Kabupaten Labuhanbatu Utara (Jawi: لابوهنباتو اوتارا; disingkat Labura adalah kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Labuhanbatu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2008 pada 24 Juni 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Labuhanbatu Utara, dipemerintahan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kabupaten Labuhanbatu Utara | |
|---|---|
| Transkripsi bahasa daerah | |
| • Abjad Jawi | لابوهنباتو اوتارا |
| Motto: Basimpul kuat babontuk elok Kehidupan masyarakat multikultural menggambarkan persatuan dan kegotongroyongan, kerja keras dan kejujuran, keikhlasan, serta keharmonisan | |
![]() Peta | |
| Koordinat: 2°20′00″N 99°38′15″E / 2.3333°N 99.6375°E / 2.3333; 99.6375 | |
| Negara | |
| Provinsi | Sumatera Utara |
| Tanggal berdiri | 21 Juli 2008[1] |
| Dasar hukum | UU RI Nomor 23 Tahun 2008[1] |
| Hari jadi | 15 Januari 2009 |
| Ibu kota | Aek Kanopan |
| Jumlah satuan pemerintahan | |
| Pemerintahan | |
| • Bupati | Hendri Yanto Sitorus[3] |
| • Wakil Bupati | Samsul Tanjung |
| • Sekretaris Daerah | Muhammad Suib |
| • Ketua DPRD | Rimba Bertuah Sitorus |
| Luas | |
| • Total | 3.545,8 km2 (1,369,0 sq mi) |
| Populasi | |
| • Total | 399.306 |
| • Kepadatan | 110/km2 (290/sq mi) |
| Demografi | |
| • Agama | |
| • Bahasa | Indonesia (resmi) Batak Melayu (Kualuh) Jawa Minang |
| • IPM | tinggi [6] |
| Zona waktu | UTC+07:00 (WIB) |
| Kode pos | 214xx |
| Kode BPS | |
| Kode area telepon | 0624 |
| Pelat kendaraan | BK |
| Kode Kemendagri | 12.23 |
| APBD | Rp 1.098.410.000.000,- (2024)[7] |
| PAD | Rp 57.730.000.000,- (2024)[7] |
| DAU | Rp 609.666.234.000,- (2024)[8] |
| DAK | Rp 225.232.027.000,- (2024)[9] |
| Situs web | www |
Kabupaten Labuhanbatu Utara (Jawi: لابوهنباتو اوتارا; disingkat Labura adalah kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Labuhanbatu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2008 pada 24 Juni 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Labuhanbatu Utara, dipemerintahan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono
Ibu kota kabupaten ini terletak di Kelurahan Aek Kanopan. Salah satu daerah di kabupaten ini, yaitu Desa Tanjung Pasir, pernah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Kualuh pada masa lampau. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Labuhanbatu Utara 2023, penduduk kabupaten ini pada tahun 2022 berjumlah 390.954 jiwa, dengan kepadatan 110 jiwa/km2.[2] Dan pada akhir 2024, jumlah penduduk Kabupaten Labuhanbatu Utara sebanyak 399.306 jiwa.[5]
Sebutan Labuhanbatu bermula ketika pada tahun 1862 Angkatan Laut Kerajaan Belanda datang ke sebuah kampung di Hulu Labuhanbilik tepatnya di Desa Sei Rakyat sekarang. Di desa ini, tentara Kerajaan Belanda membangun tempat pendaratan kapal yang terbuat dari batu beton. Lambat laun, tempat ini berkembang menjadi tempat persinggahan dan pendaratan kapal yang kemudian menjadi kampung besar yang diberi nama "Pelabuhanbatu". Kemudian, masyarakat mempersingkat sebutannya menjadi "Labuhanbatu". Nama Labuhanbatu ini kemudian melekat dan ditetapkan menjadi nama wilayah Kabupaten Labuhanbatu.[10]
Sebelum kemerdekaan Indonesia, di wilayah Kabupaten Labuhanbatu terdapat 4 kesultanan, yaitu :[10]
Setelah kemerdekaan Indonesia, keempat kesultanan ini menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Labuhanbatu, sesuai ketetapan komite nasional daerah Keresidenan Sumatera Timur tanggal 19 Juni 1946.[10]
Kabupaten Labuhanbatu Utara adalah pemekaran dari Kabupaten Labuhanbatu berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2008, tanggal 21 Juli 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Labuhanbatu Utara di Provinsi Sumatera Utara. Kabupaten Labuhanbatu Utara lahir dari tuntutan aspirasi masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pelayanan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Labuhanbatu Utara.[1][10]
Batas wilayah Kabupaten Labuhanbatu Utara adalah sebagai berikut:[11]
| Utara | Kabupaten Asahan dan Selat Malaka |
| Timur | Kabupaten Labuhanbatu |
| Selatan | Kabupaten Padang Lawas Utara, dan Kabupaten Labuhanbatu |
| Barat | Kabupaten Toba Samosir dan Kabupaten Tapanuli Utara |


Mayoritas penduduk Kabupaten Labuhanbatu Utara adalah suku Batak dan Jawa. Namun, terdapat juga penduduk yang beretnis Melayu (khususnya Melayu Kualuh) dan Minangkabau, serta kelompok etnis lainnya. Berdasarkan agama mereka, orang Jawa, Melayu, Minangkabau, dan sebagian orang Batak (dikenal sebagai Batak Nadolok) beragama Islam, sedangkan orang Batak Toba, terutama di wilayah hulu (terutama di Na IX-X), beragama Kristen Protestan. Selain itu, terdapat juga penganut Buddha dan Konghuchu, terutama dari komunitas Tionghoa, yang sebagian besar tinggal di Aek Kanopan, ibu kota kabupaten ini.[12]
| Suku bangsa | Populasi (estimasi jiwa) |
Persentase | Ref. |
|---|---|---|---|
| Batak | 200.561 | 52,50% | [12] |
| Jawa | 160.057 | 41,90% | |
| Melayu | 17.069 | 4,47% | |
| Minangkabau | 2.503 | 0,66% | |
| Lainnya | 1.814 | 0,47% | |
| Total (2020) | 382.004 | 100,00% |
Karena keragaman demografisnya, penduduk Kabupaten Labuhanbatu Utara menggunakan bahasa Indonesia, yang merupakan bahasa nasional, sebagai bahasa penghubung antar komunitas dan sebagai bahasa pengantar sehari-hari. Selain itu, bahasa-bahasa Batak (terutama Batak Toba dan Batak Angkola) digunakan oleh sebagian penduduk kabupaten ini, terutama di wilayah hulu (sebagian besar di Na IX-X, Marbau, dan Aek Natas). Bahasa lain yang juga digunakan adalah bahasa Melayu Kualuh, sebuah dialek bahasa Melayu, yang secara tradisional digunakan oleh penduduk beretnis Melayu, dan terutama digunakan di wilayah hilir oleh penduduk dari etnis lain, seperti etnis Jawa dan Batak. Sementara itu, bahasa Jawa dan bahasa Minangkabau hanya digunakan di kalangan komunitas etnis mereka sendiri.[12]
Bupati Labuhanbatu Utara adalah pemimpin tertinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara. Bupati Labuhanbatu Utara bertanggung jawab kepada gubernur Provinsi Sumatera Utara. Saat ini, bupati atau kepala daerah yang menjabat di Kabupaten Labuhanbatu Utara ialah Hendri Yanto Sitorus, dengan wakil bupati Samsul Tanjung.[3] Mereka menang pada Pemilihan umum Bupati Labuhanbatu Utara 2020, untuk periode tahun 2021-2024. Hendri merupakan bupati Labuhanbatu Utara ke-2 sejak kabupaten ini didirikan. Hendir dan Samsul dilantik oleh Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, pada 26 April 2021 di Kota Medan.[3]
| No | Bupati | Mulai jabatan | Akhir jabatan | Prd. | Wakil Bupati | ||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 2 | Hendri Yanto Sitorus | 26 April 2021 | petahana | 3 (2020) |
Samsul Tanjung | ||

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu Utara dalam tiga periode terakhir.
| Partai Politik | Jumlah Kursi dalam Periode | |||
|---|---|---|---|---|
| 2014–2019[13] | 2019–2024[14] | 2024–2029 | ||
| PKB | 4 | |||
| Gerindra | 5 | |||
| PDI-P | 4 | |||
| Golkar | 6 | |||
| NasDem | 2 | |||
| PKS | 1 | |||
| Hanura | 5 | |||
| PAN | 2 | |||
| PBB | 0 | |||
| Demokrat | 2 | |||
| PPP | 3 | |||
| PKPI | 1 | |||
| Jumlah Anggota | 35 | |||
| Jumlah Partai | 11 | |||

Kabupaten Labuhanbatu Utara terdiri dari 8 kecamatan, 8 kelurahan, dan 82 desa dengan luas wilayah mencapai 3.545,80 km² dan jumlah penduduk sekitar 381.994 jiwa (2020) dengan kepadatan penduduk 108 jiwa/km².[15][16]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Labuhanbatu Utara, adalah sebagai berikut:
| Kode Kemendagri | Kecamatan | Jumlah Kelurahan | Jumlah Desa | Status | Daftar Desa/Kelurahan |
|---|---|---|---|---|---|
| 12.23.04 | Aek Kuo | 8 | Desa | ||
| 12.23.07 | Aek Natas | 1 | 11 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 12.23.03 | Kualuh Hilir | 1 | 6 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 12.23.01 | Kualuh Hulu | 2 | 11 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 12.23.02 | Kualuh Leidong | 1 | 6 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 12.23.08 | Kualuh Selatan | 1 | 11 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 12.23.05 | Marbau | 1 | 17 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 12.23.06 | Na IX-X | 1 | 12 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| TOTAL | 8 | 82 |