Suku Katingan atau suku Dayak Katingan adalah subetnis rumpun Dayak Ngaju yang mendiami sepanjang tepian daerah aliran Sungai Katingan atau Sungai Mendawai di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Suku Dayak Katingan merupakan suku baru yang muncul dalam sensus BPS tahun 2000 dan merupakan 3,34% dari penduduk Kalimantan Tengah, tetapi sejak sensus BPS tahun 2010 suku Katingan digabung ke dalam suku Dayak secara general. Di dalam Hikayat Banjar, disebutkan masing-masing orang Katingan dan orang Mendawai sebagai dua kelompok masyarakat yang terpisah.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Tiga orang pria Dayak Katingan di hulu Sungai Katingan, Kalimantan Tengah, sekitar tahun 1920. | |
| Daerah dengan populasi signifikan | |
|---|---|
| Bahasa | |
| Katingan, Kahayan, Ngaju/Kapuas, Banjar, Indonesia | |
| Agama | |
| • • • | |
| Kelompok etnik terkait | |
| Dayak (Ngaju, Sampit, Ot Danum, Bakumpai, Ma'anyan) |
Suku Katingan atau suku Dayak Katingan adalah subetnis rumpun Dayak Ngaju yang mendiami sepanjang tepian daerah aliran Sungai Katingan atau Sungai Mendawai di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.[2] Suku Dayak Katingan merupakan suku baru yang muncul dalam sensus BPS tahun 2000 dan merupakan 3,34% (59.483 jiwa) dari penduduk Kalimantan Tengah, tetapi sejak sensus BPS tahun 2010 suku Katingan digabung ke dalam suku Dayak secara general.[1] Di dalam Hikayat Banjar, disebutkan masing-masing orang Katingan (di hulu) dan orang Mendawai (di hilir) sebagai dua kelompok masyarakat yang terpisah.