Naraka adalah suatu istilah dalam kosmologi Buddhis yang biasaya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai "neraka", atau sepadan dengan "purgatori". Istilah lain yang mengandung konsep serupa ialah niraya. Alam-alam naraka dalam Buddhisme sepadan dengan Diyu, alam neraka dalam mitologi Tionghoa. Sebuah naraka berbeda dengan konsep neraka di agama samawi dalam dua hal: pertama, makhluk yang berada di Naraka tidak sedang menjalani hukuman dari Tuhan; kedua, jangka waktu suatu yang dijalani makhluk saat berada di naraka tidaklah selama-lamanya, meskipun biasanya berlangsung dengan sangat lama.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Naraka | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Gambaran Naraka dalam seni rupa Myanmar. | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nama Tionghoa | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hanzi tradisional: | 地獄code: zh is deprecated | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hanzi sederhana: | 地狱code: zh is deprecated | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nama Filipina | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tagalog: | Nalaka (ᜈᜀᜎᜀᜃᜀ) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nama Jepang | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Kanji: | 地獄 / 奈落code: ja is deprecated | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nama Korea | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hangul: | 지옥code: ko is deprecated | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hanja: | 地獄code: ko is deprecated | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nama Melayu | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Melayu: | Neraka | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nama Mongolia | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Mongolia: | Там | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nama Vietnam | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Quốc ngữ: | Địa ngụccode: vi is deprecated | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nama Tibet | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Tibet: | དམྱལ་བ་code: bo is deprecated | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| - Wylie: | Dmyal Ba | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| - Zangwen Pinyin: | Nung-Wa | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nama Thai | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Thai: | นรกcode: th is deprecated | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Romanisasi: | Nárókcode: th is deprecated | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nama Laos | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Laos: | ນະຮົກ Na Hok | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nama Spanish | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Spanish: | infierno | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nama Sanskrit | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Sanskrit: | नरक (in Devanagari) Naraka (Romanised) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nama Pāli | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Pāli: | 𑀦𑀺𑀭𑀬 (in Brahmi) Niraya (Romanised) | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nama Italian | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Italian: | Inferno 地獄 Địa Ngục | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nama French | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| French: | L'Enfer 地狱 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nama Telegu | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Telegu: | నరకం narakam | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Nama Hindi | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Hindi: | नरक Narak | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Bagian dari seri tentang |
| Buddhisme |
|---|
Naraka (Dewanagari: नरक; ,IAST: Naraka,; Hanzi: 地獄/奈落; Pinyin: Dìyù/Nàiluò; Jepang: 地獄/奈落code: ja is deprecated ) adalah suatu istilah dalam kosmologi Buddhis[1] yang biasaya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai "neraka", atau sepadan dengan "purgatori".[2][3] Istilah lain yang mengandung konsep serupa ialah niraya.[4] Alam-alam naraka dalam Buddhisme sepadan dengan Diyu, alam neraka dalam mitologi Tionghoa. Sebuah naraka berbeda dengan konsep neraka di agama samawi dalam dua hal: pertama, makhluk yang berada di Naraka tidak sedang menjalani hukuman dari Tuhan; kedua, jangka waktu suatu yang dijalani makhluk saat berada di naraka tidaklah selama-lamanya,[5][6] meskipun biasanya berlangsung dengan sangat lama.[7][8]
Meurut Buddhisme, suatu makhluk terlahir (tidak dikirim) ke alam Naraka merupakan akibat dari akumulasi perbuatan semasa hidupnya, dan ia berada di sini dalam jangka waktu tertentu sampai hasil karma buruknya habis.[9][10] Setelah karma burknya habis, suatu makhluk akan terlahir ke alam yang lebih tinggi sebagai akibat dari menjalani sisa karma yang belum sempat dinikmati.[11]
Menurut ajaran Buddha, anggapan bahwa neraka adalah tempat hidup yang kekal abadi bagi semua makhluk yang selama masa hidup sebelumnya banyak berbuat karma buruk, adalah keliru. Tidak ada yang kekal-abadi, termasuk didalam neraka sekalipun. Setelah habisnya Kamma buruk yang menyebabkan mereka “tercebur” kedalam alam penuh derita ini (sama-sekali tidak ada kesenangan, hanya derita yang ada), makhluk-makkhluk yang hidup dialam ini akan lahir kembali dalam alam-alam lain sesuai timbunan kamma-kamma mereka sendiri, yang telah mereka pupuk selama ribuan tahun rentang pengembaraannya dalam samsara.[12]
terdiri atas delapan alam:
terdiri atas delapan alam:
Niraya Vagga dalam Khuddaka Nikāya, Dhammapada 306-319,
Orang yang selalu berbicara tidak benar dan juga orang yang setelah berbuat kemudian berkata, "Aku tidak melakukannya" akan masuk neraka. Dua macam orang yang mempunyai kelakuan rendah ini, mempunyai nasib yang sama dalam dunia selanjutnya.
Bila seseorang menjadi bhikkhu dengan mengenakan jubah kuning tetapi masih berkelakuan buruk dan tidak terkendali, maka akibat perbuatan-perbuatan jahatnya sendiri, ia akan masuk ke alam neraka.
Lebih baik menelan bola besi panas seperti bara api daripada selalu menerima makanan dari orang lain dan tetap berkelakuan buruk serta tak terkendali.
Orang yang lengah dan berzina akan menerima empat ganjaran, yaitu: pertama, ia akan menerima akibat buruk, kedua, ia tidak dapat tidur dengan tenang, ketiga, namanya tercela, dan keempat, ia akan masuk ke alam neraka.
Ia akan menerima akibat buruk dan kelahiran rendah pada kehidupannya yang akan datang. Sungguh singkat kenikmatan yang diperoleh lelaki dan wanita yang ketakutan, dan rajapun akan menjatuhkan hukuman berat. Karena itu, janganlah seseorang berzina dengan istri orang lain.
Bagaikan rumput kusa, bila dipegang secara salah akan melukai tangan, begitu juga kehidupan seorang pertapa, apabila dijalankan secara salah akan menyeret orang ke neraka.
Bila suatu pekerjaan dikerjakan dengan seenaknya, suatu tekad tidak dijalankan dengan selayaknya, kehidupan suci tidak dijalankan dengan sepenuh hati, maka semuanya ini tidak akan membuahkan hasil yang besar.
Hendaknya orang mengerjakan sesuatu dengan sepenuh hati. Suatu kehidupan suci yang dijalankan dengan seenaknya akan membangkitkan debu nafsu yang lebih besar.
Sebaiknya seseorang tidak melakukan perbuatan jahat, karena di kemudian hari perbuatan itu akan menyiksa dirinya sendiri. Lebih baik seseorang melakukan perbuatan baik, karena setelah melakukannya ia tidak akan menyesal.
Bagaikan perbatasan negara yang dijaga kuat di bagian dalam dan luar, begitu pula seharusnya engkau menjaga dirimu, janganlah membiarkan kesempatan baik (dalam era ajaran Sang Buddha) ini berlalu. Karena mereka yang melepaskan kesempatan ini akan bersedih hati bila nanti berada di alam neraka.
Mereka yang merasa malu terhadap apa yang sebenarnya tidak melakukan, dan sebaliknya tidak merasa malu terhadap apa yang sebenarnya memalukan, maka orang yang menganut pandangan salah seperti itu akan masuk ke alam sengsara.
Mereka yang merasa takut terhadap apa yang sebenarnya tidak menakutkan, dan sebaliknya tidak merasa takut terhadap apa yang sebenarnya menakutkan, maka orang yang menganut pandangan salah seperti itu akan masuk ke alam sengsara.
Mereka yang menganggap tercela terhadap apa yang sebenarnya tidak tercela, dan menganggap tidak tercela terhadap apa yang sebenarnya tercela, maka orang yang menganut pandangan salah seperti itu akan masuk ke alam sengsara.
Mereka yang mengetahui apa yang tercela sebagai tercela, dan apa yang tidak tercela sebagai tidak tecela, maka orang yang menganut pandangan benar seperti itu akan masuk ke alam bahagia.