Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Na IX-X, Labuhanbatu Utara

Na IX-X adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, Indonesia. Kecamatan ini mayoritas dihuni oleh suku Batak Toba sebagai penduduk asli, dan sisanya adalah suku Jawa, Minangkabau, Melayu, dan Batak Angkola.

kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara
Diperbarui 21 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Na IX-X, Labuhanbatu Utara
Kecamatan in Sumatera UtaraTemplat:SHORTDESC:Kecamatan in Sumatera Utara
Na IX-X
Kecamatan
Gapura Selamat Datang di Kecamatan Na IX-X
Gapura Selamat Datang di Kecamatan Na IX-X
Peta lokasi Kecamatan Na IX-X
Peta lokasi Kecamatan Na IX-X
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Utara
KabupatenLabuhanbatu Utara
Pemerintahan
 • CamatSukur Pasaribu
Populasi
 • Total59.761 jiwa
Kode pos
21454
Kode Kemendagri12.23.06 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS1223010 Suntingan nilai di Wikidata
Luas554 km²
Kepadatan97 jiwa/km²
Desa/kelurahan13
Situs webnaixx.labura.go.id
Peta
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Koordinat: 2°16′57.80460″N 99°45′29.23254″E / 2.2827235000°N 99.7581201500°E / 2.2827235000; 99.7581201500

Na IX-X adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara, Indonesia. Kecamatan ini mayoritas dihuni oleh suku Batak Toba sebagai penduduk asli, dan sisanya adalah suku Jawa, Minangkabau, Melayu, dan Batak Angkola.[1]

Sejarah

Nama Na IX-X berasal dari sebuah cerita yang diceritakan oleh seorang tokoh di kecamatan Na IX-X, Sahbuddin Munte. Ia menjelaskan bahwa nama Na IX-X merupakan gabungan dari kata Na dan angka Romawi IX (9) dan X (10). Di mana Na adalah kata dari bahasa Batak Toba, yang berarti 'kita'. Sementara itu, angka 9 dan 10 adalah jumlah raja (pemimpin lokal) yang memimpin wilayah di kecamatan Na IX-X. Terdapat 9 raja di hilir dan 10 raja di hulu.[2]

Mereka yang disebut sebagai raja, adalah gelar untuk pemimpin yang pernah memerintah di wilayah yang sekarang menjadi kecamatan Na IX-X. Selain menjadi pemimpin rakyat mereka, mereka juga pejuang yang melawan pemerintah kolonial Belanda. Ia berkata, "Selama periode kolonial, Na IX-X tidak pernah bisa dikuasai oleh Belanda dalam waktu lama. Jika Belanda masuk, raja-raja di hilir akan memilih perang atau bersembunyi di hutan. Jika terjadi perang, raja di hulu akan membantu, jika ia bersembunyi di hutan, raja di hulu juga akan membantu. Nantinya, ketika raja di hulu jatuh, raja di hilirlah yang akan membantu. Bersikap ramah dan saling membantu adalah hal yang memperkuat persatuan mereka".[2]

Bukti perjuangan melawan penjajah oleh raja-raja di Na IX-X adalah monumen perjuangan yang dibangun oleh pemerintah di Aek Kota Batu (ibu kota kecamatan Na IX-X). Monumen ini dibangun untuk menghormati jasa ke-19 raja dalam membela kedaulatan rakyat mereka melawan penjajah Belanda. Selain monumen, ke-19 raja tersebut juga diberi hak untuk menamai wilayah mereka. Setelah berdiskusi, mereka menyepakati nama Na IX-X, yang masih digunakan hingga saat ini.[2]

Menurut Sahbuddin, 19 raja di Na IX-X memiliki nama keluarga (marga) Batak Toba, terdiri dari 15 raja bermarga Munte, 2 raja bermarga Pohan, 1 raja bermarga Ritonga, dan 1 raja bermarga Sipahutar. Menurut Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Utara, monumen perjuangan di Aek Kota Batu, didedikasikan untuk 19 raja yang berjuang melawan Belanda.[2]

Berikut adalah nama-nama dari 19 raja di kecamatan Na IX-X:[2]

  1. Raja Aek Kota Batu
  2. Raja Pulo Godang
  3. Raja Pulo Hopur
  4. Raja Tardas
  5. Raja Montong
  6. Raja Hatapang
  7. Raja Pasang Lela
  8. Raja Berangir
  9. Raja Japadang
  10. Raja Napompar
  11. Raja Padang Nabidang
  12. Raja Batu Jonjong
  13. Raja Masehi Jae
  14. Raja Masehi Julu
  15. Raja Huala Masehi
  16. Raja Batu Tunggal
  17. Raja Huta Baru
  18. Raja Rimbaya
  19. Raja Aek Kopong

Geografi dan iklim

Keadaan geografi
Desa/Kelurahan Luas (km2) Jarak ke ibu kota kecamatan (km) Tinggi DPL (m)
Pematang 78,00 45 119
Batu Tunggal 62,50 12 53
Sungai Raja 57,50 9 5
Perkebunan Berangir 34,00 9 38
Pasang Lela 5,00 13 45
Silumajang 67,50 13 77
Hatapang 76,75 22 238
Meranti Omas 62,25 15 103
Bangun Rejo 19,62 7 50
Kampung Pajak 22,88 4 41
Aek Kota Batu 31,30 2 36
Simpang Merbau 16,20 3 54
Pulo Jantan 17,50 4 33
Total 554,00
Keadaan iklim
Bulan Jumlah curah hujan (mm) Jumlah hari hujan (hari)
Januari 144 12
Februari 105 7
Maret 156 12
April 239 15
Mei 235 10
Juni 176 8
Agustus 302 16
September 238 15
Oktober 210 11
November 330 16
Desember 227 10
Catatan
Pembaruan data untuk tahun 2022

Pemerintahan

No. Nama camat Periode jabatan
1 Zuhri 2010–2011
2 Sakti Sormin 2011–2015
3 Samsul Tanjung 2015–2017
4 Sukamto 2017–2018
5 Jhon Ferry 2018–2020
6 Abdul Hariman 2020–2022
7 M. Adlin Rizky Matondang 2022–2023
8 Sukur Pasaribu 2023–sekarang

Penduduk

Desa/kelurahan Jumlah penduduk (jiwa)
Laki-laki Perempuan Jumlah
Pematang 1.011 950 1.961
Batu Tunggal 3.556 3.378 6.934
Sungai Raja 3.629 3.671 7.300
Perkebunan Berangir 1.240 1.156 2.396
Pasang Lela 1.717 1.675 3.392
Simalujang 3.164 2.951 6.115
Hatapang 578 568 1.146
Meranti Omas 1.641 1.560 3.201
Bangun Rejo 1.960 1.928 3.888
Kampung Pajak 2.715 2.637 5.352
Aek Kota Batu 3.443 3.407 6.850
Simpang Merbau 2.336 2.269 4.605
Pulo Jantan 3.330 3.291 6.621
Total 30.320 29.441 59.761

Demografi

Agama

Agama yang paling banyak dipraktikkan oleh penduduk kecamatan Na IX-X adalah Islam (91%), sedangkan sisanya beragama Kristen Protestan (9%). Terdapat 86 masjid dan 5 gereja sebagai tempat ibadah di kecamatan ini.[1]

Bahasa

Bahasa yang digunakan oleh mayoritas penduduk kecamatan Na IX-X adalah bahasa Indonesia karena keragaman demografi penduduknya. Selain itu, penduduk aslinya menggunakan bahasa Batak Toba dan sebagian lainnya menggunakan bahasa Batak Angkola sebagai bahasa sehari-hari mereka. Sementara itu, bahasa lain yang cukup sering digunakan adalah bahasa Melayu (dialek Kualuh) dan bahasa Jawa.[1]

Suku bangsa

Suku bangsa asli dan mayoritas di kecamatan Na IX-X adalah suku Batak Toba, sebagian kecilnya adalah suku Batak Angkola. Sementara itu, terdapat juga sejumlah besar penduduk pendatang, terutama suku Jawa, Minangkabau, dan Melayu. Rinciannya pada tahun 2020 adalah Batak (83,35%), Jawa (14,28%), dan lainnya (2,37%).[1]

Pariwisata

Di Kecamatan Na IX-X, terdapat objek wisata alam yang sangat terkenal, yaitu Aek Buru, sungai berbatu dengan air yang bersih, jernih, dan dingin yang terletak di desa Batu Tunggal.

Selain Aek Buru, terdapat juga banyak lokasi wisata alam di kecamatan ini, warga setempat menyebutnya Teluk Tangga, Teluk Salak, dan berbagai lokasi wisata alam lainnya, yang terletak di desa Silumajang, sekitar 10 km dari Jalan Raya Lintas Sumatera.

Perekonomian

Sebagian besar pendapatan masyarakat di kecamatan Na IX-X berasal dari perkebunan dan sektor komoditas. Hasil perkebunan utama di kecamatan ini adalah kelapa sawit dan karet. Terdapat juga persawahan padi.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 "Kecamatan Na IX-X Dalam Angka 2023". Badan Pusat Statistik Kabupaten Labuhanbatu Utara. 26 September 2023. Diakses tanggal 10 Maret 2026. Pemeliharaan CS1: Tanggal dan tahun (link)
  2. 1 2 3 4 5 "Ada Perjuangan 19 Raja di Balik Nama Kecamatan di Labura, Ini Kisahnya". www.detik.com. Detik. 2022. Diakses tanggal 10 Maret 2026.
  • l
  • b
  • s
Kecamatan Na IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara
Kelurahan
  • Aek Kota Batu
Desa
  • Bangun Rejo
  • Batu Tunggal
  • Hatapang
  • Kampung Pajak
  • Meranti Omas
  • Pasang Lela
  • Pematang
  • Perkebunan Berangir
  • Pulo Jantan
  • Silumajang
  • Simpang Marbau
  • Sungai Raja
  • l
  • b
  • s
Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara
  • Pusat Pemerintahan: Aek Kanopan
  • Bupati: Hendri Yanto Sitorus
  • Wakil Bupati: Samsul Tanjung
  • Ketua DPRD: Rimba Bertuah Sitorus
Kecamatan
  • Aek Kuo
  • Aek Natas
  • Kualuh Hilir
  • Kualuh Hulu
  • Kualuh Leidong
  • Kualuh Selatan
  • Marbau
  • Na IX-X
Lambang Kabupaten Labuhanbatu Utara
  • Lihat juga: Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Labuhanbatu Utara
  • Terakhir diperbarui: 28 April 2021

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Geografi dan iklim
  3. Pemerintahan
  4. Penduduk
  5. Demografi
  6. Agama
  7. Bahasa
  8. Suku bangsa
  9. Pariwisata
  10. Perekonomian
  11. Referensi

Artikel Terkait

Kabupaten Labuhanbatu Utara

kabupaten di Provinsi Sumatera Utara

Sumatera Utara

provinsi di Pulau Sumatera, Indonesia

Daftar kecamatan dan kelurahan di Sumatera Utara

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026