Imlek atau Kalender Tionghoa merupakan suatu kalender lunisolar yang diciptakan dan digunakan oleh orang-orang Tionghoa di seluruh dunia, baik oleh warga negara Tiongkok maupun oleh etnik Tionghoa di luar Tiongkok. Saat ini, kalender Imlek masih digunakan untuk memperingati berbagai hari perayaan tradisional Tionghoa dan untuk memilih hari-hari baik untuk melangsungkan acara-acara seperti perkawinan atau pembukaan usaha.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Imlek (Hanzi sederhana: 阴历; Hanzi tradisional: 陰曆; Pinyin: Yīnlì; Pe̍h-ōe-jī: im-le̍k) atau Kalender Tionghoa merupakan suatu kalender lunisolar yang diciptakan dan digunakan oleh orang-orang Tionghoa di seluruh dunia, baik oleh warga negara Tiongkok maupun oleh etnik Tionghoa di luar Tiongkok. Saat ini, kalender Imlek masih digunakan untuk memperingati berbagai hari perayaan tradisional Tionghoa dan untuk memilih hari-hari baik untuk melangsungkan acara-acara seperti perkawinan atau pembukaan usaha.
Kalender Imlek modern terdiri atas dua belas bulan, yang masing-masingnya mengikuti perhitungan fase bulan, dan setiap bulan terdiri atas 29-30 hari. Sebuah bulan kabisat ditambahkan setiap 2-3 tahun sekali untuk menjaga agar kalender ini tetap sesuai dengan musim. Kalender ini juga mencakup 24 jieqi, yakni titik-titik acuan yang melacak posisi matahari dan terkait erat dengan pola iklim. Di antara istilah-istilah ini, titik balik musim dingin adalah titik acuan yang paling signifikan dan harus berada pada bulan kesebelas dalam setahun. Selain itu, sistem ganzhi juga digunakan secara masif dalam sistem penanggalan Imlek sebagai acuan dan penanda tahun, bulan, hari, dan bahkan jam.
Berbagai macam variasi penanggalan telah digunakan sepanjang sejarah, serta telah diadaptasi ke dalam kalender tradisional masing-masing oleh bangsa-bangsa lain yang memperoleh pengaruh Tionghoa yang kuat, seperti orang Jepang, bangsa Korea, dan suku Vietnam.[1] Perhitungan kalender yang sangat beragam itu umumnya muncul akibat adanya penyimpangan dan perbedaan dalam perhitungan waktu untuk kalender (seperti halnya dalam kasus kalender Julius dan kalender Gregorius). Selain itu, kalender Imlek juga sensitif akan lokasi, sehingga perhitungan di dua tempat, misalnya di Beijing dan di Nanjing, dapat menghasilkan perhitungan penanggalan yang sama sekali berbeda.
Istilah "Imlek" dalam bahasa Indonesia berasal dari kata bahasa Hokkien "im-le̍k" (阴历/陰曆) yang berarti "kalender candra" atau "kalender lunar". Kalender ini juga dikenal dengan sebutan lain, seperti 农历/農曆 (nónglì, "kalender pertanian"), 旧历/舊曆 (jiùlì, "kalender lama"), 夏历/夏曆 (xiàlì, "kalender musim panas"), 老历/老曆 (lǎolì, "kalender tua"), 中历/中曆 (zhōnglì, "kalender Tionghoa"), dan 华历/華曆 (huálì, "kalender Tionghoa")
Kalender Tionghoa mulai dikembangkan pada milenium ke-3 SM, konon ditemukan oleh penguasa legendaris pertama, Huáng Dì, yang memerintah antara tahun 2698 SM-2599 SM, dan dikembangkan lagi oleh penguasa legendaris ke-4, Kaisar Yáo. Siklus 60 tahun (gānzhī atau liùshí jiǎzǐ) mulai digunakan pada milenium ke-2 SM. Kalender yang lebih lengkap ditetapkan pada tahun 841 SM pada zaman Dinasti Zhōu dengan menambahkan penerapan bulan ganda dan bulan pertama setiap tahun dimulai dekat dengan titik balik Matahari[2] pada musim dingin.
Kalender Sìfēn (4 triwulan), yang mulai diterapkan sekitar tahun 484 SM, adalah kalender Tionghoa pertama yang memakai perhitungan lebih akurat, menggunakan penanggalan matahari 365,25 hari, dengan siklus 19 tahun (235 bulan), yang dalam ilmu pengetahuan Barat dikenal sebagai Peredaran Metonik. Titik balik matahari musim dingin adalah bulan pertamanya dan bulan gandanya disisipkan mengikuti bulan ke-12. Pada tahun 256 SM, kalender ini mulai digunakan oleh negara Qín, kemudian diterapkan di seluruh negeri Tiongkok setelah Qín mengambil alih keseluruhan negeri Tiongkok dan menjadi Dinasti Qín. Kalender ini tetap digunakan sepanjang separuh pertama Dinasti Hàn Barat.
Kaisar Wǔ dari Dinasti Han Barat memperkenalkan reformasi kalender baru. Kalender Tàichū (Permulaan Agung) pada tahun 104 SM mempunyai tahun dengan titik balik matahari musim dingin pada bulan ke-12 dan menentukan jumlah hari untuk penanggalan bulan (1 bulan lamanya 29 atau 30 hari) dan bukan sesuai dengan prinsip terminologi matahari (yang secara keseluruhan sama dengan tanda zodiak), karena gerakan matahari digunakan untuk mengalkulasi Jiéqì (ciri-ciri musim).
Sedangkan pada zaman Dinasti Jin dan Dinasti Tang juga sempat dikembangkan Kalender Dàyǎn dan Huángjí, walaupun tidak sempat dipergunakan. Dengan pengenalan ilmu astronomi Barat ke Tiongkok melalui misi penyebaran agama Kristen, gerakan bulan dan matahari mulai dihitung pada tahun 1645 dalam Kalender Shíxiàn Dinasti Qīng, yang dibuat oleh Misionaris Adam Schall.
Kalender Tionghoa memiliki aturan yang sedikit berbeda dengan kalender umum, seperti: perhitungan bulan adalah perjalanan (revolusi) bulan mengelilingi atau mengorbit bumi. Berarti hari pertama setiap bulan dimulai pada tengah malam hari bulan muda astronomi. (Catatan, "hari" dalam Kalender Tionghoa dimulai dari pukul 23:00 dan bukan pukul 00:00 tengah malam). Terdapat 12 bulan dalam 1 tahun, tetapi setiap 2 atau 3 tahun sekali terdapat bulan ganda (rùnyuè, 19 tahun 7 kali). Berselang satu kali jiéqì (musim) tahun matahari Tiongkok adalah setara dengan satu pemulaan matahari ke dalam tanda zodiak tropis. Matahari selalu melewati titik balik matahari musim dingin (masuk Capricorn) selama bulan 11.
Penggunaan utama dalam kegiatan sehari-hari adalah menentukan fase bulan, yang penting bagi petani dan dimungkinkan karena setiap hari dalam kalender sesuai dengan fase tertentu dalam suatu bulan. Kalender tradisional Asia Timur lainnya mirip, atau sama dengan kalender Tionghoa: kalender Korea sama, dalam kalender Vietnam digunakan kucing, bukan kelinci dalam shio-nya, dan kalender Jepang tradisional menggunakan metode penghitungan yang berbeda, sehingga ada ketidaksesuaian antara kedua kalender itu dalam tahun-tahun tertentu.
Kedua belas binatang (十二生肖 shíèr shēngxiào, atau 十二屬相 shíèr shǔxiāng) yang melambangkan kedua belas Cabang Bumi adalah, sesuai urutannya:
Berikut adalah hari-hari perayaan Tionghoa berdasarkan penanggalan Tionghoa.[3][4]
| Tanggal | Nama Bahasa Indonesia | Nama Mandarin | Keterangan |
|---|---|---|---|
| bulan 1 hari 1 |
Tahun Baru Imlek atau Festival Musim Semi |
春節 chūnjié |
Pertemuan keluarga dan perayaan besar selama 3 hari; secara tradisional selama 15 hari. |
| bulan 1 hari 15 |
Festival Lampion, sebuah hari kasih sayang |
元宵節 yuánxiāojié |
Memakan yuanxiao (semacam ronde) dan memasang lampion. |
| 4 atau 5 Apr |
Festival Membersihkan Makam, atau Ching Ming/Cheng Beng |
清明節 qīngmíngjié |
Pertemuan keluarga, ziarah ke makam keluarga/leluhur. |
| bulan 5 hari 5 |
Festival Perahu Naga, atau Peh Cun |
端午節 duānwǔjié |
Lomba perahu naga dan memakan zhongzi (lihat ronde dan dumpling). |
| bulan 7 hari 7 |
Festival Meminta Ketrampilan, sebuah hari kasih sayang |
乞巧節 qǐqiǎojié |
Para gadis mempelajari keterampilan rumah tangga dan "meminta" perkawinan yang baik. |
| bulan 7 hari 15 |
Festival Hantu, atau Festival Para Roh |
中元節 zhōngyuánjié |
|
| bulan 8 hari 15 |
Festival Pertengahan Musim Gugur | 中秋節 zhōngqiūjié |
Pertemuan keluarga dan menyantap kue bulan. |
| bulan 9 hari 9 |
Festival Yang Ganda | 重陽節 chóngyángjié |
Mendaki gunung dan menonton pertunjukan bunga. |
| bulan 10 hari 15 |
Festival Xia Yuan | 下元節code: zh is deprecated xiàyuánjié |
Doa untuk tahun perdamaian kepada dewa air. |
| 21 atau 22 Des |
Festival Titik Balik Matahari Musim Dingin | 冬節 dōngjié |
Pertemuan keluarga. |
| bulan 12 hari 23 |
Festival Masakan Arwah | 謝灶code: zh is deprecated xièzào |
Menyajikan masakan agar arwah terhormat. |
| Nomor bulan | Nama modern | Nama menurut fenologi | Nama menurut Cabang Bumi | |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Cia Gwee | 正月; zhēngyuè; 'bulan pertama' | 陬月; zōuyuè; 'bulan sudut' | 寅月; yínyuè; 'bulan macan' |
| 2 | Ji Gwee | 二月; èryuè; 'bulan kedua' | 杏月; xìngyuè; 'bulan aprikot' | 卯月; mǎoyuè; 'bulan kelinci' |
| 3 | Sa Gwee | 三月; sānyuè; 'bulan ketiga' | 桃月; táoyuè; 'bulan persik' | 辰月; chényuè; 'bulan naga' |
| 4 | Si Gwee | 四月; sìyuè; 'bulan keempat' | 梅月; méiyuè; 'bulan plum' | 巳月; sìyuè; 'bulan ular' |
| 5 | Go Gwee | 五月; wǔyuè; 'bulan kelima' | 榴月; liúyuè; 'bulan delima' | 午月; wǔyuè; 'bulan kuda' |
| 6 | Lak Gwee | 六月; liùyuè; 'bulan keenam' | 荷月; héyuè; 'bulan teratai' | 未月; wèiyuè; 'bulan kambing' |
| 7 | Cit Gwee | 七月; qīyuè; 'bulan ketujuh' | 兰月; 蘭月; lányuè; 'bulan anggrek' | 申月; shēnyuè; 'bulan monyet' |
| 8 | Pe Gwee | 八月; bāyuè; 'bulan kedelapan' | 桂月; guìyuè; 'bulan osmanthus' | 酉月; yǒuyuè; 'bulan ayam' |
| 9 | Kauw Gwee | 九月; jiǔyuè; 'bulan kesembilan' | 菊月; júyuè; 'bulan krisan' | 戌月; xūyuè; 'bulan anjing' |
| 10 | Cap Gwee | 十月; shíyuè; 'bulan kesepuluh' | 露月; lùyuè; 'bulan embun' | 亥月; hàiyuè; 'bulan babi' |
| 11 | Cap It Gwee | 十一月; 'bulan kesebelas' atau 冬月; dōngyuè; 'bulan musim dingin' | 冬月; dōngyuè; 'bulan musim dingin'; 葭月; jiāyuè; 'bulan gelagah' | 子月; zǐyuè; 'bulan tikus' |
| 12 | Cap Ji Gwee | 十二月; 'bulan kedua belas' atau 腊月; 臘月; làyuè; 'bulan akhir tahun' | 冰月; bīngyuè; 'bulan es' | 丑月; chǒuyuè; 'bulan kerbau' |
19 tahun matahari = 19 tahun = 7 bulan
| Lingkaran Metonik | 1854~1872 | 1873~1891 | 1892~1910 | 1911~1929 | 1930~1948 | 1949~1967 | 1968~1986 | 1987~2005 | 2006~2024 | 2025~2043 | 2044~2062 | 2063~2081 | 2082~2100 | |||||||||||||
| kabisat 6/7 | 1854 | 7 | 1873 | 6 | 1892 | 6 | 1911 | 6 | 1930 | 6 | 1949 | 7 | 1968 | 7 | 1987 | 6 | 2006 | 7 | 2025 | 6 | 2044 | 7 | 2063 | 7 | 2082 | 7 |
| kabisat 5 | 1857 | 5 | 1876 | 5 | 1895 | 5 | 1914 | 5 | 1933 | 5 | 1952 | 5 | 1971 | 5 | 1990 | 5 | 2009 | 5 | 2028 | 5 | 2047 | 5 | 2066 | 5 | 2085 | 5 |
| kabisat 3/4 | 1860 | 3 | 1879 | 3 | 1898 | 3 | 1917 | 2 | 1936 | 3 | 1955 | 3 | 1974 | 4 | 1993 | 3 | 2012 | 4 | 2031 | 3 | 2050 | 3 | 2069 | 4 | 2088 | 4 |
| kabisat 7/8 | 1862 | 8 | 1881 | 7 | 1900 | 8 | 1919 | 7 | 1938 | 7 | 1957 | 8 | 1976 | 8 | 1995 | 8 | 2014 | 9 | 2033 | 11 | 2052 | 8 | 2071 | 8 | 2090 | 8 |
| kabisat 5/6 | 1865 | 5 | 1884 | 5 | 1903 | 5 | 1922 | 5 | 1941 | 6 | 1960 | 6 | 1979 | 6 | 1998 | 5 | 2017 | 6 | 2036 | 6 | 2055 | 6 | 2074 | 6 | 2093 | 6 |
| kabisat 4 | 1868 | 4 | 1887 | 4 | 1906 | 4 | 1925 | 4 | 1944 | 4 | 1963 | 4 | 1982 | 4 | 2001 | 4 | 2020 | 4 | 2039 | 5 | 2058 | 4 | 2077 | 4 | 2096 | 4 |
| kabisat 2/3 | 1870 | 10 | 1890 | 2 | 1909 | 2 | 1928 | 2 | 1947 | 2 | 1966 | 3 | 1984 | 10 | 2004 | 2 | 2023 | 2 | 2042 | 2 | 2061 | 3 | 2080 | 3 | 2099 | 2 |
Berikut adalah tanggal jatuhnya tahun baru Imlek mulai dari tahun imlek 2535 (1984) hingga 2594 (2043). Daftar ini mungkin akan berkembang di waktu mendatang.
| Tahun Imlek | Tanggal Gregorian |
|---|---|
| 2535 | 2 Februari 1984 |
| 2536 | 20 Februari 1985 |
| 2537 | 9 Februari 1986 |
| 2538 | 29 Januari 1987 |
| 2539 | 17 Februari 1988 |
| 2540 | 6 Februari 1989 |
| 2541 | 27 Januari 1990 |
| 2542 | 15 Februari 1991 |
| 2543 | 4 Februari 1992 |
| 2544 | 23 Januari 1993 |
| 2545 | 10 Februari 1994 |
| 2546 | 31 Januari 1995 |
| 2547 | 19 Februari 1996 |
| 2548 | 7 Februari 1997 |
| 2549 | 28 Januari 1998 |
| 2550 | 16 Februari 1999 |
| 2551 | 5 Februari 2000 |
| 2552 | 24 Januari 2001 |
| 2553 | 12 Februari 2002 |
| 2554 | 1 Februari 2003 |
| 2555 | 22 Januari 2004 |
| 2556 | 9 Februari 2005 |
| 2557 | 29 Januari 2006 |
| 2558 | 18 Februari 2007 |
| 2559 | 7 Februari 2008 |
| 2560 | 26 Januari 2009 |
| 2561 | 14 Februari 2010 |
| 2562 | 3 Februari 2011 |
| 2563 | 23 Januari 2012 |
| 2564 | 10 Februari 2013 |
| 2565 | 31 Januari 2014 |
| 2566 | 19 Februari 2015 |
| 2567 | 8 Februari 2016 |
| 2568 | 28 Januari 2017 |
| 2569 | 16 Februari 2018 |
| 2570 | 5 Februari 2019 |
| 2571 | 25 Januari 2020 |
| 2572 | 12 Februari 2021 |
| 2573 | 1 Februari 2022 |
| 2574 | 22 Januari 2023 |
| 2575 | 10 Februari 2024 |
| 2576 | 29 Januari 2025 |
| 2577 | 17 Februari 2026 |
| 2578 | 6 Februari 2027 |
| 2579 | 26 Januari 2028 |
| 2580 | 13 Februari 2029 |
| 2581 | 3 Februari 2030 |
| 2582 | 23 Januari 2031 |
| 2583 | 11 Februari 2032 |
| 2584 | 31 Januari 2033 |
| 2585 | 19 Februari 2034 |
| 2586 | 8 Februari 2035 |
| 2587 | 28 Januari 2036 |
| 2588 | 15 Februari 2037 |
| 2589 | 4 Februari 2038 |
| 2590 | 24 Januari 2039 |
| 2591 | 12 Februari 2040 |
| 2592 | 1 Februari 2041 |
| 2593 | 22 Januari 2042 |
| 2594 | 10 Februari 2043 |
Kalender tradisional Korea diambil secara langsung dari kalender Tionghoa. Pada awal abad ke-19 Korea tidak bergantung dengan negara lain sama sekali dan hanya bergantung kepada hubungan diplomatik yang dekat dengan Tiongkok. Sebagai tanda hormat terhadap hubungan ini, pemimpin Korea akan menerima secara hormat kalender Tionghoa baru setiap tahunnya dari kaisar Tiongkok. Kalender lunar/bulan ini kini jarang digunakan di Korea kecuali untuk peringatan hari-hari libur tradisional dan penandaan hari lahir oleh orang-orang Korea yang lebih tua.
Dalam pelaksanaan Imlek, hidangan yang disajikan terdiri atas empat jenis makanan yaitu sajian utama, kue wajib, manisan wajib dan buah-buahan wajib. Semua jenis hidangan ini diletakkan dan ditata di atas meja sajian sembahyang Imlek.[5]
Sajian utama Imlek terdiri atas Cah rebung iris kasar (dicampur dengan juhi, haisom, kerang mata tujuh dan tauco), Cah rebung iris halus (dicampur kepiting, udang atau hisit), Daging masak kecap, sosis daging masak kecap, masakan dari kaki, masakan dari paru, masakan dari lambung, sate daging, ayam-oh, opor ayam, sambal goreng dan mi goreng.
Di meja sajian akan disajikan kue keranjang (disusun tiga, empat atau lima dan dihias kertas minyak warna merah), kue moho atau kue mangkok (biasanya berwarna merah muda), ku ku (warna merah), kue lapis, wajik, nagasari, kue bugis, lemper (dibungkus seperti burung), madu mongso, bongko cunduk (bongko meniran atau bongko kopyor), coro bikang dan ketan tetal (ketan warna biru disajikan bersama sambal ebi).
Wajik berwarna merah dan berbentuk kerucut melambangkan harapan yang baik yang makin tinggi dan keeratan anggota keluarga. Kue Moho yang berwarna merah juga melambangkan persatuan anggota keluarga. Sedangkan kue Ku melambangkan panjang umur. Penggunaan warna merah di sajian berasal dari legenda untuk menakuti monster bernama "Nian" (dibaca: nien) yang takut dengan warna merah dan suara keras.
Untuk manisan yang wajib tersedia adalah tangkue dan angco (kurma merah atau ceremai merah) yang disajikan dalam piring kecil atau ditusuk seperti satu dengan tiap tusuk mewakili satu leluhur dan ditata di atas meja khusus bernama cenap.
Sedangkan buah-buahan yang wajib tersedia antara lain pisang raja atau pisang mas satu sisir, tebu, srikaya, jeruk bali (disajikan lengkap dengan tangkai dan daun) yang melambangkan persatuan, delima merah, nanas, lengkeng, jeruk lokam dan belimbing. Buah-buahan ini biasanya akan dibungkus dengan kertas minyak warna merah.