Tionghoa Palembang adalah komunitas etnis Tionghoa yang bertempat tinggal di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Sejarah kedatangan imigran dari Tiongkok di Palembang telah tercatat pasca keruntuhan kerajaan Sriwijaya pada abad ke-11.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kampung Kapitan, Palembang | |
| Bahasa | |
|---|---|
| Baso Palembang, Hokkien, Hakka, Tiochiu, Indonesia | |
| Agama | |
| Buddhisme, Konghucu, Taoisme, Kristen, Islam | |
| Kelompok etnik terkait | |
| Tionghoa Bangka-Belitung |

Tionghoa Palembang adalah komunitas etnis Tionghoa yang bertempat tinggal di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Sejarah kedatangan imigran dari Tiongkok di Palembang telah tercatat pasca keruntuhan kerajaan Sriwijaya pada abad ke-11.
Masyarakat Tionghoa masuk untuk berdagang di daerah Seberang Ulu Palembang, tepatnya dipinggiran Sungai Musi hingga akhirnya menetap dan menikah dengan keturunan asli daerah Palembang.[1] Populasi Tionghoa di Kota Palembang adalah yang terbesar dari Tionghoa di Sumatera Selatan.
Masyarakat Tionghoa di Palembang umumnya mempunyai leluhur yang berasal dari Tiongkok Selatan, terutama Fujian dan Guangdong.[2] Pendatang awal berlayar dan mencapai Palembang melewati jalur perdagangan.[2] Sebelum berlabuh di Palembang, mereka berhenti terlebih dahulu di Pulau Bangka, yang dianggap sebagai pintu gerbang menuju Palembang.[2] Masyarakat Tionghoa di Palembang awalnya bekerja sebagai tukang di bidang perindustrian.[2]