Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Selat Malaka

Selat Malaka adalah sebuah selat yang terletak di antara Malaysia dan pulau Sumatra (Indonesia).

salah satu selat di dunia
Diperbarui 22 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Selat Malaka
Untuk kegunaan lain, lihat Malaka (disambiguasi).
Kapal kargo yang melintas di Selat Malaka

Selat Malaka adalah sebuah selat yang terletak di antara Malaysia dan pulau Sumatra (Indonesia).

Selat Malaka (warna merah) yang berada di antara Pulau Sumatera dan Semenanjung Malaya.

Dari segi ekonomi dan strategis, Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia, sama pentingnya seperti Terusan Suez atau Terusan Panama. Selat Malaka membentuk jalur pelayaran terusan antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik serta menghubungkan tiga dari negara-negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia: India, Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok.[butuh rujukan]

Sebanyak 120.000 kapal melintasi Selat Malaka setiap tahunnya, mengangkut antara 1/5 dan 1/4 perdagangan laut dunia.[butuh rujukan] Sebanyak 1/2 dari minyak yang diangkut oleh kapal tanker melintasi selat ini; pada 2003, jumlah itu diperkirakan mencapai 11 juta barel minyak per hari, suatu jumlah yang dipastikan akan meningkat mengingat besarnya permintaan dari Tiongkok[butuh rujukan]. Oleh karena lebar Selat Malaka hanya 1,5 mil laut pada titik tersempit, yaitu Selat Phillips dekat Singapura yang merupakan salah satu dari kemacetan lalu lintas terpenting di dunia.[butuh rujukan]

Keberadaan Selat Malaka sebagai salah satu jalur perdagangan terpenting di dunia tidak bisa dilepaskan dari berbagai kepentingan. Dari segi kepentingan ekonomi dan militer, Selat Malaka merupakan choke points yang sangat strategis bagi proyeksi armada angkatan laut negara-negara yang memiliki kepentingan di Kawasan Asia Pasifik. Bahkan, Selat Malaka juga dapat menjadi “alat” dalam rangka forward presence ke seluruh penjuru dunia.[1]

Semua faktor tersebut menyebabkan kawasan itu menjadi sebuah target pembajakan. Pembajakan di Selat Malaka menjadi masalah yang mendalam akhir-akhir ini, meningkat dari 25 serangan pada 1994 hingga mencapai rekor 220 pada 2000. Lebih dari 150 serangan terjadi pada 2003. Jumlah ini mencakup sekitar sepertiga dari seluruh pembajakan pada 2003.[butuh rujukan]

Tren isu perompakan yang cenderung menurun ini tidak lantas menjadikan Selat Malaka terbebas dari ancaman perompakan. Pada tahun 2015 TNI Angkatan Laut berhasil menangkap perompak di Selat Malaka yang berusaha membajak salah satu kapal niaga di Selat Malaka.Kasus ini menjadi bukti bagaimana kasus perompakan tidaklah dianggap remeh dan belumlah selesai dalam penanganannya. Keberadaan ancaman yang lebih juga terlihat dengan maraknya kasus terorisme dan separatis di Asia Tenggara seperti Abu Sayyaf, dan Jamaah Islamiah (Puspitasari, 2014: 452). Hal ini membuktikan bahwa kawasan perairan di Selat Malaka yang belum aman dari berbagai ancaman. Perlu menjadi catatan kasus dan Thailand Selatan menjadi catatan akan rawannya konflik di kawasan Selat Malaka.[2]

Frekuensi serangan meningkat kembali pada paruh awal 2004, dan angka total dipastikan akan melebihi rekor tahun 2000. Sebagai tanggapan dari krisis ini, angkatan laut Indonesia, Malaysia dan Singapura meningkatkan frekuensi patroli di kawasan tersebut pada Juli 2004.[butuh rujukan]

Ketakutan akan munculnya aksi terorisme berasal dari kemungkinan sebuah kapal besar dibajak dan ditenggelamkan pada titik terdangkal di Selat Malaka (kedalamannya hanya 25 m pada suatu titik) sehingga dengan efisien menghalang lajur pelayaran. Apabila aksi ini berhasil dilancarkan dengan sukses, efek yang parah akan timbul pada dunia perdagangan. Pendapat antara spesialis keamanan berbeda-beda mengenai kemungkinan terjadinya serangan terorisme.[butuh rujukan]

Kepentingan asing

Kesibukan Selat Malaka

Keberadaan Selat Malaka dipandang sangat vital dalam perdagangan dan akses transportasi dunia. Hampir sebagian besar kapal niaga di dunia pasti akan melalui jalur Selat Malaka. Hal ini menarik perhatian negara-negara besar dunia untuk menancapkan pengaruh di Selat Malaka. Motivasi ini melihat penguasaan Selat Malaka secara tidak langsung menguasai jalur perdagangan dunia. Selain itu potensi sumber daya yang belum tereksploitasi secara penuh menjadikan keberadaan Selat Malaka semakin penting dalam distribusi barang produksi alam seperti minyak dan gas alam.[3]

Thailand telah mengembangkan beberapa rencana yang apabila dilaksanakan akan mengurangi pentingnya Selat Melaka dari sudut ekonomi. Awalnya, pemerintah Thailand mengusulkan agar sebuah terusan dibangun yang akan melintasi tanah genting Kra sehingga jarak perlayaran dari Afrika dan Timur Tengah menuju Pasifik dapat dikurangi sekitar 600 mil. Rencana ini akan memisahkan Thailand menjadi dua bagian sehingga lebih mengasingkan kelompok gerilyawan Muslim di Pattani. Alternatif kedua ialah membangun sebuah pipa saluran di sepanjang tanah genting yang akan mengangkut minyak ke perahu-perahu yang menunggu di sudut lain. Para penggagas rencana tersebut mengklaim harga pengiriman satu barel minyak ke Asia dapat menghemat sekitar 50 sen dolar AS per barel.[butuh rujukan]

Myanmar juga mengajukan proposal pipa saluran yang sama.

Selain itu, beredar pula sebuah proposal pipa yang mengangkut minyak secara langsung dari Timur Tengah menuju Xinjiang, Tiongkok. Hal itu tidak dapat dilepaskan dari Tiongkok yang pada perkembangan saat ini mulai menunjukkan diri mereka sebagai salah satu kekuatan besar di dunia. Negara dengan pertumbuhan ekonomi yang maju serta pemerintahan yang sentralistik menjadikan Tiongkok sebagai negara dengan potensi pengaruh yang besar dalam memengaruhi perkembangan global. Salah satu contoh usaha Tiongkok dapat dilihat bagaimana mereka berusaha menancapkan pengaruh di kawasan Laut Tiongkok Selatan. Pada tahun 1968 di kawasan kepulauan Spratly dan Paracel ditemukan cadangan migas sebesar 105 miliar barrel. Cadangan migas ini menjadi ketartarikan Tiongkok akan potensi di Laut Tiongkok Selatan.[4] Usaha Tiongkok dalam menguasai Laut Tiongkok Selatan mulai terlihat dengan pembangunan pangkalan militer buatan di kawasan Laut Tiongkok Selatan.

Ekspansi pengaruh Tiongkok di kawasan Laut Tiongkok Selatan dapat berdampak pada keberadaan Selat Malaka sebagai jalur perdangan dunia. 78 persen total kebutuhan minyak mentah Tiongkok diangkut oleh kapal tengker yang melewati Selat Malaka.[2] Peran Selat Malaka semakin sentral bagi China setelah mereka menancapkan pengaruh di kawasan Laut China Selatan yang kaya akan cadangan migas. Selat Malaka menjadi jalur vital China dalam melakukan ekspansi dagang mereka terutama dalam perdagangan minyak mentah. Sehingga China juga memiliki potensi kuat untuk menancapkan pengarunhnya juga di kawasan Selat Malaka.[butuh rujukan]

Kepentingan Amerika Serikat

Intervensi Amerika Serikat terjadi sejak terjadinya Perang Dingin. Sebagai checkpoint lalu lintas perang dari Samudera Pasifik menuju Samudera Hindi, Amerika Serikat menilai Selat Malaka sebagai daerah yang penting untuk memperkuat pertahanan ekonomi dan ekspansi globala. Amerika Serikat kemudian menawarkan kerja sama keamanan kepada negara Asia Tenggara.[2]

Pada tanggal 31 Maret 2004, Amerika Serikat melalui Kepala Angkatan Laut, Thomas B. Fargo, menawarkan suatu kerja sama pengamanan militer perairan Selat Malaka melalui proposal yang bernama Regional Maritime Security Initiative (RMSI). RMSI merupakan suatu usaha mengoperasionalkan suatu inisiasi pengamanan dalam bentuk kerja sama maritim regional dalam bidang pengamanan kawasan Asia Timur dan Pasifik terkhusunya Selat Malaka.[2] Secara mudah adalah penempatan personel Amerika Serikat sebagai salah satu penjaga keamanan di Selat Malaka.[butuh rujukan]

Penawaran Amerika Serikat kepada negara Asia Tenggara terutama kepada negara di kawasan Malaka mengalami pro dan kontra. Indonesia dan Malaysia secara tegas menolak tawaran Amerika Serikat. Secara langsung konsep tawaran Amerika Serikat dapat mengancam kedaulatan nasional masing-masing negara. Namun Singapura sendiri menyambut positif tawaran Amerika Serikat. Hal ini dapat dilihat secara wajar sebab Singapura adalah negara yang paling lemah pertahanan dan keamanannya. Jumlah angkatan militer yang tidak terlalu banyak menjadikan Singapura rawan terhadap ancaman nasional mereka. Sehingga wajar Singapura menyambut baik tawaran Amerika Serikat. Akan tetapi tanggapan negara sekitar seperti Indonesia dan Malaysia yang cenderung menolak menjadikan rencana tersebut mengalami hambatan dalam realisasi.[butuh rujukan]

Rencana Amerika Serikat ini didasari pemetaan mereka terhadap kawasan Asia Tenggara sebagai area yang rawan terjadinya terorisme. Semenjak terjadinya kasus 9/11 upaya Amerika Serikat dalam mencegah dan menyelesaikan kasus terorisme menjadi suatu prioritas penting. Plot daerah Asia Tenggara sebagai second front in the war on terrorism menjadikan munculnya usaha dalam menginisiasikan suatu base militer dalam menangani bibit-bibit terorisme.[1] Hal ini perlu dilihat sebagai bentuk kegiatan laten Amerika Serikat dalam memperluas pengaruh mereka terutama di kawasan Selat Malaka.[butuh rujukan]

Lihat pula

  • Kesultanan Melaka
  • Melaka

Referensi

  1. 1 2 Nuswantoro, Edhi. 2008. Strategi Penanganan Perompakan di Selat Malaka dalam Rangka Menegakkan Kedaulatan Negara di Laut. Tesis Sarjana S-2 Program Studi Ketahanan Nasional Minat Manajemen Pertahanan. Universitas Gadjah Mada: Tidak Dipublikasikan
  2. 1 2 3 4 Puspitasari, Maygy Dwi. 2003. Alasan Indonesia, Malaysia & Singapura Menjalin Kerjasama Trilateral Patroli Terkoordinasi Malsindo di Tahun 2004. Jurnal Analisis Hubungan Internasional, Vol. 3, No.1
  3. ↑ Mangindaan, Robert. Keamanan Maritim di Kawasan Asia Pasifik (Dari perspektif Angkatan Laut), Quarter Deck No. 5 Vol1/FKPM/MEI/2006
  4. ↑ Muhammad, Simela Victor. 2012. Kepentingan Tiongkok dan Posisi ASEAN dalam Sengketa Laut China Selatan. Vol. IV, No. 08/II/P3DI/April/2012

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Strait of Malacca.
  • (Inggris) Titik kemacetan transit minyak dunia
  • (Inggris) Malacca Straits Research and Development Centre Diarsipkan 2010-08-18 di Wayback Machine.
  • (Inggris) "Killings by pirates on the rise", BBC News
  • (Inggris) "Shipping in South-East Asia: Going for the jugular", The Economist
  • (Inggris) "China builds up strategic sea lanes", The Washington Times
  • l
  • b
  • s
Lautan Indonesia
Samudra
Samudra Hindia · Samudra Pasifik
Laut
Laut Andaman · Laut Arafuru · Laut Aru · Laut Bali · Laut Banda · Laut Flores · Laut Halmahera · Laut Jawa · Laut Maluku · Laut Natuna · Laut Natuna Utara · Laut Sawu · Laut Seram · Laut Sulawesi · Laut Timor
Selat
Selat Alas · Selat Alor · Selat Badung · Selat Bali · Selat Bangka · Selat Bengkalis · Selat Berhala · Selat Buton · Selat Dampier · Selat Durian · Selat Gaspar · Selat Karimata · Selat Laut · Selat Lembeh · Selat Lombok · Selat Madura · Selat Makassar · Selat Malaka · Selat Mentawai · Selat Muna · Selat Obi · Selat Ombai · Selat Pantar · Selat Riau · Selat Rupat · Selat Sape · Selat Sebuku · Selat Selayar · Selat Singapura · Selat Sumba · Selat Sunda · Selat Tiworo · Selat Wetar
Teluk
Teluk Adang · Teluk Amurang · Teluk Awang · Teluk Balikpapan · Teluk Balok · Teluk Bayur · Teluk Benoa · Teluk Bintuni · Teluk Bone · Teluk Cempi · Teluk Cenderawasih · Teluk Cirebon · Teluk Jakarta · Teluk Kao · Teluk Kelabat · Teluk Kumai · Teluk Kwandang · Teluk Lada · Teluk Lampung · Teluk Palabuhanratu · Teluk Palu · Teluk Pamukan · Teluk Pangandaran · Teluk Penyu · Teluk Saleh · Teluk Sampit · Teluk Sangkulirang · Teluk Sape · Teluk Semangka · Teluk Sibolga · Teluk Tolo · Teluk Tomini · Teluk Triton · Teluk Waworada
Laguna
Segara Anakan
 Portal Indonesia
  • l
  • b
  • s
Laut dan samudra di Bumi
Samudra Arktik
Teluk Amundsen · Laut Barents · Laut Beaufort · Selat Bering · Teluk Bothnia · Laut Chukchi · Selat Fram · Laut Greenland · Laut Pangeran Gustav Adolf · Laut Kara · Selat Kara · Laut Laptev · Laut Lincoln · Laut Pechora · Laut Putih · Laut Siberia Timur · Laut Wandel
Samudra Atlantik
Laut Adriatik · Laut Aegea · Laut Åland · Laut Albora · Laut Argentina · Laut Azov · Laut Balearik · Laut Baltik · Laut Bothnia · Laut Keltik · Selat Davis · Selat Denmark · Teluk Finlandia · Cekungan Foxe · Teluk Fundy · Laut Greenland · Teluk Guinea · Selat Inggris · Laut Hebrides · Laut Hitam · Teluk Hudson · Laut Ionia · Laut Irlandia · Laut Irminger · Teluk James · Laut Karibia · Laut Kreta · Laut Labrador · Laut Levantine · Laut Libya · Laut Liguria · Laut Marmara · Teluk Meksiko · Laut Mirtoa · Laut Norwegia · Teluk Saint Lawrence · Laut Sargasso · Laut Saaristomeri · Laut Tengah · Laut Thracia · Laut Tirrhenia · Laut Utara · Teluk Baffin · Teluk Biscay Teluk Bothnia · Teluk Campeche · Teluk Venezuela
Samudra Hindia
Laut Andaman · Laut Arab · Laut Bali · Laut Flores · Laut Jawa · Laut Lakadewa · Laut Merah · Laut Sawu · Laut Timor · Selat Melaka · Selat Mozambik · Teluk Aden · Teluk Aqaba · Teluk Benggala · Teluk Khambhat · Teluk Kutch · Teluk Oman · Teluk Persia · Teluk Suez
Samudra Pasifik
Laut Arafura · Laut Banda · Laut Bering · Laut Bismarck · Laut Bohai · Laut Bohol · Laut Camotes · Laut Chili · Laut Filipina · Laut Halmahera · Laut Jepang · Laut Koral · Laut Koro · Laut Kuning · Laut Maluku · Laut Natuna · Laut Okhotsk · Laut Pedalaman Seto · Laut Seram · Laut Sibuyan · Laut Solomon · Laut Sulawesi · Laut Sulu · Laut Tasman · Laut Tiongkok Selatan · Laut Tiongkok Timur · Laut Visayan · Selat Makassar · Teluk Alaska · Teluk California · Teluk Carpentaria · Teluk Moro · Teluk Siam · Teluk Tonkin
Samudra Selatan
Laut Amundsen · Laut Bellingshausen · Laut Davis · Laut D'Urville · Laut Raja Haakon VII · Laut Kerjasama · Laut Kosmonot · Laut Lazarev · Laut Mawson · Laut Riiser-Larsen · Laut Ross · Laut Scotia · Laut Somov · Laut Weddell
Laut di dalam daratan
Danau Balkhash · Danau Baikal · Danau Garam Besar · Laut Aral · Laut Kaspia · Laut Mati · Laut Salton · Laut Galilea
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • VIAF
    • 2
  • GND
  • FAST
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Israel
Lain-lain
  • IdRef

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kepentingan asing
  2. Lihat pula
  3. Referensi
  4. Pranala luar
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026