Suku Mek adalah kelompok etnis yang mendiami lembah-lembah di bagian timur Pegunungan Tengah di Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Pegunungan Bintang.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Daerah dengan populasi signifikan | |
|---|---|
| Bahasa | |
| bahasa Mek, bahasa Indonesia | |
| Kelompok etnik terkait | |
| Mek (Ketengban, Kimyal, Yalimek, Eipomek, Una Ukam) • Momuna |
Suku Mek adalah kelompok etnis yang mendiami lembah-lembah di bagian timur Pegunungan Tengah di Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Pegunungan Bintang.[1][2][3]
Kehidupan suku Mek pernah dibahas di seri televisi dari Discovery Channel berjudul Living with the Mek (Tinggal bersama Suku Mek) yang disiarkan pada tahun 2008.[4]
Mek sama dengan Ok berarti "air" dan "sungai".[5] Umumnya nama Mek digunakan untuk mencakup semua suku yang berbahasa Mek, tetapi akhirnya lebih sering dikenal hanya untuk sub-suku Mek seperti Mek Nalca, Mek Nipsan, dan Mek Kosarek (Yale).[6] Sedangkan suku-suku lain memiliki panggilan sendiri seperti Eipo/Eipomek, Una-Ukam, Kimyal, Ketengban.[7]
Mite asal muasal suku-suku Mek dan juga Yali memiliki kesamaan dimana mereka percaya nenek moyang mereka berasal dari timur, sehingga merupakan asal muasal dari kata Yali yang berarti dari arah matahari terbit (timur). Nenek moyang ini disebut Yeli oleh suku Yali, atau Yale-enye oleh suku Eipo, yang merupakan tokoh pencipta dunia. Mereka yang diturunkan menyebut diri mereka Yelenang (seperti suku Kimyal) atau Yalenang (suku Yalimek) artinya orang orang dari timur, walaupun nama ini pada masa modern umumnya hanya digunakan untuk suku Yali (dan Yalimek). Sedangkan nama Mek adalah nama yang diberikan oleh peneliti barat.
Berdasarkan dialek suku Mek dibagi menjadi: