Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bahasa Betawi

Bahasa Betawi adalah bahasa kreol yang dituturkan oleh suku Betawi yang mendiami daerah Jakarta dan sekitarnya. Nama "Betawi" berasal dari "Batavia", nama resmi Jakarta pada era Hindia Belanda. Jumlah penutur yang tepat sulit ditentukan karena penggunaan nama yang kurang jelas.

bahasa kreol pulau Jawa yang dituturkan di wilayah Jakarta Raya
Diperbarui 1 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bahasa Betawi
Bahasa Betawi
BPS: 0082 5
basè Betawi, basa Betawi, omong Betawi
Melayu Jakarta
Dituturkan diIndonesia
Wilayah
  • Jabodetabek
  •  DKI Jakarta
  •  Jawa Barat
    • Kabupaten Bekasi (bagian barat)
    • Kabupaten Bogor (bagian utara)
    • Kabupaten Karawang
      • Batujaya
      • Pakisjaya
    • Kota Bekasi
    • Kota Depok
    • Kota Bogor
      • Tanah Sareal
  •  Banten
    • Kabupaten Tangerang (sebelah timur dan utara)
    • Kota Tangerang Selatan
    • Kota Tangerang
Penutur
5 juta (2000)
Rumpun bahasa
Lihat sumber templat}}
Beberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman ini
Klasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
  • Bahasa Kreol (polifiletik)
    • Kreol berbasis bahasa Melayu[1]
      • Betawi
Klasifikasi kreol
  • Austronesia Lihat butir Wikidata
    • Melayu-Polinesia Lihat butir Wikidata
      • Melayu-Sumbawa atau Kalimantan Utara Raya (diperdebatkan)
        Cari tahu mengapa. Beberapa rumpun bahasa dimasukkan sebagai cabang dari dua rumpun bahasa yang berbeda. Untuk lebih lanjutnya, silakan lihat pembagian dari sub-rumpun Melayu-Sumbawa dan Kalimantan Utara Raya
        • Melayu-Chamik
          • Melayik
            • Melayu
Klasifikasi bahasa induk
Tampilkan klasifikasi manual
  • bahasa manusia
    • Austro-Tai
      • Austronesia
        • Melayu-Polinesia
          • Melayu-Polinesia Inti
            • Rumpun bahasa Betawik Suntingan nilai di Wikidata
              • Betawi
    Tampilkan klasifikasi otomatis
    Dialek
    Bekasi
    Cikarang
    Depok
    Parung
    Serpong
    Tangerang
    Sistem penulisan
    Latin dan Pegon
    Status resmi
    Diakui sebagai
    bahasa minoritas di
    Indonesia
    Diatur olehBadan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
    Kode bahasa
    ISO 639-2bew
    ISO 639-3bew
    Glottologbeta1252[1]
    IETFbew
    BPS (2010)0082 5
    Informasi penggunaan templat
    Status pemertahanan
    Punah

    EXSingkatan dari Extinct (Punah)
    Terancam

    CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
    SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
    DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
    VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
    Aman

    NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
    ICHEL Red Book: Not Endangered

    Betawi diklasifikasikan sebagai bahasa aman ataupun tidak terancam (NE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

    C10
    Kategori 10
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa telah punah (Extinct)
    C9
    Kategori 9
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sudah ditinggalkan dan hanya segelintir yang menuturkannya (Dormant)
    C8b
    Kategori 8b
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa hampir punah (Nearly extinct)
    C8a
    Kategori 8a
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sangat sedikit dituturkan dan terancam berat untuk punah (Moribund)
    C7
    Kategori 7
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai mengalami penurunan ataupun penutur mulai berpindah menggunakan bahasa lain (Shifting)
    C6b
    Kategori 6b
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai terancam (Threatened)
    C6a
    Kategori 6a
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa masih cukup banyak dituturkan (Vigorous)
    C5
    Kategori 5
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mengalami pertumbuhan populasi penutur (Developing)
    C4
    Kategori 4
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan dalam institusi pendidikan (Educational)
    C3
    Kategori 3
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan cukup luas (Wider Communication)
    C2
    Kategori 2
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan di berbagai wilayah (Provincial)
    C1
    Kategori 1
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa nasional maupun bahasa resmi dari suatu negara (National)
    C0
    Kategori 0
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa merupakan bahasa pengantar internasional ataupun bahasa yang digunakan pada kancah antar bangsa (International)
    10
    9
    8
    7
    6
    5
    4
    3
    2
    1
    0
    EGIDS SIL Ethnologue: C6b Threatened
    Bahasa Betawi dikategorikan sebagai C6b Threatened menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini mulai terancam dan mengalami penurunan jumlah penutur dari waktu ke waktu
    Buka versi koordinat status pemertahanan rinci Perlu masuk
    [sunting di Wikidata]
    Referensi: [2][3][4]

    Informasi penggunaan templat turunan
    Sampel
    Sampel teks
    Injil Markus 1:9-11 dalam bahasa Betawi
    Alih aksara: 
    Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."[5]
    Sampel teks lainnya
    Sampel suara
    noicon
    (Bantuan • Berkas • Lainnya)
    Lokasi penuturan
    ProyekWiki Bahasa | Wikipedia | Kode sumber
        Cara menggunakan templat ini Sunting peta ini
    Perkiraan penuturan bahasa Betawi di beberapa wilayah di Jabodetabek.
    Unduh garis tepi peta ini
    —
    Peta bahasa lain
    Koordinat: 6°13′S 107°1′E / 6.217°S 107.017°E / -6.217; 107.017 Sunting di Wikidata
     Portal Bahasa
    L • B • PW   
    Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
    Tentang artikel
    Pemberitahuan
    Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
    Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

    {{PW Bahasa|importance=|class=}}


    Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

    07.59, Kamis, 23 April, 2026 (UTC) •
    hapus singgahan
    Sebanyak 1.609 artikel belum dinilai
    Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
    Cari artikel bahasa
    Cari artikel bahasa
     
    Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
     
    Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
    Artikel bahasa sembarang
    Halaman bahasa acak

    Bahasa Betawi (basé Betawi, basa Betawi) adalah bahasa kreol yang dituturkan oleh suku Betawi yang mendiami daerah Jakarta dan sekitarnya. Nama "Betawi" berasal dari "Batavia", nama resmi Jakarta pada era Hindia Belanda. Jumlah penutur yang tepat sulit ditentukan karena penggunaan nama yang kurang jelas.

    Bahasa ini pun juga turut menjadi dasar atas bahasa gaul (ragam bahasa Indonesia non-baku), yang digunakan oleh orang-orang di Jabodetabek, dan menyebar ke seluruh Indonesia melalui penayangan media yang Jakartasentris. Laras ini memiliki ciri khas, yaitu adanya sebagian kosakata dengan fonem /a/ pada suku akhir tertutup berubah menjadi /ə/ [e pepet], dan akhiran /-in/ untuk mengganti sufiks /-i/, /-kan/ dan /-lah/ pada bahasa Indonesia.[6]

    Kosakata

    Bagian ini berisi daftar kosakata
    Bagian ini merupakan kilas pandang dari beberapa kosakata maupun ungkapan dan kalimat dalam bahasa Betawi. Untuk keterangan lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi proyek saudari Wikipedia berbasis kamus, Wikikamus.
    Daftar
    Betawi Ora Betawi Tengahan Bahasa Indonesia
    apa apè apa
    siapa, sapa siapè, sapè siapa
    pegimana, begimana, gimana pegimanè, begimanè, gimanè bagaimana
    kenapa, ngapa kenapè, ngapè kenapa
    ada adè ada
    iya iyè iya
    aja, baé ajè saja
    kaga, embung, ngga, ora kaga, ngga tidak
    gua, saya, kita guè, ayè, sayè aku
    baba, bapa babèh ayah
    biarin, bagén, antepin, tepinin biarin, tepinin biarkan
    amat, banget, jasa, pisan, emen amat, banget sangat
    murag, ngamprak berantakan, berarakan berserakan
    masa, ilok masa, apè iyè masa, apa iya

    Dialek

    Betawi Tengahan

    Bahasa Betawi Tengahan adalah sebuah dialek dari Bahasa Betawi yang dituturkan oleh masyarakat Jakarta (terutama masyarakat Betawi) yang cenderung memakai huruf "é" tinggi pada akhir penempatan katanya.[7][8]

    Bahasa ini merupakan bahasa mayoritas di DKI Jakarta dan sebagian Kota Tangerang. Umumnya dialek ini berbunyi "è" pada akhir kata. Dialek ini cukup berbeda dengan dialek Betawi Ora dikarenakan bahasanya yang tidak begitu beragam karena penggunaan kosakatanya lebih dekat dengan bahasa Indonesia yang akhiran katanya kerap diganti dengan vokal 'è' dengan beberapa serapan kosakata dari bahasa lain atau bahasa asing lainnya.

    Dialog menggunakan bahasa Betawi dan bahasa Indonesia

    Dialek ini dituturkan di pusat kota Jakarta dan sekitarnya, seperti; Tanah Abang, Kebon Jeruk, Palmerah, Kemayoran, Penjaringan, Kramat Jati, Menteng, Jatinegara, Senen, dan daerah lainnya. Dialek ini memiliki ciri khas; umumnya akhiran yang berfonem /a/ pada bahasa Indonesia akan berubah menjadi /ɛ/ [è = taling], seperti pada; ada menjadi adè, apa menjadi apè, siapa menjadi siapè, dan sebagainya. Akan tetapi, tidak semuanya berubah menjadi demikian, seperti pada contoh kata; buka, bidara, dan doa.

    Contoh kalimat dalam dialek Betawi Tengahan:

    Daftar

    ''Abisnyè tu bocah asal nyelonong ajè si, tumpèh dah tu kupi kena sènggol."

    "Setelah anak itu asal lewat saja, tumpahlah kopi itu tersenggolnya."

    "Entar ari Kemis encang mao ngawinin si Nurléla, lu ikut yè kondangan."

    "Nanti hari Kamis paman ingin menikahkan Nurlaila, kau ikutlah ke undangan."

    "Biasanyè kalo mao Lebaran Cinè, di Rawabelong ramé tuh nyang dagang ikan bandeng."

    "Biasanya kalau mau Tahun Baru Imlek, di Rawabelong ramai yang berjualan ikan bandeng."

    Betawi Ora

    Betawi Pinggiran atau Betawi Ora merupakan salah satu ragam dialek dari bahasa Betawi. Dialek ini cukup berbeda dengan dialek Betawi Tengahan. Perbedaan dari segi khazanah kekayaan kosakatanya, Betawi Pinggiran lebih kentara dan dekat dalam penyerapan kosakata asingnya (umumnya dari bahasa Sunda, Bahasa Jawa, dan bahasa-bahasa lainnya) yang menyebabkan kosakatanya lebih beragam dibanding dialek Betawi Tengahan.[7][9]

    Dalam pelafalan kata juga dialek ini berakhiran "a" berbeda dengan Betawi Tengahan yang berakhiran "è".[6][10] Dialek ini dituturkan oleh orang Betawi yang bermukim di Kota Depok, Kota Bekasi, bagian utara Kabupaten Bekasi, Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, timur laut Kabupaten Tangerang, utara Kabupaten Bogor, utara Kabupaten Karawang tepatnya di kecamatan Batujaya dan Pakisjaya, dan juga dituturkan di bagian utara Kota Bogor, yakni di kecamatan Tanah Sareal.[11][12]

    Bahasa Betawi Tangerang

    Bahasa Betawi Tangerang atau Basa Betawi Tangerang adalah sebuah sub-dialek dari bahasa Betawi. Dialek ini termasuk kedalam cabang sub-dialek bahasa Betawi Pinggiran.[13] Kosakata dari bahasa Betawi Tangerang banyak dipengaruhi oleh bahasa Sunda Banten karena letak penuturannya yang bersebelahan.[14] Bahasa Betawi Tangerang umumnya dituturkan oleh orang beretnis Betawi dan Tionghoa Benteng yang sudah tidak lagi menggunakan bahasa Hokkien.[15]

    Kosakata

    Kosakata Betawi Tangerang yang sering digunakan di Kabupaten Tangerang;[16]

    Daftar
    • Nyewotin = menyebalkan
    • Nyerocos = bicara
    • Jeksi = berobat
    • Puguh = makanya
    • Haya = aja
    • Ngojay = berenang
    • Pegi = pergi
    • Ngengko = ngikut
    • Jasa = banget
    • Calakan = Pinter
    • Dewekan = sendiri
    • Sonoh = sanah
    • Jongjon = santai
    • Ngebadek = banyak
    • Ngejegir = berdiri
    • Jonganan = lagian
    • Ngejedog = diem
    • Lelaguan = gaya
    • Molos = lolos
    • Janggla = Bandel
    • Ilokan = apakah iya
    • Cangak = Pengen tahu
    • Ngampleh = lemas
    • Ngayab = main
    • Ngegares = makan
    • Kuyuk/Uwos = bebek
    • Bebetrek = membawa
    • Tesi = sendok
    • Bedeman = pintu air
    • Galengan = pematangan sawah
    • Centong = sendok untuk mengambil nasi/sayur
    • Samsih = alat untuk mengaduk gorengan
    • Kempek = tas
    • Bebene = kekasih
    • Mindo = makan
    • Onoh = itu
    • Bombok = tiang bambu untuk menyanggah rumah
    Wilayah persebaran

    Bahasa Betawi Tangerang dituturkan di daerah berikut;[17]

    •  Banten
      • Kota Tangerang
        • Kecamatan Periuk
        • Kecamatan Neglasari
        • Kecamatan Benda
        • Kecamatan Batuceper
        • Kecamatan Cipondoh
        • Kecamatan Karangtengah
        • Kecamatan Ciledug
        • Kecamatan Larangan
      • Kota Tangerang Selatan
        • Kecamatan Pondok Aren
        • Kecamatan Ciputat Timur
        • Kecamatan Ciputat
        • Kecamatan Pamulang
        • Kecamatan Serpong (sebagian)
        • Kecamatan Serpong Utara (sebagian)
        • Kecamatan Setu (sebagian)
      • Kabupaten Tangerang
        • Kecamatan Kelapa Dua (sebagian)
        • Kecamatan Kosambi
        • Kecamatan Pakuhaji (sebagian)
        • Kecamatan Sepatan
        • Kecamatan Sepatan Timur
        • Kecamatan Teluknaga

    Bahasa Betawi Parung

    Bahasa Betawi Parung atau Basa Betawi Parung adalah sebuah subdialek dari Bahasa Betawi. Subdialek ini termasuk kedalam cabang dialek Betawi Pinggiran. Subdialek Betawi Parung memiliki banyak kemiripan kosakata dengan subdialek Betawi Depok karena letaknya yang bersebelahan. Subdialek ini juga sangat terpengaruh oleh bahasa Sunda Bogor dalam kosakata dan cara penuturannya.[18] Bahkan Bahasa Betawi Parung tercacat dalam karya tertulis, "Bukan Jakarta. Tapi Parung, Madam. Orang Parung tidak persis Betawi, tapi seperti campuran antara Betawi dan Sunda, karena memang Parung terletak di tengah-tengah." (Fira Basuki (2004) dalam novel Rojak halaman 44).[19]

    Kosakata

    Kosakata dalam bahasa Betawi Parung sangat dipengaruhi oleh bahasa Sunda karena letak penuturannya yang bersebelahan.[18] Berikut contoh kosakata Betawi Parung;

    Daftar
    Bahasa Betawi ParungBahasa Indonesia
    bagénbiarkan
    kaga/ora/moal/embungtidak
    madang/mindomakan
    ngéndongmenginap
    ngobak/ngojayberenang
    guasaya
    lukamu
    bapét/meditpelit
    déwékansendirian
    bangor/badungnakal
    ngarétterlambat
    awakbadan
    pentérsiang
    ontong/ulahjangan
    puguhtentu
    molortidur
    nyangcangmengikat
    congormulut
    jasa/pisanbanget
    kepincétmemencet
    méradpergi
    ajersenyum
    képéttahi
    kuduharus
    ngempédbersadar
    ngagulsombong
    ngangonmengembala
    nyerisakit
    kapiranpercuma
    menjilanan/jembermenjijikan
    lananglaki-laki
    wadonperempuan
    menggeribmaghrib
    wara-wirimondar-mandir
    kepapaganberpapasan
    tai babalnangka muda
    kebokerbau
    cebongberudu
    embe/bandotkambing
    ulaular
    ongkohsantai
    ngacayngiler
    ngorokmendengkur
    gedig/takolpukul
    ilokmasa
    belet/bloonbodoh
    bangkottua
    cucurakanmakan bersama
    mendek/nyumputbersembunyi
    gawéanpekerjaan
    nyekelmemegang
    angotkambuh
    kukubanberselimut
    péngkor/péncotpincang
    mengkelmatang
    bendogolok
    lénjéhganjen
    beleguranmeriam bambu
    ngibritlari kencang
    lémbolemas/lambat
    entonganak laki-laki
    enénganak perempuan
    andényahabisnya
    méradpergi
    ngedumelcemberut
    géték/érétan rakit
    lipen/ginculipstik
    gablegpunya
    ngetugberjalan kaki
    wayahnyawaktunya
    ngucurmengalir
    Wilayah penuturan
    Peta bahasa di Kecamatan Parung.
    Peta bahasa di Kecamatan Gunungsindur.

    Bahasa Betawi Parung dituturkan di wilayah Kabupaten Bogor bagian utara, umumnya di wilayah Parung dan sekitarnya. Di Kecamatan Parung, bahasa Betawi Parung dituturkan oleh mayoritas penduduknya kecuali di beberapa desa yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Kemang dan Kecamatan Ciseeng sebagian kecil masyarakat berbahasa Sunda. Di Kecamatan Ciseeng, bahasa Betawi Parung umumnya hanya dituturkan di wilayah Desa Ciseeng dan Desa Parigi Mekar sedangkan di desa lainnya mayoritas penduduk menuturkan bahasa Sunda. Di Kecamatan Gunungsindur, bahasa Betawi Parung dituturkan dihampir seluruh desa, kecuali di Desa Gunungsindur dan Desa Jampang yang mayoritas penduduknya berbahasa Sunda.[20] Sedangkan di Kecamatan Kemang, Bahasa Betawi Parung umumnya hanya dituturkan dibeberapa desa yang berbatasan dengan Kecamatan Parung sementara desa lainnya mayoritas menuturkan bahasa Sunda.[21]

    Contoh kalimat

    Daftar

    Betawi Tengahan: "Encing, mo pegi ke mané?" Bahasa Indonesia: : "Paman, mau pergi ke mana?"

    Betawi Pinggiran: "Anaknyah kekirig ketakutan lantaran ngiat kukuk-beluk menclok di pu'unan." Bahasa Indonesia: : "Anaknya merinding ketakutan karena melihat burung hantu hinggap di atas pohon"

    Betawi Pinggiran: "Baé'-baé' yak kalu ngeliwatin kalenan, udahan mah nyeblok pisan 'karang." Bahasa Indonesia: : "Hati-hati ketika melewati pematang sawah, tanahnya sangat berlumpur sekarang. (karena habis hujan, dll.)"

    Betawi Pinggiran: "Ontong molor baé ngapa tong, ilokan molor baé saban ari." Bahasa Indonesia: : "Jangan tidur terus nak, masa iya tidur saja sepanjang hari."

    Perbandingan dialek

    Betawi Ora umumnya dituturkan di daerah sekitaran Jakarta, seperti Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi (bagian utara dan barat), Kabupaten Bogor (bagian utara; khususnya Parung dan sekitarnya), Kota Bogor (bagian utara), Kabupaten Tangerang (bagian utara dan timur), Kota Tangerang, dan Kota Depok.[6] Tidak seperti Betawi Tengahan yang mengganti akhiran fonem /a/ menjadi /ɛ/ [è], dalam Betawi Ora' tetap menjadi /a/ (kadang dengan pemberhentian glotal), dan sering pula menekan menjadi [ah], seperti pada contoh; saya > sayah, siapa > sapah, mengapa > ngapah dan ada > ada', kata > kata', dan iya > iya'.

    Contoh kalimat dalam Betawi Udik:

    Daftar

    "Sumbrah pisan romannyah, tengari-ngari ginih madang di tengah kebon, nasi timpalannya sayur asem 'ama ikan témbang, lalabnya pucuk putat."

    "Nikmat sekali rasanya, siang hari seperti ini makan di tengah kebun, dengan nasi berlauk sayur asam dan ikan tembang, juga lalap pucuk daun putat "

    "Kalu dah mula'in musim durén, resep pisan dah orang pada maén dulu-dulu'an dari bedug subuh udah nglayab baé' ke kebon pada nuturin karuk durén."

    "Kalau sedang musim durian, seru sekali rasanya orang berlomba-lomba dari subuh sudah berkeliaran ke kebun untuk memungut bunga durian."

    "Ètt dah, kunyungan tetrekèlan baé' si lu, mangkanyah kalo orang-tua ngomong tuh diwaro'in, jatoh kan lu dari pu'unan ."

    "Astaga, sudah dibilangi kau malah main panjat pohon, makanya jika orang tua menasehati indahkanlah nasehat tersebut, alhasil jatuhlah kau dari pohon itu."

    Tokoh pengguna

    Tokoh-tokoh pengguna bahasa Betawi modern:

    • Firman Muntaco, yang terkenal dengan cerpen/artikel di koran tahun 1960an s.d. 1980an
    • Ganes TH., yang terkenal dengan komik Si-Jampang: Jago Betawi yang isinya berbahasa betawi, tahun 1965an
    • Benyamin Sueb, yang terkenal memainkan film-film yang bergenre "bahasa Betawi", tahun 1970an
    • Sjumandjaja, yang terkenal sebagai sutradara film "Si Doel: Anak Betawi", tahun 1970an
    • Mandra, komedian dan artis film Indonesia

    Acara televisi

    Acara televisi yang menggunakan bahasa Betawi dalam acaranya ialah;

    • Program Jak TV (Bandar Jakarta)
    • Program Elshinta TV (Bandar Jakarta)

    Catatan

    • iconPortal Bahasa
    • flagPortal Indonesia

      Bacaan lebih lanjut

      • S. Wallace (1976). Linguistic and Social Dimensions of Phonological Variation in Jakarta Malay. PhD. Dissertation, Cornell University.
      • Klarijn Loven (2009). Watching Si Doel: Television, Language and Cultural Identity in Contemporary Indonesia, 477 halaman, ISBN 90-6718-279-6. Penerbit: The KITLV/Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies at Leiden.
      • Lilie M. Roosman (April 2006). Lilie Roosman: Phonetic experiments on the word and sentence prosody of Betawi Malay and Toba Batak, Penerbit: Universiteit Leiden

      Buku-buku yang menjadi pastokan "Sastra Betawi" adalah:

      • Bang Bandot Mati Lantaran Aids (Juli 2008 - Program Kerja Sama Dep-Sos)
      • Buku lainnya yang penting dalam ilmu makna adalah: Pengantar Sosiolinguistik. (Aslinda, dan Syafyahya, Leni. 2007. Bandung: PT Refika Aditama)
      • Buku lainnya yang penting dalam ilmu makna adalah: Si Jampang Jago Betawi. (Ganesh TH. 1968. Komik 10 Jilid, Tentang Ganesh lihat: http://kabartop.com/berita-395-ganesh-th-legenda-komik-indonesia.html Diarsipkan 2012-01-27 di Wayback Machine.)

      Referensi

      1. 1 2 Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Betawi". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
      2. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
      3. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
      4. ↑ "Bahasa Betawi". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
      5. ↑ "Mrk 1:9-11 - Tafsiran/Catatan - Alkitab SABDA". alkitab.sabda.org. Diakses tanggal 9 Oktober 2023.
      6. 1 2 3 Chaer, Abdul (2009). Kamus dialek Jakarta. Abdul Chaer (Edisi Ed. rev). Depok: Masup Jakarta. ISBN 978-979-15706-7-1. OCLC 437055594.
      7. 1 2 "Dialek Bahasa Betawi". kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2021-08-21.
      8. ↑ "Bahasa Betawi - Warisan Budaya Indonesia". warisanbudaya.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2021-08-21.
      9. ↑ Chaer, Abdul (2012). Folklor Betawi: kebudayaan & kehidupan orang Betawi (Edisi Cetakan pertama). Beji Timur, Depok. ISBN 978-602-96256-9-1. OCLC 843021310. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
      10. ↑ "Sejarah Dialek Betawi Ora". mesiyartimunir.wordpress.com. Diakses tanggal 2021-08-21.
      11. ↑ (kontributor), Ade Ridwan Yandwiputra (2019-05-04). Sugiharto, Jobpie (ed.). "Kamus Pertama Orang Depok Diterbitkan". Tempo.co. Diakses tanggal 2021-08-21.
      12. ↑ Gumilar, Gugum Rachmat (2016-05-09). "Budaya Berbeda di Seberang Jalan". Pikiran-Rakyat.com. Diakses tanggal 29 Maret 2022.
      13. ↑ https://kantorbahasabanten.kemdikbud.go.id/?p=1520
      14. ↑ https://www.bantennews.co.id/bantenesia/tangerang-satu-wilayah-dengan-3-dialeg-bahasa/
      15. ↑ https://megapolitan.okezone.com/read/2021/02/11/338/2360163/tionghoa-benteng-yang-mahir-bahasa-sunda-dan-betawi
      16. ↑ https://himapakosambi.wordpress.com/bahasa-betawi-kosambi-tangerang/
      17. ↑ https://kabarbanten.pikiran-rakyat.com/seputar-banten/amp/pr-591477979/uniknya-banten-satu-wilayah-dengan-tiga-bahasa-daerah
      18. 1 2 "Beraneka Ragam Kebudayaan Kecamatan Parung". www.kompasiana.com. Diakses tanggal 16 Juni 2022.
      19. ↑ "Parung". educalingo.com. Diakses tanggal 16 Juni 2022.
      20. ↑ Joe King (19 Juli 2022). "Demographics of Gunungsindur District - Bogor Regency". historicaly.websites.co.in (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 19 Juli 2022.
      21. ↑ "Ciri Khas Bogor". Diakses tanggal 16 Juni 2022.

      Pranala luar

      Wikipedia juga mempunyai edisi Bahasa Betawi
      Cari tahu mengenai Bahasa Betawi pada proyek-proyek Wikimedia lainnya:
      Definisi dan terjemahan dari Wiktionary
      Gambar dan media dari Commons
      Berita dari Wikinews
      Kutipan dari Wikiquote
      Teks sumber dari Wikisource
      Buku dari Wikibuku
      • (Inggris) Ikranegara, Kay (1980). Melayu Betawi Grammar. Linguistic Studies in Indonesian and Languages in Indonesia; vol.9. NUSA, Jakarta
      • (Indonesia) Muhadjir (1999). Bahasa Betawi: Sejarah dan Perkembangannya
      • (Inggris) Uli Kozok, University of Hawai'i at Mānoa (2016) Indonesian Native Speakers–Myth and Reality
      • (Inggris) Tadmor, Uri (2013) On the Origin of the Betawi and their Language
      • (Inggris) J, Vincent et.al (2008) Betawi Malay word prosody
      • (Indonesia) Kamus Lengkap Terjemahan Bahasa Daerah Indonesia Online
      • Ucapan dan contoh perkataan dalam bahasa Betawi Benteng (Peranakan Betawi) - kanal I Love Languages di Youtube
      • Alkitab bahasa Betawi - Matius 26
      • l
      • b
      • s
      Indonesia Bahasa di Indonesia
      Bahasa Indonesia (Gaul, Binan)
      Bahasa-bahasa di Sumatra
      Aceh-Cam
      • Daya
      • Barat
      • Pidie
      • Selatan
      • Utara
      Gayo-Batak
      • Gayo
      • Alas
      • Kluet
      • Pakpak
      • Singkil
      • Angkola
      • Karo
      • Mandailing
      • Simalungun
      • Toba
      Sumatra Barat Laut
      • Devayan
        • Haloban
        • Lekon
      • Sigulai
      • Nias
      • Mentawai
      • Enggano
      Melayu
      • Melayu a
        • Tamiang
        • Langkat
        • Deli
        • Serdang
        • Panai
        • Jambi
        • Riau
      • Bangka
      • Duanoa
      • Haji
      • Kedaha
      • Kerinci
      • Kubu
      • Loncong
      Minangkabau
      • Minangkabau
      • Jamee
      • Kampar
      • Lubu
      • Mukomuko
      • Pesisir Sibolga
      Melayu Barisan Selatan
      • Pekal
      • Bengkulu
      • Serawai
      • Lintang
      • Lematang Ulu
      • Basemah
      • Semende
      • Kaur
      • Ogan
      • Enim
      • Rambang
      Musi
      • Palembang
      • Penesak
      • Belide
      • Lematang
      • Pegagan
      • Musi
      • Col
      • Rawas
      Lampung
      • Api
      • Nyo
      • Komering
      Lain-lain
      • Nasal
      • Rejang
      Bahasa-bahasa di Jawa
      • Badui
      • Banten
      • Betawi
      • Indonesia Peranakan 1
      • Javindo 1
      • Jawa
        • Banyumasan
        • Indramayu
        • Kuno
        • Malang
        • Mataraman
        • Pemalang
        • Serang
        • Surabaya
        • Tegal
      • Kangean
      • Kawi
      • Madura
      • Osing
      • Pecok 1
      • Sunda
        • Banyumas
        • Bogor
        • Ciamis
        • Cirebon
        • Indramayu
        • Klasik
        • Priangan
        • Serang
      • Tengger
      Bahasa-bahasa di Kepulauan Nusa Tenggara
      • Abui
      • Adang
      • Adonara
      • Alor
      • Amarasi
      • Anakalangu
      • Bali
      • Bengkala 2
      • Bilba
      • Bima
      • Blagar
      • Bunak b
      • Dela-Oenale
      • Dengka
      • Dhao
      • Ende
      • Hamap
      • Helong
      • Ile Ape
      • Kabola
      • Kafoa
      • Kamang
      • Kambera
      • Kedang
      • Kelon
      • Kemak b
      • Ke'o
      • Kepo'
      • Kodi
      • Komodo
      • Kui
      • Kula
      • Lamaholot
      • Lamalera
      • Lamatuka
      • Lamboya
      • Lamma
      • Laura
      • Lembata Barat
      • Lembata Selatan
      • Levuka
      • Lewo Eleng
      • Lewotobi
      • Lio
      • Lole
      • Melayu Bali
      • Melayu Kupang
      • Melayu Larantuka
      • Mamboru
      • Manggarai
      • Nage
      • Nedebang
      • Ngada
      • Ngada Timur
      • Palue
      • Rajong
      • Rembong
      • Retta
      • Ringgou
      • Riung
      • Rongga
      • Sabu
      • Sasak
      • Sawila
      • Sikka
      • So'a
      • Sumbawa
      • Tambora
      • Tereweng
      • Termanu
      • Tetun b
      • Tewa
      • Tii
      • Uab Meto
      • Wae Rana
      • Wanukaka
      • Wejewa
      • Wersing
      Bahasa-bahasa di Kalimantan *
      • Abal
      • Ampanang
      • Aoheng
      • Bahau
      • Bakati'
        • Rara
        • Sara
      • Barangas
      • Bakumpai
      • Banjar
      • Basap
      • Benyadu'
      • Bidayuh
        • Biatah a
        • Bukar-Sadong a
      • Bolongan a
      • Bukat
      • Bukitan
      • Burusu
      • Dusun
        • Balangan
        • Deyah
        • Malang
        • Witu
      • Embaloh
      • Hovongan
      • Iban a
      • Jangkang
      • Kayan
        • Kayan Busang
        • Sungai Kayan
        • Mahakam
        • Mendalam
        • Wahau
      • Kelabit a
      • Kembayan
      • Kendayan
      • Keninjal
      • Kenyah
        • Kelinyau a
        • Wahau
      • Kereho
      • Kohin
      • Lawangan
      • Lengilu
      • Lun Bawang a
      • Ma'anyan
      • Melayu
        • Kota Bangun
        • Berau
        • Bukit
        • Dayak
        • Pontianak
        • Sambas
        • Tenggarong
      • Modang
      • Mualang
      • Murut
        • Selungai Murut a
        • Sembakung Murut a
        • Tagal Murut a
      • Ngaju
      • Okolod a
      • Ot Danum
      • Paku
      • Punan
        • Aput
        • Merah
        • Merap
        • Tubu
      • Putoh
      • Ribun
      • Sa'ban
      • Sanjau Basap
      • Sanggau
      • Seberuang
      • Segai
      • Semandang
      • Siang
      • Taman
      • Tausug a
      • Tawoyan
      • Tidong a
      • Tunjung
      • Uma'
        • Lasan
        • Lung
      Bahasa-bahasa di Sulawesi
      • Andio
      • Aralle-Tabulahan
      • Bada
      • Bahonsuai
      • Bajau Indonesia
      • Balaesang
      • Balantak
      • Bambam
      • Banggai
      • Bantik
      • Baras
      • Batui
      • Behoa
      • Bentong
      • Bintauna
      • Boano
      • Bobongko
      • Bolango
      • Bonerate
      • Budong-Budong
      • Bugis
      • Bungku
      • Buol
      • Busoa
      • Campalagian
      • Cia-Cia
      • Dakka
      • Dampelas
      • Dondo
      • Duri
      • Enrekang
      • Gorontalo
      • Kaidipang
      • Kaili Da'a
      • Kaili Ledo
      • Kaili Unde
      • Kaimbulawa
      • Kalao
      • Kalumpang
      • Kamaru
      • Kioko
      • Kodeoha
      • Konjo Pegunungan
      • Konjo Pesisir
      • Koroni
      • Kulisusu
      • Kumbewaha
      • Laiyolo
      • Lasalimu
      • Lauje
      • Lemolang
      • Liabuku
      • Lindu
      • Lolak
      • Maiwa
      • Makassar
      • Melayu Makassar
      • Melayu Manado
      • Malimpung
      • Mamasa
      • Mamuju
      • Mandar
      • Moma
      • Mongondow
      • Mori Atas
      • Mori Bawah
      • Moronene
      • Muna
      • Napu
      • Padoe
      • Pamona (Ta'a)
      • Panasuan
      • Pancana
      • Pannei
      • Pendau
      • Ponosakan
      • Rahambuu
      • Rampi
      • Ratahan
      • Saluan
      • Sangir
      • Sarudu
      • Sedoa
      • Seko Padang
      • Seko Tengah
      • Selayar
      • Suwawa
      • Tae'
      • Taje
      • Tajio
      • Talaud
      • Taloki
      • Talondo'
      • Toala'
      • Tolaki
      • Tomadino
      • Tombelala
      • Tombulu
      • Tomini
      • Tondano
      • Tonsawang
      • Tonsea
      • Tontemboan
      • Topoiyo
      • Toraja-Sa'dan
      • Totoli
      • Tukang Besi Selatan
      • Tukang Besi Utara
      • Ulumanda'
      • Uma
      • Waru
      • Wawonii
      • Wolio
      • Wotu
      Bahasa-bahasa di Kepulauan Maluku
      • Alune
      • Amahai
      • Ambelau
      • Aputai
      • Asilulu
      • Babar Tenggara
      • Babar Utara
      • Banda
      • Barakai
      • Bati
      • Batuley
      • Benggoi
      • Boano
      • Bobot
      • Buli
      • Buru
      • Dai
      • Damar Barat
      • Damar Timur
      • Dawera-Daweloor
      • Dobel
      • Elpaputih
      • Emplawas
      • Fordata
      • Galela
      • Gamkonora
      • Gane
      • Gebe
      • Geser-Gorom
      • Gorap
      • Haruku
      • Hitu
      • Horuru
      • Hoti
      • Huaulu
      • Hukumina
      • Hulung
      • Ibu
      • Ili'uun
      • Imroing
      • Kadai
      • Kaibobo
      • Kamarian
      • Kao
      • Karey
      • Kayeli
      • Kei
      • Kisar
      • Koba
      • Kola
      • Kompane
      • Kur
      • Laba
      • Laha
      • Larike-Wakasihu
      • Latu
      • Leti
      • Liana-Seti
      • Lisabata-Nuniali
      • Lisela
      • Lola
      • Loloda
      • Lorang
      • Loun
      • Luang
      • Luhu
      • Maba
      • Makian Barat
      • Makian Timur
      • Melayu Ambon
      • Melayu Bacan
      • Melayu Banda
      • Melayu Maluku Utara
      • Mangole
      • Manipa
      • Manombai
      • Manusela
      • Mariri
      • Masela Barat
      • Masela Tengah
      • Masela Timur
      • Masiwang
      • Modole
      • Moksela
      • Naka'ela
      • Nila
      • Naulu Selatan
      • Naulu Utara
      • Nusa Laut
      • Oirata
      • Pagu
      • Palumata
      • Patani
      • Paulohi
      • Perai
      • Piru
      • Roma
      • Sahu
      • Salas
      • Saleman
      • Saparua
      • Sawai
      • Seit-Kaitetu
      • Selaru
      • Seluwasan
      • Sepa
      • Serili
      • Serua
      • Sula
      • Tabaru
      • Taliabu
      • Talur
      • Tarangan Barat
      • Tarangan Timur
      • Tela-Masbuar
      • Teluti
      • Teor
      • Ternate
      • Ternateño1
      • Te'un
      • Tidore
      • Tobelo
      • Tugun
      • Tugutil
      • Tulehu
      • Ujir
      • Waioli
      • Watubela
      • Wamale Selatan
      • Wamale Utara
      • Yalahatan
      • Yamdena
      Bahasa-bahasa di Papua *
      • Abinomn 3
      • Abun 3
      • Aghu
      • Airoran
      • Ambai
      • Anasi
      • Ansus
      • Arandai
      • Arguni
      • As
      • Asmat Pantai Kasuari
      • Asmat Tengah
      • Asmat Utara
      • Asmat Yaosakor
      • Atohwaim
      • Auye
      • Awbono
      • Awera
      • Awyi
      • Awyu Asue
      • Awyu Tengah
      • Awyu Edera
      • Awyu Jair
      • Awyu Utara
      • Awyu Selatan
      • Bagusa
      • Baham
      • Barapasi
      • Bauzi
      • Bayono
      • Bedoanas
      • Beneraf
      • Berik
      • Betaf
      • Biak
      • Biga
      • Biritai
      • Bonggo
      • Burate
      • Burmeso
      • Burumakok
      • Buruwai
      • Busami
      • Citak
      • Citak Tamnim
      • Dabe
      • Damal
      • Dani Lembah Bawah
      • Dani Lembah Tengah
      • Dani Lembah Atas
      • Dani Barat
      • Dao
      • Dem
      • Demisa
      • Dera
      • Diebroud
      • Dineor
      • Diuwe
      • Doutai
      • Duriankere
      • Dusner
      • Duvle
      • Edopi
      • Eipomek
      • Elseng 3
      • Emem
      • Eritai
      • Erokwanas
      • Fayu
      • Fedan
      • Foau
      • Gresi
      • Hatam 3
      • Hupla
      • Iau
      • Iha
      • Iha Pijin 4
      • Irarutu
      • Iresim
      • Isirawa
      • Itik
      • Iwur
      • Jofotek-Bromnya
      • Kaburi
      • Kais
      • Kaiy
      • Kalabra
      • Kamberau
      • Kamoro
      • Kanum Bädi
      • Kanum Ngkâlmpw
      • Kanum Smärky
      • Kanum Sota
      • Kapauri
      • Kaptiau
      • Karas
      • Karon Dori
      • Kaure
      • Kauwera
      • Kawe
      • Kayagar
      • Kayupulau
      • Kehu 5
      • Keijar
      • Kemberano
      • Kembra 5
      • Kemtuik
      • Ketengban
      • Ketum
      • Kimaghima
      • Kimki
      • Kirikiri
      • Kofei
      • Kokoda
      • Kombai
      • Komyandaret
      • Konda
      • Koneraw
      • Kopkaka
      • Korowai
      • Korupun-Sela
      • Kosare
      • Kowiai
      • Kuri
      • Kurudu
      • Kwer
      • Kwerba
      • Kwerba Mamberamo
      • Kwerisa
      • Kwesten
      • Kwinsu
      • Legenyem
      • Lepki 5
      • Liki
      • Maden
      • Mai Brat
      • Mairasi
      • Maklew
      • Mee
      • Melayu Papua
      • Mander
      • Mandobo Atas
      • Mandobo Bawah
      • Manem
      • Manikion/Mantion/Sougb
      • Mapia
      • Marau
      • Marind
      • Marind Bian
      • Masimasi
      • Massep 3
      • Matbat
      • Mawes
      • Ma'ya
      • Mekwei
      • Meoswar
      • Mer
      • Meyah
      • Mlap
      • Mo
      • Moi
      • Molof 5
      • Mombum
      • Momina
      • Momuna
      • Moni
      • Mor
      • Mor
      • Morai
      • Morori
      • Moskona
      • Mpur 3
      • Munggui
      • Murkim 5
      • Muyu Utara
      • Muyu Selatan
      • Nafri
      • Nakai
      • Nacla
      • Namla 5
      • Narau
      • Ndom
      • Nduga
      • Ngalum
      • Nggem
      • Nimboran
      • Ninggerum
      • Nipsan
      • Nisa
      • Obokuitai
      • Onin
      • Onin Pijin 4
      • Ormu
      • Orya
      • Papasena
      • Papuma
      • Pom
      • Puragi
      • Rasawa
      • Riantana
      • Roon
      • Samarokena
      • Saponi
      • Sauri
      • Sause
      • Saweru
      • Sawi
      • Seget
      • Sekar
      • Semimi
      • Sempan
      • Sentani
      • Serui-Laut
      • Sikaritai
      • Silimo
      • Skou
      • Sobei
      • Sowanda
      • Sowari
      • Suabo
      • Sunum
      • Tabla
      • Taikat
      • Tamagario
      • Tanahmerah
      • Tandia
      • Tangko
      • Tarpia
      • Tause
      • Tebi
      • Tefaro
      • Tehit
      • Tobati
      • Tofanma 5
      • Towei
      • Trimuris
      • Tsaukambo
      • Tunggare
      • Una
      • Uruangnirin
      • Usku 5
      • Viid
      • Vitou
      • Wabo
      • Waigeo
      • Walak
      • Wambon
      • Wandamen
      • Wanggom
      • Wano
      • Warembori
      • Wares
      • Waris
      • Waritai
      • Warkay-Bipim
      • Waropen
      • Wauyai
      • Woi
      • Wolai
      • Woria
      • Yahadian
      • Yale Kosarek
      • Yali Angguruk
      • Yali Ninia
      • Yali Abenaho
      • Yaqay
      • Yarsun
      • Yaur
      • Yawa
      • Yei
      • Yabega
      • Yeretuar
      • Yetfa
      • Yoke
      • Zorop
      • flagPortal Indonesia

      1 Kreol • 2 Bahasa isyarat • 3 Bahasa isolat • 4 Bahasa Pidgin • 5 Tidak diklasifikasikan
      a juga dituturkan di Malaysia dan/ Brunei Darussalam. • b juga dituturkan di Timor Leste, Papua Nugini dan/ negara-negara Oseania lainnya. Italik: Bahasa punah atau bahasa mati. *Catatan: Kalimantan dan Papua di sini hanya yang termasuk dalam teritori Indonesia.

      Lihat pula: Daftar bahasa di Indonesia menurut BPS 2010
      • l
      • b
      • s
      Topik mengenai Jakarta
      Kota
      • Jakarta Utara
      • Jakarta Selatan
      • Jakarta Barat
      • Jakarta Timur
      • Jakarta Pusat
      • Kepulauan Seribu
      Jakarta
      Sejarah
      • Sunda Kelapa
      • Jayakarta
      • Batavia
      • Djakarta
      • Kerajaan Sunda
      Demografi
      • Bahasa
      • Agama
      • Etnik
      Geografi
      • Iklim
      • Banjir di Jakarta
      • Kanal Banjir Jakarta
      Ekonomi
      • Bursa Efek Indonesia (BEI)
      • Bank Indonesia
      • Ekonomi Jakarta
      Politik
      • Gubernur
      • Istana Negara
      • Istana Merdeka
      • Balai Kota DKI Jakarta
      • DPR
      • MPR
      • DPD
      • Program transmigrasi
      • Markas besar ASEAN
      Pendidikan
      • UI (Salemba)
      • Universitas Negeri Jakarta
      • Universitas Terbuka
      • UIN Syarif Hidayatullah
      • Politeknik Negeri Jakarta
      • Universitas Trisakti
      • Universitas Atma Jaya
      • Universitas Bina Nusantara
      • Universitas Tarumanagara
      • Universitas Kristen Indonesia
      • Universitas Mercu Buana
      • Universitas YARSI
      • Universitas Jayabaya
      Objek wisata dan
      Markah tanah
      • Monas
      • Museum Nasional Indonesia
      • Museum Sejarah Jakarta
      • Stadion Bung Karno
      • Hotel Indonesia
      • Taman Mini Indonesia Indah
      • Taman Impian Jaya Ancol
      Transportasi publik
      Angkutan umum
      • Transjakarta
      • MRT Jakarta
      • KRL Commuter Line
      • Transjabodetabek
      • LRT Jabodebek
      • LRT Jakarta
      Bandar udara
      Halim Perdanakusuma
      Stasiun kereta api
      • Gambir
      • Halim
      • Jatinegara
      • Pasar Senen
      • KRL Commuter Line:
        • daftar
      Layanan kereta api
      • Argo Semeru
      • Argo Anjasmoro
      • Batavia
      • Bima
      • Cikuray
      • Dharmawangsa
      • Jayabaya
      • Jayakarta
      • Madiun Jaya
      • Pandalungan
      • Pangandaran
      • Papandayan
      • Parahyangan
      • Tegal Bahari
      Transportasi air
      Angkutan Sungai Jakarta
      Agama
      Kuil Sri Sanatana Dharma • Kuil Shiva Mandir, Pluit  • Masjid Istiqlal • Gereja Katedral Jakarta • Gereja Immanuel Jakarta • Katedral Mesias • Kelenteng Jin De Yuan
      Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
      Nasional
      • Amerika Serikat
      • Israel
      Lain-lain
      • Yale LUX

      Bagikan artikel ini

      Share:

      Daftar Isi

      1. Kosakata
      2. Dialek
      3. Betawi Tengahan
      4. Betawi Ora
      5. Contoh kalimat
      6. Perbandingan dialek
      7. Tokoh pengguna
      8. Acara televisi
      9. Catatan
      10. Bacaan lebih lanjut
      11. Referensi
      12. Pranala luar

      Artikel Terkait

      Bahasa Sunda

      bahasa yang dituturkan di Indonesia

      Bahasa Melayu

      bahasa Austronesia; bahasa yang menjadi dasar dari bahasa Melayu di Malaysia dan Indonesia dan mencakup dialek lainnya; bahasa makro dengan kode ms & msa

      Bahasa Jawa

      bahasa Austronesia

      Jakarta Aktual
      Jakarta Aktual© 2026