Beras ketan atau beras pulut adalah jenis beras yang utamanya tumbuh di Asia Tenggara dan Asia bagian timur. beras ketan berwarna putih pekat seperti susu, berbeda dengan beras biasa yang cenderung bening. Disebut glutinous rice karena mempunyai tekstur yang lebih lembut dan lengket saat dimasak. lebih populer dimasak langsung atau setelah dijadikan tepung untuk menjadi jajanan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Beras ketan atau beras pulut (Oryza sativa var. glutinosa) adalah jenis beras yang utamanya tumbuh di Asia Tenggara dan Asia bagian timur. beras ketan berwarna putih pekat seperti susu, berbeda dengan beras biasa yang cenderung bening. Disebut glutinous rice karena mempunyai tekstur yang lebih lembut dan lengket saat dimasak. lebih populer dimasak langsung atau setelah dijadikan tepung untuk menjadi jajanan.
Beras ketan digunakan pada berbagai resep di Asia Tenggara dan Asia Timur. Di jawa sering dimasak dan dinikmati bersama kelapa dan bubuk kedelai (ketan bubuk) dimakan bersama saus (ketan srikaya), ketan srundeng, lepet [1] atau dijadikan pelengkap dalam sajian "cemoe" bersama roti, kacang asin dan kuah santan. beberapa jajanan lain dari beras ketan seperti wajik (ketan yang dimasak bersama santan dan gula jawa), lemper (ketan dengan isian abon atau ayam suwir) juga sangat populer. Olahan yang berbahan tepung beras ketan di antaranya mendut, gemblong, onde onde, dodol, kue biji salak, klepon dan sebagainya [2]
Beras ketan, disebut kao hnyin (ကောက်ညှင်းcode: my is deprecated ), sangat terkenal di Myanmar (dikenal juga sebagai Burma).
Di Filipina, beras ketan dikenal sebagai malagkit (artinya "legit" dalam bahasa Tagalog, berasal dari bahasa Melayu melekit).
Di Indonesia, beras ketan merupakan salah-satu bahan penting dalam banyak resep makanan.
Dalam bahasa Mandarin, beras ketan dikenal sebagai nuòmǐ (糯米) atau chu̍t-bí (秫米) dalam Hokkien.