Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bahasa Semende

Bahasa Melayu Semende atau Bahase/Base Semende adalah isolek bahasa Melayu Tengah atau bahasa Melayu Barisan Selatan yang dituturkan oleh suku Semende yang mendiami daerah Sumatera Selatan serta Provinsi Lampung. Di luar wilayah tuturnya, bahasa ini dikenal dengan nama bahasa Semendo.

bahasa di Sumatera, Indonesia
Diperbarui 20 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bahasa Semende
BPS: 0058 0
Bahase/Base Semende (بهاس سمند) / Kecek Semende (كچيك سمند)
Bahasa Semendo
Dituturkan diIndonesia
Wilayah
  •  Lampung
  •  Sumatera Selatan
Penutur
(40.000 per 1979)
Rumpun bahasa
  • Austronesia
    • Melayu-Polinesia
      • Melayu-Polinesia Inti
        • Melayu-Sumbawa
          • Melayik
            • Melayu Tengah
              • Bahasa Semende
Tampilkan klasifikasi manual
  • bahasa manusia
    • Austro-Tai
      • Austronesia
        • Melayu-Polinesia
          • Malayik
            • Bahasa Melayu Tengah Suntingan nilai di Wikidata
              • Bahasa Semende
    Tampilkan klasifikasi otomatis
    Kode bahasa
    ISO 639-3sdd (digabungkan ke pse pada tahun 2008)[1]
    Glottologseme1248[2]
    BPS (2010)0058 0
     Portal Bahasa
    L • B • PW   
    Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
    \n</span>"}]]}'/>
    Cari artikel bahasa
    Cari artikel bahasa
     
    Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
     
    Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
    Artikel bahasa sembarang
    Halaman bahasa acak

    Bahasa Melayu Semende (Jawi: بهاس ملايو سمند) atau Bahase/Base Semende adalah isolek bahasa Melayu Tengah atau bahasa Melayu Barisan Selatan yang dituturkan oleh suku Semende (Melayu Semende) yang mendiami daerah Sumatera Selatan[3] (Kabupaten Muara Enim, Kota Prabumulih, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan) serta Provinsi Lampung (Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Tanggamus, dan Kabupaten Way Kanan). Di luar wilayah tuturnya, bahasa ini dikenal dengan nama bahasa Semendo.[4]

    Bahasa Semende pada umumnya dipakai sebagai bahasa pergaulan dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan pada acara-acara resmi seperti saat berpidato atau berkhotbah, para penutur bahasa ini akan tetap menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar.[5] Karena cakupan wilayahnya yang relatif kecil, variasi dialektis dalam bahasa Semende bersifat minim dan terletak pada pemilihan kosakata yang cenderung disebabkan karena perbedaan regional atau status dan tingkatan jabatan serta pendidikan.[5] Bahasa Semende pernah memiliki sistem penulisannya sendiri yang disebut dengan Surat Ulu dan masih berkerabat dengan Aksara Rejang serta Aksara Lampung. Bahasa Semende juga pernah ditulis dengan menggunakan sistem penulisan Arab-Melayu, yang membuktikan pengaruh Islam yang kuat dan mengakar dalam budaya Melayu Semende.[5]

    Sistem bahasa Semende memiliki banyak persamaan dengan bahasa Besemah.[5] Secara fonologis, bahasa Semende memiliki 28 fonem, 4 vokal, 20 konsonan, serta 4 fonem supra segmental.[5] Adapun pola suku kata dalam bahasa Semende antara lain ialah V, VK, KV, KVK, dan KKV.[5]

    Dalam struktur morfologis, bahasa Semende menunjukkan keistimewaan dalam kata ganti orang.[5] Untuk orang kedua tunggal dipakai kata kabah bagi pantaran yang memiliki jenis kelamin yang sama, dengah bagi pantaran yang berbeda jenis kelamin, dan kamu bagi orang yang lebih tua atau dihormati.[5] Morfem terikat bahasa ini berupa imbuhan, yaitu 8 awalan, 5 akhiran, dan 3 sisipan.[5] Awalan peN- jarang digunakan untuk menyatakan orang yang melakukan apa yang disebutkan dalam kata dasar, oleh karenanya kata-kata seperti petani dan pedagang dalam bahasa Semende dinyatakan sebagai jeme tani (orang tani) dan jeme dagang (orang dagang).[5] Akhiran -an dalam bahasa Semende lazim digunakan untuk menyatakan pengertian kebun atau ladang, seperti kaweghan yang berarti kebun kopi (kata dasar kawe) dan pisangan yang berarti kebun pisang (kata dasar pisang).[5] Bahasa Semende juga memiliki keistimewaan dalam pembentukan kata ulang dengan pola fonem awal bentuk dasar + /e/ + bentuk dasar, misalnya dedue (dua-dua), tetige (tiga-tiga), dan sesenai (lambat-lambat, kata dasar senai).[6]

    Nama bahasa

    Kata Semende memiliki beberapa macam arti. Menurut Bahar Datuk Mangkuto Alam, seorang akademisi yang berasal dari Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat Universitas Andalas, mengatakan: "Istilahnya Semende, dengan -e, bukan Semendo, dengan -o. Asal katanya adalah "same ande" yang secara ringkas dapat diterjemahkan sebagai "sama-sama anak, sama-sama berhak".[7]

    Dalam penelitian lainnya oleh Barmawi menjelaskan bahwa kata "Semendo" berasal dari kata "semende" yang berarti perkawinan. Kata semende terdiri dari kata se + ende yang mendapatkan sisipan -m-. "Se" berarti satu, sedangkan "ende" berarti kedua pihak laki-laki masuk ke rumah perempuan mematuhi satu adat perkawinan, yaitu laki-laki masuk rumah perempuan tersebut tidak dijual, demikian pula pihak perempuan tidak membeli. Kata semende berasal dari same + nde yang berarti bahwa di dalam suatu perkawinan, keluarga pihak laki-laki dan keluarga pihak perempuan memiliki hak serta kewajiban yang sama terhadap anak dan menantu.[7]

    Dengan demikian, kata Semende merujuk kepada adat istiadat dalam perkawinan tunggu tubang, yakni suatu adat yang memposisikan serta menugaskan anak perempuan tertua di dalam suatu keluarga sebagai penunggu rumah dari keluarga tersebut. Rumah seperti ini disebut dengan rumah tunggu tubang dalam adat Semende.[7]

    Tradisi sastra lisan

    Bahasa Semende memiliki beberapa jenis tradisi sastra lisan dalam bentuk sajak dan cerita rakyat. Di bawah ini disajikan jenis-jenis sastra lisan Melayu Semende yang masih terus dilestarikan oleh para penuturnya hingga saat ini. Seluruh contoh sastra lisan Melayu Semende yang terdapat di bawah ini disusun dan dialihbahasakan oleh A. Kudir Ariman, penutur bahasa Melayu Semende yang berasal dari Tanjung Laut sekaligus akademisi yang berasal dari Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan Universitas Sriwijaya.[8]

    Rejung (pantun)

    Melayu Semende Indonesia
    Ame ade rembie pait Kalau ada pari belut pahit
    Mantap gendule kutugalkah Pasti timput kubuangkan
    Ame ade tangge ke langit Kalau ada tangga ke langit
    Mantap dunie kutinggalkah Pasti dunia kutinggalkan

    Pribase (peribahasa)

    Melayu Semende Indonesia Makna Peribahasa
    Panduk lalangan Api memakan padang alang-alang Seseorang yang terlalu mudah marah tanpa perhitungan
    Batin muyuh tebe Kepala keluarga seperti puyuh jantan Kepala keluarga yang tidak bertanggung jawab kepada keluarganya, sedangkan istrinya lebih giat mencari nafkah sehingga istrinya menjadi lebih berkuasa dari dirinya sendiri
    Kerali naik tiang Kerali (ikan sungai) naik ke tiang rumah Seseorang yang melakukan sesuatu yang jarang terjadi atau di luar dugaan, seperti anak orang kaya melamar anak orang miskin

    Memuning (teka-teki)

    Melayu Semende Indonesia
    Nik gerinik balik tungku

    Tenggulah!

    Tuelah ninik tingkah aku

    Merengek di belakang dapur

    Tebaklah!

    Lebih tua nenek dari pada aku

    Ditatap ade, dikinak Katek

    Tenggulah!

    Cuping

    Diraba ada, dilihat tidak ada

    Tebaklah!

    Telinga

    Jampi (mantra)

    Berikut ini adalah contoh jampi (mantra) yang diucapkan oleh seorang bujang untuk menyuruh seorang gadis menoleh ke belakang atau ke arah dirinya:

    Tujukku si unang-unang

    Kadik nunjuk anak raje, kecul!

    Si anu kutujuk kene

    Kene urat kene sendi

    Kene kerangke tige puluh tige

    Si anu kutunjuk kene

    Nulihlah si anu!

    Terjemahan dalam bahasa Indonesia:

    Telunjuk saya jaya

    Untuk menunjuk ke anak raja, meleset!

    Si anu kutunjuk kena

    Kena urat kena sendi

    Kena kerangka tiga puluh tiga

    Si anu kutunjuk kena

    Menolehlah si anu!

    Kosakata

    Nyeyalat

    Melayu Semende Indonesia Melayu Semende Indonesia
    Endung Ibu Kite Kita
    Bapang Ayah Kudai, kele Nanti dulu, Nanti
    Nining Nenek Kuwawe Berani, sanggup
    Datuk Kakek Ladas Senang sekali
    Ibung Bibi Lading Pisau kecil
    Mamang Paman Lagak, belagak Bergaya, sok gaya
    Lemak Enak Lage, belage Berkelahi
    Alap Bagus, cantik, baik Langkung Sombong, angkuh
    Besak Besar Lawang Pintu
    Kecik Kecil Lengit Hilang
    Pacak Bisa, mampu Liut, liyut Licin
    Nian Sungguh, Jujur Lok, luk Nampak
    Budak Anak Mahi, kemahi Kemarin
    Abang, miha Merah Mak, Makkaye Seperti
    Abut Berat Mikut, milu Ikut
    Ading Adik Mincang Melangkah
    Agung, agong Besar, mulia, terpuji Muanai Adik atau kakak laki-laki
    Ais, aes Hias Nahek Menarik
    Ambek Ambil Palak Kepala
    Ambin Gendong Parak Dekat
    Ampe Hampa Paun Dapur, area di belakang rumah yang dikhususkan untuk menyimpan buah-buahan dan lain sejenisnya
    Ancau, ancaw Cair Payu Iya, ayo, mari, setuju
    Anyar Baru Pehut Perut
    Au Iya Peloh Peluh, keringat
    Ayek Air, sungai yang mengalir Petang Sore
    Ayuk Kakak perempuan Pihing, pinggan Piring
    Badah Wadah, tempat, lokasi Puan Susu
    Bahe Bara, api Pucok Atas
    Bahi Lama, kuno Puyang Buyut, orang tua dari kakek dan nenek
    Bak Ayah Ribang Suka, Senang
    Balak, bebalak Bencana, kecelakaan Ringam Pusing
    Balek Balik, pulang Saban Tiap, setiap
    Banci Bersih Saje Saja
    Bangai Basi Sangkek Keranjang
    Bange Bodoh, dungu Sare Sengsara
    Basing Terserah Segak, nyegak Bentak, membentak
    Bawak Kulit Semegi Sama
    Bile Kapan Senampur Sebentar
    Buhok Buruk, jelek Setue Harimau
    Buntang Bangkai Sijat, pertame Pertama, yang paling awal
    Buntu Bokek, tidak memiliki uang Suhang, Diwek Sendirian, Sendiri
    Busung Perut Sungkan Malas
    Buyan Bodoh, tidak cerdik Sutek, Sikok Satu, Seorang
    Cabi Cabai Tangeh Masih lama
    Cinde Cantik, rupawan Tebudi, tebudik Tertipu, dibohongi
    Cungoh Mulut, ujung bibir Telok, teloh Telur
    Cuping Telinga Terajang Tendang
    Dalu Malam Tetak, netak Potong, memotong
    Dang Sedang, tengah (berlangsung atau melakukan sesuatu) Tihok, tihuk Congek (penyakit atau kotoran telinga)
    Dangau Pondok, rumah sederhana di kampung atau pedesaan (biasa dipakai untuk merendahkan diri kepada lawan bicara) Tuape Apa
    Die Dia Ugame Agama
    Dikde Tidak Ugok Kakek
    Dudok Duduk Uji, ujinye Kata, katanya
    Embau Bau, mencium, aroma Usung, diusung Bawa, pikul, dibawa, dipikul
    Empai, mpai Baru saja, barusan terjadi Utame Utama, prioritas
    Enjok Beri Uwak Kakak dari ayah atau ibu
    Galak, Enggok Mau, Tidak Mau Uwi Rotan
    Gale Semua, segalanya Ye Yang
    Gancang Cepat, tergesa-gesa Wawe Bercanda
    Gawi Kerja Kacai, tekacai Lepas, terlepas
    Gedang Kuat Kacek Selisih, kurang
    Gelenggaman Jijik Kajut Nenek
    Gerubuk Lemari Kakang Abang, kakak laki-laki
    Humah Rumah Kamah, kamak Kotor
    Gile Gila Kambang Sumur, kolam
    Gudu Botol Kance Kawan, teman, sahabat
    Gugoh Gugur, berjatuhan Kanjat, tekanjat Kaget, terkejut, tersentak
    Gule Gula Karut Jahat
    Gumbak Rambut Katah Banyak
    Gusti Sayang Katik, katek Tidak ada
    Hadu Biar, sudah (pasrah) Kawe Kopi
    Hala Jangan, dilarang Kelawai Adik atau kakak perempuan
    Hangke Tidak kokoh, ceroboh Kelisoh, tekelisoh Tergelincir
    Hanjak Senang, bergembira, bersemangat Kembahang Keladi
    Hase Rasa Kemeh Kencing
    Ige Terlalu Kemiling Kemiri
    Ihak, mihak Ingin sekali Kerbai, kerbay Perempuan yang sudah menikah
    Ikok Ekor Keruan Tahu, mengetahui
    Ilok Bagus, cantik, cakap, indah Keting Kaki
    Jabe Luar Jengok, njengok Berkunjung, mengunjungi
    Jeleme Manusiawi Jerambah Jembatan
    Jeme Manusia, orang Juadah Kue, roti
    Jeme kambangan Mereka Jurai Keturunan dekat

    Kalimat

    Melayu Semende Indonesia
    Ndak kemane? Hendak kemana?
    Dimane badahnye titu? Dimana itu tempatnya?
    Hase ati aku dek lemak nian dari kemahi Perasaanku sungguh tidak enak dari kemarin hari
    Kalu enggok, biarkah aku saje yang makannye Kalau tidak mau, biar aku saja yang memakannya
    Jangan mak itu, kuterajang nian palak kabah kele! Jangan seperti itu, Sungguh kutendang kepalamu nanti!
    Belagak sekali die tu, awak aslinye bange! Bergaya sekali dia itu, padahal aslinya bodoh!
    Nduk ai, alangkah lemak juadah tini! Ya Tuhan, enak sekali rasa kue ini!
    Mak mane kabarnye, Ndung? Bagaimana kabarnya, Ibu?
    Tunggu lah dulu, lagi tangeh nian perjalanannye tini! Tunggu lah dulu, masih lama sekali perjalanannya ini!
    Masin benah hase gulai tini, yang masaknye ni nak kawin ape mak mane? Asin sekali rasa masakan ini, yang masaknya ini kebelet kawin atau bagaimana?
    Bininye mak ini dikde seilok bininye ye madaknye Istrinya yang sekarang tidak sebaik istrinya yang dahulu
    Humah kami sebesak humahnye Rumah kami sebesar rumahnya

    Wilayah tutur

    Sumatera Selatan

    Bahasa Semende adalah bahasa ibu dari suku Semende. Suku Semende merupakan salah satu suku Melayu pribumi di Sumatera Selatan yang utamanya terkonsentrasi di Kecamatan Semende Darat Laut, Kecamatan Semende Darat Tengah, dan Kecamatan Semende Darat Ulu di Kabupaten Muara Enim. Suku Semende di Sumatera Selatan dapat diklasifikasikan menjadi dua subsuku yaitu Semende Darat dan Semende Lembak. Selain di Kabupaten Muara Enim, suku Semende juga terkonsentrasi di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan tepatnya di Kecamatan Mekakau Ilir, Kecamatan Pulau Beringin, Kecamatan Sindang Danau dan Kecamatan Sungai Are. Suku Semende juga menetap di Kota Prabumulih, Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Kabupaten Ogan Komering Ulu.

    Lampung

    Selain di Sumatera Selatan, para penutur bahasa Semende juga tersebar di beberapa wilayah di Provinsi Lampung. Pada Sensus Penduduk Indonesia 2010, suku Semende, penutur bahasa Semende, dicatat dalam data sebagai subsuku Melayu asal Sumatera Selatan bersama suku Besemah, suku Lintang, suku Kikim, suku Lematang, suku Enim, suku Ogan, suku Mesuji dan suku Melayu Palembang. Suku Melayu di Lampung mencapai 427.326 jiwa dan mencakup 5,64% dari total penduduk Provinsi Lampung sehingga menjadi kelompok suku terbesar keempat setelah suku Jawa, Lampung, dan Sunda.

    Secara signifikan suku Semende dapat ditemukan di Kabupaten Lampung Barat, Kabupaten Tanggamus, dan Kabupaten Way Kanan. Suku Semende di Kabupaten Tanggamus dapat ditemukan di Pekon Gunung Megang, Pekon Muara Dua, Pekon Penantian, Pekon Pulau Panggung, dan Pekon Tekad di Kecamatan Pulau Panggung; Pekon Banding Agung, Pekon Sinar Banten, Pekon Sinar Semendo, Pekon Suka Merindu dan Pekon Talang Padang di Kecamatan Talang Padang; serta seluruh pekon di Kecamatan Ulubelu (16 pekon). Sebagian nama-nama pekon tersebut memiliki kesamaan nama dengan nama-nama daerah yang dihuni suku Semende di daerah asalnya di Sumatera Selatan, seperti Gunung Megang, Muara Dua, dan Penantian.

    Akulturasi dengan bahasa Jawa

    Populasi penutur bahasa Semende di Kabupaten Tanggamus terkonsentrasi di Kecamatan Ulubelu. Kecamatan ini merupakan daerah tujuan program transmigrasi era Soekarno dan Soeharto sehingga mayoritas penduduk di kecamatan ini berasal dari suku Jawa, lebih spesifiknya para penutur bahasa Jawa Mataraman yang berasal dari Kabupaten Ponorogo di Provinsi Jawa Timur saat ini. Hal ini kemudian memunculkan fenomena akulturasi bahasa dan budaya Jawa Mataraman dengan bahasa dan budaya Semende yang sudah lebih dahulu menduduki wilayah Kecamatan Ulubelu jauh sebelum para transmigran dari Jawa hadir dan menetap. Akulturasi ini salah satunya tercermin dari penyerapan kosakata bahasa Jawa Mataraman ke dalam bahasa Semende, seperti penggunaan kata "lanang" dan "mambu" untuk menyebut laki-laki dan sesuatu yang berbau busuk. Sebagian besar generasi tua masih menggunakan kosakata asli Semende untuk merujuk kepada dua hal tersebut, yakni "jantan" untuk laki-laki dan "busok" untuk merujuk kepada sesuatu yang berbau busuk. Dalam kehidupan sehari-hari, para penutur bahasa Jawa Mataraman ini masih tetap melestarikan penggunaan bahasa Jawa Mataraman bahkan jika lawan bicaranya bukan berasal dari suku Jawa. Penggunaan bahasa Jawa dikecualikan di lingkungan sekolah dan saat acara-acara resmi digelar, bahkan tidak jarang para guru juga mengajar dengan menggunakan bahasa Jawa selama proses pembelajaran berlangsung di dalam kelas. Hal ini kemudian memunculkan suatu fenomena unik dimana para penutur bahasa Semende memiliki keahlian dalam berbahasa Jawa dan terkadang ikut mencampuradukkan bahasa Jawa dengan bahasa Semende dalam kehidupan sehari-hari.

    Pengaruh dalam bahasa Lampung Api

    Bahasa Semende juga memiliki banyak persamaan kosakata dengan bahasa Lampung Api. Berikut adalah daftar kosakata yang sama antara bahasa Semende dan bahasa lampung Api, terutama bahasa Semende yang dituturkan oleh orang Semende yang berada di Provinsi Lampung:

    Melayu Semende Lampung Api Indonesia
    Nian Nihan Sungguh, Jujur
    Ading Ading Adik
    Bak Bak Ayah
    Bawak Bawak Kulit
    Buhok Bughak Buruk, jelek
    Cabi Cabi Cabai
    Cuping Cuping Telinga
    Embau Imbau Bau, mencium, aroma
    Empai, mpai Ampai Baru, baru saja, barusan terjadi
    Gawi, gawe Gawi, guwai Kerja, berbuat
    Gugoh Gugogh, gogogh Gugur, jatuh, berjatuhan
    Hadu Ghadu Biar, sudah (pasrah)
    Hanjak Hanjak Senang, bergembira, bersemangat
    Ihak, mihak Mighak Ingin sekali
    Jeme Jema Manusia, orang
    Jurai Jughai Keturunan dekat
    Juadah Juadah Kue, roti
    Kacai, tekacai Kacai, tekacai Terlepas
    Kamah, kamak Kamak Kotor
    Kance Kanca Kawan, teman, sahabat
    Kanjat, tekanjat Kanjat, tekanjat Kaget, terkejut, tersentak
    Kelisoh, tekelisoh Kelisoh, tekelisoh Tergelincir
    Kembahang Kembahang Keladi
    Kemiling Kemiling Kemiri
    Kuwawe Kuwawa Berani, sanggup
    Lading Lading Pisau kecil
    Liut, liyut Liut, liyut Licin
    Mak Mak Ibu
    Payu Payu Iya, ayo, mari, setuju
    Pihing, pinggan Pighing, panjang Piring
    Tangeh Tangeh Masih lama
    Tebudi, tebudik Tebudi, tebudik Tertipu, dibohongi
    Tetak, netak Tettak, nettak Potong, memotong
    Tihok, tihuk Tighuk Congek (penyakit atau kotoran telinga)
    Usung, diusung Usung, diusung Bawa, pikul, dibawa, dipikul

    Bahasa Semende di Way Kanan

    Selain Bahasa Ogan, bahasa Semende juga eksis di Kabupaten Way Kanan. Wilayah tutur bahasa Semende di Kabupaten Way Kanan terdapat di sepanjang wilayah barat Kabupaten Way Kanan. Mayoritas penutur bahasa Semende berada di Kecamatan Kasui, Kecamatan Banjit, Kecamatan Rebang Tangkas, sebagian Kecamatan Baradatu, dan sebagian wilayah Kecamatan Umpu Semenguk. Penutur bahasa Semende di Kabupaten Way Kanan adalah masyarakat Semende yang bermarga Rebang Kasui. Di Kabupaten Way Kanan, khususnya di tiga kecamatan penutur bahasa Semende terbanyak (Kasui, Banjit, dan Rebang Tangkas) menjadikan bahasa Semende sebagai bahasa sehari-hari serta sebagai bahasa pasar. Bahasa Semende di Kabupaten Way Kanan sudah banyak berakulturasi dengan bahasa-bahasa lain di Kabupaten Way Kanan. Hingga saat ini, wilayah Kabupaten Way Kanan khususnya di wilayah sebelah barat Way Kanan, bahasa Semende menjadi bahasa mayoritas penduduk yang tinggal di daerah tersebut.

    Bahasa Semende di Kota Bandar Lampung

    Sebagai salah satu kota terbesar sekaligus kota terpadat di Pulau Sumatra dan di luar Pulau Jawa, Bandar Lampung memainkan perananan penting sebagai pusat perekonomian, pusat pendidikan serta pusat kebudayaan di Provinsi Lampung. Hal ini menjadikan Bandar Lampung sebagai sebuah kota yang sarat akan multikulturalisme, kota yang berbilang bangsa dan berbilang kaum dengan jumlah penduduk sebesar 1.209.937 jiwa dan kepadatan penduduk 6.100 jiwa per kilometer persegi.[9]

    Para penutur bahasa Semende di Kota Bandar Lampung memiliki kecenderungan untuk mencampuradukkan bahasa Semende dengan bahasa-bahasa daerah lain atau bahkan bahasa asing, terutama bahasa Melayu Palembang, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Salah satu contoh yang paling kentara adalah pengadopsian sufiks -ke yang diadopsi dari bahasa Melayu Palembang untuk menggantikan sufiks -kah dalam bahasa Semende, serta kata yang yang diadopsi dari bahasa Indonesia untuk menggantikan kata ye dalam bahasa Semende. Dengan demikian, para penutur bahasa Semende di Kota Bandar Lampung akan menggunakan kalimat "Nak dimasukke ke mane?" untuk menggantikan kalimat "Nak dimasukkah ke mane?" dan akan menggunakan kalimat "Yang mane?" untuk menggantikan kalimat "Ye mane?". Selain itu, terdapat juga kosakatata yang diserap dari bahasa Melayu klasik seperti surai untuk menggantikan kata gumbak (rambut) dan kosakata seperti blangkit yang diserap dari bahasa Inggris blanket (selimut).

    Lihat pula

    • Suku Semende
    • Bahasa Melayu Barisan Selatan
    • Bahasa Melayu Palembang
    • Bahasa Lampung Api
    • Aksara Rejang
    • Surat Lampung

    Referensi

    1. ↑ "Change Request Documentation: 2007-179". SIL International.
    2. ↑ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Bahasa Semende". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
    3. ↑ Saleh, Yuslizal; Lamsari, Muhammad; Madjid, Abdul; Silahiddin, Sofyan; Wahab, Zainin (1979). Bahasa Semende (PDF). Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. hlm. 2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    4. ↑ Saleh, Yuslizal; Lamsari, Muhammad; Madjid, Abdul; Silahiddin, Sofyan; Wahab, Zainin (1979). Bahasa Semende (PDF). Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. hlm. 5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Saleh, Yuslizal; Lamsari, Muhammad; Madjid, Abdul; Silahiddin, Sofyan; Wahab, Zainin (1979). Bahasa Semende (PDF). Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. hlm. XV. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    6. ↑ Saleh, Yuslizal; Lamsari, Muhammad; Madjid, Abdul; Silahiddin, Sofyan; Wahab, Zainin (1979). Bahasa Semende (PDF). Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. hlm. XVI. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    7. 1 2 3 Saleh, Yuslizal; Lamsari, Muhammad; Madjid, Abdul; Silahiddin, Sofyan; Wahab, Zainin (1979). Bahasa Semende (PDF). Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. hlm. 6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    8. ↑ Saleh, Yuslizal; Lamsari, Muhammad; Madjid, Abdul; Silahiddin, Sofyan; Wahab, Zainin (1979). Bahasa Semende (PDF). Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. hlm. 12–13. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    9. ↑ Kota Bandar Lampung Dalam Angka 2023. Bandar Lampung: Badan Pusat Statistik. 2021. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

    Pranala luar

    • (Inggris) Central Malay language
    • l
    • b
    • s
    Indonesia Bahasa di Indonesia
    Bahasa Indonesia (Gaul, Binan)
    Bahasa-bahasa di Sumatra
    Aceh-Cam
    • Daya
    • Barat
    • Pidie
    • Selatan
    • Utara
    Gayo-Batak
    • Gayo
    • Alas
    • Kluet
    • Pakpak
    • Singkil
    • Angkola
    • Karo
    • Mandailing
    • Simalungun
    • Toba
    Sumatra Barat Laut
    • Devayan
      • Haloban
      • Lekon
    • Sigulai
    • Nias
    • Mentawai
    • Enggano
    Melayu
    • Melayu a
      • Tamiang
      • Langkat
      • Deli
      • Serdang
      • Panai
      • Jambi
      • Riau
    • Bangka
    • Duanoa
    • Haji
    • Kedaha
    • Kerinci
    • Kubu
    • Loncong
    Minangkabau
    • Minangkabau
    • Jamee
    • Kampar
    • Lubu
    • Mukomuko
    • Pesisir Sibolga
    Melayu Barisan Selatan
    • Pekal
    • Bengkulu
    • Serawai
    • Lintang
    • Lematang Ulu
    • Basemah
    • Semende
    • Kaur
    • Ogan
    • Enim
    • Rambang
    Musi
    • Palembang
    • Penesak
    • Belide
    • Lematang
    • Pegagan
    • Musi
    • Col
    • Rawas
    Lampung
    • Api
    • Nyo
    • Komering
    Lain-lain
    • Nasal
    • Rejang
    Bahasa-bahasa di Jawa
    • Badui
    • Banten
    • Betawi
    • Indonesia Peranakan 1
    • Javindo 1
    • Jawa
      • Banyumasan
      • Indramayu
      • Kuno
      • Malang
      • Mataraman
      • Pemalang
      • Serang
      • Surabaya
      • Tegal
    • Kangean
    • Kawi
    • Madura
    • Osing
    • Pecok 1
    • Sunda
      • Banyumas
      • Bogor
      • Ciamis
      • Cirebon
      • Indramayu
      • Klasik
      • Priangan
      • Serang
    • Tengger
    Bahasa-bahasa di Kepulauan Nusa Tenggara
    • Abui
    • Adang
    • Adonara
    • Alor
    • Amarasi
    • Anakalangu
    • Bali
    • Bengkala 2
    • Bilba
    • Bima
    • Blagar
    • Bunak b
    • Dela-Oenale
    • Dengka
    • Dhao
    • Ende
    • Hamap
    • Helong
    • Ile Ape
    • Kabola
    • Kafoa
    • Kamang
    • Kambera
    • Kedang
    • Kelon
    • Kemak b
    • Ke'o
    • Kepo'
    • Kodi
    • Komodo
    • Kui
    • Kula
    • Lamaholot
    • Lamalera
    • Lamatuka
    • Lamboya
    • Lamma
    • Laura
    • Lembata Barat
    • Lembata Selatan
    • Levuka
    • Lewo Eleng
    • Lewotobi
    • Lio
    • Lole
    • Melayu Bali
    • Melayu Kupang
    • Melayu Larantuka
    • Mamboru
    • Manggarai
    • Nage
    • Nedebang
    • Ngada
    • Ngada Timur
    • Palue
    • Rajong
    • Rembong
    • Retta
    • Ringgou
    • Riung
    • Rongga
    • Sabu
    • Sasak
    • Sawila
    • Sikka
    • So'a
    • Sumbawa
    • Tambora
    • Tereweng
    • Termanu
    • Tetun b
    • Tewa
    • Tii
    • Uab Meto
    • Wae Rana
    • Wanukaka
    • Wejewa
    • Wersing
    Bahasa-bahasa di Kalimantan *
    • Abal
    • Ampanang
    • Aoheng
    • Bahau
    • Bakati'
      • Rara
      • Sara
    • Barangas
    • Bakumpai
    • Banjar
    • Basap
    • Benyadu'
    • Bidayuh
      • Biatah a
      • Bukar-Sadong a
    • Bolongan a
    • Bukat
    • Bukitan
    • Burusu
    • Dusun
      • Balangan
      • Deyah
      • Malang
      • Witu
    • Embaloh
    • Hovongan
    • Iban a
    • Jangkang
    • Kayan
      • Kayan Busang
      • Sungai Kayan
      • Mahakam
      • Mendalam
      • Wahau
    • Kelabit a
    • Kembayan
    • Kendayan
    • Keninjal
    • Kenyah
      • Kelinyau a
      • Wahau
    • Kereho
    • Kohin
    • Lawangan
    • Lengilu
    • Lun Bawang a
    • Ma'anyan
    • Melayu
      • Kota Bangun
      • Berau
      • Bukit
      • Dayak
      • Pontianak
      • Sambas
      • Tenggarong
    • Modang
    • Mualang
    • Murut
      • Selungai Murut a
      • Sembakung Murut a
      • Tagal Murut a
    • Ngaju
    • Okolod a
    • Ot Danum
    • Paku
    • Punan
      • Aput
      • Merah
      • Merap
      • Tubu
    • Putoh
    • Ribun
    • Sa'ban
    • Sanjau Basap
    • Sanggau
    • Seberuang
    • Segai
    • Semandang
    • Siang
    • Taman
    • Tausug a
    • Tawoyan
    • Tidong a
    • Tunjung
    • Uma'
      • Lasan
      • Lung
    Bahasa-bahasa di Sulawesi
    • Andio
    • Aralle-Tabulahan
    • Bada
    • Bahonsuai
    • Bajau Indonesia
    • Balaesang
    • Balantak
    • Bambam
    • Banggai
    • Bantik
    • Baras
    • Batui
    • Behoa
    • Bentong
    • Bintauna
    • Boano
    • Bobongko
    • Bolango
    • Bonerate
    • Budong-Budong
    • Bugis
    • Bungku
    • Buol
    • Busoa
    • Campalagian
    • Cia-Cia
    • Dakka
    • Dampelas
    • Dondo
    • Duri
    • Enrekang
    • Gorontalo
    • Kaidipang
    • Kaili Da'a
    • Kaili Ledo
    • Kaili Unde
    • Kaimbulawa
    • Kalao
    • Kalumpang
    • Kamaru
    • Kioko
    • Kodeoha
    • Konjo Pegunungan
    • Konjo Pesisir
    • Koroni
    • Kulisusu
    • Kumbewaha
    • Laiyolo
    • Lasalimu
    • Lauje
    • Lemolang
    • Liabuku
    • Lindu
    • Lolak
    • Maiwa
    • Makassar
    • Melayu Makassar
    • Melayu Manado
    • Malimpung
    • Mamasa
    • Mamuju
    • Mandar
    • Moma
    • Mongondow
    • Mori Atas
    • Mori Bawah
    • Moronene
    • Muna
    • Napu
    • Padoe
    • Pamona (Ta'a)
    • Panasuan
    • Pancana
    • Pannei
    • Pendau
    • Ponosakan
    • Rahambuu
    • Rampi
    • Ratahan
    • Saluan
    • Sangir
    • Sarudu
    • Sedoa
    • Seko Padang
    • Seko Tengah
    • Selayar
    • Suwawa
    • Tae'
    • Taje
    • Tajio
    • Talaud
    • Taloki
    • Talondo'
    • Toala'
    • Tolaki
    • Tomadino
    • Tombelala
    • Tombulu
    • Tomini
    • Tondano
    • Tonsawang
    • Tonsea
    • Tontemboan
    • Topoiyo
    • Toraja-Sa'dan
    • Totoli
    • Tukang Besi Selatan
    • Tukang Besi Utara
    • Ulumanda'
    • Uma
    • Waru
    • Wawonii
    • Wolio
    • Wotu
    Bahasa-bahasa di Kepulauan Maluku
    • Alune
    • Amahai
    • Ambelau
    • Aputai
    • Asilulu
    • Babar Tenggara
    • Babar Utara
    • Banda
    • Barakai
    • Bati
    • Batuley
    • Benggoi
    • Boano
    • Bobot
    • Buli
    • Buru
    • Dai
    • Damar Barat
    • Damar Timur
    • Dawera-Daweloor
    • Dobel
    • Elpaputih
    • Emplawas
    • Fordata
    • Galela
    • Gamkonora
    • Gane
    • Gebe
    • Geser-Gorom
    • Gorap
    • Haruku
    • Hitu
    • Horuru
    • Hoti
    • Huaulu
    • Hukumina
    • Hulung
    • Ibu
    • Ili'uun
    • Imroing
    • Kadai
    • Kaibobo
    • Kamarian
    • Kao
    • Karey
    • Kayeli
    • Kei
    • Kisar
    • Koba
    • Kola
    • Kompane
    • Kur
    • Laba
    • Laha
    • Larike-Wakasihu
    • Latu
    • Leti
    • Liana-Seti
    • Lisabata-Nuniali
    • Lisela
    • Lola
    • Loloda
    • Lorang
    • Loun
    • Luang
    • Luhu
    • Maba
    • Makian Barat
    • Makian Timur
    • Melayu Ambon
    • Melayu Bacan
    • Melayu Banda
    • Melayu Maluku Utara
    • Mangole
    • Manipa
    • Manombai
    • Manusela
    • Mariri
    • Masela Barat
    • Masela Tengah
    • Masela Timur
    • Masiwang
    • Modole
    • Moksela
    • Naka'ela
    • Nila
    • Naulu Selatan
    • Naulu Utara
    • Nusa Laut
    • Oirata
    • Pagu
    • Palumata
    • Patani
    • Paulohi
    • Perai
    • Piru
    • Roma
    • Sahu
    • Salas
    • Saleman
    • Saparua
    • Sawai
    • Seit-Kaitetu
    • Selaru
    • Seluwasan
    • Sepa
    • Serili
    • Serua
    • Sula
    • Tabaru
    • Taliabu
    • Talur
    • Tarangan Barat
    • Tarangan Timur
    • Tela-Masbuar
    • Teluti
    • Teor
    • Ternate
    • Ternateño1
    • Te'un
    • Tidore
    • Tobelo
    • Tugun
    • Tugutil
    • Tulehu
    • Ujir
    • Waioli
    • Watubela
    • Wamale Selatan
    • Wamale Utara
    • Yalahatan
    • Yamdena
    Bahasa-bahasa di Papua *
    • Abinomn 3
    • Abun 3
    • Aghu
    • Airoran
    • Ambai
    • Anasi
    • Ansus
    • Arandai
    • Arguni
    • As
    • Asmat Pantai Kasuari
    • Asmat Tengah
    • Asmat Utara
    • Asmat Yaosakor
    • Atohwaim
    • Auye
    • Awbono
    • Awera
    • Awyi
    • Awyu Asue
    • Awyu Tengah
    • Awyu Edera
    • Awyu Jair
    • Awyu Utara
    • Awyu Selatan
    • Bagusa
    • Baham
    • Barapasi
    • Bauzi
    • Bayono
    • Bedoanas
    • Beneraf
    • Berik
    • Betaf
    • Biak
    • Biga
    • Biritai
    • Bonggo
    • Burate
    • Burmeso
    • Burumakok
    • Buruwai
    • Busami
    • Citak
    • Citak Tamnim
    • Dabe
    • Damal
    • Dani Lembah Bawah
    • Dani Lembah Tengah
    • Dani Lembah Atas
    • Dani Barat
    • Dao
    • Dem
    • Demisa
    • Dera
    • Diebroud
    • Dineor
    • Diuwe
    • Doutai
    • Duriankere
    • Dusner
    • Duvle
    • Edopi
    • Eipomek
    • Elseng 3
    • Emem
    • Eritai
    • Erokwanas
    • Fayu
    • Fedan
    • Foau
    • Gresi
    • Hatam 3
    • Hupla
    • Iau
    • Iha
    • Iha Pijin 4
    • Irarutu
    • Iresim
    • Isirawa
    • Itik
    • Iwur
    • Jofotek-Bromnya
    • Kaburi
    • Kais
    • Kaiy
    • Kalabra
    • Kamberau
    • Kamoro
    • Kanum Bädi
    • Kanum Ngkâlmpw
    • Kanum Smärky
    • Kanum Sota
    • Kapauri
    • Kaptiau
    • Karas
    • Karon Dori
    • Kaure
    • Kauwera
    • Kawe
    • Kayagar
    • Kayupulau
    • Kehu 5
    • Keijar
    • Kemberano
    • Kembra 5
    • Kemtuik
    • Ketengban
    • Ketum
    • Kimaghima
    • Kimki
    • Kirikiri
    • Kofei
    • Kokoda
    • Kombai
    • Komyandaret
    • Konda
    • Koneraw
    • Kopkaka
    • Korowai
    • Korupun-Sela
    • Kosare
    • Kowiai
    • Kuri
    • Kurudu
    • Kwer
    • Kwerba
    • Kwerba Mamberamo
    • Kwerisa
    • Kwesten
    • Kwinsu
    • Legenyem
    • Lepki 5
    • Liki
    • Maden
    • Mai Brat
    • Mairasi
    • Maklew
    • Mee
    • Melayu Papua
    • Mander
    • Mandobo Atas
    • Mandobo Bawah
    • Manem
    • Manikion/Mantion/Sougb
    • Mapia
    • Marau
    • Marind
    • Marind Bian
    • Masimasi
    • Massep 3
    • Matbat
    • Mawes
    • Ma'ya
    • Mekwei
    • Meoswar
    • Mer
    • Meyah
    • Mlap
    • Mo
    • Moi
    • Molof 5
    • Mombum
    • Momina
    • Momuna
    • Moni
    • Mor
    • Mor
    • Morai
    • Morori
    • Moskona
    • Mpur 3
    • Munggui
    • Murkim 5
    • Muyu Utara
    • Muyu Selatan
    • Nafri
    • Nakai
    • Nacla
    • Namla 5
    • Narau
    • Ndom
    • Nduga
    • Ngalum
    • Nggem
    • Nimboran
    • Ninggerum
    • Nipsan
    • Nisa
    • Obokuitai
    • Onin
    • Onin Pijin 4
    • Ormu
    • Orya
    • Papasena
    • Papuma
    • Pom
    • Puragi
    • Rasawa
    • Riantana
    • Roon
    • Samarokena
    • Saponi
    • Sauri
    • Sause
    • Saweru
    • Sawi
    • Seget
    • Sekar
    • Semimi
    • Sempan
    • Sentani
    • Serui-Laut
    • Sikaritai
    • Silimo
    • Skou
    • Sobei
    • Sowanda
    • Sowari
    • Suabo
    • Sunum
    • Tabla
    • Taikat
    • Tamagario
    • Tanahmerah
    • Tandia
    • Tangko
    • Tarpia
    • Tause
    • Tebi
    • Tefaro
    • Tehit
    • Tobati
    • Tofanma 5
    • Towei
    • Trimuris
    • Tsaukambo
    • Tunggare
    • Una
    • Uruangnirin
    • Usku 5
    • Viid
    • Vitou
    • Wabo
    • Waigeo
    • Walak
    • Wambon
    • Wandamen
    • Wanggom
    • Wano
    • Warembori
    • Wares
    • Waris
    • Waritai
    • Warkay-Bipim
    • Waropen
    • Wauyai
    • Woi
    • Wolai
    • Woria
    • Yahadian
    • Yale Kosarek
    • Yali Angguruk
    • Yali Ninia
    • Yali Abenaho
    • Yaqay
    • Yarsun
    • Yaur
    • Yawa
    • Yei
    • Yabega
    • Yeretuar
    • Yetfa
    • Yoke
    • Zorop
    • flagPortal Indonesia

    1 Kreol • 2 Bahasa isyarat • 3 Bahasa isolat • 4 Bahasa Pidgin • 5 Tidak diklasifikasikan
    a juga dituturkan di Malaysia dan/ Brunei Darussalam. • b juga dituturkan di Timor Leste, Papua Nugini dan/ negara-negara Oseania lainnya. Italik: Bahasa punah atau bahasa mati. *Catatan: Kalimantan dan Papua di sini hanya yang termasuk dalam teritori Indonesia.

    Lihat pula: Daftar bahasa di Indonesia menurut BPS 2010
    Ikon rintisan

    Artikel bertopik bahasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

    • l
    • b
    • s

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Nama bahasa
    2. Tradisi sastra lisan
    3. Rejung (pantun)
    4. Pribase (peribahasa)
    5. Memuning (teka-teki)
    6. Jampi (mantra)
    7. Kosakata
    8. Nyeyalat
    9. Kalimat
    10. Wilayah tutur
    11. Sumatera Selatan
    12. Lampung
    13. Lihat pula
    14. Referensi
    15. Pranala luar

    Artikel Terkait

    Bahasa Indonesia

    bahasa resmi di Indonesia

    Daftar bahasa di Sumatra

    artikel daftar Wikimedia

    Agama di Indonesia

    artikel daftar Wikimedia

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026