Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Suku Dayak Kadazan

Suku Dayak Kadazandusun atau suku Kadazandusun adalah penduduk pribumi asli (bumiputera) yang tersebar di daerah Sabah, Borneo, Malaysia. Penamaan Kadazandusun merupakan gabungan dari dua suku yaitu suku Kadazan dan suku Dusun. Kelompok etnis ini merupakan yang terbesar di Sabah. Orang Kadazandusun meliputi 27 subsuku: Dusun Liwan, Dusun Lotud, Rungus, Tagahas, Tangara dan daerah lainnya.

suku bangsa di Malaysia
Diperbarui 29 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini mungkin mengandung riset asli. Anda dapat membantu memperbaikinya dengan memastikan pernyataan yang dibuat dan menambahkan referensi. Pernyataan yang berpangku pada riset asli harus dihapus. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Suku Dayak Kadazan" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR


Dayak Kadazan
Daerah dengan populasi signifikan
MalaysiaMalaysia:
Sabah
Bahasa
Kadazan, Dusun, Melayu, Inggris
Agama
Kristen Katolik, Kristen Protestan, Islam, Momolianisme
Kelompok etnik terkait
Rumpun Murut

Suku Dayak Kadazandusun atau suku Kadazandusun adalah penduduk pribumi asli (bumiputera) yang tersebar di daerah Sabah, Borneo, Malaysia. Penamaan Kadazandusun merupakan gabungan dari dua suku yaitu suku Kadazan dan suku Dusun.[1] Kelompok etnis ini merupakan yang terbesar di Sabah. Orang Kadazandusun meliputi 27 subsuku: Dusun Liwan, Dusun Lotud, Rungus, Tagahas, Tangara dan daerah lainnya.

Penamaan "Kadazandusun" sempat dilakukan oleh Hoguan siou Orang dusun yang bernama Tun Fuad pada era 50-an. Ia mengubah nama lama "Orang Dusun" yang dibuat oleh Orang-orang Brunei menjadi nama baru, yakni "Kadazan". Dalam perkembangannya kemudian, nama itu berubah menjadi "Kadazandusun" dengan menyatukan dua sub kelompok masyarakat, yakni kelompok "Kadazan" dan kelompok "Orang Dusun" yang masih eksis. Dengan demikian, penamaan "Kadazandusun" sebenarnya merupakan gabungan dari kedua sub-kelompok tersebut. Di sisi lain, "Kadazandusun" diartikan sebagai penutur bahasa dusun.[2]

Orang Kadazandusun berpusat di pedalaman Sabah, yaitu Kudat (Rungus), Sandakan (Orang Sungai) Beluran, Ranau, Tambunan, Pinampang, keningau (Orang-Orang Kadazandusun di kawasan ini berasal dari Tembunan dan Ranau), Kuala Penyu (Dusun Tatana) dan beberapa daerah lagi di Sabah. Suku Dayak Kadazandusun dipanggil dengan sebutan Orang Sungai atau Sumandakia Sungut di sepanjang sungai Kinabatangan di Sandakan. Perkawinan campur antara Orang Tionghoa dan Kadazandusun telah melahirkan suku campuran "SinoKadazandusun" di Pinampang, Tembunan, Ranau dan Kuala Penyu.

Kehidupan Suku Dayak Kadazandusun

Orang Kadazandusun memiliki beberapa macam perayaan. Salah satu jenis perayaan yang berbeda daripada suku lainnya ialah perayaan Tadau Kaamatan (Harvest Day). Orang Kadazan tidak mempunyai batasan dalam jumlah anak, sehingga mereka cenderung memiliki banyak anak. Dalam berbagai hal, suku Dayak Kadazandusun memiliki tradisi kuat dalam ilmu mistik. Setelah kedatangan agama Kristen/Katolik dan Islam, kebanyakan mereka telah memeluk agama tersebut tetapi masih melestarikan sebagian adat leluhur, dan agama nenek moyang Momolianisme masih bertahan.

Masyarakat Kadazandusun merupakan masyarakat yang memiliki sistem sosial egaliter dengan sistem keturunan bilateral. Mereka umumnya tinggal di sebuah bangunan rumah berbentuk panjang dengan beberapa kelompok keluarga yang tinggal di satu atap. Masyarakat Kadazandusun memiliki keyakinan bahwa kehidupan sekuler sangat erat kaitannya dengan kehidupan spiritual. Oleh karenanya, harus dijaga dengan baik agar hidup secara seimbang dan harmonis.[3]

Rujukan

  1. ↑ "People & History". Situs resmi pemerintah negara bagian Sabah. Diarsipkan dari asli tanggal 21 Maret 2022. Diakses tanggal 15 Maret 2022.
  2. ↑ Nancy, dkk., Ariany (2007). Masyarakat di Heart of Borneo (PDF). Malaysia: WWF. hlm. 10. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ "Pengalaman Bermalam dengan Suku Kadazan". Kompas.com. 3 Juni 2008. Diakses tanggal 22 Februari 2021. ;

Kepustakaan

  • Evans, I. H. N. (1953). The Religion of the Tempasuk Dusuns of North Borneo (dalam bahasa Inggris). Cambridge: Cambridge University Press.
  • Rutter, Owen (1922). British North Borneo: An Account of its History, Resources and Native tribes (dalam bahasa Inggris). London: Constable & Co, Ltd.
  • l
  • b
  • s
Daftar suku bangsa di Malaysia berdasarkan pada wilayah
Seluruh wilayah
  • Banjar
  • Melayu
  • Tionghoa
  • India
  • Bugis
  • Arab
  • Jawa
Malaysia
Semenanjung Malaysia
  • Baba Nyonya
  • Portugis Malaka
  • Chitty
  • Siam Malaysia
  • Minangkabau
  • Orang Asli
Sarawak
  • Bidayuh
  • Bisaya
  • Bukitan
  • Iban
  • Lun Bawang
  • Kayan
  • Kedayan
  • Kelabit
  • Kenyah
  • Melanau
  • Penan
  • Punan
  • Selako
  • Ukit
Sabah
  • Bajau
  • Brunei
  • Ida'an
  • Kadazandusun
  • Lotud
  • Murut
  • Orang Sungai
  • Rungus
  • Suluk
  • Lun Bawang

Artikel bertopik Malaysia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • FAST
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan Suku Dayak Kadazandusun
  2. Rujukan
  3. Kepustakaan

Artikel Terkait

Kelompok etnik di Indonesia

gambaran umum mengenai berbagai kelompok etnik di Indonesia

Daftar suku bangsa di Indonesia menurut provinsi

artikel daftar Wikimedia

Daftar suku bangsa di Malaysia

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026