Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Peh Cun

Duanwu Jie atau yang dikenal dengan sebutan festival Peh Cun di kalangan Tionghoa-Indonesia adalah salah satu festival penting dalam kebudayaan dan sejarah Tiongkok.

festival Tionghoa-Indonesia
Diperbarui 17 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Peh Cun
Ada usul agar Peh Cun diganti judulnya dan dipindahkan ke Pecun (Diskusikan).
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Peh Cun" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Peh Cun
Warisan Budaya Tak Benda UNESCO
NegaraTiongkok
Referensi225
KawasanAsia-Pasifik
Sejarah Inskripsi
Inskripsi2009 (sesi ke-4)
Perlombaan Perahu Naga
Bagian dari seri tentang
Kepercayaan tradisional Tionghoa
华人民间信仰
Penyesuaian gaya dari grafem 禄 lù atau 子 zi, masing-masing berarti "kemakmuran", "memajukan", "kesejahteraan" dan "anak", "keturunan". 字 zì, berarti "kata" dan "simbol", adalah kata yang asalnya sama dari 子 zi dan menggambarkan seorang "anak" yang dinaungi di bawah sebuah "atap". Simbol ini pada akhirnya merupakan representasi kutub langit utara (Běijí 北极) dan konstelasi berputarnya, dan oleh karenanya setara dengan simbol Eurasia swastika, 卍 wàn.
Konsep
  • Tàidì 太帝
  • Tiān 天
  • Shàngdì 上帝
  • Qì 气
  • Shén 神
  • Líng 灵
  • Xiǎnlíng 显灵
  • Yīnyáng 阴阳
  • Hundun
  • Mìngyùn 命运
  • Yuánfèn 缘分
  • Bàoyìng 报应
  • Wù 悟
  • Lóng 龙
  • Fènghuáng 凤凰
Teori
  • Teologi Tionghoa
  • Mitologi Tionghoa
  • Astrologi Tionghoa
  • Shio Tionghoa
  • Mitos penciptaan Tionghoa
  • Konsep dunia spiritual Tionghoa

Model kemanusiaan:

  • Xiān 仙
  • Zhēnrén 真人
  • Wénwǔ 文武
Dewa-Dewi
  • Kaisar Giok 玉帝
  • Xīwángmǔ 西王母
    • Wúshēng Lǎomǔ 無生老母
  • Dòumǔ 斗母
  • Pángǔ 盘古
  • Fúxī 伏羲
  • Nǚwā 女娲
  • Shénnóng 神农
  • Lóngwáng 龙王
  • Yánluówán 阎罗王
  • Kaisar Kuning 黃帝
  • Kwan Im 觀音
  • Guānyǔ 關羽
  • Dewa Kekayaan 财神
  • Dewa Bumi 土地公
  • Delapan Dewa 八仙
  • Jìgōng 濟公
  • Bǎoshēng Dàdì 保生大帝
  • Māzǔ 妈祖
  • Dewa-dewi Taoisme
Praktik
  • Fēnxiāng 分香
  • Jìngxiāng 敬香
  • Jìngzǔ 敬祖
  • Fēngshuǐ 风水
  • Miàohuì 庙会
  • Shamanisme Wū 巫
  • Jītóng 乩童
  • Bǎojuàn 宝卷
Institusi dan kuil
  • Xínghǎode 行好的
  • Zōngzú Shèhuì 宗族社会
  • Kelenteng 廟
  • Cítáng 祠堂
  • Asosiasi Kuil Rakyat Tionghoa
    中国民间寺庙文化管理协会
Festival
  • Tahun Baru Imlek
  • Qīngmíng 清明
  • Zhōngyuán 中元
    • Yúlánpén 盂蘭盆
  • Zhōngqiū 中秋
  • Jiǔhuángyé 九皇爷
  • Qīxī 七夕
  • Duānwǔ 端午
Budaya dan tradisi
Wujud budaya:
  • Kepercayaan pemujaan leluhur
  • Pemujaan komunal pada Dewa
  • Shíliáo 食疗
  • Fēngshuǐ 风水
  • Pemujaan Dewi Ibu 母道
  • Kepercayaan Tiongkok Timur Laut
  • Pengobatan tradisional 中医
  • Qìgōng 气功

Tradisi ritual:

  • Fǎjiào 法教
  • Jītóng 乩童
  • Nuó 傩
  • Wūjiào 巫教

Tradisi bakti:

  • Mazuisme 妈祖信俗
  • Pemujaan Wángyé 王爷
Pemikiran utama
  • Konghucu 儒教
    • Lǐjiào 礼教
  • Neo-Konfusianisme 理学
  • Taoisme 道教
  • Tridharma 三教
  • Aliran pemikiran lainnya

Sekte dan majelis Konghucu:

  • Kǒngshènghuì 孔圣会
  • Majelis Konghucu Indonesia
  • Dàodéhuì 道德会
  • Rúzōng shénjiào 儒宗神教
  • Xuānyuándào 軒轅道
  • Tàigǔ 太谷
Agama keselamatan
Zhenkong, "Kekosongan Kebenaran".
Zhenkong, "Kekosongan Kebenaran".
  • Maitreyanisme 弥勒教
  • Seroja Putih 白蓮教
  • Bāguà dào 八卦道
  • Hóngyáng jiào 弘陽教
  • Luójiào 罗教
    • Zhāijiāo 斋教
    • Xiāntiāndào 先天道
    • Yīguàndào 一贯道
    • Mílè Dàdào 弥勒大道
  • Déjiào 德教
  • Jiǔgōngdào 九宫道
  • Tiāndì huì 天地會
  • Tiāndìjiào 天帝教
  • Luanisme 儒宗神教
  • Sānyījiào 三一教
  • Wéixīnjiào 唯心教
  • Zàilǐjiào 在理教
Kepercayaan terkait
  • Běnzhǔjiào 本主教
  • Bìmójiào 毕摩教
  • Bon
  • Buddhisme Han 汉传佛教
  • Dōngbā 东巴
  • Kepercayaan tradisional Miao
  • Kepercayaan tradisional Vietnam
  • Kepercayaan tradisional Qiang
  • Kepercayaan tradisional Yao
  • Kepercayaan tradisional Zhuang
  •  Portal Agama
  • l
  • b
  • s

Duanwu Jie (Hanzi: 端午節) atau yang dikenal dengan sebutan festival Peh Cun di kalangan Tionghoa-Indonesia adalah salah satu festival penting dalam kebudayaan dan sejarah Tiongkok.

Peh Cun (扒船; "mendayung perahu") berasal dari Bahasa Hokkian yang dipendekkan dari Pe Leng Cun / Pe Liong Cun (扒龍船 ; Romanisasi: pê-lêng-chûn / pê-liông-chûn), bermakna "mendayung perahu naga".[1] Walaupun perlombaan perahu naga bukan lagi praktik umum di kalangan Tionghoa-Indonesia, tetapi istilah Peh Cun tetap digunakan untuk menyebut festival ini.

Dalam masyarakat Hakka, perayaan Duanwu biasa disebut Tôn-yòng 端陽[2] dan festival mendayung perahu naga dinamakan phà liùng sòn.[3]

Festival ini dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek dan telah berumur lebih 2300 tahun dihitung dari masa Dinasti Zhou. Perayaan festival ini yang biasa kita ketahui adalah makan bakcang (Hanzi: 肉粽, hanyu pinyin: ròuzòng) dan perlombaan dayung perahu naga. Karena dirayakan secara luas di seluruh Tiongkok, maka dalam bentuk kegiatan dalam perayaannya juga berbeda di satu daerah dengan daerah lainnya. Namun persamaannya masih lebih besar daripada perbedaannya dalam perayaan tersebut.

Asal Usul

Dari catatan sejarah dan cerita turun temurun dalam masyarakat Tiongkok, asal-usul festival ini dapat dirangkum menjadi 2 kisah:

Peringatan atas Qu Yuan

Zhongzi

Qu Yuan (Hanzi: 屈原) (339 SM - 277 SM) adalah seorang menteri negara Chu (Hanzi: 楚) di Zaman Negara-negara Berperang. Ia adalah seorang pejabat yang berbakat dan setia pada negaranya, banyak memberikan ide untuk memajukan negara Chu, bersatu dengan negara Qi (齊) untuk memerangi negara Qin (秦). Namun sayang, ia dikritik oleh keluarga raja yang tidak senang padanya yang berakhir pada pengusirannya dari ibu kota negara Chu. Ia yang sedih karena kecemasannya akan masa depan negara Chu kemudian bunuh diri dengan melompat ke sungai Miluo. Ini tercatat dalam buku sejarah Shi Ji.

Lalu menurut legenda, ia melompat ke sungai pada tanggal 5 bulan 5. Rakyat yang kemudian merasa sedih kemudian mencari-cari jenazah sang menteri di sungai tersebut. Mereka lalu melemparkan nasi dan makanan lain ke dalam sungai dengan maksud agar ikan dan udang dalam sungai tersebut tidak mengganggu jenazah sang menteri. Kemudian untuk menghindari makanan tersebut dari naga dalam sungai tersebut maka mereka membungkusnya dengan daun-daunan yang kita kenal sebagai bakcang sekarang. Para nelayan yang mencari-cari jenazah sang menteri dengan berperahu akhirnya menjadi cikal bakal dari perlombaan perahu naga setiap tahunnya.

Bermula Dari Tradisi Suku Kuno Yue di Tiongkok Selatan

Perayaan sejenis Peh Cun ini juga telah dirayakan oleh suku Yue di selatan Tiongkok pada zaman Dinasti Qin dan Dinasti Han. Perayaan yang mereka lakukan adalah satu bentuk peringatan dan penghormatan kepada nenek moyang mereka. Kemudian setelah terasimilasi secara budaya dengan suku Han yang mayoritas, perayaan ini kemudian berubah dan berkembang menjadi perayaan Peh Cun yang sekarang kita kenal.

Kegiatan dan Tradisi

Lomba perahu naga di Tangerang, tahun 1948
Bakcang
  • Lomba Perahu Naga: Tradisi perlombaan perahu naga ini telah ada sejak Zaman Negara-negara Berperang. Perlombaan ini masih ada sampai sekarang dan diselenggarakan setiap tahunnya baik di Tiongkok Daratan, Hong Kong, Taiwan maupun di Amerika Serikat. Bahkan ada perlombaan berskala internasional yang dihadiri oleh peserta-peserta dari manca negara, kebanyakan berasal dari Eropa ataupun Amerika Utara. Perahu naga ini biasanya didayung secara beregu sesuai panjang perahu tersebut.
  • Makan Bakcang: Tradisi makan bakcang secara resmi dijadikan sebagai salah satu kegiatan dalam festival Peh Cun sejak Dinasti Jin. Sebelumnya, walaupun bakcang telah populer di Tiongkok, tetapi belum menjadi makanan simbolik festival ini. Bentuk bakcang sebenarnya juga bermacam-macam dan yang kita lihat sekarang hanya salah satu dari banyak bentuk dan jenis bakcang tadi. Di Taiwan, pada zaman Dinasti Ming akhir, bentuk bakcang yang dibawa oleh pendatang dari Fujian adalah bulat gepeng, agak lain dengan bentuk prisma segitiga yang kita lihat sekarang. Isi bakcang juga bermacam-macam selain daging, seperti sayur-sayuran. Ada pula yang dibuat kecil-kecil tanpa isi yang kemudian dimakan bersama serikaya atau gula manis.
  • Menggantungkan Rumput Ai dan Changpu: Peh Cun yang jatuh pada musim panas biasanya dianggap sebagai bulan-bulan yang banyak penyakitnya, sehingga rumah-rumah biasanya melakukan pembersihan, lalu menggantungkan rumput Ai (Hanzi: 艾草) dan changpu (Hanzi: 菖埔) di depan rumah untuk mengusir dan mencegah datangnya penyakit. Jadi, festival ini juga erat kaitannya dengan tradisi menjaga kesehatan di dalam masyarakat Tionghoa.
  • Mandi Tengah Hari: Tradisi ini cuma ada di kalangan masyarakat yang berasal dari Fujian (Hokkian, Hokchiu, Hakka), Guangdong (Teochiu, Kengchiu, Hakka) dan Taiwan. Mereka mengambil dan menyimpan air pada tengah hari festival Peh Cun ini, dipercaya dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit bila dengan mandi ataupun diminum setelah dimasak.
  • Dan masih banyak kegiatan dan tradisi lainnya yang berbeda-beda di masing-masing propinsi di Tiongkok. Suku Manchu, Korea, Miao, Mongol juga merayakan festival ini dengan tradisi mereka masing-masing.

Lihat pula

  • Dano
  • Cao E (en)(nl)

Referensi

  1. ↑ 扒龍船, itaigi.tw, 2017-09-12
  2. ↑ 端陽, pedia.cloud.edu.tw, 2017-09-12
  3. ↑ Diarsipkan 2022-11-24 di Wayback Machine., 客英大辭典 (Minhakka), 2017-09-12
  • (Indonesia) Ulasan Peh Cun di Forum Budaya Tionghoa dan Sejarah Tiongkok
  • (Indonesia) Perayaan Perahu Naga
  • (Indonesia) Qu Yuan
  • (Indonesia) Festival Perayaan Bak Cang

Pranala luar

  • (Indonesia) Mengenai Hari Raya Peh Cun[pranala nonaktif permanen] di China Radio International - latar belakang sejarah
  • (Indonesia) Mengenai Hari Raya Peh Cun[pranala nonaktif permanen] di China Radio International - tradisi perayaan di berbagai negara
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Asal Usul
  2. Peringatan atas Qu Yuan
  3. Bermula Dari Tradisi Suku Kuno Yue di Tiongkok Selatan
  4. Kegiatan dan Tradisi
  5. Lihat pula
  6. Referensi
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Orang Tionghoa-Indonesia

kelompok masyarakat di Indonesia yang memiliki garis keturunan Tionghoa (penuh atau parsial)

Raline Shah

Pemeran perempuan asal Indonesia

Tionghoa

Tionghoa Brunei Tionghoa Myanmar Tionghoa Kamboja Tionghoa Karibia Tionghoa Kuba Tionghoa Republik Dominika Tionghoa Guyana Tionghoa Italia Tionghoa Jamaika

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026