Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Bahasa Pali

Bahasa Pāli (पाळि) adalah sebuah ragam bahasa Prakerta Kuno yang merupakan bagian dari rumpun bahasa Indo-Arya. Bahasa ini paling terkenal dipakai oleh kaum Theravada untuk menulis kumpulan tulisan yang kemudian dikenal dengan nama Kanon Pāli, karena mengandung tiga kelompok tulisan, yaitu kumpulan aturan (Vinaya), ajaran (Sutta) dan ajaran khusus (Abhidhamma). Dalam agama Buddha, Tipitaka kemudian dipandang sebagai kitab Suci. Arti dari tipitaka berdasarkan bahasa Pali adalah tiga kelompok atau tiga keranjang. Kitab ini ditulis di Sri Lanka pada abad pertama sebelum Masehi. Bahasa Pāli ditulis menggunakan aksara Brahmi, Devanagari dan lain sebagainya. Di dalam aksara Latin, sistem ejaannya dicetuskan oleh T. W. Rhys Davids dari Pali Text Society.

bahasa Indo-Arya yang berasal dari anak benua India
Diperbarui 7 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Bahasa Pali
Artikel ini bukan mengenai bahasa Bali.
Bahasa Pāli
ඵලි, Pāḷicode: pi is deprecated
Manuskrip Burma Kammavaca ditulis dalam bahasa Pali dalam aksara 'Burma'
Pengucapan[paːli]
Dituturkan diSubbenua India
WilayahIndia, Sri Lanka, Nepal dan Asia Tenggara
EraAbad ke-5 s.d 1 SM
Sekarang hanya digunakan sebagai bahasa liturgi[1]
Perincian data penutur

Jumlah penutur beserta (jika ada) metode pengambilan, jenis, tanggal, dan tempat.[2]

  • 0 (bahasa ibu)
Rumpun bahasa
  • Indo-Eropa
    • Indo-Iran
      • Indo-Arya
        • Prakerta
          • Magadhi
            • Pāli
Tampilkan klasifikasi manual
  • bahasa manusia
    • Indo-Eropa
      • Indo-Iran
        • Indo-Arya
          • Middle-Modern Indo-Aryan (en) Terjemahkan
            • Middle Indo-Aryan (en) Terjemahkan
              • Bahasa Prakerta Suntingan nilai di Wikidata
                • Pāli
    Tampilkan klasifikasi otomatis
    Sistem penulisan
    Brāhmī, Kharosthi, Khmer, Burma, Thai, Sinhala, lainnya Aksara turunan Brahmi seperti Devanagari dan transliterasi ke Aksara Latin
    Status resmi
    Bahasa resmi di
    India
    Diatur olehDinasti Ajaran Buddha di India[3]
    Kode bahasa
    ISO 639-2[[ISO639-3:{{{iso2}}}|{{{iso2}}}]]
    ISO 639-3pli
    Glottologpali1273[4]
    Linguasfer59-AAF-pb
    IETFpi
    Informasi penggunaan templat
    Status pemertahanan
    Punah

    EXSingkatan dari Extinct (Punah)
    Terancam

    CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
    SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
    DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
    VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
    Aman

    NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
    ICHEL Red Book: Extinct

    Pāli diklasifikasikan sebagai bahasa yang telah punah (EX) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

    C10
    Kategori 10
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa telah punah (Extinct)
    C9
    Kategori 9
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sudah ditinggalkan dan hanya segelintir yang menuturkannya (Dormant)
    C8b
    Kategori 8b
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa hampir punah (Nearly extinct)
    C8a
    Kategori 8a
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sangat sedikit dituturkan dan terancam berat untuk punah (Moribund)
    C7
    Kategori 7
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai mengalami penurunan ataupun penutur mulai berpindah menggunakan bahasa lain (Shifting)
    C6b
    Kategori 6b
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai terancam (Threatened)
    C6a
    Kategori 6a
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa masih cukup banyak dituturkan (Vigorous)
    C5
    Kategori 5
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mengalami pertumbuhan populasi penutur (Developing)
    C4
    Kategori 4
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan dalam institusi pendidikan (Educational)
    C3
    Kategori 3
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan cukup luas (Wider Communication)
    C2
    Kategori 2
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan di berbagai wilayah (Provincial)
    C1
    Kategori 1
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa nasional maupun bahasa resmi dari suatu negara (National)
    C0
    Kategori 0
    Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa merupakan bahasa pengantar internasional ataupun bahasa yang digunakan pada kancah antar bangsa (International)
    10
    9
    8
    7
    6
    5
    4
    3
    2
    1
    0
    EGIDS SIL Ethnologue: C9 Dormant
    Bahasa Pali dikategorikan sebagai C9 Dormant menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini sudah ditinggalkan mayoritas penuturnya dan hanya dituturkan oleh segelintir orang
    Buka versi koordinat status pemertahanan rinci Perlu masuk
    [sunting di Wikidata]
    Referensi: [5][6][7]
    Lokasi penuturan
    ProyekWiki Bahasa | Wikipedia | Kode sumber
     
    Lihat dalam mode terbatas
    Tampilkan peta yang diperbesar
    Tampilkan peta yang diperkecil
    Perkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
    Peta bahasa lain
    Koordinat: 25°24′N 85°6′E / 25.400°N 85.100°E / 25.400; 85.100 Sunting di Wikidata
     Portal Bahasa
    L • B • PW   
    Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
    Cari artikel bahasa
    Cari artikel bahasa
     
    Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
     
    Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
    Artikel bahasa sembarang
    Halaman bahasa acak
    Bagian dari seri tentang
    Buddhisme
    • Istilah
    • Indeks
    • Garis besar
    • Sejarah
    • Penyebaran
    • Garis waktu
    • Sidang Buddhis
    • Jalur Sutra
    • Anak benua India
    Buddhisme awal
    • Prasektarian
    • Aliran awal
      • Mahāsāṁghika
      • Sthaviravāda
    • Kitab awal
      • Nikāya
      • Āgama
    Benua
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Tengah
    • Timur Tengah
    • Dunia Barat
    • Australia
    • Oseania
    • Amerika
    • Eropa
    • Afrika
    Populasi signifikan
    • Tiongkok
    • Thailand
    • Jepang
    • Myanmar
    • Sri Lanka
    • Vietnam
    • Kamboja
    • Korea
    • Taiwan
    • India
    • Malaysia
    • Laos
    • Indonesia
    • Amerika Serikat
    • Singapura
    • Aliran
    • Tradisi
    • Mazhab
    • Konsensus pemersatu
    Arus utama
    • Theravāda
    • Mahāyāna
    • Vajrayāna
    Sinkretis
    • Buddhayana
    • Tridharma
    • Aliran Maitreya
      • Yīguàndào
      • Mílè Dàdào
    • Siwa-Buddha
    • Tripitaka
    • Kitab
    Theravāda
    • Tripitaka Pali
    • Komentar
    • Subkomentar
    • Paritta
    • Sastra Pali
    Mahāyāna–Vajrayāna
    • Sutra Mahāyāna
    • Tripitaka Tionghoa
      • Tripitaka Taishō
    • Tripitaka Tibet
      • Kangyur
      • Tengyur
    • Dhāraṇī
    • Buddha
    • Bodhisatwa
    • Buddha masa ini:
    • Gotama
    • Mukjizat
    • Klan
    • Keluarga
      • Śuddhodana
      • Māyā
      • Pajāpatī Gotamī
      • Yasodharā
      • Rāhula
    • 4 tempat suci utama:
    • Lumbinī
    • Buddhagayā
    • Isipatana
    • Kusinārā
    • Buddha masa lampau:
    • Kassapa
    • Koṇāgamana
    • Kakusandha
    • Vessabhū
    • Sikhī
    • Vipassī
    • dll.
    • Dīpaṅkara
    • Buddha masa depan:
    • Metteyya
    • Bawahan:
    • Dewa
    • Brahma
    Mahāyāna–Vajrayāna
    • Buddha terkenal:
    • Lima Buddha Kebijaksanaan
      • Amitābha
      • Vairocana
      • Akṣobhya
      • Ratnasaṁbhava
      • Amoghasiddhi
    • Padmasaṁbhava
    • Bhaiṣajyaguru
    • Bodhisatwa terkenal:
    • Daftar Bodhisatwa
    • Mañjuśrī
    • Kṣitigarbha
    • Avalokiteśvara
      • Kwan Im
    • Samantabhadra
    • Vajrapāṇi
    • Dhamma
    • Ajaran
    Keyakinan
    • Ketuhanan
    • Hukum Alam
    • Pandangan
    • Kesesatan
    • Kebenaran Mulia
    • Jalan Mulia
    • Perlindungan
    • Pancasila
    • Karma
      • Kehendak
      • Akibat
    • Punarbawa
    • Alam Kehidupan
    • Samsara
    • Māra
    • Pencerahan
    • Nirwana
    • Acinteyya
    Tiga corak
    • Ketidakkekalan
    • Penderitaan
    • Tanpa atma
    Gugusan
    • Rupa
    • Kesadaran
    • Persepsi
    • Perasaan
    • Saṅkhāra
    • Nāmarūpa
    • Unsur
    • Landasan indra
    • Kontak indra
    • Kemunculan Bersebab
    Faktor mental
    • Malu
    • Takut
    • Pengotor batin
    • Noda batin
    • Belenggu
    • Rintangan
    • Kekuatan
    • Hasrat
    • Nafsu (Keserakahan)
    • Kebencian
    • Delusi
      • Ketidaktahuan
    • Kemelekatan
    • Kewawasan
    • Bodhipakkhiyā
    • dll.
    Meditasi
    • Samatha-vipassanā
      • Jhāna
      • Satipaṭṭhāna
      • Sampajañña
      • Kammaṭṭhāna
        • Anussati
          • Maraṇasati
          • Ānāpānasati
        • Paṭikūlamanasikāra
      • Brahmawihara
        • Cinta kasih
        • Belas kasih
        • Simpati
        • Ketenangan / Keseimbangan batin
    • Abhiññā
      • Iddhi
    Bakti
    • Puja
    • Pelimpahan jasa
    • Namaskara
    • Pradaksina
    • Pindapata
    • Ziarah
    Praktik lainnya
    • Kebajikan
    • Paramita
    • Dana
    • Sila
    • Pelepasan
    • Kebijaksanaan
    • Usaha
    • Kesabaran
    • Kebenaran
    • Tekad
    • Astasila
    • Fangseng
    • Sādhu
    • Sangha
    • Parisā
    • Vinaya
    • Pabbajjā
    • Upasampadā
    Jenis penganut
    • Sāvaka
    • Upasaka-upasika
    • Kappiya
    • Pandita
    • Aṭṭhasīlanī
    • Sayalay
    • Samanera-samaneri
    • Biksu
    • Biksuni
    • Kalyāṇamitta
    • Kepala wihara
    • Saṅgharāja
    Murid penting
    • Biksu:
    • Sāriputta
    • Moggallāna
    • Mahākassapa
    • Ānanda
    • 10 murid utama
    • Biksuni:
    • Pajāpatī Gotamī
    • Khemā
    • Uppalavaṇṇā
    • Kisā Gotamī
    • Upasaka:
    • Tapussa dan Bhallika
    • Anāthapiṇḍika
    • Citta
    • Hatthaka
    • Upasika:
    • Sujātā
    • Khujjuttarā
    • Veḷukaṇḍakiyā
    • Visākhā
    4 tingkat kemuliaan
    • Sotapana
    • Sakadagami
    • Anagami
    • Arahat
    Tempat ibadah
    • Wihara
      • Wat
      • Kyaung
    • Dhammasālā
    • Sima
    • Kuti
    • Cetiya
      • Stupa
      • Pagoda
      • Candi
    • Kelenteng
    • Hari raya
    • Peringatan
    • Magha
    • Waisak
    • Asalha
    • Kathina
    • Uposatha
    • Hari Lahir Buddha
    • Hari Bodhi
    • Hari Abhidhamma
    • Ulambana
    • Hari Parinirwana
    • Budaya
    • Masyarakat
    Produk
    • Arsitektur
    • Atomisme
    • Bendera
    • Buddhisme Terjun Aktif
    • Darmacakra
    • Ekonomi
    • Filsafat
    • Helenistik
    • Hidangan
    • Humanisme
    • Kalender
    • Modernisme
    • Musik
    • Navayāna
    • Sarira
      • Relik Buddha
    • Rupang Buddha
    • Seni rupa
    Hubungan dengan …
    • Agama timur
    • Baháʼí
    • Dunia Romawi
    • Filsafat Barat
    • Gnostisisme
    • Hinduisme
    • Jainisme
    • Kekristenan
      • Pengaruh
      • Perbandingan
    • Penindasan
    • Yahudi
    Pandangan tentang …
    • Aborsi
    • Anikonisme
    • Bunuh diri
    • Demokrasi
    • Ilmu pengetahuan
    • Kasta
    • Kecerdasan buatan
    • Kekerasan
    • Masturbasi
    • Orientasi seksual
    • Perempuan
    • Psikologi
    • Seksualitas
    • Sekularisme
    • Sosialisme
    • Teosofi
    • Vegetarianisme
    •  Portal Buddhisme
    • l
    • b
    • s
    Kammavācā Burma abad ke-19 (pengakuan untuk biksu Buddha), ditulis dalam bahasa Pali di atas daun palem berlapis emas.

    Bahasa Pāli (पाळि) adalah sebuah ragam bahasa Prakerta Kuno yang merupakan bagian dari rumpun bahasa Indo-Arya. Bahasa ini paling terkenal dipakai oleh kaum Theravada untuk menulis kumpulan tulisan yang kemudian dikenal dengan nama Kanon Pāli (atau Tipitaka dalam bahasa Pāli dan Tripitaka dalam bahasa Sanskerta), karena mengandung tiga kelompok tulisan, yaitu kumpulan aturan (Vinaya), ajaran (Sutta) dan ajaran khusus (Abhidhamma). Dalam agama Buddha, Tipitaka kemudian dipandang sebagai kitab Suci. Arti dari tipitaka berdasarkan bahasa Pali adalah tiga kelompok atau tiga keranjang. Kitab ini ditulis di Sri Lanka pada abad pertama sebelum Masehi. Bahasa Pāli ditulis menggunakan aksara Brahmi, Devanagari dan lain sebagainya. Di dalam aksara Latin, sistem ejaannya dicetuskan oleh T. W. Rhys Davids dari Pali Text Society.

    Perkembangan bahasa

    Kata Pāli sendiri artinya adalah "baris/garis" atau "teks (kanonik)" dan sekarang digolongkan sebagai bahasa sastra.

    Sementara tidaklah pasti apakah bahasa Pāli pernah digunakan sebagai bahasa sehari-hari; bahasa Pāli sudah sejak lama merupakan bahasa di mana penganut agama Buddha Theravada mengidungkan teks-teks keagamaan mereka. Oleh para pakar dinyatakan bahwa sang Buddha, Siddharta Gautama adalah penutur bahasa Magadhi atau sebuah bahasa Indo-Arya Pertengahan lainnya yang merupakan bahasa rakyat yang bermukim di dekat kota Benares (Varanasi), India Tengah bagian timur laut. Di sanalah sang Buddha bertempat tinggal dan menyebarkan ajarannya. Bahasa Pāli oleh penganut agama Buddha dianggap mirip dengan bahasa Magadhi kuno, atau bahkan kelanjutannya. Tetapi bahasa Magadhi adalah sebuah bahasa India timur, sedangkan bahasa Pāli paling mirip dengan bahasa yang dipakai pada prasasti-prasasti India barat.[8]

    Dewasa ini bahasa Pāli terutama dipelajari untuk bisa mempelajari teks-teks Buddha, dan sering dinyanyikan. Yayasan Pali Text Society, yang ada di Britania Raya, semenjak didirikan pada 1881 merupakan sebuah yayasan yang berandil besar dalam mempromosikan studi bahasa Pāli oleh para ilmuwan Barat. Yayasan ini menerbitkan teks-teks Pali yang telah dialihaksarakan dalam abjad Latin dan sering kali diiringi dengan alihbahasa Inggris.

    Klasifikasi

    Pali adalah bahasa sastra dari keluarga bahasa Prakrit dan pertama kali ditulis di Sri Lanka pada abad pertama SM.[9]

    Pali, sebagai bahasa Indo-Arya Tengah, berbeda dari bahasa Sanskerta, tidak hanya mengenai waktu asalnya tetapi juga dalam hal basis dialek karena sejumlah fitur morfologis dan leksikalnya bukan merupakan kelanjutan langsung dari Sanskrit Ṛeg Weda; ia turunan dari dialek atau sejumlah dialek yang, meskipun punya banyak kesamaan, berbeda dari Ṛeg Weda.[10] Akan tetapi, beberapa cendekiawan seperti AC Woolner percaya bahwa Pali berasal dari Weda Sanskerta, tetapi belum tentu dari Sanskerta Klasik.[11]

    Kosakata

    Kosakata Pāli berakar dari bahasa Sanskerta, namun dengan makna yang sedikit berbeda, disesuaikan dengan ajaran Buddha. Sebagian kosakata Pāli lainnya berakar dari wilayah guna bahasa tersebut (Misalnya, ditambahkan kosakata Bahasa Sinhala pada kosakata Pāli. Sebaliknya, banyak pula kosakata bahasa Sinhala yang berasal dari bahasa Pali).

    Kosakata Pāli sendiri menunjukkan, bahwa Pāli dipergunakan sebagai bahasa liturgi atau untuk pengajaran agama Buddha. Kosakata yang serupa antara bahasa Sanskerta dan bahasa Pali justru menunjukkan perlawananan makna. Misalnya saja, kalangan Buddha tidak meyakini adanya jiwa atau sifat esensial pada suatu benda, sehingga digunakan istilah "dhamma" untuk merefleksikan hal tersebut (dalam bahasa Sanskerta berarti "dharma").

    Falsafah yang dikandung bahasa Sanskerta dan Pāli juga berlawanan dan mencerminkan adanya perbedaan antara pemikiran dalam ajaran Buddha dan Hindu pada masa India Madya. Kosakata Sanskerta dipandang inheren sebagai bagian dari hal-hal atau benda yang mereka jabarkan, sedangkan kosakata bahasa Pali dianggap hanya mempunyai kemiripan konvensional.

    Pali dan Sanskerta

    Pali dan Sanskerta terkait sangat erat, dan karakteristik umum dari Pali dan Sanskerta selalu mudah dikenali oleh orang-orang di India yang akrab dengan keduanya. Terdapat proporsi sangat besar dari Pali dan Sanskerta yang identik dalam bentuk, hanya berbeda dalam infleksi.

    Vowel dan diftong

    • Sanskrit ai dan au, dalam Pali menjadi monoftong e dan o
    contoh: maitrī → mettā; auṣadha → osadha
    • Sanskrit aya and ava, dalam Pali juga sering dikurangi menjadi e dan o
    contoh: dhārayati → dhāreti; avatāra → otāra; bhavati → hoti
    • Sanskrit avi menjadi Pali e (i.e. avi → ai → e)
    contoh: sthavira → thera
    • Sanskrit ṛ, dalam Pali muncul sebagai a, i atau u, sering bergantung pada vowel silabel yang mengikuti. ṛ juga kadang menjadi u setelah konsonan labial.
    contoh: kṛta → kata, tṛṣṇa → taṇha, smṛti → sati, ṛṣi → isi, dṛṣṭi → diṭṭhi, ṛddhi → iddhi, ṛju → uju, spṛṣṭa → phuṭṭha, vṛddha → vuddha
    • Sanskrit vowel panjang, dalam Pali dipendekkan sebelum sebuah dua konsonan yang mengikuti.
    contoh: kṣānti → khanti, rājya → rajja, īśvara → issara, tīrṇa → tiṇṇa, pūrva → pubba

    Konsonan

    Perubahan bunyi
    • Sanskrit sibilan ś, ṣ, dan s cukup menjadi s dalam Pali
    contoh: śaraṇa → saraṇa; doṣa → dosa
    • Sanskrit dengan hentian ḍ dan ḍh menjadi ḷ dan ḷh di antara vowel (sebagaimana dalam Veda)
    contoh: cakravāḍa → cakkavāḷa; virūḍha → virūḷha

    Penulisan

    Raja Ashoka mendirikan sejumlah pilar dengan fatwa dalam setidaknya tiga bahasa Prakrit daerah dalam aksara Brahmi,[12] yang semuanya sangat mirip dengan Pali. Secara historis, catatan tertulis pertama dari Pali kanon diyakini telah disusun di Sri Lanka, berdasarkan tradisi lisan sebelumnya. Sesuai Mahavamsa (babad dari Sri Lanka), karena kelaparan besar di negeri ini biksu-biksu Buddha menuliskan Pali selama masa Raja Vattagamini di 100 SM.

    Di Sri Lanka, teks Pali dicatat dalam naskah Sinhala. Skrip lokal lainnya, yang paling menonjol Khmer, Burma, dan di zaman modern Thai (sejak 1893), naskah Devanagari dan Mon (Negara Mon, Burma) telah digunakan untuk merekam Pali.

    Sejak abad ke-19, Pali juga telah ditulis dalam naskah Romawi. Skema alternatif yang dibuat oleh Frans Velthuis memungkinkan untuk mengetik tanpa diakritik menggunakan metode ASCII biasa, tetapi ini bisa dibilang kurang bisa dibaca daripada sistem standar Rhys Davids yang menggunakan tanda diakritik.

    Urutan alfabet Pali adalah sebagai berikut:

    a ā i ī u ū e o ṃ k kh g gh ṅ c ch j jh ñ ṭ ṭh ḍ ḍh ṇ t th d dh n p ph b bh m y r l ḷ v s h
    ḷh, meski sebuah bunyi tunggal, ditulis dengan ligatur ḷ dan h.

    Kesucian bahasa Pali

    Dalam perkembangan selanjutnya, bahasa Sanskerta dan bahasa lainnya juga dipakai untuk menuliskan ajaran Buddha, selain bahasa Pali. Namun bagi kaum Theravada, bahasa Pali sering dipandang sebagai bahasa liturgis melebihi bahasa Sanskerta, karena Sang Buddha diperkirakan menggunakan bahsa Pali sewaktu menyampaikan ajarannya. Dengan demikian, ajaran tertulis dalam bahasa Pali dianggap berusia lebih tua dan lebih mendekati bentuk asalnya daripada yang ditulis dalam bahasa lainnya.

    Di pihak lain, kitab suci agama Buddha terlengkap yang masih ada sampai kini tertulis dalam bahasa Pali, sedangkan yang dalam bahasa Sanskerta umumnya sudah tidak utuh lagi, walaupun masih ada dalam terjemahan bahasa Mandarin, bahasa Tibet ataupun bahasa Jepang.

    Penyebarluasan bahasa Pali

    Untuk menghadirkan kitab suci agama Buddha yang berbahasa Pali ini ke masyarakat yang lebih luas, Pali Text Society pertama-tama mencoba menyalin tulisan Pali ke huruf Romawi. Lalu, mereka mencoba menerjemahkannya kedalam bahasa Inggris. Organisasi yang didirikan di London, Inggris, oleh Prof. Rhys Davids beserta isterinya ini mulai resmi berjalan pada 1881. Setelah usaha selama lebih dari seratus tahun, saat ini hampir semua Tipitaka berbahasa Pali berhasil diterjemahkan. Usaha ini banyak didukung oleh cendekiawan Buddha dari segala penjuru dunia.

    Upaya penyelamatan bahasa Pali

    Menjadi sebuah kontradiksi saat pemerintah India yang sedang gencar-gencarnya berupaya melestarikan warisan Buddhis dan mempromosikan situs-situs Buddhis di India kepada para wisatawan, namun justru diberitakan bahwa pemerintah India telah mengeluarkan bahasa Pali (bahasa klasik kuno yang menjadi bahasa utama untuk penyebaran Buddhisme) sebagai pokok bahasan tinjauan utama dari Layanan Sipil India (IAS) yang bernaung pada Komisi Pelayanan Publik Nasional (UPSC). Tidak dimasukkannya bahasa Pali dalam subjek tinjauan di IAS yang menangani Badan Usaha Milik Negara (BUMN) India yang di dalamnya antara lain terdapat BUMN sektor pariwisata seperti penerbangan dan perkeretaapian, akan mempersempit dan menghambat perkembangan bahasa Pali sebagai bahasa penting Buddhisme. Hal ini menjadi perhatian dan kritikan dari para umat Buddhis di seluruh dunia yang kemudian mengajukan sebuah petisi untuk menyelamatkan bahasa Pali. Memasukkan bahasa Pali ke dalam tinjauan yang kompetitif ini di IAS merupakan salah satu alasan utama yang akan menarik banyak calon kandidat muda pegawai IAS untuk memilih terlibat dalam studi Buddhis dan bahasa Pali. Tinjauan tersebut merupakan penyelamat utama dalam pelestarian bahasa Pali dan diperhitungkan telah memainkan peranan penting dalam membendung penurunan terhadap pemelajaran Buddhisme di India sebagai tanah airnya. Bahasa Pali merupakan bahasa yang mengemas ajaran Sang Buddha yang tercantum dalam Tipitaka, yang dikategorikan sebagai sebuah harta karun pengetahuan Buddhis dan pembawa penting ajaran Buddhis ke seluruh dunia. Bahasa ini sangat penting khususnya bagi umat Buddhis yang mempraktikkan tradisi Theravada seperti di Thailand, Birma (Myanmar), Sri Lanka, Kamboja, Laos, termasuk sebagian umat Buddhis di negara lain seperti di Indonesia, Malaysia, Vietnam, Nepal, Bangladesh, serta negara Barat. Bahasa Pali juga ditemukan dalam aksara Birma pada Manuskrip Kammavaca dari abad ke-19 M.[13] Dr. Siddharth Singh, dari Departemen bahasa Pali dan Studi Buddhis Universitas Hindu Banaras, Varanasi, India, salah satu pelopor petisi penyelamatan bahasa Pali menyampaikan bahwa keputusan pemerintah India ini tidak logis, tidak bisa dibenarkan, dan mencerminkan ketidaktahuan para birokrat dan pemimpin politik India terhadap warisan negaranya sendiri. Penghapusan bahasa Pali oleh UPSC dan tidak diakuinya sebagai sebuah bahasa klasik India menimbulkan protes keras tidak hanya dari mereka yang berhubungan dengan studi Buddhis dan bahasa Pali, tapi juga dari mereka yang belajar, menghargai, atau berhubungan dengan Indologi dan Buddhisme. Petisi penyelamatan bahasa Pali bertujuan untuk mendesak pemerintah India agar memasukan bahasa Pali sebagai salah satu bahasa klasik India dan menarik keputusan untuk menghilangkan bahasa dan kepustakaan Pali dari Tinjauan Layanan Sipil (IAS) yang dilakukan oleh UPSC. Bahasa Pali merupakan bahasa yang banyak digunakan dalam banyak kitab-kitab awal agama Buddha yang masih ada dan terkumpul dalam Kanon Pāli atau disebut dengan Tipitaka (bedakan dengan Tripitaka). Bahasa ini diyakini sebagai bahasa yang sangat dekat hubungannya dengan bahasa Magadha yang merupakan bahasa yang digunakan oleh Sang Buddha semasa hidup-Nya.[14]

    Beberapa contoh dalam bahasa Pāli dengan terjemahannya

    Manopubbangamā dhammā, manosetthā manomayā;
    Manasā ce padutthena, bhāsati vā karoti vā,
    Tato nam dukkhamanveti, cakkam'va vahato padam.[15]
    Pikiran adalah pelopor,
    Pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk;
    Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat, maka penderitaan akan mengikutinya
    bagaikan roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya.
    Dhammapada 1

    Referensi

    1. ↑ Nagrajji (2003) "Pali language and the Buddhist Canonical Literature". Agama and Tripitaka, vol. 2: Language and Literature.
    2. ↑ Ethnologue (dalam bahasa Inggris) (Edisi 25, 19), Dallas: SIL International, ISSN 1946-9675, OCLC 43349556, OL 20243680W, Wikidata Q14790
    3. ↑ American Oriental Society (1850). Journal of the American Oriental Society. American Oriental Society. hlm. 72. Diakses tanggal 31 May 2020.
    4. ↑ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Pāli". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
    5. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
    6. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
    7. ↑ "Bahasa Pali". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
    8. ↑ Hirakawa, Akira. Groner, Paul. 'A History of Indian Buddhism: From Śākyamuni to Early Mahāyāna. 2007. hal. 119
    9. ↑ Students' Britannica India
    10. ↑ Oberlies, Thomas. Pāli: A Grammar of the Language of the Theravāda Tipiṭaka, Walter de Gruyter, 2001.
    11. ↑ "If in "Sanskrit" we include the Vedic language and all dialects of the Old Indian period, then it is true to say that all the Prakrits are derived from Sanskrit. If on the other hand " Sanskrit " is used more strictly of the Panini-Patanjali language or "Classical Sanskrit," then it is untrue to say that any Prakrit is derived from Sanskrit, except that S'auraseni, the Midland Prakrit, is derived from the Old Indian dialect." Introduction to Prakrit, oleh Alfred C Woolner. Baptist Mission Press. 1917.
    12. ↑ Inscriptions of Asoka oleh Alexander Cunningham, Eugen Hultzsch. Kalkuta: Office of the Superintendent of Government Printing. Kalkuta: 1877.
    13. ↑ Schøyen Collection
    14. ↑ Bhagavant (2013-06-14). "Petisi Untuk Selamatkan Bahasa Pali di India | Berita Buddhis". Berita Bhagavant.
    15. ↑ accesstoinsight diakses 22 April 2014

    Pranala luar

    • Pali Text Society Diarsipkan 2004-10-20 di Wayback Machine.
    • Pali Kanon lengkap dalam bahasa Pali dan Burma (romanisasi), banyak pula dalam terjemahan bahasa Inggris
    • Kumpulan Pali Kanon Pilihan Diarsipkan 2003-06-01 di Wayback Machine.
    • Pali Text Society Pali-English Dictionary Online oleh University of Chicago
    • "Pali Primer" oleh Lily De Silva Diarsipkan 2004-10-20 di Wayback Machine. (butuh penginstalan font-font khusus)
    • Free/Public-Domain Elementary Pali Course format PDF
    • Free/Public-Domain Pali Course format html
    • Free/Public-Domain Pali Grammar (format PDF)
    • Free/Public-Domain Pali Buddhist Dictionary Diarsipkan 2012-10-08 di Wayback Machine. (format PDF)
    • Yahoo Discussion Group of Pali
    • l
    • b
    • s
    Rumpun bahasa Indo-Arya Kuno dan Pertengahan
    Purba
    • Proto-Indo-Arya
    Kuno
    • Sanskerta
      • Weda
      • Klasik
    • Indo-Arya Mittani
    Pertengahan
    Awal
    • Prakerta Asoka
    • Pali
    • Ardhamagadhi Awal
    Pertengahan (Prakerta)
    • Sanskerta Buddha
    • Prakerta Drama
      • Ardhamagadhi
      • Magadhi
      • Maharashtri
      • Shauraseni
    • Gāndhārī
    • Paisaci
    Akhir (Apabhramsa)
    • Abahattha
    • Apabhramsa
    • Elu
    • Kamarupi
    Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
    Internasional
    • GND
    • FAST
    Nasional
    • Amerika Serikat
    • Prancis
    • Data BnF
    • Jepang
    • Republik Ceko
    • Swedia
    • Israel
    Lain-lain
    • Yale LUX

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Perkembangan bahasa
    2. Klasifikasi
    3. Kosakata
    4. Pali dan Sanskerta
    5. Penulisan
    6. Kesucian bahasa Pali
    7. Penyebarluasan bahasa Pali
    8. Upaya penyelamatan bahasa Pali
    9. Beberapa contoh dalam bahasa Pāli dengan terjemahannya
    10. Referensi
    11. Pranala luar

    Artikel Terkait

    Orang-orang Indo-Arya

    suku bangsa

    India

    negara di Asia Selatan

    Bahasa Sanskerta

    bahasa Indo-Arya kuno di Asia Selatan

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026