Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Sumatra

Sumatra adalah pulau keenam terbesar di dunia yang terletak di Indonesia, dengan luas 473.481 km². Penduduk yang tinggal di pulau ini sekitar 56.795.305 jiwa. Pulau ini dikenal pula dengan beragam nama yaitu Pulau Percha, Andalas, Bumi Melayu atau Suwarnadwipa.

pulau di Indonesia
Diperbarui 14 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sumatra
Untuk kegunaan lain, lihat Sumatra (disambiguasi).
Sumatra
Nama lokal:

سومترا (Jawi)
ᯘᯮᯔᯖ᯲ᯒ (Surat Batak)
ꤼꥇꥆꥈꤸꤳ꥓ꤽ (Rejang)
Topografi Pulau Sumatra
Pulau Sumatra di Indonesia
Geografi
LokasiAsia Tenggara
Koordinat0°00′N 102°00′E / 0.000°N 102.000°E / 0.000; 102.000
KepulauanKepulauan Melayu
Nusantara
Kepulauan Sunda Besar
Luas473.481 km2
Peringkat luaske-6
Titik tertinggiGunung Kerinci (3.805 m)
Pemerintahan
Negara Indonesia
Provinsi Aceh
 Sumatera Utara
 Sumatera Barat
 Riau
 Jambi
 Bengkulu
 Sumatera Selatan
 Lampung
Kota terbesar Medan (2.539.829 (2024)[1] jiwa)
Kependudukan
Penduduk56.795.305 jiwa (2024)
Kepadatan120 jiwa/km2
Kelompok etnikMelayu, Batak, Minangkabau, Aceh, Kerinci, Lampung, Rejang, Komering, Gayo, Kubu, Sakai, dan lain-lain
Info lainnya
Zona waktu
  • Waktu Indonesia Barat (UTC+07:00)

Sumatra (ejaan tidak baku: Sumatera)[a] adalah pulau keenam terbesar di dunia yang terletak di Indonesia, dengan luas 473.481 km². Penduduk yang tinggal di pulau ini sekitar 56.795.305 jiwa (sensus 2024).[3] Pulau ini dikenal pula dengan beragam nama yaitu Pulau Percha, Andalas, Bumi Melayu atau Suwarnadwipa (bahasa Sanskerta, berarti "Pulau Emas").

Etimologi dan nama lain

Pulau Emas

Menurut Hamka, asal nama Sumatra berawal dari keberadaan kata Samudra yang merujuk pada Kesultanan Samudera Pasai di pesisir timur Aceh. Pernyataan ini didukung oleh catatan Ibnu Batutah, petualang asal Maroko pada tahun 1345 yang melafalkan Samudra menjadi Shumathra karena ketidakmampuannya dalam membaca huruf dalam Bahasa Sanskerta.[4] Akan tetapi, Nicolaas Johannes Krom menyatakan bahwa kata Sumatera berasal dari kata Sumatrabhumi yang merupakan variasi dari Suwarnabhumi.[5] Kata yang pertama kali menyebutkan nama Sumatra berasal dari gelar seorang raja Sriwijaya Haji Sumatrabhumi ("Raja tanah Sumatra"),[6]

Istilah Suwarnabhumi muncul pada prasasti di India, seperti Prasasti Nalanda di India (860 M) dan Prasasti Tanjore (1030 M) yang ditulis dalam bahasa Sanskerta yang menceritakan perjalanan utusan Kerajaan Chola ke Sumatra.[7] Nama-nama ini juga sudah tertulis dalam naskah-naskah India sebelum Masehi. Naskah Buddha yang termasuk paling tua, Kitab Jataka, menceritakan pelaut-pelaut India yang berasal dari beberapa daerah di India, seperti Sungai Gangga, Benares, Champa dan Vaishali ke Suwarnabhumi.[8] Epos Ramayana juga memuat nama Sumatra sebagai Suvarna rupyaka dvipa yang memiliki makna lahan emas perak bersamaan dengan pulau Jawa sebagai Yawadwipa.[9]

Selain prasasti dan catatan India, prasasti di Indonesia juga memuat nama ini seperti pada Prasasti Padang Roco yang ditulis pada tahun 1286 M yang mencatat Suvarṇabhūmi sebagai Sumatra dan Bhūmijāva sebagai Jawa.[10]Pada Prasasti Kuburajo, Adityawarman menyebut dirinya sebagai kanakamedinindra atau raja tanah emas.[11] Hal ini beriringan dengan pemindahan ibukota kerajaanya ke Sumatera Barat pada abad 14 yang saat itu dikenal memiliki dataran tinggi minangkabau yang kaya akan emas.[12]Dalam cerita rakyat Minangkabau seperti pada cerita Kaba Cindua Mato dengan istilah pulau emas dikenal dengan nama Pulau Ameh dalam Bahasa Minangkabau.[13]Selanjutnya dalam naskah Negarakertagama dan Pararaton menyatakan pada tahun 1275 , Sri Kertanegara mengirim expedisi dari Singosari ke Suwarnabumi ( Melayu ) dengan nama Ekspedisi Pamalayu.[14]

Para musafir Arab menyebut Sumatra dengan nama "Serendib" yang merupakan transliterasi dari nama Suwarnadwipa. Abu Raihan Al-Biruni, ahli geografi Persia yang mengunjungi Sriwijaya tahun 1030, mengatakan bahwa negeri Sriwijaya terletak di pulau Suwarandib.[15] Seorang musafir dari Tiongkok yang bernama I-tsing juga menyebut menyebut Sumatra dengan nama chin-chou yang merupakan transliterasi dari Suwarnadipa dalam rute perjalanannya.[7][16] Berdasarkan pendapat Richard Carnac Temple, abad pertengahan orang Eropa Percaya bahwa Taprobana merupakan julukan untuk Sumatra, tetapi diperkirakan ini merupakan misinterpretasi karena nama ini merujuk pada Sri Lanka.[17]

Penggunaan kata Sumatra mengalami beberapa variasi kata seperti Siometra, Sumutra, Samudra, Samatra, Sciamuthera yang tercantum dalam peta-peta abad ke-16 buatan orang Eropa seperti Portugis dan Venesia.[5]

Sejarah

Kerajaan maritim dan komersial Sriwijaya mengalami keruntuhan pada tahun 688 Hijriyah.[18] Penyebutan Bupati di pergunakan untuk menyebut Raja Sriwijaya yang bernama Haji Yuwa Rajya Punku Syri Haridewa tertulis dalam Prasasti Hujung Langit Yuwaraja pada Abad ke-9 Masehi, Sriwijaya berkembang di Indonesia.[18] Kerajaan ini berasal dari Sumatera Selatan Batu Brak menguasai Selat Malaka, kekuasaan Kedatuan Sriwijaya berlandaskan International Perdagangan Cina dan India.[18] Para Raja Sriwijaya mendirikan biara-biara di Negapattam tenggara India. Chola kerajaan India yang pada Abad ke-10 Masehi Sriwijaya berkembang menguasai sebagian besar pulau Jawa.[18] Kedatuan Sriwijaya sebagai penghalang Kerajaan Chola India di jalur laut antara Asia Selatan dan Timur, pada tahun 1025 Kerajaan Chola merebut Kerajaan yang berada di Palembang, menangkap raja dan seluruh anggota keluarganya termasuk pejabat-pejabat kerajaan, pembantu serta membawa hartanya, pada awal Abad ke-12 Masehi Kedatuan Sriwijaya telah direduksi menjadi kerajaan dengan raja terahir seorang laki-laki bernama Ratu Sekerummong yang pada Abad ke-13 M telah ditaklukkan ditumbangkan oleh keturunan dari Ratu Ngegalang Paksi tetesan darah, darah yang menetes dari Sultan Iskandar Zulkarnain[18] "Sultan yang dipertuan" yakni Ampu Pernong, nyerupa, balunguh, berjalandiwai. Seorang bawahan Kerajaan Majapahit di Jawa segera mendominasi panggung Politik Indonesia,[18][19] di daerah Jawa ketika konflik internal kerajaan Majapahit, berangsur-angsur turun kewibawaannya karena konflik tersebut, hal ini dimanfaatkan oleh keturunan raja-raja Majapahit untuk mendirikan kerajaan Islam di pulau Jawa yaitu kerajaan Demak walaupun masih bersipat lokal. Kerajaan Haru, yang pernah berdiri di wilayah pantai timur Sumatera Utara dan berkuasa pada kurun abad ke-13 sampai abad ke-16 Masehi. Pada masa jayanya kerajaan ini adalah kekuatan bahari yang cukup hebat, dan mampu mengendalikan kawasan bagian utara Selat Malaka.[20]

Kemudian bermunculan pula kerajaan-kerajaan Islam lainnya dari pulau Sumatra.[3] Tertinggi bahkan bisa menkerucut menjadi Piramida kerajaan yang berdiri pada abad ke-7 Hijriyah tanggal 29 Rajab tahun 688 Mujarrad rasulullah sallallahu alayhi wasallam di Lampung sebagai kekhususan satuan wilayah administrasi pemerintahan Saibatin. Sedangkan pada tahun 1601 nusantara di jajah oleh kerajaan Belanda yang datang ke Indonesia.[3]

Penduduk

Secara umum, pesisir timur pulau Sumatra didiami oleh bangsa Melayu, yang terbagi ke dalam beberapa suku/subsuku. Suku-suku besar lainnya selain suku Melayu ialah Batak, Minangkabau, Aceh, Lampung, Kerinci, Rejang, Ogan, Komering, Gayo dan suku-suku lainnya. Di wilayah pesisir Sumatra dan di beberapa kota-kota besar seperti Medan, Batam, Pekan Baru, Palembang, Bandar Lampung dan Jambi banyak bermukim etnis pendatang seperti Jawa, Banjar, Sunda, Tionghoa dan India. Mata pencaharian penduduk Sumatra sebagian besar sebagai petani, nelayan, dan pedagang.

Penduduk Sumatra mayoritas beragama Islam dan sebagian merupakan penganut ajaran Kristen Protestan maupun Katolik, terutama di wilayah Tapanuli dan Toba-Samosir termasuk sebagian wilayah lainya di Sumatera Utara. Di wilayah perkotaan, seperti Medan, Pekanbaru, Batam, Pangkal Pinang, Palembang, Bandar Lampung dan Jambi dijumpai beberapa penganut Buddha dan Konghucu utamanya dianut oleh orang-orang Tionghoa.

Berikut adalah 8 suku bangsa terbesar yang ada di Sumatera menurut sensus BPS 2010 (termasuk Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Nias, Mentawai, Simeulue dan pulau-pulau di sekitarnya)[21]

No Suku Bangsa Jumlah
1 Suku Jawa 15.239.275
2 Suku Melayu (Riau, Jambi, Palembang, Suku Asal Sumatera Lain) 12.308.609
3 Suku Batak 7.302.330
4 Suku Minangkabau 5.799.001
5 Suku Asal Aceh 3.991.883
6 Suku Sunda 1.231.888
7 Suku Asal Lampung 1.109.601
8 Suku Nias 1.021.267

Transportasi

Kota-kota di pulau Sumatra dihubungkan oleh empat ruas jalan lintas, yakni lintas tengah, lintas timur, lintas barat dan lintas pantai timur yang melintang dari barat laut - tenggara Sumatra. Selain itu terdapat pula ruas jalan yang melintang dari barat - timur, seperti ruas Bengkulu - Palembang, Padang - Jambi, serta Padang - Dumai - Medan.

Di beberapa bagian pulau Sumatra, kereta api merupakan sarana transportasi alternatif. Di bagian selatan, jalur kereta api bermula dari Pelabuhan Panjang (Lampung) hingga Lubuk Linggau dan Palembang (Sumatera Selatan). Di tengah pulau Sumatra, jalur kereta api hanya terdapat di Sumatera Barat. Jalur ini menghubungkan antara kota Padang dengan Sawahlunto dan kota Padang dengan kota Pariaman. Semasa kolonial Belanda hingga tahun 2001, jalur Padang - Sawah Lunto dipergunakan untuk pengangkutan batu bara. Tetapi semenjak cadangan batu bara di Ombilin mulai menipis, maka jalur ini tidak berfungsi lagi. Sejak akhir tahun 2006, pemerintah provinsi Sumatera Barat, kembali mengaktifkan jalur ini sebagai jalur kereta wisata.

Di utara Sumatra, jalur kereta api membentang dari kota Medan sampai ke kota Rantau Prapat. Pada jalur ini, kereta api dipergunakan sebagai sarana pengangkutan kelapa sawit dan penumpang.

Penerbangan internasional dilayani dari Banda Aceh (Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda), Medan (Bandar Udara Internasional Kuala Namu), Padang (Bandara Internasional Minangkabau, Batam (Bandar Udara Internasional Hang Nadim), Tanjungpinang (Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah) dan Palembang (Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II). Sedangkan pelabuhan kapal laut ada di Belawan (Medan), Teluk Bayur (Padang), Batam Centre (Batam), Bulang Linggi (Bintan), Sri Bintan Pura (Tanjungpinang) dan Bakauheni (Lampung).

Ekonomi

Pulau Sumatra merupakan pulau yang kaya dengan hasil bumi. Dari lima provinsi kaya di Indonesia, tiga provinsi terdapat di pulau Sumatra, yaitu provinsi Aceh, Riau dan Sumatera Selatan. Hasil-hasil utama pulau Sumatra ialah kelapa sawit, tembakau, minyak bumi, timah, bauksit, batu bara dan gas alam. Hasil-hasil bumi tersebut sebagian besar diolah oleh perusahaan-perusahaan asing.

Sumatra Utara menjadi wilayah penghasil kopi terbesar di Indonesia setelah Lampung dan Sumatra Selatan. Komoditas yang termasuk dalam sub-sektor perkebunan berdasarkan data yang diperoleh dari Badan setatistik Sumatra Tengah adalah kopi termasuk minyak kelapa sawit, kelapa, karet dan kakao.[22]

Tempat-tempat penghasil barang tambang ialah:

  • Arun (Aceh), menghasilkan gas alam.
  • Pangkalan Brandan (Sumatera Utara), menghasilkan minyak bumi
  • Duri, Dumai, dan Bengkalis (Riau), menghasilkan minyak bumi.
  • Tanjung Enim (Sumatera Selatan), menghasilkan batu bara.
  • Lahat (Sumatera Selatan), menghasilkan batu bara.
  • Plaju dan Sungai Gerong (Sumatera Selatan), menghasilkan minyak bumi.
  • Tanjungpinang (Kepulauan Riau), menghasilkan bauksit.
  • Natuna dan Kepulauan Anambas (Kepulauan Riau), menghasilkan minyak bumi dan gas alam.
  • Singkep (Kepulauan Riau), menghasilkan timah.
  • Karimun (Kepulauan Riau), menghasilkan granit.
  • Indarung (Sumatera Barat), menghasilkan semen.
  • Sawahlunto (Sumatera Barat), menghasilkan batubara.
  • Tanjung Jabung (Jambi), menghasilkan minyak bumi dan gas alam.
  • Muara Bungo (Jambi), menghasilkan batubara.

Beberapa kota di pulau Sumatra, juga merupakan kota perniagaan yang cukup penting. Medan kota terbesar di pulau Sumatra, merupakan kota perniagaan utama di pulau ini. Banyak perusahaan-perusahaan besar nasional yang berkantor pusat di sini.

Selain kota Medan, kota-kota besar lain di pulau Sumatra adalah:

  1. Palembang, Sumatera Selatan
  2. Bandar Lampung, Lampung
  3. Pekanbaru, Riau
  4. Batam, Kepulauan Riau
  5. Padang, Sumatera Barat
  6. Kota Jambi, Jambi

Geografis

Pulau Sumatra terletak di bagian barat gugusan kepulauan Nusantara. Di sebelah utara berbatasan dengan Laut Andaman, di timur dengan Selat Malaka, di sebelah selatan dengan Selat Sunda dan di sebelah barat dengan Samudra Hindia. Di sebelah timur pulau, banyak dijumpai rawa yang dialiri oleh sungai-sungai besar yang bermuara di sana, antara lain Asahan (Sumatera Utara), Sungai Siak (Riau), Kampar, Inderagiri (Sumatera Barat, Riau), Batang Hari (Sumatera Barat, Jambi), Musi, Ogan, Lematang, Komering (Sumatera Selatan), Way Semaka, Way Sekampung, Way Tulangbawang, Way Seputih dan Way Mesuji (Lampung). Sementara beberapa sungai yang bermuara ke pesisir barat pulau Sumatra di antaranya Batang Tarusan (Sumatera Barat) dan Ketahun (Bengkulu).

Di bagian barat pulau, terbentang pegunungan Bukit Barisan yang membujur dari barat laut ke arah tenggara dengan panjang lebih kurang 1500 km. Sepanjang bukit barisan tersebut terdapat puluhan gunung, baik yang tidak aktif Gunung Pesagi, maupun gunung berapi yang masih aktif, seperti Geureudong (Aceh), Sinabung (Sumatera Utara), Marapi dan Talang (Sumatera Barat), Gunung Dempo (Sumatera Selatan), Gunung Kaba (Bengkulu), dan Kerinci (Sumatera Barat, Jambi). Di pulau Sumatra juga terdapat beberapa danau, di antaranya Danau Laut Tawar (Aceh), Danau Toba (Sumatera Utara), Danau Singkarak, Danau Maninjau, Danau Diatas, Danau Dibawah, Danau Talang (Sumatera Barat), Danau Kerinci (Jambi) Danau Suoh dan Danau Ranau (Lampung dan Sumatera Selatan).

Gunung-gunung di Sumatra yang berketinggian di atas 2.500 meter dpl

Artikel utama: Daftar gunung di Sumatra
  • Gunung Bandahara, Aceh (3.030 m)
  • Gunung Dempo, Sumatera Selatan (3.159 m)
  • Gunung Geureudong, Aceh (2.885 m)
  • Gunung Kerinci, Jambi (3.805 m)
  • Gunung Leuser, Aceh (3.172 m)
  • Gunung Marapi, Sumatera Barat (2.891 m)
  • Gunung Masurai, Jambi (2.980 m)
  • Gunung Perkison, Aceh (2.828 m)
  • Gunung Singgalang, Sumatera Barat (2.877 m)
  • Gunung Sumbing, Jambi (2.507 m)
  • Gunung Talamau, Sumatera Barat (2.912 m)
  • Gunung Talang, Sumatera Barat (2.597 m)

Administrasi

Provinsi

Pemerintahan di pulau Sumatra dibagi menjadi 8 provinsi.

Provinsi Ibu kota Gubernur Luas Wilayah
(km2)
Populasi
(2024)
Kabupaten/
Kota
Logo Peta
Aceh Banda Aceh Muzakir Manaf 56.835 5.570.453 23
Sumatera Utara Medan Bobby Nasution 72.461 15.548.873 33
Sumatera Barat Padang Mahyeldi Ansharullah 42.120 5.788.436 19
Riau Pekanbaru Abdul Wahid 89.936 6.969.031 12
Jambi Jambi Al Haris 49.027 3.795.579 11
Bengkulu Bengkulu Helmi Hasan 20.128 2.115.024 10
Sumatera Selatan Palembang Herman Deru 91.592 8.973.168 17
Lampung Bandar Lampung Rahmat Mirzani Djausal 33.570 9.176.546 15

Kota besar

Berikut 15 kota besar di Sumatra berdasarkan jumlah populasi tahun 2024 (Kemendagri) (termasuk Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Nias, Mentawai, Simeulue dan pulau-pulau di sekitarnya).

No. Kota Provinsi Populasi
(2024)
Tanggal peresmian
1 Medan Sumatera Utara 2.539.829 1 Juli 1590; 435 tahun lalu (1590-07-01)
2 Palembang Sumatera Selatan 1.781.672 17 Juni 683; 1342 tahun lalu (683-06-17)
3 Batam Kepulauan Riau 1.294.548 18 Desember 1829; 196 tahun lalu (1829-12-18)
4 Pekanbaru Riau 1.138.530 23 Juni 1784; 241 tahun lalu (1784-06-23)
5 Bandar Lampung Lampung 1.073.451 17 Juni 1682; 343 tahun lalu (1682-06-17)
6 Padang Sumatera Barat 939.851 7 Agustus 1669; 356 tahun lalu (1669-08-07)
7 Jambi Jambi 641.022 28 Mei 1401; 624 tahun lalu (1401-05-28)
8 Bengkulu Bengkulu 394.192 18 Maret 1719; 307 tahun lalu (1719-03-18)
9 Dumai Riau 349.389 20 April 1999; 27 tahun lalu (1999-04-20)
10 Binjai Sumatera Utara 312.628 17 Mei 1872; 153 tahun lalu (1872-05-17)
11 Pematangsiantar Sumatera Utara 278.325 24 April 1871; 154 tahun lalu (1871-04-24)
12 Banda Aceh Aceh 262.962 22 April 1205; 820 tahun lalu (1205-04-22)
13 Lubuk Linggau Sumatera Selatan 245.287 17 Oktober 2001; 24 tahun lalu (2001-10-17)
14 Pangkalpinang Bangka Belitung 239.730 17 September 1757; 268 tahun lalu (1757-09-17)
15 Prabumulih Sumatera Selatan 211.395 17 Oktober 2001; 24 tahun lalu (2001-10-17)

Bahasa

[icon]
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.

Budaya

[icon]
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.

Catatan

  1. ↑ Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia telah disebutkan bahwa Sumatracode: id is deprecated adalah ejaan yang benar dalam bahasa Indonesia;[2] Namun, secara populer dieja dalam bahasa Indonesia yang tidak baku sebagai [Sumatera] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan).

Referensi

  1. ↑
  2. ↑ "Arti kata Sumatra". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek. KBBI Daring. Diakses tanggal 31 Juli 2024.
  3. 1 2 3 "The Largest Islands in the World | Britannica". Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-07-31.
  4. ↑ Hamka (1950). Sedjarah Islam di Sumatera (PDF). Medan: Pustaka Nasional. hlm. 7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. 1 2 Krom, N. J. (1941). "De Naam Sumatra". Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde van Nederlandsch-Indië. 100: 5–25. ISSN 1383-5408.
  6. ↑ Munoz, Paul Michel (2006). Early Kingdoms of the Indonesian Archipelago and the Malay Peninsula (dalam bahasa Inggris). Continental Sales, Incorporated. hlm. 175. ISBN 978-981-4155-67-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. 1 2 Herdahita Putri, Risa (13 Mei 2018). "Pulau Emas di Barat Nusantara". historia.id. Diakses tanggal 20 Juni 2023.
  8. ↑ Jain, Kailash Chand (1991). Lord Mahāvīra and His Times (dalam bahasa Inggris). Motilal Banarsidass Publ. hlm. 301. ISBN 978-81-208-0805-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ Nair, T.P. Sankarankutty (2006). "Indo Bali Relations in Pre-Modern Times a Peep into Bali's Life and Cultrue". Proceedings of the Indian History Congress. 67: 839–844. ISSN 2249-1937.
  10. ↑ Revire, Nicolas (2018). "Facts and Fiction: The Myth of Suvaṇṇabhūmi Through the Thai and Burmese Looking Glass". TRaNS: Trans-Regional and -National Studies of Southeast Asia (dalam bahasa Inggris). 6 (2): 167–205. doi:10.1017/trn.2018.8. ISSN 2051-364X.
  11. ↑ "Prasasti Tinggalan Adityawarman, Kubu Rajo atau Kubur Rajo?". Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat (dalam bahasa American English). 2016-09-10. Diakses tanggal 2024-07-03.
  12. ↑ Bennett, Anna T. N. (2009). "Gold in early Southeast Asia". ArcheoSciences. Revue d'archéométrie (dalam bahasa Inggris) (33): 99–107. doi:10.4000/archeosciences.2072. ISSN 1960-1360.
  13. ↑ Fitria, Putri (2023). Kamus Sejarah dan Budaya Indonesia. Nuansa Cendekia. hlm. 200. ISBN 978-602-350-207-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  14. ↑ Samin, Suwardi Mohammad (1991). Budaya Melayu dalam perjalanannya menuju masa depan. Yayasan Penerbit MSI-Riau. hlm. 18. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  15. ↑ Borham, Abd Jalil (2012). Islam Di Pahang (dalam bahasa Melayu). Penerbit Universiti Malaysia Pahang. hlm. 67. ISBN 978-967-0120-61-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  16. ↑ Muljana, Prof Dr Slamet (2006-01-01). Sriwijaya. Lkis Pelangi Aksara. hlm. 62. ISBN 978-979-8451-62-1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  17. ↑ Temple, Lt Col Sir Richard Carnac (2017). The Travels of Peter Mundy, in Europe and Asia, 1608-1667: Volumes I-V (dalam bahasa Inggris). Taylor & Francis. hlm. 116. ISBN 978-1-317-01315-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  18. 1 2 3 4 5 6 https://www.britannica.com/place/Srivijaya-empire
  19. ↑ http://digilib.ubl.ac.id/index.php?p=show_detail&id=17297&keywords=
  20. ↑ Bonatz, Dominik; Miksic, John; Neidel, J. David, ed. (2009). From Distant Tales: Archaeology and Ethnohistory in the Highlands of Sumatra. Newcastle upon Tyne: Cambridge Scholars Publishing. ISBN 978-1-4438-0497-4.
  21. ↑ "Badan Pusat Statistik". www.bps.go.id. Diakses tanggal 2021-12-19.
  22. ↑ https://binus.acid/medan/2025/01/21/kopi-menjadi-salah-satu;komoditas-unggulan-sumatra-utara/

Lihat pula

  • Daftar bahasa di Sumatra
  • Daftar gunung di Sumatra
  • Kerajaan-kerajaan di Sumatra

Pranala luar

  • (Inggris) Sejarah tentang Sumatra
  • l
  • b
  • s
Pembagian administratif Indonesia
Sumatra
  • Aceh
  • Bengkulu
  • Jambi
  • Kepulauan Riau
  • Kepulauan Bangka Belitung
  • Lampung
  • Riau
  • Sumatera Barat
  • Sumatera Selatan
  • Sumatera Utara
Garuda Pancasila
Jawa
  • Banten
  • Jakarta
  • Jawa Barat
  • Jawa Tengah
  • Jawa Timur
  • Yogyakarta
Nusa Tenggara
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur
Kalimantan
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Utara
Sulawesi
  • Gorontalo
  • Sulawesi Barat
  • Sulawesi Selatan
  • Sulawesi Tengah
  • Sulawesi Tenggara
  • Sulawesi Utara
Maluku
  • Maluku
  • Maluku Utara
Papua
  • Papua
  • Papua Barat
  • Papua Barat Daya
  • Papua Pegunungan
  • Papua Selatan
  • Papua Tengah
  • l
  • b
  • s
Topik mengenai Sumatra
Provinsi
Aceh · Sumatera Utara · Sumatera Barat · Riau · Kepulauan Riau · Jambi · Bengkulu · Kepulauan Bangka Belitung · Sumatera Selatan · Lampung
Gubernur
Aceh · Sumatera Utara · Sumatera Barat · Riau · Kepulauan Riau · Jambi · Bengkulu · Kepulauan Bangka Belitung · Sumatera Selatan · Lampung
Kabupaten
dan kota
Aceh · Sumatera Utara · Sumatera Barat · Riau · Kepulauan Riau · Jambi · Bengkulu · Kepulauan Bangka Belitung · Sumatera Selatan · Lampung
Kecamatan
dan kelurahan
Aceh · Sumatera Utara · Sumatera Barat · Riau · Kepulauan Riau · Jambi · Bengkulu · Kepulauan Bangka Belitung · Sumatera Selatan · Lampung
Tokoh
Aceh · Sumatera Utara · Sumatera Barat · Riau · Kepulauan Riau · Jambi · Bengkulu · Kepulauan Bangka Belitung · Sumatera Selatan · Lampung
Daftar
  • Bahasa
  • Gunung
  • Museum
  • Pulau
Kota besar
  • Kota Banda Aceh
  • Kota Langsa
  • Kota Lhokseumawe
  • Kota Sabang
  • Kota Subulussalam
  • Kota Binjai
  • Kota Gunungsitoli
  • Kota Medan
  • Kota Padang Sidempuan
  • Kota Pematangsiantar
  • Kota Sibolga
  • Kota Tanjungbalai
  • Kota Tebing Tinggi
  • Kota Bengkulu
  • Kota Jambi
  • Kota Sungaipenuh
  • Kota Dumai
  • Kota Pekanbaru
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Padang
  • Kota Padang Panjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Sawahlunto
  • Kota Solok
  • Kota Lubuk Linggau
  • Kota Pagar Alam
  • Kota Palembang
  • Kota Prabumulih
  • Kota Bandar Lampung
  • Kota Metro
  • Kota Pangkal Pinang
  • Kota Batam
  • Kota Tanjungpinang
Suku bangsa
  • Aceh
  • Alas
  • Anak Dalam
  • Batak
  • Bengkulu
  • Gayo
  • Jambi
  • Lampung
  • Melayu
  • Minang
  • Nias
Bahasa
  • Aceh
  • Alas
  • Batak
  • Bengkulu
  • Gayo
  • Jambi
  • Lampung
  • Melayu
  • Minang
  • Nias
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
  • GND
  • FAST
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Kroasia
  • Israel
Geografis
  • MusicBrainz area
Lain-lain
  • IdRef
  • NARA
  • İslâm Ansiklopedisi
  • Yale LUX
  • l
  • b
  • s
Andalas
Sumatra Barat
Kabupaten
Agam
Dharmasraya
Kepulauan Mentawai
Lima Puluh Kota
Padang Pariaman
Pasaman
Pasaman Barat
Pesisir Selatan
Sijunjung
Solok
Solok Selatan
Tanah Datar
Kota
Bukittinggi
Padang
Padang Panjang
Pariaman
Payakumbuh
Sawahlunto
Solok
Aceh
Kabupaten
Aceh Barat
Aceh Barat Daya
Aceh Besar
Aceh Jaya
Aceh Selatan
Aceh Singkil
Aceh Tamiang
Aceh Tengah
Aceh Tenggara
Aceh Timur
Aceh Utara
Bener Meriah
Bireuen
Gayo Lues
Nagan Raya
Pidie
Pidie Jaya
Simeuleu
Kota
Banda Aceh
Langsa
Lhokseumawe
Sabang
Subulussalam
Sumatera Utara
Kabupaten
Asahan
Batu Bara
Dairi
Deli Serdang
Humbang Hasundutan
Karo
Labuhanbatu
Labuhanbatu Selatan
Labuhanbatu Utara
Langkat
Mandailing Natal
Nias
Nias Barat
Nias Selatan
Nias Utara
Padang Lawas
Padang Lawas Utara
Pakpak Bharat
Samosir
Serdang Bedagai
Simalungun
Tapanuli Selatan
Tapanuli Tengah
Tapanuli Utara
Toba
Kota
Binjai
Gunungsitoli
Medan
Padang Sidempuan
Pematangsiantar
Sibolga
Tanjung Balai
Tebing Tinggi
Riau
Kabupaten
Bengkalis
Indragiri Hilir
Indragiri Hulu
Kampar
Kepulauan Meranti
Kuantan Singingi
Pelalawan
Rokan Hilir
Rokan Hulu
Siak
Kota
Dumai
Pekanbaru
Jambi
Kabupaten
Batanghari
Bungo
Kerinci
Merangin
Muaro Jambi
Sarolangun
Tanjung Jabung Barat
Tanjung Jabung Timur
Tebo
Kota
Jambi
Sungai Penuh
Sumatera Selatan
Kabupaten
Banyuasin
Empat Lawang
Lahat
Muara Enim
Musi Banyuasin
Musi Rawas
Musi Rawas Utara
Ogan Ilir
Ogan Komering Ilir
Ogan Komering Ulu
Ogan Komering Ulu Selatan
Ogan Komering Ulu Timur
Penukal Abab Lematang Ilir
Kota
Lubuk Linggau
Pagar Alam
Palembang
Prabumulih
Bengkulu
Kabupaten
Bengkulu Selatan
Bengkulu Tengah
Bengkulu Utara
Kaur
Kepahiang
Lebong
Mukomuko
Rejang Lebong
Seluma
Kota
Kota Bengkulu
Lampung
Kabupaten
Lampung Barat
Lampung Selatan
Lampung Tengah
Lampung Timur
Lampung Utara
Mesuji
Pesawaran
Pesisir Barat
Pringsewu
Tanggamus
Tulang Bawang
Tulang Bawang Barat
Way Kanan
Kota
Bandar Lampung
Metro
Kepulauan Bangka Belitung
Kabupaten
Bangka
Bangka Barat
Bangka Selatan
Bangka Tengah
Belitung
Belitung Timur
Kota
Pangkalpinang
Kepulauan Riau
Kabupaten
Bintan
Karimun
Kepulauan Anambas
Lingga
Natuna
Kota
Batam
Tanjungpinang

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Etimologi dan nama lain
  2. Pulau Emas
  3. Sejarah
  4. Penduduk
  5. Transportasi
  6. Ekonomi
  7. Geografis
  8. Gunung-gunung di Sumatra yang berketinggian di atas 2.500 meter dpl
  9. Administrasi
  10. Provinsi
  11. Kota besar
  12. Bahasa
  13. Budaya
  14. Catatan
  15. Referensi
  16. Lihat pula

Artikel Terkait

Daftar pulau di Indonesia menurut provinsi

wilayah kepulauan di antara benua Hindia dan Pasifik

Daftar pulau di Indonesia menurut luas wilayah

artikel daftar Wikimedia

Daftar pulau di Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026