Sawi atau Sawuy adalah kelompok etnis yang berasal dari Papua Selatan, Indonesia. Mereka dikenal sebagai pemburu kepala kanibalistik pada tahun 1950-an. Mereka berbicara dalam bahasa Sawi, yang termasuk dalam rumpun bahasa Awyu.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Rumah panggung milik suku Sawi yang dibangun di wilayah hulu Sungai Fayit. | |
| Jumlah populasi | |
|---|---|
| 4.800[1] | |
| Daerah dengan populasi signifikan | |
| Bahasa | |
| Sawi, Indonesia | |
| Agama | |
| Kekristenan (terutama), agama tradisional | |
| Kelompok etnik terkait | |
| Awyu, Wambon, Kombai, Korowai |
Sawi atau Sawuy adalah kelompok etnis yang berasal dari Papua Selatan, Indonesia. Mereka dikenal sebagai pemburu kepala kanibalistik pada tahun 1950-an.[2] Mereka berbicara dalam bahasa Sawi, yang termasuk dalam rumpun bahasa Awyu.
Sejak saat itu, banyak orang Sawi telah memeluk Kekristenan dan bangunan melingkar terbesar di dunia yang terbuat dari tiang-tiang yang tidak digiling dibangun pada tahun 1972 sebagai tempat pertemuan Kristen oleh Sawi.[3] Misionaris Kristen Don Richardson yang tinggal di antara suku Sawi menulis sebuah buku tentang pengalaman yang disebut Peace Child (Anak Perdamaian).