Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Suku Dayak Deah

Dayak Deah atau Dusun Deyah adalah salah satu sub-suku Dayak yang mendiami bagian utara Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Pemukiman masyarakat Dayak Deah berada di desa-desa di kecamatan Upau, Muara Uya, dan Haruai di Kabupaten Tabalong serta desa Gunung Riut dan Liyu di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Menurut situs "Joshua Project", suku Dusun Deah berjumlah 34.000 jiwa.

sub-suku Dayak rumpun Lawangan
Diperbarui 10 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Suku Dayak Deah
Dayak Deah
jmp
Tradisi Naik Manau Suku Dayak Deah
Daerah dengan populasi signifikan
Tabalong (Upau, Muara Uya, Haruai)
Balangan (Liyu), Kalimantan Selatan
Bahasa
Deah
Agama
Kekristenan (Protestan dan Katolik)
Hindu
Kelompok etnik terkait
Paser, Bawo, Lawangan

Dayak Deah atau Dusun Deyah adalah salah satu sub-suku Dayak yang mendiami bagian utara Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Pemukiman masyarakat Dayak Deah berada di desa-desa di kecamatan Upau, Muara Uya, dan Haruai di Kabupaten Tabalong serta desa Gunung Riut dan Liyu di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Menurut situs "Joshua Project", suku Dusun Deah berjumlah 34.000 jiwa.[butuh rujukan]

Wilayah adat

Di Kabupaten Tabalong ini terbagi menjadi empat wilayah keadatan Dayak, dua di antaranya wilayah keadatan Suku Dayak Dusun Deyah, yaitu:[butuh rujukan]

  1. Wilayah keadatan Dayak Deyah Kampung Sepuluh, meliputi sepuluh desa di kecamatan Upau, Haruai, Bintang Ara.[1]
  2. Wilayah keadatan Dayak Deyah Muara Uya dan Jaro.
  3. Wilayah keadatan Dayak Lawangan di desa Binjai.
  4. Wilayah keadatan Dayak Maanyan di desa Warukin

Di luar keempat daerah-daerah kantong keadatan Dayak tersebut juga terdapat suku Banjar yang merupakan mayoritas penduduk Kabupaten Tabalong, dan suku Banjar ini tidak terikat dengan Hukum Adat Dayak.[butuh rujukan]

Adat Kampung Sepuluh

Adat Kampung Sepuluh adalah suatu istilah yang digunakan untuk menyebut aturan adat yang mengikat di sepuluh kampung yang terdapat pada kecamatan Bintang Ara, Haruai dan Upau. Sepuluh kampung tersebut merupakan satu kesatuan wilayah adat Dayak dari suku Dusun Deyah yang dipimpin oleh seorang Kepala Adat Kampung Sepuluh. Wilayah kesatuan adat tersebut meliputi dusun/desa, yaitu:[butuh rujukan]

  1. Pamintan Raya
  2. Dambung Raya
  3. Kaong
  4. Upau Jaya
  5. Pangelak
  6. Dambung Suring
  7. Sungai Rumbia
  8. Kinarum
  9. Saradang
  10. Kembang Kuning
  11. Nawin

Hidangan

Masyarakat Dayak Deah memiliki tradisi malamang atau membuat lemang yang dilaksanakan setiap menyambut perayaan atau acara tertentu. Malamang dilakukan berkelompok dengan cara membuat masakan dari beras ketan yang dimasak dengan santan dalam bambu muda yang menjadi budaya turun-temurun. Secara bergotong-royong warga terlibat dalam penyiapan bahan lemang, seperti mengumpulkan batang bambu, daun pisang, hingga kayu bakar.[2]

Budaya

Daur hidup

Masyarakat Dayak Deah memiliki budaya yang sudah menjadi tradisi dan memiliki nilai-nilai kearifan lokal, seperti tradisi kelahiran bayi, tradisi perkawinan, tradisi denda adat tutur, upacara adat kematian.[3]

Tradisi Kelahiran: Palas Bidan

Pada saat seorang ibu melahirkan, maka prosesnya akan dibantu oleh dukun kampung atau seorang bidan, dan tali pusar bayi tersebut akan dipotong menggunakan sembilu yang panjangnya satu genggam ibu jari, serta disterilkan di atas uang logam seratus rupiah. Tembuni bayi kemudian akan ditanam atau digantung di pohon kayu. Menurut kepercayaan adat leluhur orang Dayak Deah, hal itu dilakukan agar anak tersebut kelak dapat naik pohon yang tinggi dan cita-cita yang diinginkannya dapat tercapai.

Setelah bayi berusia 40 hari, maka akan dilaksanakan upacara palas bidan berupa upacara balas budi kepada bidan atau tokoh yang membantu proses kelahiran sejumlah uang 3 riyal. Apabila jenis kelamin bayi tersebut adalah laki-laki maka akan ditambah dengan ayam jantan dan selimut satu lembar, namun apabila perempuan akan ditambahkan sehelai tapih bahalai atau kain panjang, satu gantang beras, satu buah kelapa, satu bungkus gula merah dan satu pisau.

Tradisi perkawinan

Tradisi perkawinan dalam masyarakat Dayak Deah di Kalimantan Selatan memiliki sejumlah persayaratan yang harus dipenuhi oleh pihak laki-laki. Pihak laki-laki yang akan melamar ke pihak perempuan harus mampu mengenyam belayung/mewet. Hal ini sebagai simbol bahwa laki-laki tersebut memiliki kemampuan berladang, mengunakan alat parang di kebun atau ladang, berburu, dan pandai mencari madu di hutan. Sedangkan perempuan harus bisa memasak dan menganyam bakul dan lanjung sebelum dipinang oleh laki-laki.

Tradisi adat kematian

Tradisi adat kematian pada masyarakat Dayak Deah, yaitu diawali dengan suara gong berbunyi di rumah orang yang meninggal. Sehingga, para mantir (kepala suku adat) dan warga mengetahui bahwa ada kematian, dan segera bersiap menuju ke rumah yang sedang mendapat musibah.

Jenazah dibaringkan di atas tikar bamban disebut nguotakng bangkai. Di atas patah salikng dilapisi beberapa lembar kain panjang terbuka. Selanjutnya, jenazah dipasangkan baju, celana, dan menutup kedua matanya dengan uang perak.

Pengobatan

Masyarakat Dayak Deah memiliki pengetahuan pengobatan tradisional yang masih tradisional dan dipraktikan hingga saat ini. Untuk pengobatan tradisional, masyarakat menggunakan tumbuhan dan hewan yang ada di sekitar, seperti:[4]

  • daun sirsak untuk mengobati darah tinggi.
  • bawang dayak untuk obat kanker.
  • karai atau mentimun untuk darah tinggi.
  • nanas untuk kolesterol.
  • bunga belimbing untuk batuk.
  • kulat atau jamur untuk anemia.
  • kambatekng ulur atau pasak bumi untuk mengobati lemah syahwat.
  • pucuk jambu untuk mengobati sakit perut atau diare.
  • ketan hitam untuk mengobati penyakit rabies atau digigit anjing gila.

Upak pontutn

Upak pontutn atau kulit kayu merupakan warisan budaya Dayak Deah berupa bahan utama untuk mengolah peralatan hidup, seperti tas kecil, baju kulit kayu, aksesoris.[5]

Lihat juga

  • Festival Budaya Dayak Deah
  • Mesiwah Pare Gumboh

Pranala luar

  • Video di YouTube Dayak Deah - Kab. Tabalong, South Kalimantan
  • Wadian Nuping Dayak Deyah Balangan Kal Sel
  • Tarian Buntang Dayak Balangan Kalsel
  • Tarian Buntang (Ngebo Lelee) Dayak Balangan Kalsel
  • Gentur (Gereng-gereng) Dayak Deyah acara pelantikan DAD Tabalong
  • Wadian Joung Dayak Deyah Balangan Kalsel
  • Wadian Joung 2 Dayak Deyah Balangan Kalsel
  • Pelantikan Dewan adat Dayak Deyah Tabalong Kalsel.
  • Warga Dayak Deah Tuntut Kompensasi dari PT Adaro
  • Dayak Deah Tour Balian Upacara (4 Hari 3 Malam) Diarsipkan 2013-08-17 di Wayback Machine.
  • Tari Betandik Dayak Deah Diarsipkan 2013-05-19 di Wayback Machine.
  • DEWAN ADAT DAYAK TABALONG TERBENTUK Diarsipkan 2016-03-04 di Wayback Machine.

Referensi

  1. ↑ https://www.facebook.com/photo.php?fbid=213288232129351&set=a.192571014201073.20021.192570540867787&type=1&theater
  2. ↑ Lasmianti, Herlina (2018-08-02). "Tradisi Malamang bentuk kekompakan warga Dayak Deah". Antara News. Diakses tanggal 2025-12-11.
  3. ↑ Saefuddin, Tuah (2021-07-02). "KEARIFAN TRADISI MASYARAKAT DAYAK DEAH DI KALIMANTAN SELATAN". Tuah Talino. 15 (1). doi:10.26499/tt.v15i1.4478. ISSN 2685-3043.
  4. ↑ Jahdiah, Jahdiah (2021). "LEKSIKON PENGOBATAN TRADISIONAL SUKU DAYAK DEAH DI KABUPATEN TABALONG: KAJIAN ETNOLINGUISTIK". Prosiding Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya (KOLITA) (dalam bahasa Inggris): 200–205. ISSN 2828-5034.
  5. ↑ *. "Kebangkitan Motif Dayak Deah Upak Pintutn dari Hasil Riset Budaya". nasional. Diakses tanggal 2025-12-11.
  • l
  • b
  • s
Sub-suku Dayak
Abal · Abay · Agabag · Ahe · Aoheng/Penihing · Beriam · Badeng · Bahau · Bakati · Bakumpai · Banyadu · Basap · Berusu · Bentian · Benuaq · Bidayuh · Bukat · Bungan · Desa · Dusun · Dusun Deyah · Dusun Malang · Dusun Witu · Gun · Huang Tering · Iban · Jalai · Jawatn · Kadazan · Kebahan · Kanayatn/Kendayan · Kantuk · Katingan · Kayan · Keninjal · Ketungau · Kenyah · Kualant · Krio · Lawangan · Lebang · Lebu' Kulit/Umaq Kulit · Limbai · Long Gelat · Long Paka · Lundayeh · Ma'anyan · Mali · Mayau · Melanau · Membulu · Merap · Meratus · Modang · Mualang · Murut · Ngaju · Orung Daan · Ot Danum · Paser · Panyawung · Pesaguan · Paus · Punan Aput · Punan Batu · Punan Habongkot · Punan Kelay · Punan Merah · Punan Murung · Punan Tubu · Samanakng · Samihim · Saq · Sebaruk · Seputan · Simpakng · Seberuang · Siang Murung · Suhaid · Suruk · Taba · Taman · Tayap · Tingalan · Tunjung · Uheng Kereho · Umaq Alim · Umaq Baqa · Umaq Lasan · Undau · Wehea
Ikon rintisan

Artikel bertopik kelompok etnik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Wilayah adat
  2. Adat Kampung Sepuluh
  3. Hidangan
  4. Budaya
  5. Daur hidup
  6. Pengobatan
  7. Upak pontutn
  8. Lihat juga
  9. Pranala luar
  10. Referensi

Artikel Terkait

Suku Dayak

kelompok etnik pribumi di Kalimantan

Suku Dayak Ngaju

kelompok etnik di Kalimantan

Suku Dayak Maanyan

suku bangsa di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026