Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Suku Kedayan

Suku Kedayan/Kadayan adalah salah satu dari tujuh suku bangsa asli Brunei. Suku Kedayan sering juga disebut Melayu Kedayan karena secara linguistik termasuk dalam rumpun bahasa Melayu Lokal. Sebagian suku Kedayan bermigrasi ke Sarawak dan Sabah. Orang Kedayan berpenduduk sekitar 240.000 jiwa.

kelompok etnik
Diperbarui 11 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Suku Kedayan
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Suku Kedayan
Wanita Kedayan pada Masa Penjajahan Inggris.
Daerah dengan populasi signifikan
Brunei Darussalam, Malaysia Timur
Bahasa
Kedayan, Bahasa Melayu Brunei
Agama
Islam
Kelompok etnik terkait
Iban • Melayu Brunei • Banjar

Suku Kedayan/Kadayan adalah salah satu dari tujuh suku bangsa asli Brunei. Suku Kedayan sering juga disebut Melayu Kedayan karena secara linguistik termasuk dalam rumpun bahasa Melayu Lokal. Sebagian suku Kedayan bermigrasi ke Sarawak dan Sabah. Orang Kedayan berpenduduk sekitar 240.000 jiwa.

Bahasa Kedayan dianggap sebagai salah satu dialek dalam Bahasa Melayu Brunei. Kata Kedayan memiliki arti "Orang Pedalaman" atau "Orang Darat". Nama lama kepala suku dusun di Brunei juga disebut Kedayan atau Sang Kedayan. Sang Kedayan merupakan kata yang digunakan untuk membedakan "Orang Laut" (pesisir) dan Darat (Kedayan). Kedayan Islam/Kedayan Melayu diduga berkerabat dengan Kan(d)ayan Dayak dari Kalimantan Barat yang menyebar hingga ke pesisir utara Kalimantan sampai di Sipitang, Sabah. Sementara itu, suku Banjar dari Kalimantan Selatan menyebar hingga ke utara Kalimantan sampai ke Keningau, yaitu Kampung Banjar Keningau, yang berada di pedalaman Sabah di tengah-tengah suku suku Dusun dan suku Murut (Tempelan kata Dayak pada suku Dusun dan suku Murut tidak berlaku di wilayah Sabah.

Suku Kedayan merupakan salah satu bangsa yang menetap di Miri. Dipercayai berasal dari Brunei, kebanyakan bangsa Kedayan daerah Bekenu. Selain itu, bangsa Kedayan juga boleh ditemui di bagian utara Sarawak, pesisir timur Sabah dan Labuan. Bahasa yang digunakan ialah Bahasa Kedayan ("bahasa de facto" Brunei).

Kaum Kedayan di Labuan bukannya orang pantai, dan cenderung menetap di kawasan pedalaman. Rumah-rumah di kampung dibina agak dekat antara satu sama lain, mengikut pola kelompok, dengan taman-taman bercabang seperti jejari ke luar.[1]

Asal-Usul Suku Kedayan Di Brunei Darussalam

Menurut penelitian Kedayan merupakan bangsa campuran dari Jawa Ponorogo dan Masyarakat Dayak Brunei yang mana peristiwa Sultan Brunei Ke 5 yaitu Sultan Bolkiah (1473-1521) yang rajin singgah di tanah nusantara seperti di Jawa, Sumatra, dan termasuk pula singgah ke tanah Filipina. Di tanah Jawa Baginda sering mengamati aktivitas orang Jawa yang rajin bercocok tanam dan bertani, masyarakat Jawa dikenal sebagai masyarakat agraris, oleh karena hasil pertanian mereka yang berhasil, maka baginda menawarkan mereka untuk menetap di Brunei. Setelah di Brunei dari hasil kegiatan pertanian yang sukses, maka Baginda memberikan mereka banyak hadiah. Ikatan pertalian dan persaudaraan dengan orang Jawa asal Ponorogo melalui perkawinan campur dengan Masyarakat Melayu Brunei, sehingga pada masa kini puak kedayan banyak menetap di Daerah Temburong, Tutong, Belait, dan Muara (Jerudong). Dan kemudian berpindah-pindah ada yang menetap di Sabah dan di Serawak.

Jauh sebelumnya, Fa Hsien seorang Biksu Buddha dari Tiongkok singgah di Java-Dwipa dan tinggal di sana selama lima bulan [perlu diingat bahwa pada masa lalu] , Borneo (Kalimantan) disebut sebagai Jawa Besar dan pulau Jawa disebut Jawa Kecil. Juga disebut sebagai Varuna Dvipa dan Java Dvipa.

Namun bahwa apa yang disebut sebagai Jawa adalah Pulau Borneo atau Kalimantan, jadi Jawa disini bukanlah suku Jawa yang dimaksud tetapi daratan yang dinamai oleh orang luar untuk pulau Borneo (Kalimantan). Jawa kecil itulah yang kemungkinan besar adalah pulau jawa saat ini.

Pulau Borneo sangat kaya bahasa. Ada ratusan jenis bahasa di Borneo dan beberapa di antaranya sudah mulai punah. Berdasarkan teori bahasa bahwa dimana kawasan yang terdapat banyak bahasa yang beragam adalah kemungkinan sebagai tanah asal-usul bahasa yang digunakan di kawasan nusantara, artinya bahwa Kalimantan atau Borneo tersebut merupakan tanah leluhur masyarakat di pulau nusantara ini.

Namun mengenai pendapat yang mengatakan suku Kedayan itu berasal dari Jawa dan dibawa ke Brunei oleh Sultan Bolkiah, itu ditentang dan tidak disetujui oleh sebagian besar tokoh Kedayan. Menurut cerita rakyat Serawak khususnya suku Melanau, suku Kedayan itu memang telah ada di Brunei sebelum kedatangan Alak Betatar, sekitar tahun 1300. Menurut cerita itu, bangsa Kedayan itu bukanlah Melayu dan menjadi Melayu saat berdirinya kesultanan Brunei. Malah jika dilihat dalam Syair Awang Semaun, orang Kedayan memang telah ada di Brunei sejak abad ke 14. Mereka yang dikatakan menolong angkatan perang Johor mencari puteri Burung Pingai yang dilarikan oleh Awang Semaun untuk dijadikan isteri Alak Betatar.

Oleh sebagian besar tokoh budayawan Kedayan, adakah mereka tegas menolak teori Jawa ini dan mengakui kemungkinan Kedayan itu berasal dari Kalimantan atau istilah Jawa itu merujuk kepada wilayah Kalimantan yang menerima pengaruh Jawa Majapahit.

Lalu ada pula pendapat yang mengungkapkan bahwa suku Kedayan berasal dari Kutai. Sebagaimana yang menarik bahwa cerita rakyat Kedayan Laila Menchanai itu mirip kisah Puteri Junjung Buih kisah mitos kerajaan Kutai.

Jika merujuk ke struktur dan kosakata bahasa Kedayan yang ada di kawasan Miri, Brunei, Sabah dan sebagian Kalimantan Timur jelas sudah bahwa orang kedayan bukanlah suku Melayu. Mereka adalah suku asli Borneo yang kini telah banyak memeluk agama Islam.

Perkataan Melayu pada kata Melayu Kedayan merupakan bias dari pengaruh Islam kedalam suku kaum tersebut sehingga penyebutan istilah "Bahasa Melayu Kedayan" menjadi tercipta atau dibuat dalam kerangka politis. Meskipun banyak orang Kedayan itu sendiri lebih senang dianggap sebagai suatu suku yang berbeda dengan Melayu walaupun mereka itu memeluk keyakinan yang sama yaitu Islam.

Dalam Perlembangan Negeri Serawak Malaysia contohnya, suku Kedayan itu berdiri atas nama sukunya sendiri dan bukan bagian dari Melayu, Kedayan sama seperti bebearap suku Islam Serawak yang lainnya yang kekal menggunakan identitas masing-masing seperti suku Melanau.

Sesungguhnya suku Kedayan/Kandayan yang ada di Brunei itu sendiri adalah orang Borneo asli yang beragama Islam, namun juga perlu diketahui bahwa suku Kedayan/Kandayan bukan hanya ada di kawasan Brunei, Miri, Kuala Belait, Tutong, Temburong, Sabah, Kalimantan Timur, namun penamaan Kedayan juga ada di Kabupaten Landak, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sambas dan Kabupaten Kubu Raya di Kalimantan Barat-Indonesia. Suku kaum Kedayan di Kalbar justeru sebaliknya beragama Kristen baik Katolik ataupun Protestan. Tidak ada perbedaan bahasa yang terlalu signifikan antara Kedayan di Brunei dengan Kedayan di Kalimantan Barat dimana kosakata bahasa keduanya memiliki keterikatan yang sangat erat dan hampir 99% sama. Hanya saja uniknya adalah orang Kedayan di Kalbar lebih suka menyebut dirinya sebagai orang Dayak. Dari segi bahasa Kedayan di brunei dengan Kadayan di Kalbar memiliki kesamaan yang sangat tinggi hanya saja Kedayan di Brunei lebih berafiliasi menyebut diri sebagai "Melayu Kedayan".

Hal tersebut dapat dimaklumi karena pengaruh Islam yang begitu besar pada zamannya. Sebelum Islam ada di Borneo hampir keseluruhan pulau borneo beragama Hindu yang dihelad oleh kerajaan Kutai semasa itu, yang artinya adalah tidak ada Islam, tidak ada Kristen dan tidak ada sebutan Melayu ataupun Dayak.

Sebutan kedua nama "Melayu dan Dayak" sendiri adalah nama eksonem atau nama pemberian orang luar kepada suku kaum Borneo itu sendiri, artinya orang Borneo seharusnya tidak dipecahkan oleh dua istilah tersebut sebab semua berasal dari puak yang sama. Perbedaan agama dan sebutan suku yang kemudian melekat justeru menjadikan penduduk Borneo terpecah belah.

Saya nyatakan hal ini sebab ayah saya seorang suku kaum Kandayan di Kalimantan Barat. Ketika saya membaca kamus Kandayan-Banjar-Indonesia terlihat jelas bahwa Suku Kaum Kandayan yang ada di Brunei memiliki kesamaan kosakata yang sangat tinggi hanya saja keyakinan kedua Kandayan tersebut kini berbeza yang satu Islam dan yang satu lagi Kristian.

Inilah dasar saya mau menulis suntingan artiket tersebut bahwa Dayak Kandayan di KAlimantan Barat memiliki kesamaan yang besar dengan Kandayan di Brunei. Jadi ada benarnya juga bahwa orang Kandayan mungkin dahulu pada suatu masa telah menguasai daratan Borneo jauh lebih dahulu dari suku kaum lainnya sebab terlihat jelas bahwa bahasa Banjar juga memiliki kesamaan yang besar dengan bahasa Kandayan di Kalimantan Barat dan Brunei. Ini berarti jelas bahwa pada suatu masa Kandayan pernah berjaya dimana-mana kawasan di pulau Borneo ini. Dia pernah ada di Banjarmasin Kalimantan Selatan dan di Kalimantan Barat serta di sebagian kawasan Sarawak serta Brunei.

Jika kita hendak menyatukan kembali khasanah suku kaum Kandayan hendaklah tidak memandang kepada kepercayaan masing-masing sebab kepercayaan atau agama boleh kita miliki dan juga boleh kita tinggalkan namun darah suku kaum bangsa Kandayan akan mungkinkah terbuang dari tubuh kita?

Kita semua harus dapat menerima perbezaan itu kini sebab Kandayan boleh saja beragama Islam dan boleh saja beragama Ksristian, tiada yang melarang.Artinya apa? artinya adalah orang Kandayan is Kandayan. Ini sangat penting sebagai kajian bersama siapa sesungguhnya suku kaum Kandayan itu?

Pakaian Kedayan

Pakaian adat yang digunakan oleh masyarakat Kedayan berwarna hitam dengan tepi warna merah, warna ini merupakan pengaruh yang kuat dari Penadon pakaian adat Ponorogo yang merupakan leluhur suku kedayan. Kala itu petani Ponorogo dibawa oleh sultan Bolkiah V sebagai petani pilihan terbaik untuk mengajarkan teknik bertani di Brunei.

Bahasa Kedayan

Bahasa Kedayan merupakan satu kelainan bahasa Melayu. Abjad bahasa Kedaya hanya terdiri daripada 18 huruf, seperti berikut:

  • 3 vokal, iaitu a, i, dan u;
  • 15 konsonan, iaitu b, c, d, g, h, j, k, l, m, n, p, s, t, w, dan y.

Kecuali dipengaruhi oleh bahasa Melayu yang dipelajari oleh orang-orang Kedayan sebagai lingua franca, vokal o dan e hampir tidak wujud dalam perbendaharaan kata bahasa Kedayan. Umpamanya:

  • besar = basaa
  • otak = utak
  • kota = kuta.

Vokal o hanya wujud sebagai gandingan kepada konsonan r, umpamanya taloo untuk 'telur', dengan o berfungsi sebagai konsonan gantian. Konsonan bahasa Melayu yang ditinggalkan oleh bahasa Kedayan ialah f, q, r, v, z ( x tidak wujud dalam abjad bahasa Melayu). Bagaimanapun, ketinggalan konsonan r merupakan satu huruf paling nyata. Bergantung kepada bunyi dan gandingan huruf, perkataan bahasa Kedayan akan berbunyi seperti berikut:

  • r = aa; umpamanya besar = basaa
  • r = ii; pandir = pandii
  • r = oo atau r = uu; telur = taloo atau taluu
  • r = ing
  • air = aing.

Kecuali ketika mengikut dasar sistem ejaan bahasa Melayu yang menetapkan bahawa semua perkataan pinzaman perlu sedapat-dapatnya mengekalkan bunyinya, bahasa Kedayan hanya menggunakan 18 huruf yang tersebut.[2]

Kamus Bahasa Kedayan (kxd-ked)[3]

  • kadiaku : saya,aku
  • kadika'ou: engkau
  • biskita : anda
  • bisdurang: mereka
  • paradian : saudara-mara
  • nada : tiada
  • inda : tidak
  • auwoo : ya
  • bah : lah,ok (selalu diletakkan di ujung kata untuk melengkapkan kata tersebut)
  • indung : ibubapa, induk
  • bedudun : berziarah, bekunjung
  • coiek : mangkuk,bekas utk makan.
  • buyuk : tipu, kelentong
  • palui : bodoh

Di sini jelas bahawa Bahasa Kadayan seperti mana bahasa Asia Tenggara lainnya ada "Kelainan daripada bahasa Melayu" artinya bahasa Kadayan memiliki perbedaan dengan bahasa Melayu dari semenanjung yang juga memiliki beratus-ratus dialek yang berbeza-beza. Ini karena memang jelas bahwa Kadayan yang miskin dengan kepelbagaian tidak sepertimana kepelbagaian dialek Melayu di semenanjung. Sebagai misal,dalam bahasa melayu yang kaya dialek ini perkataan bodoh sahaja terdiri dari beratus-ratus perkataan seperti pahaloy, bahaloi, balul, paluy, poloi, bangang, bahlul, bingung, gubluk , goblok dan lain-lain tetapi dalam kedayan hanya ada satu iaitu palui sahaja. kedayan adalah bangsa terasing tidak seperti bangsa agung lain yang banyak suku kaumnya seperti cina atau Tamil.

Kadayan sendiri merupakan suku kaum asli pulau Borneo yang telah memilih Islam sebagai pegangan hidup namun sebelum ISlam masuk tentulah Kadayan adalah orang asli Borneo yang disebut sebagai Dayak.

Pengaruh ISlam telah begitu besar memengaruhi kehidupan masyarakat Kadayan sehingga perlahan-lahan ISlam menjadi bagian dari hidup orang Kadayan yang pada akhirnya secara politis dikarenakan telah memeluk Islam disebut sebagai "Melayu Kadayan".

Kesamaan antara Kadayan yang menyebut diri sebagai "Melayu Kadayan" dengan Kadayan yang menyebut diri sebagai "Dayak Kadayan" adalah daripada bahasanya. Kedua dua belah pihak memiliki bahasa yang serupa. Mungkinlah perlu kajian mendalam daripada hal ini untuk menjelaskan lebih jauh siapa sebenarnya orang Kadayan tersebut.

Ada istilah yang mengatakan bahwa "Bahasa adalah indentity bangsa", artinya dari bahasalah kita tahu siapa mereka. Hal itu sama dengan perumpamaan buah asam. Untuk mengenal buah asam tentulah kita akan mencium baunya sehingga kita tahu kalau itu adalah buah asam sekalipun bentuk dan rupa buah itu tidaklah selalu sama. Resam asam itu bermacam-macam tetapi memiliki bau yang serupa. Nah seperti itulah kita mengenal siapa orang Kadayan. Untuk mengenal nya tentulah kita lebih dulu harus tahu dari bahasanya dan kosakata bahasanya. Apabila memiliki kesamaan 80% berarti ia adalah kumpulan resam suku kaum Kandayan sekalipun agama dan sebutan suku kaumnya sudah berbeza.

Perbandingan antara bahasa Kadayan, Banjar, dan Indonesia

Kadayan (kxd-ked)Banjar (bjn)Indonesia (id)
supansupanmalu
tihangtihangtiang
kuyukkuyuk (dialek)anjing
abishabishabis
abungrabungrebung
aiearihari
kutu'(r)rigat[4]kotor
laukiwag[5]ikan
ba-tanyaba-takun[6]ber-tanya
ba-kamihba-kamihkencing
aingbanyu[7] (Dayak Banjar: ayying)air
ikungbuntut[7] (Dayak Banjar: ikung)ekor
alumbalumbelum
ambutrambutrambut
ampatampatempat
anamanamenam
antairantairantai
antaieehintaditadi
baasbarasberas
babatbabatikatan
ba-dustaba-dustaber-bohong
bahiabahiraberak
baiebabibabi
ba-kamihba-kamihkencing
ba-kayuhba-kayuhmendayung
ba-padahba-padahmemberi tahu
basaabasarbesar
ba-tianba-tian-anhamil
batisbatisbetis/kaki
baharibaharizaman dahulu
bigibigibiji
binibiniisteri
bini-binibini-bini/bibinianperempuan
butuhbutuhzakar
caikcarikkoyak
ca'amincaramincermin
du'ungjorong/kindayrumah padi
ga'agitangarigitangeram
haimauharimauharimau
haingharingbau busuk
hancingHancingpesing
hataphatapatap
haumarumharum
hayamhayamayam
ja'anihjaranihjernih
jaiejarijari
jubojuburanus
ka'abahankarabahantertimpa
kalatmatamata kalatmengantuk
kantutkantutkentut
kapuhunankapuhunankempunan
kasaungankasarungankerasukan
kubitkibitcubit
labatlabatlebat
makanmakanmakan
mantuhamintuhamentua
mengelimutbamamaymengumpat
maukmaukmabuk
muhamuhamuka
paluhpaluhpeluh
palaminanpalaminanpelamin-an
pautparutperut
piakpirakperak
pingsilpingsilpensil
papilispapilislisplank penutup cucuran atap
tataktatakpotong
tatawatatawatertawa
tawaatawarmenawar
tangkuyungkatuyungsiput air
titiktitiktetes
tikaatikartikar
tuhatuhatua
tibadaktiwadakcempedak
utakutakotak
umahrumahrumah
ulaaularular
uchingkucingkucing
uang halusurang halusbunian
tunjuktunjuktelunjuk
tundunburit-tunduntengkuk
mandaringtian mandaringhamil anak sulung
bangkatanbakantanbekantan
tuhutlintuhut/tu'utlutut
tudung dulangtatudungtudung saji
tuntumtuntumminum air dari botol
tulaktulakberangkat
tulahkatulahanketulahan
tukuptukuptutup
tinggalamtinggalamtenggelam
tapalicuktapalicukterseliuh (pada kaki)
ta-jajakta-jajakter-injak
tajautajautempayan
taimatarimaterima
tahutahukenal
taguktaguktelan
tacangangtacangangheran
tambingtabingtebing
tabunitambunitembuni
taajuntajun[8]terjun
taabangtarabangterbang
tabaliktabaliksungsang
saungsaungsabung
picikpiciktekan
pajahpajahpadam
pacaapacarinai
nyanyatnyanyatketagihan
nyamannyamanenak/nikmat
munmunkalau
lapiklapikalas
lakatanlakatanpulut/ketan
kulatkulatcendawan
katamkatammenuai padi
katamkatamketam kayu
katamkatamkepiting
kasadakankasadakantersedak
kataankataraantempat ayam bertelur
kanyangkanyangkenyang
kalimpanankalimpanankelilipan
kalantitkalantitkelentit
kajangkajangatap daun nipah
kacawkacawaduk
kabaliangankabulianganmengejutkan
handayanghandayangpelepah
jajakjajakjejak/injak
halilipanhalilipanlipan
bumbunanbumbunanubun-ubun
amunamunkalau
asaasarasa
bakulbakulraga
danganidanganitemani
na'akanarakaneraka
mutia'amutiaramutiara
ngiuunyirunyiru
paahuparahuperahu
bangbangazan
ambunambunembun
kataguaankatagurankena sampuk makhluk halus
kukutkukutgaru
kuliangakararangga/katikihkerangga/semut rangrang
kuliat-kuliatmanguliatmenguliat
kuitakuritakereta
habaahabarberita
datu nininini datunenek moyang
gu'uhguruhguruh
kasaakasarkasar
cahaiecaricari

Perbandiangan antara bahasa Kadayan, Kutai, dan Indonesia

KadayanKutaiIndonesia
gubanggubangsampan
karasikkarasikpasir
buyahbuyahbuih
bebayabebayabersama
hambathambetpagi

Perbandiangan antara bahasa Kadayan, Jawa, dan Indonesia

KadayanJawaIndonesia
jalamajalma[9] manusia
wang susuksusukuang kembalian

bahasa Nusantara ialah bahasa indonesia + melayu + brunei

Pada tajuk diatas disebutkan bahwa orang Kandayan adalah campuran daripada orang Jawa dengan orang Borneo atau Brunei, hal ini perlu kajian mendalam sebab daripada kosakata bahasa saja antara orang Kandayan dengan Jawa sangatlah jauh perbezaannya walaupun boleh saja pemahaman akan adanya percampuran tersebut boleh berlaku semasa dahulu namun bukanlah berarti orang Kandayan adalah campuran orang Jawa dengan orang Brunei atau orang Borneo sebab tidaklah patut jika hal tersebut menjadi legal sebab hal tersebut masih harus diyakinkan lagi dengan penelitian.

Kita boleh jabarkan daripada kosakata antara Kandayan Brunei-Jawa-Kandayan Kalbar sebagai berikut: JAWA - KANDAYAN KALBAR - INDONESIA sing nang yang opo ahe apa emoh bai' tidak mau nengdi ka' mae ke mana sopo sae siapa ngene lea nian begini mlaku bajalatn jalan-jalan kesusu ganceh buru-buru lele kalek ikan kelik/lele pikun tuha tua

masih banyak lagi perbedaan bahasa Jawa yang tidak mendekati bahasa Kandayan sehingga tidak dapat dikatakan bahwa Orang Kandayan merupakan keturunan orang Jawa, Dari segi fisik mungkin saja ada terjadi percampuran tetapi dari segi bahasa sama sekali tidak sama. Itu contoh sederhana yang terlihat bahwa ternya itu bukanlah buah asam tetapi buah lain yang baunya juga tidak berbau buah asam. Disini jelas bahwa bahasa Jawa berbeda dengan bahasa Kandayan. Bahasa Dayak dan Melayu justeru memiliki kekerabatan yang sangat dekat dengan bahasa Kandayan karena memang Melayu dan Dayak merupakan satu rumpun tertua yang ada di kawasan nusantara.

Referensi

  1. ↑ "Dunia Kedayan". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-03-10. Diakses tanggal 2008-04-14.
  2. ↑ "Laman web Kadayan WikiApakian". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-08. Diakses tanggal 2008-04-14.
  3. ↑ http://multitree.org/codes/kxd-ked
  4. ↑ dipinjam dari bahasa Jawa baru (reget)
  5. ↑ dipinjam dari bahasa Jawa baru (iwa')
  6. ↑ dipinjam dari bahasa Jawa baru (takon)
  7. 1 2 dipinjam dari bahasa Jawa baru
  8. ↑ Kosakata tajun (= terjun) bukan tarajun adalah pengeculian/tidak konsisten dalam bahasa Banjar, bandingkan dengan tarabang (= terbang) menjadi taabang dalam bahasa Kadayan.
  9. ↑ (Inggris) Roger Blench, Matthew Spriggs, Archaeology and language, Volume 35, Routledge, 1999, ISBN 0-415-11786-0, 9780415117869

Pranala luar

  • (Melayu) Suku Kadayan - Wilayah Federal Labuan
  • (Melayu) Suku Kadayan Sipitang - Negara Bagian Sabah
  • (Inggris) Joget Si Baju Kurong
  • (Inggris) Papan Manjungkat
  • (Inggris) Main Tapuk- Tapuk
  • (Melayu) Penggunaan Kata Sapaan ’Kau’ Dulu dan Sekarang: Dalam Bahasa Kedayan
  • Ejaan Kedayan
  • Dunia Kadayan Diarsipkan 2017-10-03 di Wayback Machine.
  • Portal Kadayan Diarsipkan 2016-03-05 di Wayback Machine.
  • Kedayan Dalam Talian
  • Suambi Kedayan
  • Asal Usul Kedayan
  • Kamus Bahasa Kedayan Online Kedayan/Malay/English
  • Kamus Bahasa Melayu Brunei/Kedayan Diarsipkan 2008-06-20 di Wayback Machine.
  • Bahasa Kedayan

Artikel bertopik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Asal-Usul Suku Kedayan Di Brunei Darussalam
  2. Pakaian Kedayan
  3. Bahasa Kedayan
  4. Kamus Bahasa Kedayan (kxd-ked)[3]
  5. Perbandingan antara bahasa Kadayan, Banjar, dan Indonesia
  6. Perbandiangan antara bahasa Kadayan, Kutai, dan Indonesia
  7. Perbandiangan antara bahasa Kadayan, Jawa, dan Indonesia
  8. Referensi
  9. Pranala luar

Artikel Terkait

Kelompok etnik

latar belakang etnik seseorang

Kelompok etnik di Indonesia

gambaran umum mengenai berbagai kelompok etnik di Indonesia

Daftar suku bangsa di Papua

pada sejumlah suku asli yang mendiami Pulau Papua. Terdapat bukti kuat kelompok ini terbentuk dari dua jenis migrasi ke Pulau Papua dan pulau-pulau sekitarnya

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026