Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Buhun (agama asli Sunda)

Buhun adalah ajaran kuno para leluhur Sunda pra-Hindu dan sudah ada jauh sebelum agama-agama dari daratan Asia masuk ke kepulauan Nusantara, sehingga ajaran Buhun yang murni tidak mengenal reinkarnasi, surga, neraka ataupun moksa, tetapi mereka mengenal tiga jenis kematian, yaitu Paéh Kasarad atau mati dengan sukma (ruh) menjadi tumbal siluman, Paéh Kakungkung atau mati tetapi sukmanya terperangkap di dalam waruga (raga) dan Sukmanya tersebut akan punah seiring membusuknya Waruga atau mati dalam kepunahan, dan Paéh Sawilujeungna atau sukmanya keluar dari waruga dengan selamat menuju alam kahyangan yang dipercaya sebagai alam keabadian.

salah satu kepercayaan di dunia
Diperbarui 26 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Buhun (agama asli Sunda)
Artikel ini adalah bagian dari seri
Agama asli Nusantara
Kaligrafi kata Hyang dalam aksara Jawa
Sumatra
Ugamo Malim • Pemena • Arat Sabulungan • Fanömba adu • Melayu
Jawa
Sunda Wiwitan (Madraisme & Buhun) • Kapitayan • Kejawen • Hindu Jawa • Saminisme
Nusa Tenggara
Hindu Bali • Halaika • Wetu Telu • Marapu • Jingi Tiu • Koda Kirin
Kalimantan
Kaharingan • Momolianisme • Bungan
Sulawesi
Aluk Todolo • Tolotang • Tonaas Walian • Adat Musi • Masade • Hindu Sulawesi
Maluku dan Papua
Naurus • Wor • Asmat
Organisasi
Portal «Agama»
  • l
  • b
  • s

Buhun adalah ajaran kuno para leluhur Sunda pra-Hindu dan sudah ada jauh sebelum agama-agama dari daratan Asia masuk ke kepulauan Nusantara, sehingga ajaran Buhun yang murni tidak mengenal reinkarnasi, surga, neraka ataupun moksa, tetapi mereka mengenal tiga jenis kematian, yaitu Paéh Kasarad atau mati dengan sukma (ruh) menjadi tumbal siluman, Paéh Kakungkung atau mati tetapi sukmanya terperangkap di dalam waruga (raga) dan Sukmanya tersebut akan punah seiring membusuknya Waruga atau mati dalam kepunahan, dan Paéh Sawilujeungna atau sukmanya keluar dari waruga dengan selamat menuju alam kahyangan yang dipercaya sebagai alam keabadian.

Ajaran Buhun murni atau biasa disebut Kepercayaan Jati Buhun, memiliki ajaran yang terdiri dari Pikukuh-pikukuh atau ketetapan-ketetapan yang disampaikan secara turun-temurun dari generasi ke generasi berikutnya.

Aliran dalam Buhun

Kepercayaan Buhun terdiri dari beberapa aliran, berbeda dengan Sunda Wiwitan sebagai aliran kepercayaan terbesar di Indonesia yang tersebar di beberapa wilayah selatan Banten dan Jawa Barat mulai dari Kanekes di Banten yang penduduknya dikenal sebagai suku Baduy, kemudian Ciptagelar di Kabupaten Sukabumi yang didiami oleh orang Ciptagelar, Kampung Naga di Kabupaten Tasikmalaya, Kampung Sindang Barang di Kabupaten Bogor dan Cigugur di Kabupaten Kuningan. Sedangkan untuk aliran kepercayaan Buhun pada saat ini hanya dianut oleh beberapa orang saja yang tersebar di beberapa wilayah kecil di wilayah utara Jawa Barat. Akan tetapi menurut Abdul Rozak, seorang peneliti kepercayaan Sunda, menyebutkan bahwa agama Sunda Wiwitan adalah bagian dari agama Buhun.[1]

  • Kepercayaan Jati Buhun dianut oleh beberapa orang di Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, Jati Buhun dianggap sebagai aliran Buhun murni dan dimurnikan dan dipercaya pernah tersebar mulai dari Semenanjung Malaya, Pulau Sumatra, Pulau Jawa, dan Pulau-pulau kecil disekitarnya, merujuk dari ditemukannya konsep Sang Hyang milik kepercayaan Buhun di wilayah-wilayah tersebut.
  • Kepercayaan Buhun di Kampung Salapan, Kabupaten Karawang masyarakatnya sangat unik di mana kampung tersebut hanya ditempati oleh sembilan rumah yang dihuni oleh sembilan kepala keluarga (salapan berasal dari bahasa Sunda yang artinya salapan), bila ada yang menikah atau bertambahnya keluarga baru, maka harus ada yang pindah dari kampung tersebut, sehingga kampung tersebut hanya ditempati oleh sembilan rumah dan sembilan kepala keluarga saja. Kepercayaan Buhun di kampung Salapan sudah sangat terpengaruh oleh ajaran Islam yang semakin berkembang disekitarnya.
  • Aliran Kepercayaan Buhun Kranggan di Kranggan, Kota Bekasi, Jawa Barat sudah mulai terpengaruh oleh ajaran Hindu, Buddha, dan Islam sejak masa kejayaan kerajaan Pajajaran. Menurut keyakinan masyarakat setempat, tradisi Buhun mengandung arti ilmu kesaktian dan upacara sakral yang diwariskan secara turun-temurun oleh Prabu Siliwangi kepada orang-orang Kranggan. Ritual ini antara lain berupa upacara sedekah bumi yang diadakan setiap bulan Apit, atau dalam kalender Hijriah disebut Dzulkaidah.[2][3]

Referensi

  1. ↑ "Agama Sunda Wiwitan". web.archive.org. 2016-03-04. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2022-05-02.
  2. ↑ "Agama Sunda Wiwitan" Diarsipkan 2016-03-04 di Wayback Machine., Podium.com, diakses 8 Oktober 2015.
  3. ↑ "Agama Lokal Kontributif dalam Memelihara Lingkungan" Diarsipkan 2016-03-06 di Wayback Machine., Situs Kementerian Agama Republik Indonesia, diakses 8 Oktober 2015
  • l
  • b
  • s
Agama dan kepercayaan di Indonesia
Agama dan
kepercayaan
  • Adat Lawas
  • Adat Musi
  • Agama Buhun
  • Agama Helu
  • Aji Dipa
  • Aliran Kebatinan Tak Bernama
  • Aluk Todolo
  • Ameok
  • Anak Cucu Bandha Yudha
  • Angesthi Sampurnaning Kautaman
  • Anggayuh Panglereming Nafsu
  • Arat Sabulungan
  • Babolin
  • Babukung
  • Baha'i
  • Basorah
  • Buddha
    • Therawada
    • Mahayana
    • Vajrayana
    • Buddhayana
    • Maitreya
    • Tridharma
    • Nichiren Shoshu
  • Budi Daya
  • Budi Rahayu
  • Budi Sejati
  • Bumi Hantoro
  • Cakramanggilingan
  • Dharma Murti
  • Empung Lokon Esa
  • Era Wulan Watu Tana
  • Galih Puji Rahayu
  • Gautami
  • Golongan Si Raja Batak
  • Guna Lera Wulan Dewa Tanah Ekan
  • Gunung Jati
  • Hajatan
  • Habonaron Do Bona
  • Hak Sejati
  • Hangudi Bawono Tata Lahir Batin
  • Hangudi Lakuning Urip
  • Hardo Pusoro
  • Hidup Betul
  • Hindu
    • Bali
    • Jawa
    • Kaharingan
    • Towani Tolotang
    • Siwa-Buddha
  • Ilmu Goib
  • Ilmu Goib Kodrat Alam
  • Imbal Wacono
  • Islam
    • Abangan
      • modern
    • Ahmadiyyah
    • Islam Nusantara
    • LDII
    • Modernis
    • Al-Qiyadah Al-Islamiyah
    • Salafi
    • Syiah
    • Tradisionalis
    • Wahidiyah
    • Wetu Telu
  • IWKU
  • Jainisme
  • Jawa Domas
  • Jingi Tiu
  • Kapitayan
  • Kejawen
  • Khonghucu
  • Koda Kirin
  • Kristen
    • Katolik
    • Mormonisme
    • Ortodoks
    • Protestan
    • Saksi-Saksi Yehuwa
  • Lera Wulan Dewa Tanah Ekan
  • Malesung
  • Marapu
  • Mazuisme
  • Masade
  • Naurus
  • Parmalim
  • Pelebegu
  • Pemena
  • Pepandyo
  • Perjalanan
  • Purwoduksino
  • Rila
  • Salamullah
  • Sedulur Sikep
  • Sikh
  • Sirnagalih
  • Subud
  • Sumarah
  • Sunda Wiwitan
    • Madraisme
  • Taoisme
  • Tonaas Walian
  • Wor
  • Yahudi
Ireligiusitas
  • Ateisme
Sejarah
  • Mitologi Indonesia
  • Daftar Dewa-Dewi Indonesia
  • Indianisasi Asia Tenggara
  • Penyebaran agama Buddha di sepanjang Jalur Sutra
  • Buddhisme Esoteris Indonesia
  • Penyebaran Islam di Nusantara
  • Pembantaian Banyuwangi 1998
  • Kerusuhan Poso
  • Konflik sektarian Maluku
  • Insiden Monas
Kajian agama
  • Agama asli Nusantara dan aliran kepercayaan
  • Agama impor
Hukum dan hak
  • Hukum penistaan agama
    • Langit Makin Mendung
    • Kontroversi angket Majalah Monitor
    • Aksi 2 Desember
  • Kebebasan beragama


Ikon rintisan

Artikel bertopik agama atau kepercayaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Aliran dalam Buhun
  2. Referensi

Artikel Terkait

Tradisi malam satu suro

Tradisi Malam Satu Suro/Sura adalah satu dari tradisi pada bulan keramat berdasarkan kepercayaan masyarakat Pulau Jawa. Tradisi ini menjadi sebuah hal

Manunggaling kawula gusti

Manunggaling kawula gusti adalah salah satu ajaran dan kepercayaan dalam Kejawen yang bermakna menyatunya makhluk, orang biasa (kawula) dengan ratu (raja)

Tatanan Dunia Baru

elit kekuatan rahasia dengan agenda globalis berkonspirasi untuk akhirnya menguasai dunia melalui pemerintahan satu dunia yang otoriter

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026