Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kabupaten Dharmasraya

Kabupaten Dharmasraya adalah salah satu kawasan lindung dibawah kementerian perhutanan. Pada kawasan ini dahulunya pernah menjadi ibu kota dan pusat kerajaan Malayapura. Ibu kota Kabupaten Dharmasraya berada di Pulau Punjung. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-undang No. 38 Tahun 2003, dan merupakan pemekaran dari Kabupaten Sawahlunto Sijunjung. Kabupaten Dharmasraya dikenal juga dengan sebutan Ranah Cati Nan Tigo. Diperkirakan jarak waktu antara darmasraya dengan provinsi Sumatera Barat adalah ±7 jam

kabupaten di Provinsi Sumatera Barat
Diperbarui 10 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kabupaten Dharmasraya
Untuk nama kerajaan, lihat Dharmasraya.
Kabupaten in Sumatera BaratTemplat:SHORTDESC:Kabupaten in Sumatera Barat
Kabupaten Dharmasraya
Kabupaten
Transkripsi bahasa daerah
 • Jawi Minangضارمسراي
Rumah Gadang Tiang Panjang
Rumah Gadang Tiang Panjang
Lambang resmi Kabupaten Dharmasraya
Lambang
Julukan: 
Ranah Cati nan Tigo
Motto: 
Tau jo nan ampek
(Minang) Masyarakatnya memiliki empat pengetahuan yang terperinci tentang adat, agama, ilmu pengetahuan, dan teknologi
Peta
Kabupaten Dharmasraya di Sumatra
Kabupaten Dharmasraya
Kabupaten Dharmasraya
Peta
Tampilkan peta Sumatra
Kabupaten Dharmasraya di Indonesia
Kabupaten Dharmasraya
Kabupaten Dharmasraya
Kabupaten Dharmasraya (Indonesia)
Tampilkan peta Indonesia
Koordinat: 1°03′00″S 101°22′01″E / 1.05°S 101.367°E / -1.05; 101.367
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Barat
Tanggal berdiriDesember 18, 2003; 22 tahun lalu (2003-12-18)[1]
Dasar hukumUU Nomor 38 Tahun 2003[1]
Ibu kotaPulau Punjung
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 11
  • Nagari: 52
Pemerintahan
 • BupatiAnnisa Suci Ramadhani
 • Wakil BupatiLeli Arni
 • Sekretaris DaerahAdlisman
Luas
[2]
 • Total2.920,93 km2 (1,127,78 sq mi)
Populasi
 (30 Juni 2025)[3]
 • Total244.032
 • Kepadatan84/km2 (220/sq mi)
Demografi
 • Agama
  • 97,73% Islam
    • 2,25% Kekristenan
      • 1,95% Protestan
      • 0,30% Katolik
  • 0,02% Kepercayaan[3]
 • BahasaIndonesia, Minangkabau
 • IPMKenaikan 75,70 (2025)
tinggi[4]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode BPS
1311 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon0754
Pelat kendaraanBA xxxx V**
Kode Kemendagri13.10 Suntingan nilai di Wikidata
DAURp 535.658.048.000,- (2020)
Situs webwww.dharmasrayakab.go.id

Kabupaten Dharmasraya adalah salah satu kawasan lindung dibawah kementerian perhutanan. Pada kawasan ini dahulunya pernah menjadi ibu kota dan pusat kerajaan Malayapura. Ibu kota Kabupaten Dharmasraya berada di Pulau Punjung. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-undang No. 38 Tahun 2003, dan merupakan pemekaran dari Kabupaten Sawahlunto Sijunjung. Kabupaten Dharmasraya dikenal juga dengan sebutan Ranah Cati Nan Tigo. Diperkirakan jarak waktu antara darmasraya dengan provinsi Sumatera Barat adalah ±7 jam

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kabupaten Dharmasraya 2021, penduduk kabupaten ini berjumlah 228.591 jiwa (2020), dengan kepadatan 77 jiwa/km2, dan pada pertengahan tahun 2025, penduduk Dharmasraya sebanyak 244.032 jiwa.[3][2]

Sejarah

Balai nagari Silago pada tahun 1877-1879

Nama kabupaten ini diambil dari manuskrip yang terdapat pada Prasasti Padang Roco,[5] di mana pada prasasti itu disebutkan Dharmasraya sebagai ibu kota dari kerajaan Malayapura waktu itu. Kerajaan ini didirikan oleh Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa Dinasti Mauli pada tahun 1183[6].Kerajaan ini muncul setelah kejatuhan kerajaan Sriwijaya pada abad 13-14, di mana daerah kekuasaan kerajaan ini merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Sriwijaya sebelumnya, yaitu mulai dari Semenanjung Malaya hingga Sumatra. Hal ini dapat dibuktikan dari Prasasti Grahi di Chaiya, selatan Thailand serta catatan dalam naskah Cina yang berjudul Zhu Fan Zhi (諸蕃志) karya Zhao Rugua tahun 1225.[7] Kemudian kerajaan ini menjalin hubungan dengan Kerajaan Singhasari, sebagaimana yang terpahat pada Prasasti Padang Roco.[8][9] Selain itu nama Dharmasraya juga disebutkan dalam catatan sejarah kerajaan Majapahit, Nagarakretagama[10] sebagai salah satu daerah vasal.

Sejarawan zaman kolonial Belanda sudah banyak mempelajari sejarah tersebut, bahkan pada tahun 1930 memboyong arca Amoghapasa dan arca Bhairawa ke tempat yang sekarang disebut Museum Nasional Indonesia di Jakarta. Namun sayangnya kebanyakan masyarakat termasuk di antaranya pemuka adat Tuanku Rajo Dipati mengaku jika nama Dharmasraya sudah lama terlupakan oleh mereka. Nama Dharmasraya mencuat kembali di kalangan masyarakat saat proses pemekaran Kabupaten Sawahlunto-Sijunjung dan akhirnya dipakai sebagai nama kabupaten baru.[11] Pemerintah Kabupaten Dharmasraya berusaha mengangkat sejarah ekspedisi Pamalayu yang terlupakan ini misalnya dengan mengadakan Festival Pamalayu di Museum Nasional bahkan mengungkapkan keinginan untuk memulangkan arca di Museum Nasional ke tempat asalnya.[12][13]

Kabupaten Dharmasraya merupakan salah satu dari 3 kabupaten baru hasil pemekaran Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung, yang dibentuk berdasarkan Undang-undang nomor 38 tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Pasaman Barat di provinsi Sumatera Barat, dan diresmikan pada tanggal 7 Januari 2004.

Geografis

Secara geografi Kabupaten Dharmasraya berada di ujung tenggara Provinsi Sumatera Barat. Secara astronomis, wilayah Kabupaten Dharmasraya berada di antara 00°48'25,4"–01°41'40,3" Lintang Selatan dan 101°08'32,5"–101°53'30,3" Bujur Timur. Luas wilayah Kabupaten Dharmasraya berdasarkan Perda No 4 Tahun 2009 yaitu 2.961,13 Km² (296.113 Ha), sedangkan berdasarkan perhitungan pemetaan hasil digitasi citra spot 5 pada RT/RW Kabupaten Dharmasraya memiliki luas 3.025,99 km² (302.599) Ha.[14][15]

Batas Wilayah

Batas wilayah kabupaten Dharmasraya adalah sebagai berikut:[14]

UtaraKabupaten Sijunjung dan Kabupaten Kuantan Singingi, Riau
TimurKabupaten Tebo dan Kabupaten Bungo, Jambi
SelatanKabupaten Bungo dan Kabupaten Kerinci, Jambi
BaratKabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan

Topografi

Secara topografi, daerah Kabupaten Dharmasraya bervariasi antara berbukit, bergelombang, dan datar dengan variasi ketinggian dari 100 m–1.500 m di atas permukaan laut. Ketinggian dari permukaan laut mulai dari 100 meter dpl pada bagian kawasan yang mengarah ke sebelah timur, hingga 1.500 meter dpl pada bagian kawasan yang menjadi bagian dari gugusan Bukit Barisan di sebelah barat. Kelerengan lahan bervariasi dari datar sebesar 7,65%, landai sebesar 46,64%, curam sebesar 34,29% sampai sangat curam sebesar 11,42%. Sebagian besar jenis tanah di Kabupaten Dharmasraya berjenis podsolik merah kuning, dengan penggunaan lahan yang didominasi untuk peruntukan hutan hujan tropik seluas 133.186 hektare (44,98%) dan lahan perkebunan seluas 118.803 hektare (40,12%) sedangkan untuk penggunaan lainnya sebesar 14.90%.[14][15]

Iklim

Iklim di wilayah Kabupaten Dharmasraya adalah iklim tropis dengan tipe ekuatorial (Af). Suhu udara di kabupaten ini berkisar antara 21 °C hingga 33 °C dengan rata-rata hari hujan 14.35 hari per bulan dan rata-rata curah hujan 265,36 mm per bulan. Tingkat kelembapan nisbi di wilayah Dharmasraya pun cukup tinggi ±83%. Curah hujan tahunan di wilayah Dharmasraya cenderung tinggi berkisar antara 2600–3200 mm per tahun dengan jumlah hari hujan lebih dari 160 hari hujan per tahun.

Data iklim Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.1
(86.2)
30.7
(87.3)
31.1
(88)
31.9
(89.4)
32.4
(90.3)
32.6
(90.7)
31.9
(89.4)
31.3
(88.3)
30.8
(87.4)
30.6
(87.1)
30.4
(86.7)
30.1
(86.2)
31.16
(88.08)
Rata-rata harian °C (°F) 26
(79)
26.3
(79.3)
26.7
(80.1)
27.4
(81.3)
26.8
(80.2)
26.4
(79.5)
26.1
(79)
26
(79)
26.3
(79.3)
26.4
(79.5)
26.2
(79.2)
25.9
(78.6)
26.38
(79.5)
Rata-rata terendah °C (°F) 21.9
(71.4)
22
(72)
22.4
(72.3)
22.8
(73)
22.3
(72.1)
21.8
(71.2)
21.2
(70.2)
21.5
(70.7)
21.9
(71.4)
22
(72)
22.2
(72)
21.9
(71.4)
21.99
(71.64)
Presipitasi mm (inci) 261
(10.28)
219
(8.62)
253
(9.96)
247
(9.72)
190
(7.48)
132
(5.2)
120
(4.72)
119
(4.69)
146
(5.75)
194
(7.64)
282
(11.1)
307
(12.09)
2.470
(97,25)
Rata-rata hari hujan 13 11 12 12 10 7 7 7 8 10 14 14 125
% kelembapan 83 82 83 84 83 81 81 82 83 85 85 84 83
Rata-rata sinar matahari bulanan 161 173 154 169 219 220 216 221 184 176 157 169 2.219
Sumber #1: Climate-Data.org [16] & BMKG[17]
Sumber #2: Weatherbase [18]

Pemerintahan

Aktivitas pemerintah daerah Kabupaten Dharmasraya secara resmi setelah dilantiknya Penjabat Bupati Dharmasraya Ahmad Munawar pada tanggal 10 Januari 2004 dan sejak tanggal 12 Agustus 2005 Kabupaten Dharmasraya telah memiliki bupati definitif hasil Pilkada secara langsung, yaitu H. Marlon Martua Dt. Rangkayo Mulie, S.E. dan Ir. Tugimin sebagai wakilnya. Pada pilkada 2010, terpilih pasangan H. Adi Gunawan, M.M. dan H. Syafruddin R. sebagai bupati dan wakil bupati Dharmasraya periode 2010-2015, keduanya dilantik 12 Agustus 2010. Tanggal 09 Desember 2015, digelar pilkada serentak dan terpilih Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan Amrizal Dt Rajo Medan sebagai wakilnya.

Bupati

Artikel utama: Daftar Bupati Dharmasraya
Kantor bupati Dharmasraya
Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Periode Wakil Bupati
Annisa Suci Ramadhani
20 Februari 2025
Petahana
2024
Leli Arni

Dewan Perwakilan

Artikel utama: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Dharmasraya

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Dharmasraya dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[19] 2019–2024[20] 2024–2029
PKB 2 Penurunan 1 Kenaikan 4
Gerindra 2 Kenaikan 3 Kenaikan 4
PDI-P 4 Kenaikan 7 Penurunan 6
Golkar 5 Steady 5 Steady 5
NasDem 3 Steady 3 Penurunan 1
PKS 1 Kenaikan 2 Penurunan 1
Hanura 3 Penurunan 1 Steady 1
PAN 2 Kenaikan 4 Kenaikan 5
Demokrat 2 Steady 2 Steady 2
PPP 1 Penurunan 0 Kenaikan 1
Berkarya (baru) 2
Jumlah Anggota 25 Kenaikan 30 Steady 30
Jumlah Partai 10 Steady 10 Steady 10

Kecamatan

Artikel utama: Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Dharmasraya

Kabupaten Dharmasraya terdiri dari 11 kecamatan, 52 nagari dan 461 jorong. Berikut adalah tabel yang merincikan ibu kota dan luas wilayah setiap kecamatan;

Kecamatan Ibu kota kecamatan Luas wilayah (km2) Kode Pos
Asam Jujuhan Sungai Limau 257,72 27684
Koto Baru Koto Baru 251,35 27681
Koto Besar Koto Besar 488,19 27685
Koto Salak Koto Salak 464,39 27680
Padang Laweh Padang Laweh 59,76 27682
Pulau Punjung Sungai Dareh 482,50 27573
Sembilan Koto Silago 454,80 27683
Sitiung Sitiung 87,68 27681
Sungai Rumbai Sungai Rumbai 47,63 27686
Timpeh Tabek 237,93 27679
Tiumang Tiumang 129,18 27681
Sumber[21]

Perhubungan

Kabupaten ini berada di persimpangan Jalur Lintas Sumatra yang menghubungkan antara Padang, Pekanbaru, hingga Jambi.

Kependudukan

Jumlah penduduk Kabupaten Dharmasraya berdasarkan sensus tahun 2010 sebanyak 191.422 jiwa dengan rasio jenis kelamin 107. Sedangkan jumlah angkatan kerja 80.911 orang dengan jumlah pengangguran 5.360 orang.[22] Konsentrasi penduduk terbesar tinggal di Kecamatan Koto Baru dan Sungai Rumbai. Sepertiga penduduk kabupaten ini merupakan transmigran dari berbagai daerah di Pulau Jawa, yang semula dipindahkan untuk memanfaatkan ladang tidur yang terhampar luas di kabupaten ini sekaligus membuka lapangan kerja baru. Proses transmigrasi ini terjadi antara tahun 1976 hingga 2002, dan pusat transmigrasi berada di Kecamatan Sitiung.

Perkembangan Populasi Kabupaten Dharmasraya
Tahun Jumlah Penduduk Pertumbuhan Penduduk Kepadatan Penduduk
2000144.288 jiwa2,46%48,73 jiwa/km²
2004169.871 jiwa4,24%57,37 jiwa/km²
2008180.915 jiwa2,48%61,10 jiwa/km²
2009186.354 jiwa2,79%62,94 jiwa/km²
2017191.422 jiwa3,09%64,64 jiwa/km²
2020228.591 jiwa3,09%77,20 jiwa/km²
Sumber:[23]

Ekonomi

Perekonomian di Kabupaten Dharmasraya sampai dengan tahun 2006 selalu menunjukkan perkembangan yang cukup berarti.[24] Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai PDRB Kabupaten Dharmasraya baik atas dasar harga berlaku maupun harga konstan 2000 yang terus mengalami peningkatan. Nilai PDRB Kabupaten Dharmasraya atas dasar harga berlaku pada tahun 2006 tercatat sebesar 1,513 triliun rupiah sedangkan atas dasar harga konstan tahun 2000 maka pada tahun 2006 tercatat sebesar 899,308 miliar rupiah.

Dengan membandingkan nilai PDRB atas dasar harga konstan tahun 2000, sampai dengan tahun 2006 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Dharmasraya selalu menunjukkan kecenderungan yang selalu meningkat. Pada tahun 2006 tercatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,27% di mana pada tahun 2005 tercatat sebesar 5,46%.

Pertumbuhan ekonomi yang dicapai Kabupaten Dharmasraya pada tahun 2006 relatif lebih pesat dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi yang dicapai pada tahun 2005, di mana pada tahun 2005 pertumbuhan ekonomi Kabupaten Dharmasraya hanya mengalami pertumbuhan sebesar 5,46 persen. Secara nominal, nilai PDRB Kabupaten Dharmasraya menurut harga berlaku tahun 2006 tercatat sebesar 1,51 triliun rupiah, yang berarti mengalami peningkatan sebesar 17,28 persen dibandingkan dengan nilai PDRB Kabupaten Dharmasraya tahun 2005. Sedangkan secara riil perekonomian Kabupaten Dharmasraya yang ditunjukkan oleh nilai PDRB berdasarkan harga konstan tahun 2000 mencapai 899,31 miliar rupiah tahun 2006 yang berarti mengalami peningkatan dari tahun 2005 sebesar 6,27 persen, di mana pada tahun 2005 nilai PDRB mencapai 802,39 miliar rupiah.

PDRB atau PRB per kapita atas dasar harga berlaku adalah salah satu indikator untuk menunjukkan tingkat kesejahteraan ekonomi penduduk suatu daerah. PDRB Per kapita merupakan hasil bagi antara nilai nominal PDRB dengan jumlah Penduduk pertengahan tahun sebanyak 170.440 jiwa. PDRB Regional Per kapita menunjukkan perkiraan rata-rata pendapatan penduduk suatu daerah yang merupakan PDRB dikurangi penyusutan dan pajak tak langsung neto, dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun.

Kondisi PDRB Per kapita maupun Pendapatan Regional Per kapita untuk Tahun 2006 di Kabupaten Dharmasraya mengalami peningkatan, di mana pada tahun 2006 tercatat kenaikan pendapatan per kapita penduduk Kabupaten Dharmasraya mencapai 13,75 persen dengan nilai 8,9 juta rupiah per orang per tahun, terlihat lebih tinggi dari per kapita tahun 2005 yakni hanya 7,8 juta per orang per tahun.

Sedangkan PDRB Regional Per kapita juga mengalami peningkatan, di mana pada tahun 2005 tercatat sebesar 7,4 juta rupiah dan pada tahun 2006 meningkat menjadi 8,4 juta rupiah atau mengalami peningkatan sebesar 13,75 persen.

Perkembangan sektor-sektor ekonomi produktif baik dalam skala besar maupun skala rumah tangga juga menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya nilai Per kapita maupun Pendapatan Regional Per kapita untuk Tahun 2006 di Kabupaten Dharmasraya. Meningkatkan daya saing usaha dengan berkembangnya usaha-usaha produktif di setiap sektor ekonomi yang didukung oleh keberadaan sarana dan parasarana penunjang juga salah satu faktor yang mampu meningkatkan pendapatan per kapita Kabupaten Dharmasraya.[butuh rujukan]

Potensi Daerah

Kabupaten Dharmasraya berkembang sebagai salah satu penghasil kelapa sawit atau buah pasir menurut istilah setempat. Di samping itu, kabupaten ini juga merupakan produsen berbagai jenis tanaman keras lainnya, seperti kulit manis, karet, kelapa, gambir, kopi, cokelat, cengkih, dan pinang. Lahan perkebunan di sana lebih didominasi karet dan sawit. Penghasil kelapa sawit paling banyak di kabupaten ini adalah Kecamatan Sungai Rumbai.

Selain itu terdapat potensi tambang yang hingga detik ini belum tergarap, yakni batu bara, batu kapur, pasir kuarsa, emas, lempung kuarsit, dan sebagainya. Kabupaten ini masih baru dan masih dalam tahap mengembangkan diri dengan membuka peluang investasi seluas-luasnya. Ditunjang dengan posisi strategisnya di Sumatra (dilintasi Jalur Lintas Tengah Sumatra sepanjang 100 km), maka Dharmasraya cepat menjadi kawasan yang maju dan tumbuh sebagai wilayah perdagangan dan jasa.[butuh rujukan]

Pariwisata

Objek Situs/Benda Cagar Budaya

  1. Prasasti Padang Roco
  2. Situs Candi Pulau Sawah
  3. Rumah Gadang Siguntur
  4. Rumah Gadang Pulau Punjung
  5. Rumah Gadang Padang Laweh
  6. Rumah Gadang Koto Salak
  7. Kerajaan Batu Kangkung
  8. Rumah Gadang Rajo Sungai Dareh

Objek Wisata Alam

  1. Air Terjun Timbulun
  2. Air Terjun Sungai Batang
  3. Puncak Gunung Medan
  4. Danau Cinta
  5. Danau Batu Bakawik
  6. Danau Batang Mimpi
  7. Air Terjun Timpeh
  8. Bukit Tambun Sungai Kambut
  9. Ngalau Gua Cigak

Objek Wisata Lainnya

  1. Kolam Renang Aquatik Lawai Fantasi
  2. Zaki Waterpark Seberang Piruko
  3. Embung Batu Ranah
  4. RTH Simpang Silago
  5. Taman Terpadu Ramah Anak (Tatra)
  6. Rumah Baca Ambun Suri

Sosial budaya

Pada budaya populer

  • Pada permainan komputer Age of Empires II ekspansi keempat Rise of Rajas, Kerajaan Dharmasraya menjadi salah satu lawan dari Majapahit yang menguasai pulau Sumatra pada misi keempat dari Kampanye Gajah Mada berjudul 'The Oath to Unify Nusantara'. Selain Dharmasraya, Kerajaan Sunda di jawa barat dan kerajaan Tumasik di Singapura, Semenanjung Malaya dan Kalimantan Barat juga menjadi lawan dari Majapahit.

Galeri

  • Jembatan Sungai Batanghari Dharmasraya
    Jembatan Sungai Batanghari Dharmasraya
  • Museum Mini Kerajaan Siguntur
    Museum Mini Kerajaan Siguntur
  • Rumah Gadang Kerajaan Padang Laweh
    Rumah Gadang Kerajaan Padang Laweh

Referensi

  1. 1 2 "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 12 Juli 2019. Diakses tanggal 6 Desember 2021.
  2. 1 2 "Kabupaten Dharmasraya Dalam Angka 2021" (pdf). www.dharmasrayakab.bps.go.id. BPS Kabupaten Dharmasraya. hlm. 6, 56. Diakses tanggal 17 April 2021.
  3. 1 2 3 "Buku Data Kependudukan Provinsi Sumatera Barat Semester 1 Tahun 2025". www.dukcapil.sumbarprov.go.id. hlm. 19. Diakses tanggal 10 April 2026.
  4. ↑ "Indeks Pembangunan Manusia Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat, 2025". sumbar.bps.go.id. Diakses tanggal 10 April 2026.
  5. ↑ Muljana, Slamet, (1981), Kuntala, Sriwijaya Dan Suwarnabhumi, Jakarta: Yayasan Idayu, hlm. 223.
  6. ↑ HIdayati, Nor (November 2021). Manusia Indonesia, alam & sejarahnya. Bantul: K-Media. hlm. 76. ISBN 978-623-316-624-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Friedrich Hirth & W. W. Rockhill, (1911), Chao Ju-kua, His Work on the Chinese and Arab Trade in the Twelfth and Thirteen centuries, entitled Chu-fan-chi, St Petersburg.
  8. ↑ Slamet Muljana, (2006), Sriwijaya, Yogyakarta: LKIS.
  9. ↑ R.Pitono Hardjowardojo, (1966), Adityawarman, Sebuah Studi tentang Tokoh Nasional dari Abad XIV, Bhratara, Djakarta
  10. ↑ Brandes, J.L.A., (1902), Nāgarakrětāgama; Lofdicht van Prapanjtja op koning Radjasanagara, Hajam Wuruk, van Madjapahit, naar het eenige daarvan bekende handschrift, aangetroffen in de puri te Tjakranagara op Lombok.
  11. ↑ "},"date":{"wt":"12-07-2019"},"work":{"wt":"[[Jawa Pos|JPNN.com]]"},"access-date":{"wt":""},"quote":{"wt":""},"last":{"wt":"Wenri"},"archive-date":{"wt":"2021-01-27"},"archive-url":{"wt":"https://web.archive.org/web/20210127153700/https://www.jpnn.com/news/benarkah-ekspedisi-pamalayu-penaklukkan-jawa-atas-sumatera-ini-bukti-arkeologisnya"},"dead-url":{"wt":"no"}},"i":0}}]}' id="mwAmo"/>Wenri (12-07-2019). "Benarkah Ekspedisi Pamalayu Penaklukkan Jawa atas Sumatera? Ini Bukti Arkeologisnya..." JPNN.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-27. ;
  12. ↑ "},"date":{"wt":"26-07-2017"},"website":{"wt":"dharmasrayakab.go.id"},"publisher":{"wt":"Humas Kabupaten Dharmasraya"},"access-date":{"wt":""},"quote":{"wt":""},"archive-date":{"wt":"2019-09-12"},"archive-url":{"wt":"https://web.archive.org/web/20190912070608/http://dharmasrayakab.go.id/berita/59/patung-terbesar-di-asia-akan-diboyong-ke-dharmasraya.html"},"dead-url":{"wt":"no"}},"i":0}}]}' id="mwAno"/>"Patung Terbesar Di Asia Akan Diboyong Ke Dharmasraya". dharmasrayakab.go.id. Humas Kabupaten Dharmasraya. 26-07-2017. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-09-12. ;
  13. ↑ "},"date":{"wt":""},"work":{"wt":"[[Lembaga Kantor Berita Nasional Antara|ANTARA News]]"},"publisher":{"wt":"antaranews.com"},"access-date":{"wt":"14-08-2019"},"quote":{"wt":""},"last":{"wt":"Nasution"},"first":{"wt":"Mario Sofia"},"editor-last":{"wt":"Atmoko"},"editor-first":{"wt":"M. Hari"},"archive-date":{"wt":"2019-08-14"},"archive-url":{"wt":"https://web.archive.org/web/20190814052143/https://www.antaranews.com/berita/1009958/di-museum-nasional-pemkab-dharmasraya-luncurkan-festival-pamalayu"},"dead-url":{"wt":"no"}},"i":0}}]}' id="mwAoo"/>Nasution, Mario Sofia. Atmoko, M. Hari (ed.). "Di Museum Nasional, Pemkab Dharmasraya luncurkan Festival Pamalayu". ANTARA News. antaranews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-08-14. Diakses tanggal 14-08-2019. ;
  14. 1 2 3 "Geografis - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya". Pemerintah Kabupaten Dharmasraya Tau Jo Nan Ampek. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-07-26. Diakses tanggal 2020-08-26.
  15. 1 2 "Profil Kabupaten Dharmasraya" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-01-20. Diakses tanggal 2020-09-16.
  16. ↑ "Dharmasraya, Sumatera Barat, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 16 September 2020.
  17. ↑ "Buku Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia" (PDF). BMKG. hlm. 69 & 134. Diakses tanggal 16 September 2024.
  18. ↑ "Dharmasraya, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 16 September 2020.
  19. ↑ Perolehan Kursi DPRD Dharmasraya 2014-2019
  20. ↑ "Perolehan Kursi DPRD Dharmasraya 2019-2024". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-10. Diakses tanggal 2020-05-17.
  21. ↑ "Kabupaten Dharmasraya". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-11. Diakses tanggal 2022-10-11.
  22. ↑ "Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat, 2010, 2014, dan 2015". Hak Cipta © 2018 Badan Pusat Statistik. Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat. 24 May 2016. Diakses tanggal 19 Juli 2018. Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link)[pranala nonaktif permanen]
  23. ↑ "Profil Kabupaten Dharmasraya". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-10-15. Diakses tanggal 2022-10-15.
  24. ↑ Efendi, Feni; Weriantoni (2024). Rana Cati Nan Tigo: Ekonomi Pembangunan Kabupaten Dharmasraya. Payakumbuh: Penerbit Fahmi Karya. ISBN 978-623-89016-3-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

  • (Indonesia) Situs web resmi Kabupaten Dharmasraya
  • (Indonesia) Badan Pusat Statistik Kabupaten Dharmasraya
  • l
  • b
  • s
Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat
  • Bupati: Annisa Suci Ramadhani
  • Wakil Bupati: Leli Arni
  • Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Kecamatan
  • Asam Jujuhan
  • Koto Baru
  • Koto Besar
  • Koto Salak
  • Padang Laweh
  • Pulau Punjung
  • Sembilan Koto
  • Sitiung
  • Sungai Rumbai
  • Timpeh
  • Tiumang
Lambang Kabupaten Dharmasraya
Lihat juga: Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Dharmasraya
  • l
  • b
  • s
Sumatera Barat, Indonesia
  • Pusat pemerintahan: Padang
  • Gubernur: Mahyeldi
  • Wakil Gubernur: Vasko Ruseimy
Kabupaten
  • Agam
  • Dharmasraya
  • Kepulauan Mentawai
  • Lima Puluh Kota
  • Padang Pariaman
  • Pasaman
  • Pasaman Barat
  • Pesisir Selatan
  • Sijunjung
  • Solok
  • Solok Selatan
  • Tanah Datar
Kota
  • Bukittinggi
  • Padang
  • Padang Panjang
  • Pariaman
  • Payakumbuh
  • Sawahlunto
  • Solok
Topik
  • Kabupaten/kota
  • Kecamatan dan kelurahan
  • Kepala dan wakil kepala daerah

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Geografis
  3. Batas Wilayah
  4. Topografi
  5. Iklim
  6. Pemerintahan
  7. Bupati
  8. Dewan Perwakilan
  9. Kecamatan
  10. Perhubungan
  11. Kependudukan
  12. Ekonomi
  13. Potensi Daerah
  14. Pariwisata
  15. Objek Situs/Benda Cagar Budaya
  16. Objek Wisata Alam

Artikel Terkait

Daftar kabupaten dan kota di Sumatera Barat

artikel daftar Wikimedia

Sumatera Barat

provinsi di Pulau Sumatera, Indonesia

Daftar kabupaten dan kota di Sumatera Selatan

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026