Batang Hari yang lebih dikenal juga dengan Sungai Batanghari adalah sungai terpanjang di pulau Sumatra yang terletak di provinsi Jambi dan Sumatera Barat, Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Batang Hari Sungai Batanghari, Djambi-rivier | |
|---|---|
Peta OpenStreetMap
Koordinat: | |
| Lokasi | |
| Negara | Indonesia |
| Provinsi | Jambi, Sumatera Barat |
| Kabupaten | Pesisir Selatan, Solok, Solok Selatan, Dharmasraya, Bungo, Tebo, Batang Hari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Kota Jambi |
| Ciri-ciri fisik | |
| Hulu sungai | Gunung Rasan |
| - lokasi | Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat |
| Muara sungai | Selat Berhala |
| - lokasi | Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi |
| Daerah Aliran Sungai | |
| Sistem sungai | DAS Batang Hari |
| Luas DAS | 44.215 km2 (17.072 sq mi) |
| Pengelola DAS | BPDAS Batanghari |
| Wilayah sungai | WS Batanghari |
| Kode wilayah sungai | 01.34.A2 |
| Otoritas wilayah sungai | BWS Sumatra V |
| Anak sungai | |
| - kanan | Batang Tembesi |
| Informasi lokal | |
| Zona waktu | WIB (UTC+7) |
| GeoNames | 1643429 |
![]() Dari kiri ke kanan, Danau Kenali, Danau Sipin, Danau Mudung dan sungai Batanghari | |
Batang Hari (atau Sungai Hari) yang lebih dikenal juga dengan Sungai Batanghari adalah sungai terpanjang di pulau Sumatra yang terletak di provinsi Jambi dan Sumatera Barat, Indonesia.[1]

Sungai ini panjangnya sekitar 800 km. Mata airnya berasal dari Gunung Rasan (2585 m),[2] dan yang menjadi hulu dari Batang Hari ini adalah sampai kepada Danau Di atas, yang sekarang masuk kepada wilayah Kabupaten Solok, provinsi Sumatera Barat, dan mengalir ke selatan sampai ke daerah Sungai Pagu, sebelum berbelok ke arah timur. Aliran dari sungai ini melalui beberapa daerah yang ada di provinsi Sumatera Barat dan provinsi Jambi, seperti Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Batang Hari, Kota Jambi, Kabupaten Muaro Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, sebelum lepas ke perairan timur sumatra dekat Muara Sabak. Pada Batang Hari ini ada banyak sungai lain yang bermuara padanya di antaranya Batang Gumanti, Batang Bangko, Batang Sangir, Batang Momong, Batang Pangian, Batang Timpeh, Batang Siek, Batang Jujuan, Batang Tebo, Batang Tabir, Batang Tembesi, dan lain sebagainya.
Sistem aliran sungai ini membawa banyak deposit emas, sehingga muncul nama legendaris Swarnadwipa ("pulau emas") yang diberikan dalam bahasa Sanskerta bagi Pulau Sumatra.[butuh rujukan]
Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Hari merupakan DAS terluas kedua di pulau Sumatera,[3] mencakup luas daerah tangkapan air (catchment area) ± 44.215 km2 (17.072 sq mi).[4] Sekitar 76 % DAS Batang Hari berada pada provinsi Jambi, sisanya berada pada provinsi Sumatera Barat.[butuh rujukan]
Dibagian tenggara DAS Batanghari bersebelahan dengan DAS Musi, DAS terluas pertama di Sumatera yang mencapai luasan sekitar 62.654 km2 (24.191 sq mi). Di bagian barat laut DAS Batanghari juga berbatasan dengan DAS Indragiri yang memiliki luas 23.089 km2 (8.915 sq mi). DAS Musi, DAS Batanghari serta DAS Indragiri ketiganya bermuara di pesisir pantai timur Sumatera.[4]
Sebaliknya, pada punggung pegunungan Bukit Barisan ini, DAS Batanghari juga berbatasan dengan banyak DAS kecil dibagian hulunya, yaitu DAS yang alirannya bermuara di pantai barat Sumatera seperti, DAS Seblat, DAS Dikit, DAS Manjunto Selagan, DAS Indrapura serta beberapa DAS lain yang umumnya memiliki karakter aliran curam dan lebih pendek.[4]
Adanya aktivitas pertambangan dan kegiatan pengusahaan (eksploitasi) hutan yang dilakukan secara mekanis sepanjang aliran sungai, telah berdampak terhadap berubahnya alur sungai, erosi di tepian sungai, pendangkalan atau sedimentasi yang tinggi di sepanjang aliran DAS Batang Hari terutama sebelah hilir. Perubahan alur dan arah arus Batang Hari ini mengakibatkan air sungai dengan cepat naik pada saat musim hujan datang, sebaliknya cepat surut saat musim kemarau. Hal ini juga diperburuk dengan meningkatnya populasi penduduk terutama pada daerah transmigrasi sedikit banyaknya akan membebani wilayah DAS Batang Hari itu sendiri.[butuh rujukan]
Sebagian areal DAS Batang Hari berada di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yaitu mencakup 234.000 Ha, dan di zona tengah terdapat Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD) seluas 60.500 Ha.[butuh rujukan]



Batang Hari, merupakan aliran sungai yang mulai dari hulu sampai ke muaranya banyak menyimpan catatan sejarah, terutama yang berkaitan dengan peradaban Melayu.[6]
Catatan sejarah juga mencatat bahwa pada Batang Hari inilah, pernah muncul suatu Kerajaan Melayu yang cukup disegani, yang kekuasaannya meliputi pulau Sumatra sampai ke Semenanjung Malaya. Dan juga dahulunya sejak abad ke-7 sehiliran Batang Hari ini sudah menjadi titik perdagangan penting bagi beberapa kerajaan yang pernah muncul di pulau Sumatra seperti Sriwijaya dan Dharmasraya.[7]

Sungai ini mengalir di wilayah tengah pulau Sumatra yang beriklim hutan hujan tropis (kode: Af menurut klasifikasi iklim Köppen-Geiger).[8] Suhu rata-rata setahun sekitar 23 °C. Bulan terpanas adalah April, dengan suhu rata-rata 24 °C, and terdingin Januari, sekitar 22 °C.[9] Curah hujan rata-rata tahunan adalah 2383 mm. Bulan dengan curah hujan tertinggi adalah Desember, dengan rata-rata 344 mm, dan yang terendah Agustus, rata-rata 90 mm.[10]


1°15′56″S 104°05′30″E / 1.26567°S 104.09154°E / -1.26567; 104.09154
[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Batang_Hari¶ms=1.26567_S_104.09154_E_ <span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">1°15′56″S</span> <span class=\"longitude\">104°05′30″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\"> / </span><span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">1.26567°S 104.09154°E</span><span style=\"display:none\"> / <span class=\"geo\">-1.26567; 104.09154</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwAUk\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt95\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwAUo\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwAUs\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Batang_Hari&params=1.26567_S_104.09154_E_\" class=\"external text\" id=\"mwAUw\"><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwAU0\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwAU4\"><span class=\"latitude\" id=\"mwAU8\">1°15′56″S</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwAVA\">104°05′30″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwAVE\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwAVI\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwAVM\"></span></span><span class=\"geo-default\" id=\"mwAVQ\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwAVU\">1.26567°S 104.09154°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwAVY\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwAVc\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwAVg\">-1.26567; 104.09154</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwAVk\"/></span>"}' id="mwAVo"/>