapahit yang memerintah tahun 1350–1389, Kakawin ini istimewa karena mengajarkan toleransi antara umat Hindu Siwa dengan umat Buddha.[4]

Tujuan

Tujuan dari Bhinneka Tunggal Ika adalah untuk mengembangkan motivasi dan menghargai keragaman. Tanpa wawasan tersebut, akan sulit untuk memajukan kedaulatan dan kemerdekaan nasional Indonesia.

Cita-cita tersebut menjadi landasan nasionalisme masyarakat Indonesia. Tujuan dari kebangkitan nasionalis yang dipimpin Bhinneka Tunggal Ika adalah untuk menanamkan loyalitas dan dedikasi pada masyarakat dan bangsa.[1]

Sajak penuh

Kutipan ini berasal dari pupuh 139, bait 5. Bait ini secara lengkap seperti di bawah ini:

꧋ꦫ꧀ꦮꦴꦤꦺꦏꦣꦴꦠꦸꦮꦶꦤꦸꦮꦸꦱ꧀ꦧꦸꦢ꧀ꦣꦮꦶꦯ꧀ꦮ꧈

ꦨꦶꦤ꧀ꦤꦊꦏꦶꦫꦏ꧀ꦮꦫꦶꦁꦄꦥꦤ꧀ꦏꦺꦤꦥꦮꦂꦤꦺꦴꦱꦺꦤ꧀꧈

ꦩꦔ꧀ꦏꦁꦗꦶꦤꦠ꧀ꦮꦏꦭꦮꦤ꧀ꦯꦶꦮꦠꦠ꧀ꦮꦠꦸꦔ꧀ꦒꦭ꧀꧈

ꦨꦶꦤ꧀ꦤꦺꦏꦠꦸꦔ꧀ꦒꦭꦶꦏꦠꦤ꧀ꦲꦤꦣꦩ꧀ꦩꦂꦩꦔ꧀ꦮꦿ꧉

Rwāneka dhātu winuwus Buddha Wiswa,
Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen,
Mangka ng Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal,
Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.

Terjemahan:

Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda.
Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali?
Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal
Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran.

Terjemahan ini didasarkan, dengan adaptasi kecil, pada edisi teks kritis oleh Dr. Soewito Santoso.[5]

Galeri

  • Tarian dengan peserta berpakaian adat suku-suku di Indonesia.
    Tarian dengan peserta berpakaian adat suku-suku di Indonesia.
  • Arak-arakan dengan tulisan "Bhinneka Tunggal Ika" menampilkan anak-anak dengan baju adat berbagai suku di Indonesia.
    Arak-arakan dengan tulisan "Bhinneka Tunggal Ika" menampilkan anak-anak dengan baju adat berbagai suku di Indonesia.
  • Penyanyi-penyanyi mengenakan pakaian adat di Indonesia
    Penyanyi-penyanyi mengenakan pakaian adat di Indonesia
  • Anak-anak berpakaian adat daerah, umumnya digunakan untuk mengekspresikan keanekaragaman Indonesia.
    Anak-anak berpakaian adat daerah, umumnya digunakan untuk mengekspresikan keanekaragaman Indonesia.
  • Karnaval baju daerah untuk menunjukkan keberagaman budaya.
    Karnaval baju daerah untuk menunjukkan keberagaman budaya.

Lihat pula

  • flagPortal Indonesia
  • Buddha
  • Hindu
  • Majapahit
  • E pluribus unum

Referensi

  1. 1 2 Widiyani, Rosmha. "Arti Bhinneka Tunggal Ika, Tujuan, Makna dari Kalimat Semboyan Indonesia". detikedu. Diakses tanggal 2023-05-31.
  2. ↑ Kakawin Sutasoma
  3. ↑ Rahim, Rahmawaty (2012). "SIGNIFIKANSI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL TERHADAP KELOMPOK MINORITAS". Analisis: Jurnal Studi Keislaman. 12 (1): 161–182. doi:10.24042/ajsk.v12i1.634. ISSN 2502-3969.
  4. ↑ "UUD 1945". depkumham.go.id. Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 12 Februari 2010. ;
  5. ↑ Santoso, Soewito Sutasoma, a Study in Old Javanese Wajrayana 1975:578. New Delhi: International Academy of Culture
  • l
  • b
  • s
Topik Indonesia
Sejarah Nusantara
(pra-Indonesia)
  • Garis waktu
  • Prasejarah
  • Kerajaan Hindu-Buddha
  • Kerajaan Islam
  • Kerajaan Kristen
  • Era kolonial Portugis
  • Era VOC
  • Era Hindia Belanda
  • Era pendudukan Jepang
Sejarah Indonesia
  • Sejarah nama
  • Proklamasi
  • Era transisi
    • Revolusi nasional
    • KMB
    • Pengakuan Belanda
  • Era RIS
  • Era demokrasi liberal
    • Dekret Presiden 5 Juli 1959
    • Pemilihan Umum 1955
  • Era demokrasi terpimpin
    • Politik Mercusuar
    • Trikora
    • Konfrontasi ke Malaysia
    • G30S
  • Era orde baru
    • Supersemar
    • Pendudukan di Timor Timur
    • Gerakan 1998
  • Era reformasi
    • Referendum Timor Timur
Geografi
  • Air terjun
  • Bendungan dan waduk
  • Danau
  • Pegunungan
    • Gunung berapi
  • Pulau dan kepulauan
    • menurut provinsi
    • abjad A-L
    • M-Z
  • Perairan
    • Laut
    • Pantai
    • Selat
    • Sungai
    • Teluk
  • Tanjung
  • Tempat
  • Titik-titik garis pangkal
  • Wilayah
Politik dan
pemerintahan
  • Ibu kota negara
  • Lembaga negara
  • Pemerintah
  • Presiden
    • Kementerian
  • MPR
    • DPR
    • DPD
  • Kekuasaan kehakiman
    • MA
    • MK
    • KY
  • BPK
  • Perwakilan di luar negeri
  • Kepolisian
  • Militer
  • Administratif (Provinsi
  • Kabupaten/kota
  • Kecamatan dan kelurahan/desa)
  • Hubungan luar negeri
  • Hukum
  • Undang-undang
  • Pemilu
  • Partai politik
  • Kewarganegaraan
Ekonomi
  • APBN
  • APBD
  • Bank
  • Pasar modal
    • IDX
    • JFX
  • Pariwisata
  • Pertanian dan perkebunan
  • Perusahaan
    • BUMN
  • Sains dan teknologi
  • Transportasi
    • Penerbangan
    • Perkeretaapian
Demografi
  • Suku bangsa
  • Bahasa nasional
  • Bahasa daerah
  • Agama
  • Nama orang
  • Tokoh
  • Kesehatan
    • Kesehatan hewan
    • Pelayanan kesehatan
  • Pendidikan
  • Olahraga
Budaya
  • Seni
    • Film
    • Tari
    • Sastra
    • Musik
    • Lagu
    • Teater
    • Bela diri
  • Masakan
  • Mitologi
  • Permainan tradisional
  • Busana daerah
  • Arsitektur
    • Bandar udara
    • Pelabuhan
    • Stasiun kereta api
    • Terminal
    • Pembangkit listrik
  • Warisan Budaya
    • UNESCO
    • Wayang
    • Batik
    • Keris
    • Angklung
    • Tari Saman
    • Noken
Simbol
  • Sang Saka Merah Putih
  • Garuda Pancasila
  • Ibu Pertiwi
  • Nusantara
Flora dan fauna
  • Fauna Indonesia
    • Binatang endemik
    • Identitas nasional dan regional
  • Flora Indonesia
    • Tumbuhan endemik
    • Identitas nasional dan regional
  • Burung
    • endemik
  • Ikan
  • Mamalia
  • Reptil
  • Cagar alam
  • Suaka margasatwa
  • Taman nasional
  • Terumbu karang
Lainnya
  • Media
  • Telekomunikasi
    • Internet
    • Permainan video
  • Penyiaran
    • Televisi
      • Terestrial
      • Berlangganan
    • Radio
  • Tanda kehormatan
  • Kode pos
  • Kode telepon
  • Kode kendaraan
  • Hari penting
Outline Garis besar • Portal Portal
  • l
  • b
  • s
Filsafat Jawa
Diri dan Ketuhanan
  • Bhinneka Tunggal Ika
  • Hyang
  • Manunggaling kawula gusti
  • Mati sajroning urip
  • Ngudi kasampurnan
  • Rasa jati
  • Sangkan paraning dumadi
  • Sedulur papat
  • Suwung
  • Tombo ati
  • Tridaya
Kesusilaan
  • Empan papan
  • Ewuh pakewuh
  • Mikul dhuwur, mendhem jero
  • Ngalah, ngalih, ngamuk
  • Ngunduh wohing pakarti
  • Nrima ing pandum
  • Ojo dumeh
  • Pager mangkok
  • Pasemon
  • Samadya
  • Sawang sinawang
  • Sumarah
Keindahan
  • Estetika Jawa (sekumpulan konsep keindahan)
  • Memayu hayuning bawana
  • Asmaragama
Kepemimpinan
  • Astabrata
  • Ing ngarsa sung tuladha
  • Jer basuki mawa béya
  • Rawe-rawe rantas
  • Sura dira jayaningrat
  • Tiji Tibeh
  • Tridarma
Pengetahuan
  • Ilmu titen
  • Kawruh Begja
  • Kawruh Jiwa
  • Macapat
  • Palintangan Jawa
  • Pawukon
  • Primbon
  • Sumbu Filosofis
Tokoh
  • Empu Kanwa
  • Empu Tantular
  • Empu Panuluh
  • Ki Ageng Suryomentaram
  • Koentjaraningrat
  • Notonagoro
  • Parmono
  • Poerbatjaraka
  • Pakubuwana IV
  • Ranggawarsita
  • Selo Soemardjan
  • Soenoto
  • Sosrokartono
  • Supadjar
  • Yasadipura I
Pustaka
  • Sastra Jawa Baru
  • Arjunawijaya
  • Arjunawiwāha
  • Bhāratayuddha
  • Dewaruci
  • Serat Centhini
  • Serat Kalatidha
  • Ramayana
  • Serat Wedhatama
  • Serat Wirid
  • Sutasoma
  • Wulangreh
Lain-lain
  • Saminisme
  • Kejawen
  • l
  • b
  • s
Filsafat Indonesia
Jawa & Sansekerta
  • Astabrata
  • Bhinneka Tunggal Ika
  • Empan papan
  • Ing ngarsa sung tuladha
  • Jer basuki mawa béya
  • Gotong royong
  • Manunggaling kawula gusti
  • Memayu hayuning bawana
  • Mikul dhuwur, mendhem jero
  • Ngalah, ngalih, ngamuk
  • Ngunduh wohing pakarti
  • Nrima ing pandum
  • Ojo dumeh
  • Pancasila
  • Rawe-rawe rantas
  • Samadya
  • Sawang sinawang
  • Sura dira jayaningrat
Sunda
  • Cageur, bageur, bener, pinter, singer
  • Nyaah ka indung
  • Silih asah, silih asih, silih asuh
  • Someah hade ka semah
Bali
  • Tri hita karana
  • Tri kaya parisudha
Minangkabau
  • Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah
  • Anak dipangku, kamanakan dibimbiang
  • Hidup segan mati tak mau
  • Telunjuk lurus kelingking berkait
Batak
  • Anakkon hi do hamoraon di au
  • Dalihan na tolu
  • Hamoraon, hagabeon, hasangapon
  • Marsialapari
  • Ugamo Malim
Bugis - Makassar
  • Siri’ na pacce
  • Lempu' na getteng
Banjar
  • Waja sampai kaputing
Madura
  • Lebbi bagus pote tollang
Minahasa
  • Mapalus
Melayu
  • Budi dan bahasa
  • Lempar batu sembunyi tangan
  • Malu itu adalah iman
  • Udang di balik batu
Dayak
  • Belom Bahadat
  • Handep
  • Huma betang
  • Tiwah
Sasak
  • Tarekat Wetu Telu
Lainnya
  • Salam Lintas Agama
  • Hukum kekekalan penderitaan
Lihat pula: Daftar Filsuf Indonesia & Kearifan lokal Indonesia

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Tujuan
  2. Sajak penuh
  3. Galeri
  4. Lihat pula
  5. Referensi

Artikel Terkait

Lambang negara Indonesia

lambang dan semboyan yang digunakan Indonesia

Wawasan kebangsaan

segenap bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan nasional yang berarti "Berbeda-beda tetapi tetap satu". Semboyan ini

Indonesia

negara di Asia Tenggara dan Oseania

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026