Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pepet (Hanacaraka)

Pepet adalah salah satu tanda vokalisasi dalam aksara Jawa (ꦼ) dan Bali (᭧) yang melambangkan vokal /ə/. Bila dialihaksarakan menjadi huruf Latin, pepet ditulis sebagai huruf E dengan tanda ̆ (breve) di atasnya (ĕ) untuk membedakannya dengan huruf E yang melambangkan vokal depan tertutup (/e/). Namun sering ditemui bahwa pepet dialihaksarakan sebagai E, sedangkan E yang melambangkan vokal depan tertutup ditulis É.

Wikipedia article
Diperbarui 16 Februari 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pepet (Hanacaraka)
Pepet
Aksara JawaAksara Bali
Fonem[ə]
Letak penulisandi atas aksara yang dilekatinya.

Pepet (lambang IPA: ə; dibaca dengan "e" seperti pada "penat") adalah salah satu tanda vokalisasi dalam aksara Jawa (ꦼ) dan Bali (᭧) yang melambangkan vokal /ə/ (vokal madya). Bila dialihaksarakan menjadi huruf Latin, pepet ditulis sebagai huruf E dengan tanda ̆ (breve) di atasnya (ĕ) untuk membedakannya dengan huruf E yang melambangkan vokal depan tertutup (/e/). Namun sering ditemui bahwa pepet dialihaksarakan sebagai E (tanpa diakritik), sedangkan E yang melambangkan vokal depan tertutup ditulis É.[1]

Fungsi dan penggunaan

Dalam aksara Jawa dan Bali, pepet memberi vokal /ə/ pada huruf konsonan yang dilekatinya. Pepet ditulis di atas aksara yang dilekatinya. Pepet boleh ditulis berdampingan dengan simbol layar/surang dan cicak/cecek, dengan syarat bahwa pepet ditulis lebih dahulu, setelah itu diikuti oleh layar/surang atau cicak/cecek.

Baik dalam aksara Jawa maupun Bali, tidak ada aksara tersendiri yang melambangkan vokal /ə/. Vokal /ə/ hanya terdapat dalam tanda (vokalisasi) pepet. Sebagai tanda vokalisasi, pepet tidak dapat ditulis sendiri. Huruf vokal /ə/ yang berdiri sendiri diperoleh dengan mengkombinasikan pepet dengan huruf vokal A atau konsonan Ha.[2][3]

Lihat pula

  • Pepet dalam Alfabet Fonetis Internasional
  • Ra repa
  • La lenga

Catatan kaki

  1. ↑ Lihat dalam wikipedia bahasa Jawa
  2. ↑ Kombinasi antara Ha dan pepet sering ditemui dalam aksara Bali. Bunyi frikatif /h/ sering kali tidak terdengar sehingga hanya /ə/ yang terdengar.
  3. ↑ Simpen, hal. 11.

Referensi

  • Tinggen, I Nengah. 1993. Pedoman Perubahan Ejaan Bahasa Bali dengan Huruf Latin dan Huruf Bali. Singaraja: UD. Rikha.
  • Simpen, I Wayan. Pasang Aksara Bali. Diterbitkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Daerah Tingkat I Bali.


  • l
  • b
  • s
Aksara Jawa
Aksara nglegena (20 aksara dasar)
ꦲ
Ha
ꦤ
Na
ꦕ
Ca
ꦫ
Ra
ꦏ
Ka
ꦢ
Da
ꦠ
Ta
ꦱ
Sa
ꦮ
Wa
ꦭ
La
ꦥ
Pa
ꦝ
Dha
ꦗ
Ja
ꦪ
Ya
ꦚ
Nya
ꦩ
Ma
ꦒ
Ga
ꦧ
Ba
ꦛ
Tha
ꦔ
Nga
8 Aksara murda
ꦟ
Na
ꦑ
Ka
ꦡ
Ta
ꦯ
Sa
ꦦ
Pa
ꦘ
Nya
ꦓ
Ga
ꦨ
Ba
Aksara swara
(5 aksara vokal)
dan 2 Aksara gantèn
ꦄ
A
ꦆ
I
ꦈ
U
ꦌ
E
ꦎ
O
 
ꦊ
Nga lelet
ꦉ
Pa cerek
Angka
꧑
1
꧒
2
꧓
3
꧔
4
꧕
5
꧖
6
꧗
7
꧘
8
꧙
9
꧐
0
 
Aksara tambahan
5 Aksara mahaprana
(arkais)
ꦰ
Sa
ꦞ
Dha
ꦙ
Ja
ꦜ
Tha
ꦣ
Da
 
7 Tidak digunakan
/ dipertentangkan
ꦅ
I Kawi
ꦇ
Ii (aksara Jawa)
ꦐ
Ka Sasak
ꦋ
Nga lelet Raswadi
ꦖ
Ca Murda
ꦘ
Nya Murda
ꦍ
Ai
 
Sandhangan (Tanda diakritik)
6 Sandhangan swara
(pembentuk vokal)
ꦶ
Wulu
ꦼ
Pepet
ꦸ
Suku
ꦺ
Taling
ꦴ
Tarung / raswadi
꦳
Cecak telu
 
4 Sandhangan panyigeg
(penutup suku kata)
ꦃ
Wignyan
ꦁ​
Cecak
ꦂ
Layar
꧀
Pangkon
 
3 Sandhangan wyanjana
(tengah suku kata)
ꦿ
Cakra
ꦽ
Cakra keret
ꦾ
Péngkal
 
5 Vokal pajang
(arkais)
ꦀ
Panyangga -ṃ
ꦷ
Wulu melik / dirga melik
ꦹ
Suku mendut / dirga mendut
ꦻ
Dirga mure
ꦵ
Tolong (aksara Jawa)
 
Pada (simbol)
8 Tanda baca
 
꧊
Adeg
꧋
Adeg-adeg
꧈
Pada lingsa
꧉
Pada lungsi
꧇
Pada pangkat
꧅
Pada luhur
꧄
Pada madya
꧃
Pada andhap
Kombinasi tanda baca
dan aksara
꧋꧐꧋
Pada guru
꧉꧐꧉
Pada pancak
꧅ꦧ꧀ꦕ꧅
Purwa pada
꧅ꦟ꧀ꦢꦿ꧅
Madya pada
꧅ꦆ꧅
Wasana pada
8 Hiasan dan simbol arkais
꧁ ꧂ ꧌ ꧍ ꧆ ꧏ ꧞ ꧟
Rerenggan Pada piseleh Pada windu Pangrangkep Pada tirta tumetes Pada isen-isen
  • l
  • b
  • s
Aksara Bali
Aksara suara
(Vokal)
A
A kara
I
I kara
U
U kara
Ṛ
Ra repa
Ḷ
La lenga
E
E kara
O
O kara
 
Warga Kanthya
(Konsonan
langit-langit belakang
)
Ka
Ka
Kha
Ka mahaprana
Ga
Ga
Gha
Ga gora
Nga
Nga
Ha
Ha
 
Warga Talawya
(Konsonan langit-langit)
Ca
Ca
Cha
Ca laca
Ja
Ja
Jha
Ja jera
Nya
Nya
Sha
Sa saga
 
Warga Murdhanya
(Konsonan tarik-belakang)
Ṭa
Ta latik
Ḍa
Da madu
Ṇa
Na rambat
Ṣa
Sa sapa
 
Warga Dantya
(Konsonan gigi)
Ta
Ta
Tha
Ta tawa
Da
Da
Dha
Da madu
Na
Na
Sa
Sa danti
 
Warga Osthya
(Konsonan bibir)
Pa
Pa
Pha
Pa kapal
Ba
Ba
Bha
Ba kembang
Ma
Ma
 
Aksara ardhasuara
(Semivokal)
Ya
Ya
Ra
Ra
La
La
Wa
Wa
 
Pangangge (tanda diakritik)
Pangangge suara
(tanda vokalisasi)
a
Pepet
a
Tedung
i
Ulu
ī
Ulu sari
ṛ
Guwung macelek
u
Suku
ū
Suku ilut
e
Taling
ai
Taling detya
Pangangge tengenan
h
Bisah
r
Surang
ng
Cecek
-
Adeg-adeg
 
Pangangge aksara
(tanda semivokalisasi)
y
Nania
w
Suku kembung
r
Guwung
 
Ceciren ring babawosan (tanda baca)
 
,
Carik
.
Carik kalih
.
Pasalinan
:
Pamungkah
"
Idem
‘
Panten
“
Pamada
 

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Fungsi dan penggunaan
  2. Lihat pula
  3. Catatan kaki
  4. Referensi

Artikel Terkait

Aksara Jawa

aksara yang digunakan untuk menulis bahasa Jawa dan bahasa sekitarnya

Bahasa Jawa

bahasa Austronesia

Aksara Bali

aksara tradisional orang Bali yang digunakan untuk menuliskan bahasa Bali

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026