Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Wa (aksara Bali)

Wa adalah salah satu aksara ardha swara dalam sistem penulisan aksara Bali yang melambangkan bunyi. Jika Wa dari aksara Bali disalin dengan huruf Latin, maka akan ditulis "wa". Menurut dasar ucapannya, Wa termasuk warga aksara osthya. Menurut aturan sistem penulisan aksara Bali, Wa bukan huruf konsonan, tetapi semivokal.

Wikipedia article
Diperbarui 11 Februari 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Wa (aksara Bali)
Wa
Aksara Bali
Huruf LatinWa
IASTVa/Wa
Fonem[w], [ʋ]
UnicodeU+1B2F
Warga aksaraosthya
Gantungan

Wa adalah salah satu aksara ardha swara (huruf semivokal) dalam sistem penulisan aksara Bali yang melambangkan bunyi /w/. Jika Wa dari aksara Bali disalin dengan huruf Latin, maka akan ditulis "wa". Menurut dasar ucapannya, Wa termasuk warga aksara osthya (konsonan dwibibir (labial)). Menurut aturan sistem penulisan aksara Bali (demikian pula Dewanagari), Wa bukan huruf konsonan, tetapi semivokal (bahasa Sanskerta: antaḥstha).

Fonem

Wa diucapkan seperti huruf "w" pada kata: "bawa" (bahasa Indonesia), widyā (bahasa Sanskerta), wayan (bahasa Bali), wed (bahasa Inggris). Bunyi /w/ tersebut dihasilkan dengan cara mengatupkan bibir atas dengan bibir bawah. Maka dari itu, Wa termasuk warga aksara osthya (konsonan dwibibir).

Penggunaan

Penggunaan aksara Wa sama dengan penggunaan Wa (Dewanagari: व) dalam abjad bahasa Sanskerta. Dalam sistem penulisan dengan aksara Bali, Wa digunakan pada kata-kata yang mengandung bunyi /ʋ/[1] atau /w/, baik dari bahasa Bali, maupun bahasa non-Bali. Selama Wa tidak dibubuhi oleh pangangge suara, maka Wa dibaca "wa" (lafal: /wə/ atau /wa/, tergantung kata).

Menurut kepercayaan umat Hindu di Bali, Wa merupakan salah satu dari Dasa aksara, atau "Sepuluh Aksara Suci". Wa yang ditulis dengan dibubuhi ulu candra merupakan aksara suci bagi Dewa Sangkara.

Lihat pula

  • Suku kembung (gantungan aksara Wa)

Catatan kaki

  1. ↑ Lihat artikel IAST.

Sumber

  • Tinggen, I Nengah. 1993. Pedoman Perubahan Ejaan Bahasa Bali dengan Huruf Latin dan Huruf Bali. Singaraja: UD. Rikha.
  • Surada, I Made. 2007. Kamus Sanskerta-Indonesia. Surabaya: Penerbit Paramitha.
  • l
  • b
  • s
Aksara Bali
Aksara suara
(Vokal)
A
A kara
I
I kara
U
U kara
Ṛ
Ra repa
Ḷ
La lenga
E
E kara
O
O kara
 
Warga Kanthya
(Konsonan
langit-langit belakang
)
Ka
Ka
Kha
Ka mahaprana
Ga
Ga
Gha
Ga gora
Nga
Nga
Ha
Ha
 
Warga Talawya
(Konsonan langit-langit)
Ca
Ca
Cha
Ca laca
Ja
Ja
Jha
Ja jera
Nya
Nya
Sha
Sa saga
 
Warga Murdhanya
(Konsonan tarik-belakang)
Ṭa
Ta latik
Ḍa
Da madu
Ṇa
Na rambat
Ṣa
Sa sapa
 
Warga Dantya
(Konsonan gigi)
Ta
Ta
Tha
Ta tawa
Da
Da
Dha
Da madu
Na
Na
Sa
Sa danti
 
Warga Osthya
(Konsonan bibir)
Pa
Pa
Pha
Pa kapal
Ba
Ba
Bha
Ba kembang
Ma
Ma
 
Aksara ardhasuara
(Semivokal)
Ya
Ya
Ra
Ra
La
La
Wa
Wa
 
Pangangge (tanda diakritik)
Pangangge suara
(tanda vokalisasi)
a
Pepet
a
Tedung
i
Ulu
ī
Ulu sari
ṛ
Guwung macelek
u
Suku
ū
Suku ilut
e
Taling
ai
Taling detya
Pangangge tengenan
h
Bisah
r
Surang
ng
Cecek
-
Adeg-adeg
 
Pangangge aksara
(tanda semivokalisasi)
y
Nania
w
Suku kembung
r
Guwung
 
Ceciren ring babawosan (tanda baca)
 
,
Carik
.
Carik kalih
.
Pasalinan
:
Pamungkah
"
Idem
‘
Panten
“
Pamada
 

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Fonem
  2. Penggunaan
  3. Lihat pula
  4. Catatan kaki
  5. Sumber

Artikel Terkait

Aksara Bali

aksara tradisional orang Bali yang digunakan untuk menuliskan bahasa Bali

Bali

provinsi di Kepulauan Nusa Tenggara, Indonesia

Aksara Jawa

aksara yang digunakan untuk menulis bahasa Jawa dan bahasa sekitarnya

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026