Wat umumnya merujuk pada jenis tempat ibadah agama Buddha dan Hindu di Kamboja, Laos, Negara Bagian Shan Selatan (Myanmar), Yunnan (Tiongkok), Provinsi Selatan dari Sri Lanka, dan Thailand.
Dalam bahasa sehari-hari di Thailand, sebuah "wat" adalah tempat ibadah apa pun kecuali masjid atau sinagoge. Selain untuk tempat ibadah agama Buddha, istilah wat juga digunakan untuk merujuk pada "tempat ibadah Tionghoa" (วัดจีนcode: th is deprecated , wat chin) seperti kelenteng, "tempat ibadah India" (วัดแขกcode: th is deprecated , wat khaek) seperti kuil Hindu, "tempat ibadah Sikh" (Thai: วัดซิกข์code: th is deprecated , wat sik) seperti gurdwara, dan "tempat ibadah farang" (วัดฝรั่งcode: th is deprecated ; wat farang) seperti gereja Kristen.[note 2][note 3]
Etimologi
Kata wat dipinjam dari bahasa Sanskertavāṭa (Dewanagari: वाट), yang berarti "kawasan tertutup" atau "pekarangan".[1][2] Istilah ini memiliki makna yang bervariasi di setiap wilayah, terkadang merujuk pada jenis tempat ibadah besar atau yang diakui pemerintah tertentu, dan di lain waktu merujuk pada tempat ibadah agama Buddha atau Hindu mana pun. Dalam bahasa lokal dikenal sebagai — Khmer: វត្តcode: km is deprecated , vôtt[ʋɔət]; Lao: ວັດcode: lo is deprecated , vatcode: lo is deprecated [wāt]; Thai: วัดcode: th is deprecated , RTGS: wat[wát]; Tai Lü: 「ᩅᨯ᩠ᨰ」(waD+Dha)code: khb is deprecated ; Northern Thai: 「ᩅ᩠ᨯ᩶」(w+Da2)code: nod is deprecated , [wa̋t]; Tamil: வாட்code: ta is deprecated , vāṭ.
Gereja Kalawar, sebuah gereja Katolik di Bangkok, juga sering disebut Wat Kalawar
Penggunaan istilah wat di Thailand untuk konteks selain tempat ibadah buddhis
Dalam agama Buddha di Thailand, sebuah wat adalah kawasan suci buddhis yang di dalamnya terdapat vihara (sebuah tempat ibadah), bangunan yang menyimpan patung Buddha besar, dan fasilitas untuk pembelajaran. Sebuah situs tanpa minimal tiga biku yang menetap tidak dapat secara tepat disebut sebagai wat meskipun istilah ini sering digunakan secara lebih longgar, bahkan untuk reruntuhan tempat ibadah kuno. Sebagai kata kerja transitif atau intransitif, wat berarti "mengukur, mengambil ukuran."[note 4]
Di Kamboja, sebuah wat adalah tempat ibadah apa pun. "Wat" umumnya merujuk pada tempat ibadah buddhis, tetapi istilah tepatnya adalah vôtt pŭtthsasnéa (វត្តពុទ្ធសាសនាcode: km is deprecated ) yang berarti "pagoda buddhis". "Angkor Wat" (អង្គរវត្តcode: km is deprecated ângkôr vôtt) berarti 'kota tempat-tempat ibadah'.
Dalam bahasa sehari-hari di Thailand, sebuah "wat" adalah tempat ibadah apa pun kecuali masjid (Thai: สุเหร่าcode: th is deprecated ; RTGS: surao; atau Thai: มัสยิดcode: th is deprecated ; RTGS: matsayit) atau sinagoge (Thai: โบสถ์ยิวcode: th is deprecated ; RTGS: bot yio). Dengan demikian, sebuah wat chin (วัดจีนcode: th is deprecated ; terj. har.'tempat ibadah Tionghoa') atau san chao (ศาลเจ้าcode: th is deprecated ; terj. har.'tempat pemujaan') adalah klenteng (baik untuk Buddhisme Tionghoa maupun Taoisme), wat khaek (วัดแขกcode: th is deprecated ; terj. har.'tempat ibadah India') atau thewasathan (เทวสถานcode: th is deprecated ; dari Sanskerta: devasathāncode: sa is deprecated ) adalah kuil Hindu, wat sik (Thai: วัดซิกข์code: th is deprecated ; terj. har.'tempat ibadah Sikh') adalah sebuah gurdwara, dan bot khrit (โบสถ์คริสต์code: th is deprecated ) atau wat farang (วัดฝรั่งcode: th is deprecated ; terj. har.'tempat ibadah farang') adalah gereja Kristen, meskipun bahasa Thai โบสถ์code: th is deprecated (RTGS: bot) dapat digunakan secara deskriptif seperti halnya pada masjid.
Menurut hukum Thailand, ada dua jenis tempat ibadah buddhis Thailand:
Wat (วัด; wat) adalah tempat ibadah yang telah disahkan oleh negara dan telah diberikan visungkhamsima (วิสุงคามสีมา), atau batasan tanah untuk mendirikan sima (bangunan uposatha untuk penahbisan sangha), oleh raja. Tempat-tempat ibadah ini dibagi menjadi:[3]
Tempat ibadah kerajaan (Thai: พระอารามหลวงcode: th is deprecated ; RTGS: phra aram luang): didirikan atau disponsori oleh raja atau anggota keluarganya.
Tempat ibadah swasta atau privat (Thai: วัดราษฎร์code: th is deprecated ; RTGS: wat rat): didirikan oleh warga sipil. Terlepas dari istilah "privat", tempat ibadah privat ini terbuka untuk publik dan merupakan situs kegiatan keagamaan publik.
Samnak song (Thai: สำนักสงฆ์code: th is deprecated ): adalah tempat ibadah atau biara tanpa pengesahan negara dan visungkhamsima. Misalnya, Wat Tham Krabok di Phra Phutthabat didirikan sebagai samnak song pada tahun 1975 dan diberikan status wat pada tahun 2012.[4]
Sebuah wat buddhis yang khas terdiri dari bangunan-bangunan berikut:
Menara lonceng (Khmer: ប៉មជួងcode: km is deprecated , pâm chuŏngcode: km is deprecated [pɑːmcuəŋ]; Lao: ຫໍລະຄັງcode: lo is deprecated ; Thai: หอระฆังcode: th is deprecated )
Sima atau bangunan uposatha; disebut bot (Thai: โบสถ์code: th is deprecated ), ubosot (Lao: ອຸໂປສົດcode: lo is deprecated ; Thai: อุโบสถcode: th is deprecated ; dari Paliuposatha), atau sim (Lao: ສິມcode: lo is deprecated ): ruang ibadah paling suci, juga disebut "aula penahbisan" karena di sinilah biku-biku baru mengucapkan sumpah selibat mereka. Secara arsitektur, bangunan ini mirip dengan vihara. Perbedaan utamanya adalah delapan batu penjuru yang ditempatkan di sekitar bot sebagai simbol penangkalan kejahatan. Bot biasanya lebih dihiasi daripada wihan. Di Kamboja saat ini, jenis bangunan ini dianggap sebagai vihear; sebelumnya disebut ubaosathakea atau rorng ubaosoth (Khmer: ឧបោសថាគារ ឬ រោងឧបោសថcode: km is deprecated ).
Cetiya atau stupa (Thai: สถูปcode: th is deprecated ), disebut chedei (Khmer: ចេតិយcode: km is deprecated ) atau chedi (Thai: เจดีย์code: th is deprecated ; Lao: ເຈດີcode: lo is deprecated ). Istilah ini diturunkan dari istilah Sanskertachaitya. Di Laos, juga dikenal sebagai that (Lao: ທາດcode: lo is deprecated ). Biasanya bangunan berbentuk kerucut atau lonceng, tetapi banyak stupa Kamboja dibangun dengan gaya bangunan tempat ibadah utuh. Bangunan ini sering kali menyimpan relikui Buddha. Guci yang berisi abu jenazah yang dikremasi juga disimpan di bagunan semacam ini. Bangunan ini juga berfungsi sebagai tugu peringatan bagi para mendiang yang disemayamkan tersebut.
Chantakhara (Thai: ชันตาฆรcode: th is deprecated ): sebuah ruangan tempat api dan air disimpan.
Menara drum (Khmer: រោងស្គរcode: km is deprecated ; Lao: ຫໍກອງcode: lo is deprecated ; Thai: หอกลองcode: th is deprecated )
Hong song nam (Thai: ห้องสรงน้ำcode: th is deprecated ): toilet.
Ho trai (Khmer: ហោត្រ័យcode: km is deprecated ; Lao: ຫໍໄຕcode: lo is deprecated ; Thai: หอไตรcode: th is deprecated ): perpustakaan tempat kitab-kitab buddhis disimpan.
Kappapiya Kudi (Thai: กัปปิยกุฎีcode: th is deprecated ): ruang serbaguna dan penyimpanan.
Kuti (berisi kamar tidur), dikenal sebagai kod (Khmer: កុដិcode: km is deprecated ), kut, kutti, kuti, atau kati (Lao: ກຸຕິ, ກະຕິcode: lo is deprecated ; Thai: กุฏิcode: th is deprecated ): tempat tinggal para biku yang terpisah dari bangunan suci.
Mondop (Khmer: មណ្ឌបcode: km is deprecated ; Thai: มณฑปcode: th is deprecated ; dari Sanskerta: mandapa): biasanya merupakan bangunan persegi terbuka dengan empat lengkungan dan atap piramida, digunakan untuk memuja kitab-kitab atau benda keagamaan.
Kolam air (Khmer: ស្រះcode: km is deprecated - srah; Lao: ສະນ້ໍາcode: lo is deprecated sa nam; Thai: สระน้ำcode: th is deprecated sa nam): berbentuk persegi panjang dan terkadang dihiasi dengan bunga teratai, bunga lambang agama Buddha. Selain itu, beberapa wat menggambarkan figur Buddha Gotama yang sedang dinaungi oleh naga berkepala tujuh, yang bernama Mucalinda (Khmer: មុជ្ជលិន្ទcode: km is deprecated ), di tengah-tengah kolam. Kolam semacam itu biasanya disebut Kolam Mucalinda.
Aula atau balai, dikenal sebagai sala (Khmer: សាលាcode: km is deprecated ; Lao: ສາລາcode: lo is deprecated ; Thai: ศาลาcode: th is deprecated ; dari kata Sanskerta शालाcode: sa is deprecated (IAST: śālā), seasal dengan Hindi शाल, yang berarti aula, ruang besar, atau bangsal.[5] Sebuah paviliun untuk bersantai dan berbagai aktivitas. Di Kamboja, sala juga berfungsi sebagai pusat pendidikan buddhis di dalam sebuah wat, tetapi tidak setiap wat memilikinya. Sala dapat ditemukan di luar wat itu sendiri.
Oupadthan sala, sala bonn (Khmer: ឧបដ្ឋានសាលា ឬ សាលាបុណ្យcode: km is deprecated ), atau sala wat (Thai: ศาลาวัดcode: th is deprecated ): aula bagi orang-orang berkumpul bersama untuk memberikan sumbangan atau untuk upacara.
Sala baley atau sala putthikakseksa (Khmer: សាលាបាលី ឬ សាលាពុទ្ធិកសិក្សាcode: km is deprecated ): secara harfiah berarti 'sekolah Pali' atau 'sekolah pendidikan buddhis', adalah tempat untuk mengajarkan Dhamma buddhis dan mata pelajaran lain dalam bahasa Pali (di Kamboja, mungkin juga dalam bahasa Khmer). Sala baley dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu sekolah dasar buddhis (Khmer: ពុទ្ធិកបឋមសិក្សាcode: km is deprecated putthikakpathamaseksa); sekolah menengah buddhis (Khmer: ពុទ្ធិកវិទ្យាល័យcode: km is deprecated - putthikakvityealay); dan universitas buddhis (Khmer: ពុទ្ធិកសកលវិទ្យាល័យcode: km is deprecated putthikaksakalvityealay). Selain pengajaran ajaran agama Buddha, universitas buddhis mencakup mata pelajaran seperti filsafat, sains, teknologi informasi, bahasa Sanskerta, dan bahasa asing lainnya. Sekolah-sekolah ini dapat dibangun di luar wat dan masyarakat umum juga diizinkan untuk belajar di sana.
Sala chhann (Khmer: សាលាឆាន់code: km is deprecated ), sala bat (Thai: ศาลาบาตรcode: th is deprecated ), atau ho chan (Thai: หอฉันcode: th is deprecated ): area makan untuk para biku.
Sala chhatean (Khmer: សាលាឆទានcode: km is deprecated ), sala klang yan (Thai: ศาลากลางย่านcode: th is deprecated ), atau sala rong tham (Lao: ສາລາໂຮງທໍາcode: lo is deprecated ; Thai: ศาลาโรงธรรมcode: th is deprecated ): biasanya lebih kecil dari aula lain dan dapat dibangun di luar wat, terutama di sepanjang jalan atau bahkan di pusat desa. Digunakan untuk merayakan acara buddhis serta untuk bersantap dan relaksasi.
Sala kan parian (Thai: ศาลาการเปรียญcode: th is deprecated ) atau ho chaek (Lao: ຫໍແຈກcode: lo is deprecated ; Thai: หอแจกcode: th is deprecated ): aula belajar.
Sala song (Thai: ศาลาสรงcode: th is deprecated ): ruangan tempat biku menerima berkah air suci.
Sala thormmasaphear, thormmasala (Khmer: សាលាធម្មសភា ឬ ធម្មសាលាcode: km is deprecated ), atau sala fang tham (Thai: ศาลาฟังธรรมcode: th is deprecated ): paviliun majelis Dhamma, tetapi beberapa orang menganggap aula ini sebagai sala bonn.
Sala tha nam (Thai: ศาลาท่าน้ำcode: th is deprecated ): paviliun dermaga.
Vihara, disebut sebagai vihear (Khmer: វិហារcode: km is deprecated ) atau wihan (Lao: ວິຫານcode: lo is deprecated ; Thai: วิหารcode: th is deprecated ) dari bahasa Sanskerta dan Pali vihāra: ruang pertemuan dan pembacaan paritta.
Wachak kod (Khmer: វច្ចកុដិcode: km is deprecated ), watcha kudi (Thai: วัจจกุฎีcode: th is deprecated ), atau than (Lao: ຖານcode: lo is deprecated ; Thai: ถานcode: th is deprecated ): toilet.
Hampir semua tempat ibadah buddhis di Kamboja dibangun dengan gaya arsitektur Khmer. Sebagian besar tempat ibadah dihiasi dengan menara berduri (Khmer: បុស្បុកcode: km is deprecated , bosbok) (beberapa tempat ibadah memiliki tiga atau lima menara berduri; beberapa tidak memiliki sama sekali) di atap bersama dengan pedimen, kepala naga, dan chovear (Khmer: ជហ្វាcode: km is deprecated ) (potongan punggungan dekoratif yang ditempatkan di setiap tepi paling atas atap, tepat di atas ujung setiap pedimen). Di bawah tepi atap dan di bagian atas kolom eksternal, figur garuda atau kinari digambarkan menopang atap. Terdapat sepasang singa penjaga dan satu kepala atau beberapa (tiga, lima, tujuh, atau sembilan). Patung naga berada di samping setiap pintu masuk tempat ibadah. Di dalam tempat ibadah utama (vihara) dan aula serbaguna (aula makan), lukisan mural menggambarkan kehidupan Buddha Gotama dan kehidupan-kehidupan lampaunya.
Atap-atap tempat ibadah Thailand sering dihiasi dengan chofa.
Pada akhir tahun 2017, terdapat 4.872 wat dengan 69.199 biku yang mendukung agama Buddha di Kamboja.[6] Pada tahun 2019, digambarkan bahwa 97,1 persen populasi Kamboja adalah penganut agama Buddha,[7] menjadikan Kamboja sebagai salah satu negara buddhis paling dominan di dunia.
Hingga 2016[update], Thailand memiliki 39.883 wat. Tiga ratus sepuluh di antaranya adalah wat kerajaan, sisanya adalah swasta (publik). Angka tersebut mencakup 298.580 biku Thailand, 264.442 dari ordo Mahā Nikāya dan 34.138 dari ordo Dhammayuttika Nikāya; juga 59.587 samanera.[9]
↑Istilah "tempat ibadah" alih-alih "kuil" digunakan untuk menerjemahkan temple (bahasa Inggris) di sini. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan "kuil" sebagai "bangunan tempat memuja (menyembah) dewa," yang tidak sepenuhnya paralel secara semantik dengan wat.
↑Dalam konteks Buddhisme di Indonesia, padanan bahasa Indonesia yang setara dengan wat mungkin adalah arama, yakni "rumah ibadah umat Buddha yang lebih besar daripada wihara, memiliki beberapa sarana dan prasarana yang lengkap," dengan wihara sebagai salah satu bangunan dalam kompleks arama, meskipun semua jenis tempat ibadah buddhis di Indonesia juga umum disamaratakan dengan sebutan wihara dalam bahasa sehari-hari.
↑Bandingkan dengan templum, dari mana asal kata temple, yang memiliki akar kata yang sama dengan template.
↑Baird, Ian G. (2013). The monks and the Hmong: The special relationship between the Chao Fa and the Tham Krabok Buddhist Temple in Saraburi Province, Thailand. In Vladimir Tikhonov and Torkel Brekke (eds.), Violent Buddhism – Buddhism and Militarism in Asia in the Twentieth Century. London: Routledge. hlm.120–151.
↑"sala". Spoken Sanskrit Dictionary. Diakses tanggal 11 Juni 2012.
↑26th annual Buddhist monk summit of Cambodia in Chaktomuk conference hall, Phnom Penh, Desember 2017.