Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bahasa Jawa Serang

Bahasa Jawa Serang adalah dialek bahasa Jawa modern yang dituturkan oleh masyarakat Jawa Serang, yakni kelompok masyarakat yang hubungannya paling erat dengan Kesultanan Banten. Pada masa Kesultanan Banten, dialek ini merupakan bahasa resmi pemerintahan dan juga digunakan sebagai bahasa pengantar di lingkungan keraton.

dialek Jawa
Diperbarui 7 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bahasa Jawa Serang
Bahasa Jawa Serang
ꦧꦱꦼꦗꦮꦼꦱꦺꦫꦁ
  • basê Jawê Sèrang, basa Jawa Sèrang
  • basê Jasèng, basa Jasèng
Bahasa Jawa Banten
Dituturkan diIndonesia
Wilayah
  •  Banten
    • Kab. Serang (bagian utara)
    • Kab. Tangerang
      • Gunung Kaler
      • Mekar Baru
      • Kemiri
      • Kresek
      • Kronjo
      • Mauk
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
  •  Lampung
    • Kab. Lampung Selatan
    • Kota Bandar Lampung
EtnisJawa
Penutur
Rumpun bahasa
Lihat sumber templat}}
Beberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman ini
Klasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
  • Austronesia Lihat butir Wikidata
    • Melayu-Polinesia Lihat butir Wikidata
      • Jawanik Lihat butir Wikidata
        Cari tahu mengapa.Halaman Jawanik masuk dalam cabang rumpun dari Sunda-Sulawesi yang oleh ahli linguistika dianggap usang dan telah digantikan oleh Melayu-Polinesia.
        • Jawa Lihat butir Wikidata
          • Dialek Barat
            • Jawa Serang
Tampilkan klasifikasi manual
  • bahasa manusia
    • Austro-Tai
      • Austronesia
        • Melayu-Polinesia
          • bahasa Jawa Suntingan nilai di Wikidata
            • Jawa Serang
    Tampilkan klasifikasi otomatis
    Posisi bahasa Jawa Serang dalam dialek-dialek bahasa Jawa Sunting klasifikasi ini

    Catatan:

    Simbol "†" menandai bahwa bahasa tersebut telah atau diperkirakan telah punah
    • Jawa Modern
      • Barat
        • Banten-Cirebon
          • Banten Utara
          • Indramayu
          • Cirebon
        • Pesisir Lor
          • Tegal-Brebes
          • Pemalang
        • Pekalongan
        • Banyumasan
      • Tengah
        • Bagelen-Kedu
          • Bagelen
          • Kedu
        • Mataram
          • Solo-Yogya
          • Semarang-Demak-Kudus-Jepara
            • Semarang
            • Kudus
        • Blora
        • Madiun-Kediri
      • Timur
        • Arekan
          • Jombang
          • Surabaya
          • Malang-Pasuruan
          • Lumajang
        • Gresik
          • Diponggo
        • Tengger
        • Using-Banyuwangi
      • Mancadwipa
        • Karibia
        • Kaledonia Baru
    Bentuk awal
    • Jawa Kuno
      • Jawa Pertengahan
        • Jawa Serang
    Status resmi
    Diakui sebagai
    bahasa minoritas di
    Indonesia
    Kode bahasa
    ISO 639-3–
    Glottologbant1291[1]
    Informasi penggunaan templat
    Status pemertahanan
    Punah

    EXSingkatan dari Extinct (Punah)
    Terancam

    CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
    SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
    DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
    VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
    Aman

    NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
    ICHEL Red Book: Not Endangered

    Jawa Serang diklasifikasikan sebagai bahasa aman ataupun tidak terancam (NE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

    Referensi: [2][3]

    Informasi penggunaan templat turunan
    Sampel
    Sampel teks
    Pasal 1 Pernyataan Umum tentang Hak-Hak Asasi Manusia dalam bahasa Jawa Serang.  Silang merah (Apa ini?)
    Sekabèh uwong lair kanggè dunya iku sipatè merdèka lan duwè martabat ugê duwè hak-hak sing padê. Wongnè kaparingan pikiran lan ati nurani ugê hendaknè begaul sesiji kanggè sesamanè ing sêmangèt dêduluran.
    Terjemahan: ⓘ
    Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam semangat persaudaraan.
    Sampel teks lainnya
    Lokasi penuturan
    Peta persebaran bahasa di Serang Raya, bahasa Jawa Serang dilambangkan dengan warna ungu.
    Peta bahasa lain
     Portal Bahasa
    L • B • PW   
    Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
    Cari artikel bahasa
    Cari artikel bahasa
     
    Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
     
    Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
    Artikel bahasa sembarang
    Halaman bahasa acak

    Bahasa Jawa Serang (disingkat Jaseng; bahasa Jawa: ꦧꦱꦼꦗꦮꦼꦱꦺꦫꦁcode: jv is deprecated translit. basê Jawê Sèrang, basa Jawa Sèrang) adalah dialek bahasa Jawa modern yang dituturkan oleh masyarakat Jawa Serang (Wong Jasèng), yakni kelompok masyarakat yang hubungannya paling erat dengan Kesultanan Banten. Pada masa Kesultanan Banten, dialek ini merupakan bahasa resmi pemerintahan dan juga digunakan sebagai bahasa pengantar di lingkungan keraton.

    Bahasa Jawa Serang terutama dituturkan di wilayah utara Provinsi Banten, seperti Kabupaten Tangerang bagian utara dan barat laut, Kota Serang bagian utara dan tengah, Kabupaten Serang bagian utara, dan Kota Cilegon. Bahasa Jawa Serang juga dituturkan di sebagian kecil wilayah di Provinsi Lampung. Dialek ini juga dianggap sebagai turunan dari bahasa Jawa Pertengahan.

    Klasifikasi

    Bahasa Jawa Serang merupakan sebuah dialek bahasa Jawa yang memiliki kesamaan dengan bahasa Jawa Cirebon dan bahasa Jawa Indramayu, rumpun bahasa Jawa bagian barat yang juga serumpun dengan bahasa Jawa Tegal dan bahasa Jawa Banyumasan. Namun seiring berjalannya waktu, dialek ini mengalami beberapa perubahan kosakata akibat dikelilingi oleh wilayah penuturan bahasa Sunda Banten (khususnya dialek Serang) di sekitarnya serta letak geografisnya yang terlalu jauh dengan Cirebon dan Indramayu.

    Kekerabatan bahasa

    Berdasarkan jurnal berjudul Bahasa Jawa Serang dan Bahasa Sunda Pandeglang: Satu Tinjauan Perbandingan Linguistik Historis Komparatif oleh Syahwardi dkk. pada tahun 2023, disebutkan bahwa bahasa Jawa Serang dengan bahasa Sunda Pandeglang awalnya adalah sebuah ragam bahasa yang sama.[4] Mereka kemudian berpisah sekitar tahun 1450 Masehi. Penelitian tersebut menggunakan metode kuantitatif melalui teknik leksikostatistik melalui 200 kata dasar Morris Swadesh, diketahui 157 kata mempunyai kekerabatan/kognat sedangkan 43 kata tidak mempunyai kekerabatan. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa bahasa Jawa Serang dengan Sunda Pandeglang berada pada tingkat kekerabatan sebesar 78,5%.[5]

    Kosakata

    Dalam bahasa Jawa Serang terdapat dua tingkatan bahasa, yaitu tingkatan babasan (krama) dan standar. Dalam bahasa Jawa Serang, pengucapan huruf [e] ada dua versi, yaitu ada yang diucapkan [è] dan [ê], seperti pada kata hendaknè 'hendaknya' atau orê 'tidak', dan juga ada yang diucapkan [a], seperti pada kata apa 'apa' atau kita 'saya'. Daerah yang melafalkan [a] adalah Kragilan, Kibin, Binuang, Tanara, Pontang, Tirtayasa, dan wilayah Serang bagian timur lainnya, serta sebagian utara Kabupaten Tangerang, seperti Kresek, Mekar Baru, Gunung Kaler, Kronjo, Kemiri, dan Mauk. Sedangkan daerah yang melafalkan [e] adalah Serang Kota, Cipocok Jaya, Kasemen, Bojonegara, Kramatwatu, Ciruas, Anyer, Waringinkurung, dan wilayah Serang bagian barat lainnya, termasuk Kota Cilegon.

    Daftar

    Contoh:

    • kule, dibaca kula atau kulê (artinya 'saya')
    • ore dan idak, dibaca ora, orê, atau idak (artinya 'tidak')
    • pire, dibaca pira atau pirê (artinya 'berapa')

    Kalimat

    Dalam bahasa Jawa Serang, terdapat dua tingkatan bahasa, yakni babasan dan standar.

    Daftar
    Tingkatan babasan
    • "Pripun kabarè? Kakang ayun ning pundi?"
    • "Sampun dahar dèrèng?"
    • "Permios, kulê botên uning griyanè kang Arman niku ning pundi?"
    • "Kasihè sintên?"
    • "Kasihè Sumirna lamun botên salah."
    • "Oh, wéntên ning payun koh.
    • "Matur nuhun nggih, kang."
    • "Yèwis, napik dolanan saos nggih!"
    • "Kang Arman! Ning pundi saos? botên ilok kêpêtuk!"
    • "Napik mêngkotên, gèh!"
    • "Kulê linggar sarèng tèh Mira ning pasar."
    • "Ayun tumbas satè bandêng sios."
    Tingkatan standar
    • "Kêprèmèn kabarè? Sirê arêp ning êndi?"
    • "Wis mangan durung?"
    • "Puntên, kitê orê wêruh umahè kang Arman kuwèn ning êndi?"
    • "Aranè sapê?"
    • "Aranè Sumirna ari idak salah."
    • "Oh, ning arêp koh."
    • "Nuhun yê, kang."
    • "Yèwis, ajê mêmêngan baè yê!"
    • "Kang Arman! Ning êndi baè? sirê idak ilok kêpêndak!"
    • "Ajê mêngkonon, gèh!"
    • "Kitê lungê karê tèh Mira ning pasar."
    • "Arep tuku satè bandêng siji."
    Terjemahan ke bahasa Indonesia
    • "Bagaimana kabarnya? Kamu mau ke mana?"
    • "Sudah makan belum?"
    • "Maaf, saya tidak tahu rumahnya kang Arman itu di mana?"
    • "Namanya siapa?"
    • "Namanya Sumirna kalau tidak salah."
    • "Oh, di depan tuh."
    • "Terima kasih ya, kang."
    • "Ya sudah, jangan bermain saja ya!"
    • "Kang Arman! Kemana saja? kamu tidak pernah bertemu!"
    • "Jangan begitu, lah!"
    • "Saya pergi dengan kak Mira ke pasar."
    • "Mau beli sate bandeng satu."


    Perbandingan kosakata dengan bahasa Jawa Standar (Yogya-Solo)

    Daftar
    Glosa Jawa Serang Jawa standar ngoko (Yogya-Solo) Jawa Serang babasan Jawa standar krama (Yogya-Solo)
    ada ana ånå wèntên wòntěn, éntên
    anak anak anak pécil laré
    apa apê åpå napê punåpå
    bagaimana kêprèmèn, prèmèn kěpriyé, piyé kêpripun, pripun pripun (krama madya), kados pundi (krama inggil)
    baju kelambi klambi kělambi rasukan
    bangun tangi tangi tangi wungu
    barat kulon kulon kulon kilĕn
    bawa gawê gåwå baktê bĕkṭå
    begitu mengkonon mengkono, ngono mengkotên mekatěn
    nanti ngko mengko mangkin, mangke, mengke
    beli tuku tuku tumbas tumbas (krama madya), mundḥut (krama inggil)
    belum durung durung dereng děrèng
    berapa pirê pirå pintên pinṭěn
    bertemu kêpêndak pěṭhuk kêpêtuk kěpanggíh
    besar gedé gědḥé gedé agĕng
    bisa bisê iså, biså bangkit sagěd
    dan lan lan, kělawan kalawan kalíhan
    dari sing såkå saking sakíng
    datang tekê těkå rawuh dugi (krama madya), rawuh (krama inggil)
    dengan karê karo sarêng sarěng
    dua loro loro kalih kalíh
    empat papat papat papat sěkawan
    habis entèk, entèng entèk telas tělas
    hari dinê dinå dinten dintěn
    harus kudu kudu kedah kědah
    ikut melu, milu mèlu milêt ndhèrèk
    ingin gelêm gelěm ayun kěrså, purun
    ini kiyên iki puniki puníki
    istri rabi bojo rayat wadon garwå
    itu kuwên iku, kuwi puniku, niku puniku, punikå
    iya iyê iyå nggih inggih
    jadi jadi dadi jados dados
    jangan ajê åjå napik ampun
    Jawa Jawê Jåwå Jawi Jawi
    juga uga ugå ugi ugi
    kamu sirê kowé, sliråmu, sirå, nirå - panjěnèngan (umum), ndikå, rikå
    katanya jerèhe, jarène jarène cêpené těròsipun
    kecil cilik cilík alit alit
    kenapa kêlipên kenåpå, ngåpå kêlipun kèngíng nåpå
    kepala endas, sirah sirah, ndas sirah muståkå
    lagi maning manèh, mĕnèh malih malíh
    lama lawas suwé lambat dangu
    lihat dêlêng ndělòk, sawang, deleng, andulu ningali ningali (krama madya), mirsani (krama inggil)
    lima limê limå limê gangsal
    maaf hampura ngapurané, sepurané hampura ngapuntěn
    makan mangan, dahar mangan, madḥang dahar dḥahar
    malam bêngi, pêting wěngi, běngi sipêng dalu
    mana endi ngěndi, endi pundi pundi
    mata mata måtå soca socå (krama madya), mripat (krama inggil)
    masuk manjing mlěbu mêlêbêt mlěbět
    minta nyejaluk jaluk ngêndê nyuwun
    nama aran jěnèng, aran kasih nami, asmå
    nasi segê sěgå sekul sěkul
    percaya percayê pěrcåyå percantên pitadòs
    pernah ilok tau ilok nate
    pergi lungê lungå linggar tindak, kĕsah
    permisi puntên kulå nuwun permios nyuwun sèwu
    punya duwé duwé, darbe(arkais) darbé gadḥah, kagungan
    rumah umah omah griyê griyå, dalěm
    saja baé waé saòs mawòn
    sama padê pådå sami sami
    sangat temên těnan, teměn pisan sangět
    satu siji siji siòs sětunggal
    saudara dulur sědulur dulur sědhèrèk, sěntånå
    saya kitê, kulê aku kulå kulå (umum), dalêm, abdi, ingsun
    sekali sepisan sěpisan sepisan sapisan
    sekarang siki saíki seniki sak'níki
    selatan kidul kidul kidul kidul
    semua kabèh kabèh sêdantên sĕdåyå (krama madya),

    sĕdantĕn (krama inggil)

    siang awan awan awan sòntĕn
    siapa sapê såpå sintên sintĕn
    sudah uwis wis sampun sampun
    supaya éndah supåyå dipuni supados
    tanya takon takon taken tanglĕd
    terima kasih nuhun matur nuwun matur nuhun matur sěmbah nuwun, matur nuwun
    tidak idak, orê ora, ndak botên mbotĕn
    tidur turu turu saré, tilêm saré, tilěm
    tiga têlu tělu têlu tigå
    timur wètan wétan wètan wétan
    tunggu tònggòni ěntèni, tunggòni tènggèni ěntosi, rantosi, tènggèni
    untuk kanggo, kanggé kanggo kanggé kanggé (krama madya), kagěm (krama inggil)
    utara lor lor lèr lèr
    waktu wayah wayah waktos wanci
    yang sing síng ingkang íngkang

    Pengaruh bahasa Sunda

    Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahasa Jawa Serang secara geografis dikelilingi oleh wilayah penuturan bahasa Sunda, sehingga dalam perkembangannya, terdapat pengaruh bahasa Sunda dialek Banten yang dituturkan di Serang, pengaruh tersebut di antaranya berupa pengaruh pada tataran leksikon (kosakata), dan sedikit pada tataran fonologi.[6]

    Di bawah ini adalah beberapa contoh kosakata dalam bahasa Jawa Serang yang diserap dari bahasa Sunda.

    Daftar
    Bahasa Jawa Serang[7] Bahasa Sunda Serang[8] Bahasa Indonesia Ref. / Catatan
    abah abah ayah [9] (< PAn *aba₁)[10]
    api-api api-api pura-pura
    ari ari kalau
    bangor bangor nakal [11]
    bati bati keuntungan/laba
    bebancik babancik alas yang diinjak untuk mengambil sesuatu
    belok belok kotor [12]
    bengket beungkeut ikat [12]
    berit beurit tikus [13]
    besèt besét sayat
    cadèl cadél cadel
    dangder dangdeur singkong [14]
    galengan galengan pematang sawah
    hawek haweuk rakus
    jugjug jugjug (men)datangi
    kasèp kasép tampan
    kêbinê-bine kabina-bina keterlaluan
    komo komo apalagi
    matak matak sebab
    mantang mantang ubi [15]
    mulang mulang kembali, pulang
    ngojay ngojay berenang [16]
    ngan ngan hanya
    nyébor nyébor menyiram [17]
    péot péot keriput [18]
    rungsing rungsing pusing [17]
    samper sampeur jemput

    Lihat pula

    • flagPortal Indonesia
    • iconPortal Bahasa
    • Bahasa Jawa
    • Bahasa Cirebon
    • Bahasa Jawa Indramayu
    • Bahasa Jawa Banyumasan
    • Bahasa Sunda Banten
    • Bahasa Sunda Serang

    Referensi

    Catatan kaki

    1. ↑ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Jawa Serang". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
    2. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
    3. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
    4. ↑ Syahwardi et al. (2023), hlm. 123.
    5. ↑ Syahwardi et al. (2023), hlm. 135.
    6. ↑ Muhyidin (2016), hlm. 3.
    7. ↑ Fokus (27 Januari 2023). "Kamus Bahasa Jawa Serang Banten Online Lengkap A-Z". Fokus. Diakses tanggal 29 Januari 2023.
    8. ↑ Henrayana, D.; Ismail, Y.R. (2019). Kamus Basa Sunda - Indonesia , Indonesia - Sunda Untuk Pelajar & Umum. Jakarta: Bhuana Ilmu Populer. ISBN 978-623-216-405-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    9. ↑ Fahmi et al. (2021), hlm. 25.
    10. ↑ Blust, R.; Trussel, S. "*aba₁ father". Austronesian Comparative Dictionary, web edition. Diakses tanggal 8 April 2024.
    11. ↑ Fahmi et al. (2021), hlm. 30.
    12. 1 2 Fahmi et al. (2021), hlm. 33.
    13. ↑ Fahmi et al. (2021), hlm. 2.
    14. ↑ Fahmi et al. (2021), hlm. 15.
    15. ↑ Fahmi et al. (2021), hlm. 56.
    16. ↑ Fahmi et al. (2021), hlm. 5.
    17. 1 2 Fahmi et al. (2021), hlm. 48.
    18. ↑ Fahmi et al. (2021), hlm. 46.

    Jurnal

    • Fahmi; Atep, Iman; Hanafi; Afiati, Evi (2021). Mengenalkan Kesamaan Kosa Kata Bahasa Sunda dan Bahasa Jawa Serang (PDF). Tangerang: Media Edukasi Indonesia. ISBN 978-623-6889-50-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    • Muhyidin, A. (2016). "Interferensi Bahasa Daerah Terhadap Bahasa Indonesia Lisan Masyarakat Kabupaten Serang Provinsi Banten". Jurnal Membaca. 1 (1): 1–10. doi:10.30870/jmbsi.v1i1.1653.
    • Syahwardi, S.F.; Zahra, F.R.; Amaliyah; Muhyidin, A. (2023). "Bahasa Jawa Serang dan Bahasa Sunda Pandeglang: Satu Tinjauan Perbandingan Linguistik Historis Komparatif". Jurnal KIBASP (Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajaran). 7 (1). Serang, Indonesia: Universitas Sultan Ageng Tirtayasa: 123–136. doi:10.31539/kibasp.v7i1.6694. ISSN 2597-5218.

    Pranala luar

    • Pedoman Umum Ejaan Bahasa Jawa (PUEBJ)
    • Leksikon bahasa Jawa di Sastra.org
    • Bausastra Jawa oleh W.J.S. Poerwadarminta
    • Kamus bahasa Indonesia-Jawa
    • Kamus bahasa Jawa-Inggris di SEAlang Projects
    • Kamus Bahasa Jawa Banten
    • l
    • b
    • s
    Bahasa Jawa
    Penulisan
    • Buda
    • Carakan
    • Cacarakan
    • Kawi
    • Latin
    • Pegon
    • Rikasara
    Aksara Jawa
    Tingkatan
    Bahasa
    • Ngoko
      • lugu
      • alus
    • Krama
      • lugu
      • alus
    Kosakata
    • Ngoko
    • Krama-ngoko
    • Krama
      • krama madya
    • Krama inggil
      • krama andhap
    Dialek
    Bagian Barat
    • Banten
    • Indramayu
    • Cirebon
    Bagian Tengah
    • Banyumas
    • Kedu
    • Mataram (standar)
    • Mataraman
    Pesisiran
    • Tegal
    • Pekalongan
    • Semarang
    • Muria
    Bagian Timur
    • Jombang
    Arekan
    • Surabaya
    • Malang
    Bahasa terkait
    • Bagongan
    • Jawa Kuno
      • Kawi (kesusastraan)
    • Osing
    • Suriname
    • Tengger
    Topik terkait
    • Angka
    • Jawanisme
    • Sastra Jawa
    • Kongres
      • bahasa
      • aksara
    • Wikipedia
    • Blok Unicode


    Ikon rintisan

    Artikel bertopik bahasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

    • l
    • b
    • s

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Klasifikasi
    2. Kekerabatan bahasa
    3. Kosakata
    4. Kalimat
    5. Perbandingan kosakata dengan bahasa Jawa Standar (Yogya-Solo)
    6. Pengaruh bahasa Sunda
    7. Lihat pula
    8. Referensi
    9. Catatan kaki
    10. Jurnal
    11. Pranala luar

    Artikel Terkait

    Bahasa Jawa Banyumasan

    salah satu dialek dari bahasa Jawa Ngapak yang dituturkan oleh etnis Jawa Ngapak asal Banyumas

    Bahasa Jawa Blora

    bagian dari rumpun bahasa Austronesia

    Bahasa Jawa Surabaya

    dialek bahasa Jawa yang dituturkan di Surabaya Raya, Jawa Timur

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026