Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Suku Banten

Suku Banten atau Sunda Banten adalah sub-etnis Sunda yang mendiami bekas wilayah Kesultanan Banten di luar Parahyangan, Cirebon, dan Jakarta. Menurut Sensus Penduduk tahun 2010 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, populasi suku Banten mewakili 2,1% dari penduduk Indonesia, atau sekitar 4.657.000 jiwa lebih. Orang Banten umumnya bertutur menggunakan sebuah dialek dari bahasa Sunda yang disebut sebagai bahasa Sunda Banten.

kelompok etnik pribumi yang berasal dari Banten, di pulau Jawa bagian barat
Diperbarui 26 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Suku Banten
Suku Banten
Urang Banten
ᮅᮛᮀ ᮘᮔ᮪ᮒᮨᮔ᮪
Pakaian adat dalam pernikahan suku Banten.
Jumlah populasi
±5.000.000-9.000.000[1]
Daerah dengan populasi signifikan
 Banten
Bahasa
Sunda Banten, Indonesia
Agama
Islam (Sunni)
Kelompok etnik terkait
Sunda, Badui, Lampung

Suku Banten atau Sunda Banten (aksara Sunda: ᮅᮛᮀ ᮘᮔ᮪ᮒᮨᮔ᮪, Urang Banten) adalah sub-etnis Sunda yang mendiami bekas wilayah Kesultanan Banten (sekarang bagian dari Banten)[2] di luar Parahyangan, Cirebon, dan Jakarta. Menurut Sensus Penduduk tahun 2010 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, populasi suku Banten mewakili 2,1% dari penduduk Indonesia, atau sekitar 4.657.000 jiwa lebih.[3][4] Orang Banten umumnya bertutur menggunakan sebuah dialek dari bahasa Sunda yang disebut sebagai bahasa Sunda Banten.

Masyarakat

Sensus Penduduk tahun 2010

Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2010 oleh Badan Pusat Statistik Indonesia, suku Banten bersama suku Badui dikelompokan ke dalam Suku asal Banten dengan total jumlah 4.657.784 jiwa.[3][4]

Etimologi

Kata "Banten" muncul jauh sebelum berdirinya Kesultanan Banten. Kata ini digunakan untuk menamai sebuah sungai dan daerah sekelilingnya, yaitu Cibanten atau sungai Banten. Rujukan tertulis pertama mengenai Banten dapat ditemukan pada naskah berbahasa Sunda Kuno Bujangga Manik yang menyebutkan nama-nama tempat di Banten dan sekitarnya sebagai berikut:

Tanggeran Labuhan Ratu.
Ti kalér alas Panyawung,
Tanggeran na alas Banten.

Itu ta na gunung (.. .)ler,
Tanggeran alas Pamekser,
Nu awas ka Tanjak Barat.
Itu ta pulo Sanghiang,
Heuleut-heuleut nusa Lampung,

Ti timur pulo Tampurung,
Ti barat pulo Rakata,
Gunung di tengah sagara.
Itu ta gunung Jereding,
Tanggeran na alas Mirah,

Ti barat na lengkong Gowong.
Itu ta gunung Sudara,
Na gunung Guha Bantayan,
Tanggeran na Hujung Kulan,
Ti barat bukit Cawiri.

Itu ta na gunung Raksa,
Gunung Sri Mahapawitra,
Tanggeran na Panahitan,

Dataran lebih tinggi yang dilalui sungai ini disebut Cibanten Girang atau disingkat Banten Girang ("Banten atas"). Berdasarkan riset yang dilakukan di Banten Girang pada tahun 1988 dalam program Franco-Indonesian excavations, di daerah ini telah ada pemukiman sajak abad ke 11 sampai 12 (saat kerajaan Sunda). Berdasarkan riset ini juga diketahui bahwa daerah ini berkembang pesat pada abad ke-16 saat Islam masuk pertama kali di wilayah ini.

Lukisan orang Banten sekitar tahun 1598 di Rijksmuseum Amsterdam

Perkembangan pemukiman ini kemudian meluas atau bergeser ke arah Serang dan ke arah pantai. Pada daerah pantai inilah kemudian didirikan Kesultanan Banten oleh Sunan Gunung Jati.

Asal-usul

Asal-usul suku Banten sangat erat kaitannya dengan sejarah berdirinya Kesultanan Banten, suku Banten bersama suku Badui pada dasarnya adalah sub-etnik dari suku Sunda yang mendiami bekas wilayah Kesultanan Banten (wilayah Karesidenan Banten setelah Kesultanan Banten dihapuskan dan dianeksasi oleh pemerintah Hindia Belanda). Hanya saja setelah dibentuknya Provinsi Banten, kemudian sebagian orang (terutama orang luar negeri) menerjemahkan Bantenese sebagai kesatuan etnik dengan budaya dan bahasa tersendiri, yakni budaya dan bahasa Sunda Banten.[5]

Kebudayaan

Tanah Banten kaya akan adat dan budaya, salah satu yang dominan adalah adat dan budaya suku Banten yang menjadi mayoritas di Provinsi Banten.

Bahasa

Bahasa yang dituturkan oleh masyarakat Banten adalah salah satu dialek bahasa Sunda yang dikenal sebagai bahasa Sunda Banten yang memiliki beberapa perbedaan leksikon, morfologi, hingga fonologi dengan bahasa Sunda baku, bahasa Sunda Banten dianggap sebagai bahasa Sunda yang lebih dekat dengan bahasa Sunda Kuno karena memiliki beberapa karakteristik tertentu yang tidak dimiliki oleh bahasa Sunda Priangan. Bahasa ini biasa dituturkan di sebagian besar wilayah Banten seperti Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, sebagian besar Kabupaten Tangerang, bagian barat Kota Tangerang, bagian barat Kota Tangerang Selatan, dan bagian tengah dan selatan Kabupaten Serang.[6] Selain itu, bahasa Sunda Banten juga digunakan di wilayah Jawa Barat, yaitu di bagian barat Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi.[7]

Budaya dan Kesenian

  • Aksi Debus, kesenian khas Banten.
    Aksi Debus, kesenian khas Banten.

Kekhasan budaya masyarakat Banten antara lain seni bela diri Pencak Silat, Debus, Rudad, Umbruk, Tari Saman (Dzikir Saman), Tari Topeng,[8] Dog-dog, Angklung Gubrag, Rampak Bedug, Tari Walijamaliha,[9] Tari Silat Pandeglang,[10][11] Palingtung, Lojor, Beluk, dan lainnya.[12][13] Di samping itu juga terdapat peninggalan warisan leluhur, antara lain Masjid Agung Banten, Makam Keramat Panjang,[14] dan masih banyak peninggalan lainnya.

  • Menara Banten sekitar tahun 1915 - 1926
    Menara Banten sekitar tahun 1915 - 1926
  • Suasana di dalam Masjid Agung Banten pada tahun 1933
    Suasana di dalam Masjid Agung Banten pada tahun 1933
  • Suasana di luar Masjid Agung Banten pada tahun 1933
    Suasana di luar Masjid Agung Banten pada tahun 1933

Gelar Nama

  • Tubagus (Tb)
  • Ratu
  • Entol (E)
  • Nyi Ayu

Kuliner

Kuliner khas Banten diantaranya adalah Sate Bandeng, Rabeg Banten, Pecak Bandeng, Pasung Beureum, Ketan Bintul, Nasi Belut, Kue Cucur, Angeun Lada, Balok Menes, Sate Bebek Cibeber, Emping Menes,[12][13] dan lainnya.[15][16][17]

Agama

Secara umum, mereka yang mengaku sebagai etnis Banten merupakan pemeluk agama Islam yang tidak bisa lepas dari budaya keislaman yang sangat kental, hal tersebut erat kaitannya dengan sejarah Banten sebagai salah satu Kerajaan Islam terbesar di pulau Jawa. Selain itu kesenian-kesenian di Wilayah Banten juga menggambarkan aktivitas keislaman masyarakatnya, seperti kesenian Rampak Bedug dari Pandeglang.[11] Meskipun begitu, provinsi Banten merupakan masyarakat multietnis yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama,[4] pemeluk agama lain dari suku-suku lainnya dapat hidup berdampingan secara damai di wilayah ini, seperti masyarakat Tionghoa Benteng di Tangerang, dan Masyarakat adat Badui (Sunda Wiwitan) di wilayah Kanekes, Leuwidamar, Lebak.

Batik Banten

75 Ragam Hias Khas Banten Rekontruksi Arkeologi Nasional

Corak dan motif Batik Banten adalah iluminasi dari ragam hias yang telah dikaji Pemerintah provinsi Banten dalam rangka menemukan kembali ornamen motif pada bangunan rumah adat di Banten, Ragam hias ini hasil ekskavasi yang direkontruksi oleh Arkeologi Nasional dan Fakultas Sastra Universitas Indonesia sejak tahun 1976. Ragam hias tersebut telah menjadi keputusan Gubernur Banten Tahun 2003.

Sejak dipatenkan tahun 2003, Batik Banten telah mengalami proses panjang hingga akhirnya diakui di seluruh dunia. Batik Banten dipatenkan setelah ada kajian di Malaysia dan Singapura yang diikuti 62 negara dan mendapatkan predikat terbaik sedunia. Bahkan Batik Banten menjadi batik pertama yang punya hak paten di UNESCO.

Batik Banten memiliki identitas tell story (motifnya bercerita) dan kekhasan tersendiri ketimbang batik lain. Beberapa motifnya diadopsi dari benda-benda sejarah (artefak). Di setiap motif terdapat warna abu-abu yang konon menjadi cermin masyarakat Banten. Semua batiknya mengandung muatan filosofi.[18]

Nama-nama motif Batik Banten diambil dari nama toponim desa-desa kuno, nama gelar bangsawan/sultan dan nama tataruang istana kerajaan Banten. Pada corakpun identik dengan cerita sejarah yang mengandung filosofi (penuh arti) pada motifnya dengan bermakna intelektual bagi pemakai bahan dan busana Batik Banten.[19]

Filosofi di Motif Batik Banten

Artikel utama: Batik Banten
Ragam motif batik Banten yang mengandung filosofi[20]
  • Motif Surosowan: Surosowan adalah nama tata ruang tempat Menghadap raja/sultan Kesultanan Banten.
  • Motif Pasulamam: Pasulaman adalah nama tempat para Perajin sulaman di lingkungan Kesultanan Banten.
  • Motif Pasepen: Pasepen adalah nama tempat tata ruang Istana tempat Sultan Maulana Hasanuddin melakukan meditasi di Kesultanan Banten.
  • Motif Sebakingking: Sebakingking adalah nama gelar Panembahan Sultan Maulana Hasanuddin dalam penyebaran Agama lslam.
  • Motif Srimanganti: Srimanganti adalah nama tempat di mana Selasar yang menghungkan pendopo Kesultanan Banten untuk raja/sultan menanti.
  • Motif Pejantren: Pejantren adalah nama tempat para perajin tenunan di wilayah Banten.
  • Motif Panjunan: Panjunan adalah nama sebuah perkampungan tempat perajin gerabah dan keramik di wilayah Kesultanan Banten.
  • Motif Singayaksa: Singayaksa adalah nama sebuah tempat di mana Sultan Maulana Hasanuddin Salat Istikharah, memohon petunjuk Allah dalam mendirikan keraton.
  • Motif Wamilahan: Wamilahan adalah nama sebuah perkampungan tempat perajin pembelah bambu dan tikar di lingkungan Istana.
  • Motif Panembahan: Panembahan adalah nama Gelar Sultan Maulana Hasanuddin dalam penataan negara pada kejayaan keraton Kesultanan Banten.
  • Motif Pancaniti: Pancaniti adalah nama tempat/bangsal di mana Sultan Maulana Hasanuddin menyaksikan para prajuritnya berlatih di lapangan.
  • Motif Pamaranggen: Pamaranggen adalah nama tempat di mana para perajin dan asesoris keris di lingkungan Kesultanan Banten.
  • Motif Langenmaita: Langenmaita adalah nama tempat berlabuhnya kebahagiaan dalam mengarungi samudra cinta dengan kapal pesiar/dermaga.
  • Motif Mandalikan: Mandalikan adalah nama gelar yang diberikan kepada Pangeran Arya Mandalika dalam penyebaran Agama lslam.
  • Motif Memoloan: Memoloan adalah nama sebuah kontruksi bangunan atap menara mesjid dan pendopo Kesultanan Banten.
  • Motif Kesatriaan: Kesatriaan adalah nama Sebuah perkampungan tempat belajar agama di pesantren lingkungan Kesultanan Banten.
  • Motif Kawangsan: Kawangsan adalah nama gelar yang diberikan kepada Pangeran Wangsa dalam penyebaran Agama lslam.
  • Motif Kapurban: Kapurban adalah nama gelar yang diberikan kepada Pangeran Purba dalam penyebaran Agama Islam.
  • Motif Kaibon: Kaibonan adalah nama sebuah bangunan pagar yang mengelilingi Keraton Istana Banten.
  • Motif Datulaya: Datulaya dalah nama tempat tinggal Sultan Maulana Hasanuddin/tata ruang keluarga di Kesultanan Banten.

Galeri

  • Sekelompok ibu sedang melakukan aktivitas mencuci (Tahun 1933)
    Sekelompok ibu sedang melakukan aktivitas mencuci (Tahun 1933)
  • Seorang ibu dan bayinya di perkebunan kelapa Sawarna (Tahun 1929)
    Seorang ibu dan bayinya di perkebunan kelapa Sawarna (Tahun 1929)

Tokoh Banten

Artikel utama: Daftar tokoh Banten

Berikut adalah tokoh-tokoh terkenal dari suku Banten:

Sultan-sultan dan tokoh Kesultanan Banten lainnya

Artikel utama: Daftar Sultan Banten
  • Maulana Hasanuddin dari Banten - Penguasa Kesultanan Banten pertama
  • Sultan Ageng Tirtayasa - Sultan Banten ke 6
  • Maulana Muhammad Shafiuddin dari Banten - Sultan Banten terakhir
  • Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja - Sultan Banten sekarang
  • Pangeran Tubagus Angke - Adipati Banten di Jayakarta
  • Pangeran Purbaya - Pangeran Banten, Putra Sultan Ageng Tirtayasa
  • Ratu Bagus Buang - Bangsawan Banten, Keluarga Kesultanan Banten
  • Ki Mas Jong dan Ki Agus Ju - Tokoh Banten yang berperan dalam pendirian Kesultanan Banten dan penyebaran Islam di Banten

Agamawan

  • Syekh Nawawi al-Bantani - Ulama, Imam Dua Tanah Suci
  • Syekh Maulana Mansyuruddin - Ulama
  • Syekh Abdul Karim al-Bantani - Mursyid Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah
  • Syekh Asnawi al-Bantani - Ulama
  • Syekh Tubagus Ahmad Bakri as-Sampuri (Mama Sempur) - Ulama
  • Syekh Arsyad Thawil al-Bantani - Ulama, Tokoh Pejuang Geger Cilegon 1888
  • K.H. Abuya Dimyathi al-Bantani - Ulama
  • K.H. Abuya Sanja (Mama Sanja) - Ulama
  • K.H. Abuya Muhtadi Dimyathi al-Bantani - Ulama
  • K.H. Tubagus Muhammad Falak Abbas - Ulama, Perintis NU Bogor
  • K.H. Ma'ruf Amin - Ulama, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia, Ketua Umum MUI, Rais 'Aam PBNU
  • Adi Hidayat (Ustaz Adi Hidayat) - Ulama dari Banten

Pahlawan nasional dan tokoh pejuang lainnya

  • Ageng Tirtayasa dari Banten - Sultan Banten, Pahlawan Nasional
  • Syafruddin Prawiranegara - Ketua Pemerintah Darurat Republik Indonesia, Pahlawan Nasional
  • K.H. Tubagus Ahmad Chatib al-Bantani[21] - Ulama, Tokoh Pejuang Kemerdekaan Indonesia
  • K.H. Tubagus Ahmad Chatib al-Bantani[22] - Ulama, Tokoh Pejuang Kemerdekaan Indonesia
  • K.H. Syam'un - Ulama, Brigadir Jenderal TNI, Tokoh Pejuang Kemerdekaan Indonesia
  • Nyimas Gamparan - Tokoh Pejuang Wanita
  • Nyimas Melati - Tokoh Pejuang Wanita
  • Ki Tubagus Ismail - Tokoh Pejuang pada Geger Cilegon 1888
  • Ki Wasyid - Tokoh Pejuang pada Geger Cilegon 1888

Politikus, negarawan, tokoh militer dan lain sebagainya

  • Achmad Djajadiningrat - Anggota Volksraad pada masa Hindia Belanda
  • Hussein Jayadiningrat - Anggota BPUPKI, Profesor pertama Pribumi Indonesia
  • K.H. Abdul Fatah Hasan - Anggota BPUPKI
  • Maria Ulfah Santoso - Anggota BPUPKI, Menteri Indonesia
  • Embay Mulya Syarief - Politikus, Pengusaha
  • Taufiequrachman Ruki - Inspektur Jenderal Polisi, Ketua KPK pertama
  • Tubagus Hasanuddin - Mayor Jenderal TNI, Politikus
  • H. Tubagus Anis Angkawijaya - Inspektur Jenderal Polisi
  • Ir. Tubagus Rizon Sofhani - Politikus
  • Mulyadi Jayabaya - Bupati Lebak periode 2003-2013, Pengusaha
  • Ratu Atut Chosiyah - Gubernur Banten periode 2007-2015
  • Andika Hazrumy - Politikus
  • Tubagus Dedi Gumelar - Politikus, Pelawak

Aktor, aktris, penyanyi, dan lain sebagainya

  • Tubagus Tema Mursadat - Pesebak bola
  • Tubagus Indra - Aktor
  • Adi Bing Slamet - Penyanyi, Aktor
  • Bing Slamet - Pelawak, Aktor, Penyanyi, Pencipta lagu
  • Ratu Felisha - Aktris
  • Tubagus Ali Akbar - Aktor, Penyanyi
  • Tubagus Armand Maulana - Penyanyi, Penulis lagu
  • Slamet Rahardjo - Aktor
  • Misbach Yusa Biran - Sutradara

Lihat pula

  • Kesultanan Banten
  • Provinsi Banten
  • Batik Banten
  • Tubagus

Referensi

  1. ↑ Minahan, James B. (2012). Ethnic Groups of South Asia and the Pacific: An Encyclopedia. Santa Barbara, California: ABC-CLIO. ISBN 978-1-59884-659-1. OCLC 915350385. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Bintang, Anugerah. "Suku Bangsa di Provinsi Banten" (dalam bahasa Inggris).
  3. 1 2 "Peringatan". sp2010.bps.go.id. Diakses tanggal 2017-03-21.
  4. 1 2 3 Kewarganegaraan, Suku Bangsa, Agama dan Bahasa Sehari-hari Penduduk Indonesia – Hasil Sensus Penduduk 2010. Badan Pusat Statistik. 2011. ISBN 9789790644175.
  5. ↑ Kemdikbud, Ditjenbud -. "Suku Banten | Kebudayaan Indonesia". kebudayaanindonesia.net. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-03-22. Diakses tanggal 2017-03-21.
  6. ↑ developer, metrotvnews. "Bahasa dan Sastra Sunda Banten Terancam Punah". Metrotvnews.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-06-01. Diakses tanggal 2017-03-21.
  7. ↑ HeiBogor (2015-09-04). "Jasinga, Bagian Bogor yang Banten Secara Kultural". Berita Bogor. Diakses tanggal 2017-06-18.
  8. ↑ Khamelia. "Tarian Topeng Tani Banten Juara Umum Festival Pesona Serumpun Sebalai Nusantara". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2017-04-09.
  9. ↑ "5 Tari Tradisional Banten". TradisiKita, Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-04-10. Diakses tanggal 2017-04-09.
  10. ↑ "DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PANDEGLANG". disbudpar.pandeglangkab.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-09-12. Diakses tanggal 2017-04-09.
  11. 1 2 Kemdikbud, Ditjenbud -. "Kesenian Rampak Bedug dari Banten | Kebudayaan Indonesia". kebudayaanindonesia.net. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-03-21. Diakses tanggal 2017-03-21.
  12. 1 2 Official NET News (2014-09-20), Budaya Desa Menes Pandeglang Banten - NET17, diakses tanggal 2017-04-09
  13. 1 2 Netmediatama (2014-09-21), Menes - Pandeglang - Banten | Indonesia Bagus | Fransiska, Wilman & Yasmina| NetMediatama, diakses tanggal 2017-04-09
  14. ↑ Ansyari, Syahrul. "Cerita Makam Keramat Terpanjang di Tangerang". VIVA.co.id. Diakses tanggal 2017-04-09.
  15. ↑ "7 Makanan Khas Banten yang Wajib Dicoba". Wisata Banten (dalam bahasa American English). 2016-01-25. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-04-02. Diakses tanggal 2017-04-01.
  16. ↑ admin. "14 Makanan Khas Banten Paling Enak yang Wajib Anda Cicipi". Portalwisata.co.id. Diakses tanggal 2017-04-01.
  17. ↑ Widodo, Wahyu Setyo. "Liburan di Banten, Jangan Lupa Cicipi 10 Kuliner Khas Ini". detikcom. Diakses tanggal 2017-04-01.
  18. ↑ Bantenurban TV (2016-07-19), Batik Banten Sebuah Rekonstruksi Sejarah ( Video Promosi ), diakses tanggal 2017-04-09
  19. ↑ Official NET News (2014-10-30), 85 Motif Batik Banten Mulai Dipasarkan -NET24, diakses tanggal 2017-04-09
  20. ↑ "Batik Banten – Seni Budaya Lokal Yang Mendunia | KotaSerang.com". kotaserang.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2017-04-09.
  21. ↑ Mulyadi (2016-11-13). "Ini Tiga Tokoh Dari Banten yang akan Diusulkan Mendapat Gelar Pahlawan". Ini Tiga Tokoh Dari Banten yang akan Diusulkan Mendapat Gelar Pahlawan. Diakses tanggal 2017-04-01.
  22. ↑ "Catatan KH. Tb. ACHMAD SUCHARI CHATIB Seorang Putera Residen Banten (1920-2005)". ;

Pranala luar

  • Website resmiSensus Penduduk Indonesia 2010

Bacaan lanjutan

  1. Claude Guillot, The Sultanate of Banten, Gramedia Book Publishing Division, Jakarta, 1990
  2. Adolf Heuken SJ, Sumber-sumber asli sejarah Jakarta, Jilid II, Cipta Loka Caraka, Jakarta,2000
  3. Adolf Heuken SJ, Sumber-sumber asli sejarah Jakarta, Jilid III, Cipta Loka Caraka, Jakarta,2000
  • l
  • b
  • s
Suku bangsa di Indonesia
Suku bangsa di Sumatra
Batak
  • Alas
  • Angkola
  • Kluet
  • Karo
  • Mandailing
  • Pakpak (Boang • Kelasen • Keppas • Pegagan • Simsim)
  • Simalungun
  • Singkil
  • Toba
Melayu
  • Asahan
  • Bangka
  • Belitung
  • Bengkulu
  • Deli
  • Langkat
  • Riau
  • Serdang
  • Tamiang
Minangkabau
  • Aneuk Jamee
  • Kampar
  • Minangkabau
  • Mukomuko
  • Pesisir
Melayu Bukit Barisan Selatan
  • Aji
  • Basemah
  • Enim
  • Gedam
  • Gumai
  • Jambi
  • Kaur
  • Kerinci
  • Kikim
  • Kisam
  • Lahat
  • Lematang
  • Lembak
  • Lintang
  • Musi
  • Nasal
  • Ogan
  • Palembang
  • Pekal
  • Penesak
  • Rambang
  • Rawas
  • Saling
  • Sekayu
  • Semende
  • Serawai
Melayu Aborigin
  • Akit
  • Batin
  • Batin Sembilan
  • Bonai
  • Duano
  • Kubu
  • Lubu
  • Laut
  • Mapur
  • Petalangan
  • Sakai
  • Sawang
  • Sekak
  • Talang Mamak
Lampung
  • Abung
  • Daya
  • Saibatin
  • Pepadun
  • Kayu Agung
  • Komering
  • Krui
  • Pubian
  • Ranau
  • Sungkai
Kepulauan Barat Sumatera
  • Enggano
  • Haloban
  • Lekon
  • Mentawai
  • Nias
  • Sigulai
  • Simeulue
Lain-lain
  • Aceh
  • Gayo
  • Mante
  • Orang Pendek
  • Rejang
Tionghoa
  • Tionghoa Aceh
  • Tionghoa Medan
  • Tionghoa Padang
  • Tionghoa Bukittinggi
  • Tionghoa Palembang
  • Tionghoa Bangka
Suku bangsa di Jawa

Baduy • Banten • Bawean • Betawi • Ciptagelar • Cirebon • Indo • Jawa • Kalang • Kangean • Madura • Melayu • Osing • Peranakan • Sunda • Tengger

Suku bangsa di Kepulauan Nusa Tenggara

Abui • Adang • Adonara • Alor • Amarasi • Anakalangu • Atoni • Bali • Bilba • Bima • Blagar • Boti • Bunak • Dela-Oenale • Dengka • Dhao • Ende • Hamap • Helong • Ile Ape • Kabola • Kafoa • Kamang • Kambera • Kedang • Kelon • Kemak • Ke'o • Kepo' • Kodi • Komodo • Kui • Kula • Lamaholot • Lamalera • Lamatuka • Lamboya • Lamma • Laura • Lembata Barat • Lembata Selatan • Levuka • Lewo Eleng • Lewotobi • Lio • Lole • Melayu Loloan • Kupang • Larantuka • Mamboru • Manggarai • Nage • Nedebang • Ngada • Ngada Timur • Palue • Rajong • Rembong • Retta • Ringgou • Riung • Rongga • Sabu • Sasak • Sawila • Sika • So'a • Sumba • Sumbawa • Tambora • Tereweng • Termanu • Tetun • Tewa • Tii • Uab Meto • Wae Rana • Wanukaka • Wejewa • Wersing

Suku bangsa di Kalimantan *

Abal • Agabag • Ampanang • Aoheng • Bahau • Bakati' • Bekati' Rara • Bekati' Sara • Bakumpai • Banjar • Basap • Bawo • Benyadu' • Bentian • Benuaq • Berau • Bidayuh (Biatah • Bukar-Sadong) • Bolongan • Bukit (Pitap) • Bukitan • Burusu • Dayak • Dusun (Deyah • Malang • Witu) • Embaloh • Iban (Mualang • Seberuang) • Jangkang • Kanayatn • Kayan (Busang • Mahakam • Sungai Kayan • Mendalam • Wahau) • Kebahan • Kelabit • Kembayan • Keninjal • Kenyah (Kelinyau • Wahau • Lebu' Kulit) • Kohin • Krio • Kutai (Kota Bangun • Tenggarong) • Lawangan • Lengilu • Lun Bawang • Ma'anyan • Mali • Mayau • Melayu • Modang • Ngaju (Barangas • Katingan) • Okolod • Ot Danum (Limbai) • Paku • Pasir • Pesaguan • Punan (Aput • Bukat • Hovongan • Kereho • Merah • Merap • Tubu) • Putoh • Ribun • Sa'ban • Sambas • Sanjau Basap • Sanggau • Segai • Selungai Murut • Semandang • Sembakung Murut • Siang Murung • Tagal Murut • Taman • Tausug • Tawoyan • Tidung • Tunjung • Uma' Lasan • Uma' Lung • Wehea

Suku bangsa di Sulawesi

Andio • Aralle-Tabulahan • Bada • Bahonsuai • Bajau • Balaesang • Balantak • Bambam • Banggai • Bantik • Baras • Batui • Behoa • Bentong • Bintauna • Boano • Bobongko • Bolango • Bonerate • Budong-Budong • Bugis • Bungku • Buol • Busoa • Buton (Ciacia • Kulisusu • Lasalimu • Wolio) • Campalagian • Dakka • Dampelas • Dondo • Duri • Enrekang • Gorontalo • Kaidipang • Kaili (Kaili Da'a • Kaili Ledo • Kaili Unde) • Kaimbulawa • Kalao • Kalumpang • Kamaru • Kioko • Kodeoha • Konjo Pegunungan • Konjo Pesisir • Koroni • Kumbewaha • Laiyolo • Lauje • Lemolang • Liabuku • Lindu • Lolak • Luwu • Maiwa • Makassar • Manado • Malimpung • Mamasa • Mamuju • Mandar • Melayu • Minahasa • Moma • Mongondow • Mori (Mori Atas • Mori Bawah) • Moronene • Muna • Napu • Onda'e • Padoe • Pamona • Panasuan • Pancana • Pannei • Pebato • Pendau • Polahi • Ponosakan • Rahambuu • Rampi • Ratahan • Saluan • Sangir • Sarudu • Sedoa • Seko Padang • Seko Tengah • Selayar • Suwawa • Taje • Tajio • Talaud • Taloki • Talondo' • Toala' • Tolaki • Tomadino • Tombelala • Tombulu • Tomini • Tondano • Tonsawang • Tonsea • Tontemboan • Topoiyo • Toraja • Totoli • Tukang Besi Selatan • Tukang Besi Utara • Ulumanda' • Uma • Wana • Waru • Wawonii • Wotu

Suku bangsa di Kepulauan Maluku

Alfur • Alune • Amahai • Ambelau • Ambon • Aputai • Asilulu • Babar Tenggara • Babar Utara • Bacan • Banda • Barakai • Bati • Batuley • Benggoi • Boano • Bobot • Buli • Buru • Dai • Damar Barat • Damar Timur • Dawera-Daweloor • Dobel • Elpaputih • Emplawas • Fordata • Galela • Gamkonora • Gane • Gebe • Geser-Gorom • Gorap • Haruku • Hitu • Horuru • Hoti • Huaulu • Hukumina • Hulung • Ibu • Ili'uun • Imroing • Kadai • Kaibobo • Kamarian • Kao • Karey • Kayeli • Kei • Kisar • Koba • Kola • Kompane • Kur • Laba • Laha • Larike-Wakasihu • Latu • Leti • Liana-Seti • Lisabata-Nuniali • Lisela • Lola • Loloda • Lorang • Loun • Luang • Luhu • Maba • Makian Barat • Makian Timur • Mangole • Manipa • Manombai • Manusela • Mariri • Masarete • Masela Barat • Masela Tengah • Masela Timur • Masiwang • Modole • Moksela • Naka'ela • Nila • Nuaulu (Naulu Selatan • Naulu Utara) • Nusa Laut • Oirata • Pagu • Palumata • Patani • Paulohi • Perai • Piru • Roma • Sahu • Salas • Saleman • Saparua • Sawai • Seit-Kaitetu • Selaru • Seluwasan • Sepa • Serili • Serua • Sula • Tabaru • Taliabu • Talur • Tarangan Barat • Tarangan Timur • Tela-Masbuar • Teluti • Teor • Ternate • Ternateño1 • Te'un • Tidore • Tobelo • Tugun • Togutil • Tulehu • Ujir • Waioli • Watubela • Wemale (Selatan • Utara) • Yalahatan • Yamdena

Suku bangsa di Papua *

Abinomn 3 • Abun 3 • Airoran • Ambai • Amungme • Anasi • Ansus • Arandai • Arfak (Hatam • Moile • Sough • Meyah) • Arguni • As • Asmat (Asmat Pantai Kasuari • Asmat Tengah • Asmat Utara • Asmat Yaosakor) • Atohwaim • Auye • Awbono • Awera • Awyi • Awyu • Bagusa • Baham • Barapasi • Bauzi • Bayono • Bedoanas • Beneraf • Berik • Betaf • Biak • Biga • Biritai • Bonggo • Burate • Burmeso • Burumakok • Buruwai • Busami • Citak • Dabe • Damal • Dani • Dao • Dem • Demisa • Dera • Diebroud • Dineor • Diuwe • Doutai • Duriankere • Dusner • Duvle • Edopi • Ekari • Elseng 3 • Emem • Eritai • Erokwanas • Fayu • Fedan • Foau • Gresi • Hupla • Iau • Iha • Imekko (Suabo • Kais • Puragi • Kaburi • Kokoda) • Irarutu • Iresim • Isirawa • Itik • Iwur • Jofotek-Bromnya • Kaiy • Kalabra • Kamberau • Kamoro • Kapauri • Kaptiau • Karas • Kaure • Kauwera • Kayagar • Kayupulau • Kehu 5 • Keijar • Kemberano • Kembra 5 • Kemtuik • Ketengban • Ketum • Kimaghima • Kimki • Kimyal • Kirikiri • Kofei • Kombai • Komyandaret • Konda • Koneraw • Kopkaka • Korowai • Kosare • Kowiai • Kuri • Kurudu • Kwer • Kwerba • Kwerba Mamberamo • Kwerisa • Kwesten • Kwinsu • Lani • Lepki 5 • Liki • Maden • Maibrat (Ayamaru • Karon Dori • Mare • Aifat • Aitinyo) • Mairasi • Mander • Mandobo Atas • Mandobo Bawah • Manem • Mapia • Marau • Marind (Marind Bian • Maklew-Yab • Kanum • Yei) • Masimasi • Massep 3 • Matbat • Mawes • Ma'ya (Laganyan • Kawe • Wauyai) • Mek (Kosarek • Nipsan • Nalca • Eipomek) • Mekwei • Meoswar • Mer • Mlap • Mo • Moi • Molof 5 • Mombum • Momuna • Moni • Mora • Mor • Morai • Morori • Moskona • Mpur 3 • Munggui • Murkim 5 • Muyu • Nafri • Nakai • Namla 5 • Narau • Ndom • Nduga • Ngalik • Ngalum • Nggem • Nimboran • Ninggerum • Nisa • Obokuitai • Onin • Ormu • Orya • Papasena • Papuma • Pom • Rasawa • Riantana • Roon • Samarokena • Saponi • Sauri • Sause • Saweru • Sawi • Seget • Sekar • Semimi • Sempan • Sentani • Serui-Laut • Sikaritai • Skou • Sobei • Sowanda • Sowari • Sunum • Tabla • Taikat • Tamagario • Tanahmerah • Tandia • Tangko • Tarpia • Tause • Tebi • Tefaro • Tehit • Tobati • Tofanma 5 • Towei • Trimuris • Tsaukambo • Tunggare • Una • Uruangnirin • Usku 5 • Viid • Vitou • Wabo • Waigeo • Walak • Wambon • Wandamen • Wanggom • Wano • Warembori • Wares • Waris • Waritai • Warkay-Bipim • Waropen • Wauyai • Woi • Wolai • Woria • Yahadian • Yali • Yaqay • Yarsun • Yaur • Yawa • Yeretuar • Yetfa • Yoke • Zorop

Suku bangsa lain

Belanda Hitam • Arab-Indonesia • India-Indonesia • Jepang Indonesia • Korea-Indonesia • Filipina-Indonesia • Yahudi-Indonesia • Pakistan-Indonesia • Eropa-Indonesia (Orang Indo • Jerman-Indonesia • Portugis-Indonesia • Armenia-Indonesia • Australia-Indonesia • Bule Depok) • Timor Leste-Indonesia • Mardijkers • Orang Koja • Tionghoa-Indonesia (Orang Peranakan • Cina Benteng) • Orang Lamno • Larantuqueiros

Lihat pula: Pribumi-Nusantara
*Catatan: Kalimantan dan Papua di sini hanya yang termasuk dalam teritori Indonesia.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Masyarakat
  2. Sensus Penduduk tahun 2010
  3. Etimologi
  4. Asal-usul
  5. Kebudayaan
  6. Bahasa
  7. Budaya dan Kesenian
  8. Gelar Nama
  9. Kuliner
  10. Agama
  11. Batik Banten
  12. Galeri
  13. Tokoh Banten
  14. Sultan-sultan dan tokoh Kesultanan Banten lainnya
  15. Agamawan
  16. Pahlawan nasional dan tokoh pejuang lainnya
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026