Kabupaten Katingan adalah sebuah wilayah kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kasongan. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 20.382,26 km². Semboyan kabupaten ini adalah "Penyang Hinje Simpei" yang artinya adalah Hidup Rukun dan Damai untuk Kesejahteraan Bersama. Kabupaten ini terdiri dari 13 kecamatan 154 Desa dan 7 Kelurahan. Pada semester pertama 2025, jumlah penduduk Katingan sebanyak 183.552 jiwa.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kabupaten Katingan | |
|---|---|
Tugu Bundaran Durian di Kasongan | |
![]() Peta | |
| Koordinat: 2°04′00″S 113°24′00″E / 2.06667°S 113.4°E / -2.06667; 113.4 | |
| Negara | |
| Provinsi | Kalimantan Tengah |
| Tanggal berdiri | 20 Juli 2002[1] |
| Dasar hukum | UU RI No. 5 Tahun 2002 |
| Ibu kota | Kasongan |
| Jumlah satuan pemerintahan | Daftar
|
| Pemerintahan | |
| • Bupati | Saiful |
| • Wakil Bupati | Firdaus |
| • Sekretaris Daerah | Christian Rain[2][3] |
| • Ketua DPRD | Marwan Susanto |
| Luas | |
| • Total | 20.382,26 km2 (7,869,63 sq mi) |
| Populasi | |
| • Total | 183.552 |
| • Kepadatan | 9,0/km2 (23/sq mi) |
| Demografi | |
| • Agama | |
| • Bahasa | Indonesia (resmi), Ngaju, Katingan,[a] Kahayan, Ot Danum, Banjar, Jawa, Madura, dan lainnya |
| • IPM | tinggi [7] |
| Zona waktu | UTC+07:00 (WIB) |
| Kode BPS | |
| Kode area telepon | +62 536 |
| Pelat kendaraan | KH xxxx N* |
| Kode Kemendagri | 62.06 |
| DAU | Rp 717.720.848.000,- (2020) |
| Semboyan daerah | Penyang Hinje Simpei "Hidup Rukun dan Damai untuk Kesejahteraan Bersama." |
| Situs web | katingankab |
Kabupaten Katingan adalah sebuah wilayah kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kasongan. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 20.382,26 km². Semboyan kabupaten ini adalah "Penyang Hinje Simpei" (bahasa Ngaju) yang artinya adalah Hidup Rukun dan Damai untuk Kesejahteraan Bersama. Kabupaten ini terdiri dari 13 kecamatan 154 Desa dan 7 Kelurahan.[5] Pada semester pertama 2025, jumlah penduduk Katingan sebanyak 183.552 jiwa.[4]
Pada abad ke-14 wilayah Katingan merupakan salah satu wilayah jajahan Majapahit seperti yang disebutkan dalam Kakawin Nagarakretagama yang ditulis tahun 1365. Nama sungai Katingan diambil dari nama daerah yang terdapat di hulu sungai tersebut, yaitu daerah Katingan (Kasongan). Belakangan muncul daerah baru di hilir, yaitu Mendawai.
Menurut Hikayat Banjar, wilayah Kabupaten Katingan sudah termasuk ke dalam daerah kekuasaan kerajaan Banjar-Hindu (Negara Dipa) sejak pemerintahan Lambung Mangkurat dengan wilayah kekuasaannya perbatasan paling barat berada di Tanjung Puting. Wilayah ini ketika itu terdiri atas dua sakai (daerah), yaitu Mendawai dan Katingan yang masing-masing memiliki ketua daerah sendiri-sendiri yang disebut Menteri Sakai. Pada abad ke-17 pada masa kekuasaan Sultan Banjar IV, Marhum Panembahan (Raja Maruhum), wilayah Mendawai-Katingan merupakan salah satu daerah yang diberikan kepada puteranya Pangeran Dipati Anta-Kasuma yang kemudian menjadi adipati/raja Kotawaringin menggantikan mertuanya Dipati Ngganding yang wilayah kekuasaannya meliputi bagian barat Kalimantan Tengah saat ini. Menurut Hikayat Banjar, pada masa itu Pelabuhan Mendawai merupakan tempat transit para pedagang Banjarmasin jika hendak pergi berlayar menuju negara Kesultanan Mataram di pulau Jawa.
Menurut laporan Radermacher, kepala daerah Mendawai/Katingan pada tahun 1780 adalah Kyai Ingabei Suradi Raja.[8] Kiai Ingabehi Suradiraja adalah gelar yang diberikan kepada seseorang yang telah berhasil membunuh dua orang pengikut Gusti Kasim dari daerah Negara tahun 1780, kemudia ia dilantik sebagai pembantu utama syahbandar di pelabuhan Tatas (Banjarmasin).[9] Pada tanggal 13 Agustus 1787, wilayah Kabupaten Katingan sudah diserahkan Sultan Tahmidullah II kepada VOC Belanda, kemudian daerah ini berkembang menjadi sebuah Distrik.
Pada 2 Mei 1826 Sultan Adam dari Banjarmasin menyerahkan landschap Mendawai (Katingan) kepada Hindia Belanda.[10] Penguasa Mendawai dan Katingan selanjutnya adalah Djoeragan Kassim (1846), Abdolgani (1848), Djoeragan Djenoe (1850), Jaksa kiai Pangoeloe Sitia Maharaja (1851), Kiai Toeainkoe Gembok (1859). Selanjutnya Demang Anoem Tjakra Dalam atau dikenal sebagai Demang Anggen, dilantik oleh Gubernur Hindia Belanda pada tanggal 10 Januari 1895 dan mengepalai wilayah Mandawai (Districtshoofd van Mandawai, afdeeling Sampit, residentje Zuider en Oosterafdeeling van Borneo). Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah ini termasuk dalam zuid-ooster-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8.[11]
Secara astronomi letak astronomi Kabupaten Katingan adalah antara 1°14'4,9" LU - 3°11'14,72" LS dan 112°39'59" BT - 112°41'47" BT.
Kabupaten Katingan merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Tengah yang terbentuk sebagai hasil pemekaran dari sebagian wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.[12] Luas wilayah Kabupaten Katingan adalah 17.500 km2.[13] Wilayah Kabupaten Katingan terbagi menjadi 13 kecamatan dengan ibu kota di Kasongan. Adapun batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:
| Utara | Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat |
| Timur | Kabupaten Gunung Mas, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kota Palangkaraya |
| Selatan | Laut Jawa |
| Barat | Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Seruyan |

Hingga tahun 2003, pemanfaatan lahan utama di Kabupaten Katingan terdiri dari perkampungan, industri, sawah, tanah kering, kebun campuran, perkebunan, hutan, hutan kosong dan rusak, perairan dan lainnya. Sekitar 60% wilayah Kabupaten Katingan masih berupa hutan belukar dan hutan lebat. Perkebunan menempati porsi terbesar nomor 2 (dua), yaitu sekitar 11% sehingga penggunaan lahan lainnya tidak sampai 10%. Lokasi pengembangan tambak seluas 2.000 ha di Kabupaten Katingan, yaitu di Kecamatan Katingan Kuala, termasuk dalam wilayah lahan hutan belukar (mangrove).
Karakteristik daerah-daerah di Pulau Kalimantan pada umumnya adalah keberadaan sungai dan hutan yang tersebar di seluruh wilayah. Seperti itu juga yang tampak pada Kabupaten Katingan, Kabupaten yang pada tahun 2002 masih menjadi bagian dari Kabupaten Kotawaringin Timur. Namun salah satu yang menonjol dari wilayah yang dialiri Sungai Katingan, sungai terbesar kedua di Kalimantan Tengah adalah kekayaan hasil hutan ikutan berupa rotan. Katingan merupakan salah satu daerah penghasil rotan terbesar di Indonesia.

Secara topografi, Kabupaten Katingan terbagi menjadi tiga bagian sebagai berikut:
Kelerengan di Kabupaten Katingan umumnya bervariasi antara datar, landai, agak curam, dan curam. Topografi di bagian Selatan lebih landai dibandingkan dengan di bagian Utara. Sepanjang batas propinsi Kalimantan Barat dan Kalimantan tengah umumnya bertopografi curam (>40%).[14]
Sebagian besar wilayah Kabupaten Katingan merupakan dataran rendah yang berada pada ketinggian antara 10-50 meter di atas permukaan air laut (mdpl). Wilayah Kabupaten Katingan terbentang hampir 1.080 km sepanjang daerah aliran Sungai Katingan. Ketinggian wilayah yang tertinggi berdasarkan kecamatan yang berada di Kabupaten Katingan diperoleh oleh Kecamatan Marikit[b] dengan ketinggian 2.278 mdpl yang berada di puncak Gunung Bukit Raya, Pegunungan Schwaner dan Pegunungan Muller. Sedangkan wilayah terendah berada di Kecamatan Katingan Kuala yang berada di dataran paling rendah, yaitu 0–15 mdpl.[15]
Kabupaten Katingan dilintasi oleh Sungai Katingan yang memiliki panjang 650 Km. Sungai yang bermuara di Laut Jawa ini melewati hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Katingan pemekaran ini, seperti Kecamatan Bukit Raya, Katingan Hulu, Marikit, Petak Malai, Katingan Tengah, Pulau Malan, Tewang Sangalang Garing (TWSG), Katingan Hilir, Tasik Payawan, Kamipang, Mendawai dan Katingan Kuala.
Selain sungai besar tersebut, wilayah Kabupaten Katingan dialiri pula oleh puluhan anak sungai dan danau. Sungai dan danau-danau itu biasanya merupakan jalur penghubung antar satu perkampungan/pedukuhan dengan lainnya. Di antara anak sungai tersebut adalah Sungai Kalanaman, Sungai Samba, Sungai Hiran, Sungai Mahop, Sungai Bemban dan Sungai Sanamang.[15]
Seperti wilayah lain di Kalimantan, Kabupaten Katingan beriklim hutan hujan tropis (Af) dengan curah hujan yang cenderung tinggi hampir sepanjang tahunnya. Curah hujan yang tinggi tersebut pun diikuti dengan tingkat kelembapan nisbi yang relatif tinggi berkisar antara 70%–80%. Suhu udara di wilayah ini pun cenderung konstan yakni berkisar antara 23°–34 °C.
| Data iklim Katingan, Kalimantan Tengah, Indonesia | |||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bulan | Jan | Feb | Mar | Apr | Mei | Jun | Jul | Agt | Sep | Okt | Nov | Des | Tahun |
| Rata-rata tertinggi °C (°F) | 31 (88) |
31.2 (88.2) |
31.2 (88.2) |
31.1 (88) |
31.3 (88.3) |
31.1 (88) |
31 (88) |
31.9 (89.4) |
32.7 (90.9) |
32.4 (90.3) |
31.3 (88.3) |
30.9 (87.6) |
31.42 (88.6) |
| Rata-rata harian °C (°F) | 27.1 (80.8) |
27.2 (81) |
27.3 (81.1) |
27.3 (81.1) |
27.5 (81.5) |
27.3 (81.1) |
27.1 (80.8) |
27.6 (81.7) |
28.1 (82.6) |
27.8 (82) |
27.2 (81) |
27.1 (80.8) |
27.38 (81.29) |
| Rata-rata terendah °C (°F) | 23.5 (74.3) |
23.6 (74.5) |
23.6 (74.5) |
23.8 (74.8) |
23.9 (75) |
23.6 (74.5) |
23.2 (73.8) |
23.3 (73.9) |
23.7 (74.7) |
23.7 (74.7) |
23.6 (74.5) |
23.5 (74.3) |
23.58 (74.46) |
| Curah hujan mm (inci) | 315 (12.4) |
293 (11.54) |
314 (12.36) |
303 (11.93) |
252 (9.92) |
205 (8.07) |
152 (5.98) |
131 (5.16) |
158 (6.22) |
253 (9.96) |
314 (12.36) |
332 (13.07) |
3.022 (118,97) |
| Rata-rata hari hujan | 14 | 13 | 14 | 14 | 11 | 9 | 8 | 7 | 7 | 10 | 14 | 16 | 137 |
| % kelembapan | 86 | 84 | 85 | 84 | 83 | 81 | 79 | 75 | 78 | 80 | 84 | 87 | 82.2 |
| Rata-rata sinar matahari harian | 7.1 | 7.6 | 7.4 | 7.7 | 7.7 | 7.9 | 8.3 | 8.4 | 8.5 | 8.0 | 7.4 | 6.8 | 7.73 |
| Sumber #1: Climate-Data.org[16] | |||||||||||||
| Sumber #2: BMKG[17] | |||||||||||||

Dalam Pemilihan umum Bupati Katingan 2024, pasangan calon bupati Saiful dan Firdaus berhasil memenangkan suara terbanyak dan menjadi bupati terpilih. Keduanya dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Prabowo Subianto di Istana Merdeka dengan 959 kepala daerah lainnya.[18]
| No. | Bupati | Mulai jabatan | Akhir jabatan | Wakil Bupati | Ref. | ||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 4 | Saiful | 20 Februari 2025 | Petahana | Firdaus | [18] | ||
Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Katingan dalam tiga periode terakhir.
| Partai Politik | Jumlah Kursi dalam Periode | |||
|---|---|---|---|---|
| 2014–2019[19] | 2019–2024[20] | 2024–2029 | ||
| PKB | 2 | |||
| Gerindra | 4 | |||
| PDI-P | 5 | |||
| Golkar | 3 | |||
| NasDem | 2 | |||
| Hanura | 2 | |||
| PAN | 2 | |||
| PBB | 1 | |||
| Demokrat | 2 | |||
| Perindo | (baru) 1 | |||
| PPP | 0 | |||
| PKPI | 2 | |||
| Jumlah Anggota | 25 | |||
| Jumlah Partai | 10 | |||
Kabupaten Katingan terdiri dari 13 kecamatan, 7 kelurahan, dan 154 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 147.939 jiwa dengan luas wilayah 17.500,00 km² dan sebaran penduduk 8 jiwa/km².[21][22]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Katingan, adalah sebagai berikut:
| Kode Kemendagri | Kecamatan | Jumlah Kelurahan | Jumlah Desa | Status | Desa/Kelurahan |
|---|---|---|---|---|---|
| 62.06.13 | Bukit Raya | 11 | Desa | ||
| 62.06.01 | Kamipang | 9 | Desa | ||
| 62.06.02 | Katingan Hilir | 2 | 6 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 62.06.08 | Katingan Hulu | 1 | 22 | Desa |
|
| Kelurahan | |||||
| 62.06.10 | Katingan Kuala | 2 | 14 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 62.06.05 | Katingan Tengah | 1 | 15 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| 62.06.07 | Marikit | 18 | Desa | ||
| 62.06.09 | Mendawai | 7 | Desa | ||
| 62.06.12 | Petak Malai | 7 | Desa | ||
| 62.06.04 | Pulau Malan | 14 | Desa | ||
| 62.06.06 | Sanaman Mantikei | 14 | Desa | ||
| 62.06.11 | Tasik Payawan | 8 | Desa | ||
| 62.06.03 | Tewang Sangalang Garing | 1 | 9 | Desa | |
| Kelurahan | |||||
| TOTAL | 7 | 154 |
Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2020, jumlah penduduk Kabupaten Katingan mencapai 162.222 jiwa. Jumlah tersebut terdiri atas 84.278 orang laki-laki dan 77.944 orang perempuan. Kedua angka tersebut menghasilkan rasio jenis kelamin sebesar 108 yang berarti pada setiap 100 orang perempuan terdapat 108 orang laki-laki.[23] Kemudian, kabupaten ini memiliki kepadatan penduduk sebesar 8 orang per km² apabila jumlah penduduknya dibagi dengan total luas wilayahnya. Selain itu, jumlah KTP dan KK di Kabupaten Katingan pada tahun 2020 berjumlah sebesar 109.272 buah dan 50.319 buah.[5]
Perkembangan jumlah penduduk yang mendiami wilayah Kabupaten Katingan mengalami peningkatan antara 1% hingga 2% setiap tahunnya. Berikut merupakan data laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Katingan setiap lima tahun.
| Pertumbuhan Penduduk | ||
|---|---|---|
| Tahun | Jumlah Pend. | ±% |
| 2000 | 121.047 | — |
| 2005 | 130.157 | +7.5% |
| 2010 | 146.964 | +12.9% |
| 2015 | 160.305 | +9.1% |
| 2020 | 162.222 | +1.2% |
| Source: Badan Pusat Statistik[24] | ||
Wilayah Kabupaten Katingan memiliki persebaran penduduk yang tidak merata di setiap kecamatannya berdasar pada hasil sensus penduduk tahun 2020. Kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Kecamatan Katingan Hilir dengan jumlah penduduk sebesar ±38.800 jiwa, sedangkan kecamatan dengan jumlah penduduk paling sedikit adalah Kecamatan Bukit Raya dengan jumlah penduduk ±3.200 jiwa. Berikut merupakan data persebaran penduduk di 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Katingan.
| Nomor | Kecamatan | Persentase | Jumlah Penduduk (Sensus 2020) |
Kepadatan Penduduk per km² |
| 1 | Katingan Kuala | 11,45% | 18.574 | 11 |
| 2 | Mendawai | 2,56% | 4.153 | 2 |
| 3 | Kamipang | 4,42% | 7.170 | 2 |
| 4 | Tasik Payawan | 4,89% | 7.933 | 9 |
| 5 | Katingan Hilir | 23,95% | 38.852 | 51 |
| 6 | Tewang Sangalang Garing | 8,05% | 13.059 | 20 |
| 7 | Pulau Malan | 6,47% | 10.496 | 11 |
| 8 | Katingan Tengah | 17,98% | 29.168 | 23 |
| 9 | Sanaman Mantikei | 6,72% | 10.901 | 5 |
| 10 | Petak Malai | 2,24% | 3.634 | 3 |
| 11 | Marikit | 4,20% | 6.813 | 3 |
| 12 | Katingan Hulu | 5,08% | 8.241 | 4 |
| 13 | Bukit Raya | 1,99% | 3.228 | 3 |
| Katingan | 100% | 162.222 | 8 | |
|---|---|---|---|---|
Penduduk Kabupaten Katingan menganut berbagai keyakinan dan agama. Agama atau keyakinan yang diyakini oleh masyarakat Kabupaten Katingan adalah agama Islam sebanyak 59,98%, kemudian agama Kristen sebanyak 21,31% dengan rincian Protestan 18,21% dan Katolik 3,12%. Penduduk yang beragama Hindu Kaharingan sebanyak 18,68%, serta Buddha sebanyak 0,01%.[5]
Sementara untuk sarana tempat peribadatan, Kabupaten Katingan mempunyai 140 masjid, 63 langgar, 154 gereja Protestan, 9 gereja Katolik, serta 83 Balai Basarah/Pura berdasarkan data BPS pada tahun 2024.[25]
Berikut merupakan tabel jumlah penduduk Kabupaten Katingan berdasarkan agama tatau keyakinan yang dianut.
| Nomor | Agama | Jumlah | Persentase |
|---|---|---|---|
| 1 | Islam | 107.410 | 59,98% |
| 2 | Hindu | 33.462 | 18,68% |
| 3 | Protestan | 32.625 | 18,21% |
| 4 | Katolik | 5.587 | 3,12% |
| 5 | Buddha | 19 | 0,01% |
Bukit Batu Kasongan merupakan obyek wisata alam yang berada di Jalan Tjilik Riwut, Kasongan Lama. Bukit Batu dibuka sebagai lokasi wisata sekitar tahun 1997.[26] Wisata ini pernah menjadi tempat Tjilik Riwut bertapa sebelum akhirnya memutuskan untuk ikut berjuang melawan penjajahan Belanda.[27]
Kebun Raya Katingan adalah Wisata Kebun Raya yang juga bersebelahan dengan Bukit Batu Kasongan. Kebun Raya ini diresmikan pada tanggal 6 Desember 2016 dan telah memiliki koleksi lebih dari 500 jenis buah.[28] Dari puluhan Kebun Raya yang ada di Indonesia, Kebun Raya ini menjadi satu-satunya kebun raya dengan tema koleksi tumbuhan buah tropis.[28] Kebun Raya ini merupakan kebun raya pertama yang berada di Kalimantan Tengah, sekaligus yang kelima di Pulau Kalimantan.[28]
Danau Biru Tewang Manyangen adalah Wisata Danau yang berwarna biru. Danau ini berada di Jalan Kasongan - Tumbang Samba, Desa Tewang Manyangen, Kecamatan Tewang Sangalang Garing.
Dukuh Betung merupakan Obyek Wisata Alam yang berada di Jalan Tjilik Riwut, Tumbang Liting, Kecamatan Katingan Hilir. Wisata ini berada di atas Sungai Liting, Desa Tumbang Liting.
Taman Hijau Kasongan merupakan wisata kuliner yang berada di Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 dan juga berdekatan dengan komplek perkantoran pemerintah Kabupaten Katingan. Taman ini memiliki beberapa fasilitas umum seperti gazebo, taman bermain, toilet, tempat sampah, dan lain-lainnya. Taman ini juga memiliki beranekaragam jenis-jenis tumbuhan, dari tumbuhan tropis, tumbuhan yang langka, dan lain-lainnya. Taman ini juga terdapat beberapa pedagang yang berjualan makanan dan minuman.
Ruang Terbuka Hijau Kasongan merupakan tempat wisata yang bersebelahan dengan Taman Hijau Kasongan. Taman ini memiliki keanekaragaman tumbuhan dan tanaman.
Taman Religi Kasongan adalah taman yang bersifat religius. Taman ini berada di Jalan Tjilik Riwut sekitar Masjid Baitul Yaqin dan Jembatan Katingan.
Taman Kota Kasongan merupakan kawasan wisata tematik yang berada di bawah Jembatan Katingan dan di pinggir Sungai Katingan. Taman ini memiliki keindahan dengan pemandangan Jembatan Katingan dan Sungai Katingan yang berada dipinggir taman ini. Taman ini juga tidak jauh dari Masjid Baitul Yaqin, sehingga yang baru saja beribadah dapat singgah sebentar kesini. Taman ini memiliki beberapa fasilitas yang dimiliki, seperti toilet, tempat sampah, taman bermain, lapangan kecil, dan lain-lainnya. Di sini juga terdapat beberapa pedagang kaki lima yang berjualan.
Taman Wisata Gangga Kum-kum adalah taman wisata yang berada di Kereng Pangi.