Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Taling

Taling adalah tanda vokalisasi dalam aksara Jawa (ꦺ) dan Bali (ᬾ). Taling melambangkan vokal /eː/ dan /ɛ/. Di Bali, kadang kala taling disebut taleng. Bila dikombinasikan dengan tarung (ꦴ)

Wikipedia article
Diperbarui 23 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Taling
Taling
Aksara JawaAksara Bali
Fonem[è], [é], [o]
UnicodeU+A9BA (Jawa), U+1B3E (Bali)
Letak penulisandi depan aksara yang dilekatinya.

Taling adalah tanda vokalisasi dalam aksara Jawa (ꦺ) dan Bali (ᬾ). Taling melambangkan vokal /eː/ dan /ɛ/. Di Bali, kadang kala taling disebut taleng (lafal: /t̪alɛŋ/). Bila dikombinasikan dengan tarung (ꦴ)

Fungsi dan penggunaan

Aksara Jawa dan Bali merupakan abugida, di mana setiap huruf konsonan diikuti oleh vokal /a/. Taling berfungsi mengubah vokal /a/ pada huruf konsonan yang dilekatinya sehingga menjadi /eː/ atau /ɛ/.

Taling ditulis di depan huruf konsonan yang dilekatinya. Taling bisa dipadukan dengan layar/surang yang melambangkan fonem gelungan /r/, dan cicak/cecek yang melambangkan fonem sengauan /ŋ/.

Dalam aksara Bali, taling yang melekati huruf Ha dipakai sebagai pengganti huruf E kara, khususnya bagi kata-kata dalam bahasa Bali asli yang diawali vokal /eː/ atau /ɛ/ pada suku kata pertamanya.

Tanda vokalisasi ai

Tanda vokalisasi ai
Dirga muré (Jawa); Taling detya (Bali)
Aksara JawaAksara Bali
Letak penulisandi depan aksara yang dilekatinya.

Dirga muré atau taling detya (di Bali juga disebut taling marepa) adalah tanda vokalisasi yang melambangkan diftong (vokal rangkap) /aːi/. Namun, dalam bahasa Bali, diftong tersebut sering kali meluluh menjadi vokal /eː/. Biasanya taling detya ditulis untuk kata-kata dalam bahasa Bali serapan (biasanya dari bahasa Kawi dan Sanskerta).

Kombinasi dengan tarung (tedung)

Baik dalam aksara Jawa maupun Bali, taling yang dikombinasikan dengan tarung/tedung berubah fungsi menjadi tanda vokalisasi /oː/. Dalam aturan penulisan, taling ditulis terlebih dahulu, diikuti oleh konsonan, dan diakhiri oleh tarung/tedung.

Bila huruf konsonan yang ingin diberi tanda vokalisasi berwujud pasangan/gantungan aksara yang ditulis ke bawah, penulisan taling dan tarung/tedung tidak digeser ke bawah. Dalam kasus seperti itu, perlu diperhatikan bahwa pasangan/gantungan aksara-lah yang diberi tanda vokalisasi, bukan huruf konsonan yang dilekati oleh pasangan/gantungan aksara tersebut.

Tarung/tedung yang dikombinasikan dengan taling repa (dalam bhs. Bali juga disebut taling detya) akan menjadi tanda vokalisasi /aːu/. Aturan penulisannya sama seperti cara mengkombinasikan taling dengan tarung/tedung.

Lihat pula

  • E kara
  • Kombinasi taling dengan tarung

Referensi

  • Tinggen, I Nengah. 1993. Pedoman Perubahan Ejaan Bahasa Bali dengan Huruf Latin dan Huruf Bali. Singaraja: UD. Rikha.
  • Simpen, I Wayan. Pasang Aksara Bali. Diterbitkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Daerah Tingkat I Bali.
  • l
  • b
  • s
Aksara Jawa
Aksara nglegena (20 aksara dasar)
ꦲ
Ha
ꦤ
Na
ꦕ
Ca
ꦫ
Ra
ꦏ
Ka
ꦢ
Da
ꦠ
Ta
ꦱ
Sa
ꦮ
Wa
ꦭ
La
ꦥ
Pa
ꦝ
Dha
ꦗ
Ja
ꦪ
Ya
ꦚ
Nya
ꦩ
Ma
ꦒ
Ga
ꦧ
Ba
ꦛ
Tha
ꦔ
Nga
8 Aksara murda
ꦟ
Na
ꦑ
Ka
ꦡ
Ta
ꦯ
Sa
ꦦ
Pa
ꦘ
Nya
ꦓ
Ga
ꦨ
Ba
Aksara swara
(5 aksara vokal)
dan 2 Aksara gantèn
ꦄ
A
ꦆ
I
ꦈ
U
ꦌ
E
ꦎ
O
 
ꦊ
Nga lelet
ꦉ
Pa cerek
Angka
꧑
1
꧒
2
꧓
3
꧔
4
꧕
5
꧖
6
꧗
7
꧘
8
꧙
9
꧐
0
 
Aksara tambahan
5 Aksara mahaprana
(arkais)
ꦰ
Sa
ꦞ
Dha
ꦙ
Ja
ꦜ
Tha
ꦣ
Da
 
7 Tidak digunakan
/ dipertentangkan
ꦅ
I Kawi
ꦇ
Ii (aksara Jawa)
ꦐ
Ka Sasak
ꦋ
Nga lelet Raswadi
ꦖ
Ca Murda
ꦘ
Nya Murda
ꦍ
Ai
 
Sandhangan (Tanda diakritik)
6 Sandhangan swara
(pembentuk vokal)
ꦶ
Wulu
ꦼ
Pepet
ꦸ
Suku
ꦺ
Taling
ꦴ
Tarung / raswadi
꦳
Cecak telu
 
4 Sandhangan panyigeg
(penutup suku kata)
ꦃ
Wignyan
ꦁ​
Cecak
ꦂ
Layar
꧀
Pangkon
 
3 Sandhangan wyanjana
(tengah suku kata)
ꦿ
Cakra
ꦽ
Cakra keret
ꦾ
Péngkal
 
5 Vokal pajang
(arkais)
ꦀ
Panyangga -ṃ
ꦷ
Wulu melik / dirga melik
ꦹ
Suku mendut / dirga mendut
ꦻ
Dirga mure
ꦵ
Tolong (aksara Jawa)
 
Pada (simbol)
8 Tanda baca
 
꧊
Adeg
꧋
Adeg-adeg
꧈
Pada lingsa
꧉
Pada lungsi
꧇
Pada pangkat
꧅
Pada luhur
꧄
Pada madya
꧃
Pada andhap
Kombinasi tanda baca
dan aksara
꧋꧐꧋
Pada guru
꧉꧐꧉
Pada pancak
꧅ꦧ꧀ꦕ꧅
Purwa pada
꧅ꦟ꧀ꦢꦿ꧅
Madya pada
꧅ꦆ꧅
Wasana pada
8 Hiasan dan simbol arkais
꧁ ꧂ ꧌ ꧍ ꧆ ꧏ ꧞ ꧟
Rerenggan Pada piseleh Pada windu Pangrangkep Pada tirta tumetes Pada isen-isen
  • l
  • b
  • s
Aksara Bali
Aksara suara
(Vokal)
A
A kara
I
I kara
U
U kara
Ṛ
Ra repa
Ḷ
La lenga
E
E kara
O
O kara
 
Warga Kanthya
(Konsonan
langit-langit belakang
)
Ka
Ka
Kha
Ka mahaprana
Ga
Ga
Gha
Ga gora
Nga
Nga
Ha
Ha
 
Warga Talawya
(Konsonan langit-langit)
Ca
Ca
Cha
Ca laca
Ja
Ja
Jha
Ja jera
Nya
Nya
Sha
Sa saga
 
Warga Murdhanya
(Konsonan tarik-belakang)
Ṭa
Ta latik
Ḍa
Da madu
Ṇa
Na rambat
Ṣa
Sa sapa
 
Warga Dantya
(Konsonan gigi)
Ta
Ta
Tha
Ta tawa
Da
Da
Dha
Da madu
Na
Na
Sa
Sa danti
 
Warga Osthya
(Konsonan bibir)
Pa
Pa
Pha
Pa kapal
Ba
Ba
Bha
Ba kembang
Ma
Ma
 
Aksara ardhasuara
(Semivokal)
Ya
Ya
Ra
Ra
La
La
Wa
Wa
 
Pangangge (tanda diakritik)
Pangangge suara
(tanda vokalisasi)
a
Pepet
a
Tedung
i
Ulu
ī
Ulu sari
ṛ
Guwung macelek
u
Suku
ū
Suku ilut
e
Taling
ai
Taling detya
Pangangge tengenan
h
Bisah
r
Surang
ng
Cecek
-
Adeg-adeg
 
Pangangge aksara
(tanda semivokalisasi)
y
Nania
w
Suku kembung
r
Guwung
 
Ceciren ring babawosan (tanda baca)
 
,
Carik
.
Carik kalih
.
Pasalinan
:
Pamungkah
"
Idem
‘
Panten
“
Pamada
 

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Fungsi dan penggunaan
  2. Tanda vokalisasi ai
  3. Kombinasi dengan tarung (tedung)
  4. Lihat pula
  5. Referensi

Artikel Terkait

Talang Taling, Gelumbang, Muara Enim

desa di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan

Merdeka 118

pengembang proyek, dan anak perusahaannya. Bangunan ini terletak di Bukit Petaling, di lokasi bekas Taman Merdeka (kemudian diubah menjadi tempat parkir mobil

Kuala Lumpur

ibu kota Malaysia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026