Galih Puji Rahayu merupakan organisasi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang didirikan pada 29 Desember 1951 di Medan oleh Parto Suwiryo. Organisasi ini bertujuan melestarikan ajaran yang sebelumnya diterima dan diajarkan oleh Mustar, yang dianggap sebagai tokoh awal dalam penyebaran ajaran tersebut. GAPURA berfokus pada pembinaan kepribadian, etika, dan tata kehidupan yang selaras dengan nilai-nilai moral dan spiritual.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Galih Puji Rahayu (disingkat GAPURA) merupakan organisasi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang didirikan pada 29 Desember 1951 di Medan oleh Parto Suwiryo. Organisasi ini bertujuan melestarikan ajaran yang sebelumnya diterima dan diajarkan oleh Mustar (dikenal dengan Kyai Muktar), yang dianggap sebagai tokoh awal dalam penyebaran ajaran tersebut. GAPURA berfokus pada pembinaan kepribadian, etika, dan tata kehidupan yang selaras dengan nilai-nilai moral dan spiritual.[1]
Ajaran Galih Puji Rahayu pertama kali diterima oleh Kyai Muktar. Setelah wafat, ajaran tersebut dilanjutkan oleh Parto Suwiryo. Untuk menjaga kesinambungan ajaran, pada 29 Desember 1951 didirikan sebuah paguyuban bernama Galih Puji Rahayu di Kota Medan. Organisasi ini dibentuk dengan tujuan melestarikan ajaran pendahulunya sekaligus memelihara nilai-nilai budaya bangsa yang dirumuskan dalam konsep memayu hayuning bawana, yakni upaya menjaga keseimbangan dan keharmonisan kehidupan.[2]
Kata galih dimaknai sebagai tekad atau niat batin, puji diartikan sebagai kebaikan atau keselamatan bersama, dan rahayu berarti sejahtera atau selamat. Secara keseluruhan, istilah “Galih Puji Rahayu” mencerminkan tekad untuk mewujudkan kehidupan yang baik dan sejahtera, baik secara lahir maupun batin. Simbol organisasi berbentuk gapura atau pintu gerbang dengan dua tiang bambu dan sebuah palang di bagian atas. Bambu dimaknai sebagai lambang keteguhan dan ketulusan niat. Ornamen pada bagian atas menggambarkan perjalanan hidup manusia dari masa lalu menuju masa depan. Secara umum, bentuk gapura tersebut melambangkan proses yang dilalui seseorang dalam mencapai tujuan hidupnya.[3]
Ajaran Galih Puji Rahayu menekankan keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang dalam ajaran ini disebut sebagai “Hyang Mahaagung”, yakni sumber segala sesuatu dan pemegang kekuasaan tertinggi atas kehidupan. Kepercayaan tersebut menjadi dasar bagi penegasan kewajiban moral manusia untuk berperilaku baik, berbakti, dan menghormati Tuhan. Nilai-nilai ajarannya mencakup pengaturan hubungan manusia dengan Tuhan, diri sendiri, sesama, dan alam. Dalam kaitannya dengan diri pribadi, anggota ditekankan untuk menjaga kejujuran, pengendalian diri, serta ketertiban sikap dan perilaku. Ungkapan “suko-suko sudo prayitnane batin” digunakan untuk menggambarkan anjuran agar seseorang tidak berlebihan dalam kegembiraan dan tetap waspada terhadap dorongan hawa nafsu. Dalam hubungan sosial, ajaran ini mendorong sikap saling menghormati, tolong-menolong, dan penyelesaian persoalan melalui musyawarah untuk mufakat. Sementara itu, dalam hubungan dengan lingkungan, ditekankan bahwa manusia dan alam memiliki ketergantungan timbal balik sehingga keseimbangannya perlu dipelihara.[1][4]
Organisasi ini tidak menetapkan tata cara ritual yang bersifat baku atau formal. Praktik peribadatan lebih menekankan pada sikap kesungguhan, kesederhanaan, dan ketulusan dalam berdoa, yang dapat dilakukan dalam berbagai posisi, seperti duduk, berdiri, maupun berbaring, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing individu. Selain praktik pribadi, terdapat pula upacara bersama yang umumnya diselenggarakan pada bulan Sura. Dalam upacara tersebut digunakan perlengkapan berupa Nasi Tumpeng Rasul yang terdiri atas nasi putih, garam, kelapa, jenang, dan jajan pasar. Setiap unsur makanan memiliki makna simbolik dalam ajaran ini, antara lain nasi tumpeng sebagai perlambang naluri, garam sebagai gambaran pengalaman suka dan duka, kelapa sebagai simbol kehidupan, serta aneka jajanan sebagai representasi keragaman keinginan manusia dalam kehidupan duniawi.[3]