Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Astasila

Astasila merupakan salah satu dari ajaran dasar moral Buddhisme yang diajarkan oleh Sang Buddha kepada para pengikutnya. Secara etimologi, kata "astasila" sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Pali dan bahasa Sanskerta, yaitu aṭṭhaṅga (Pali) atau aṣṭāṅga (Sanskerta) yang berarti asta atau delapan dan sīla (Pali) atau śīla (Sanskerta) yang berarti sila atau moralitas. Dengan demikian, gabungan kedua kata ini dapat dimaknai sebagai Astasila atau Delapan Moralitas. Astasila atau delapan nilai moral ini biasanya dijalankan oleh umat awam pada hari-hari perenungan dalam agama Buddha yaitu hari uposatha. Dalam sabda Sang Buddha, dinyatakan bahwa menjalani Astasila merupakan suatu cara yang bijaksana untuk membersihkan pemikiran yang kotor. Selain itu, pelaksanaan Astasila pun bertujuan untuk mengenalkan bagaimana kehidupan di dalam biara kepada umat awam.

Wikipedia article
Diperbarui 15 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Untuk gelar perempuan monastik Theravāda di Indonesia, lihat Aṭṭhasīlanī.
Bagian dari seri tentang
Puasa
Enam agama utama
  • Buddha
  • Hindu
  • Islam
  • Katolik
  • Konghucu
  • Protestan
Agama lainnya
  • Yahudi
Lainnya
  • Puasa intermiten
  • l
  • b
  • s
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
  • Istilah
  • Indeks
  • Garis besar
  • Sejarah
  • Penyebaran
  • Garis waktu
  • Sidang Buddhis
  • Jalur Sutra
  • Anak benua India
Buddhisme awal
  • Prasektarian
  • Aliran awal
    • Mahāsāṁghika
    • Sthaviravāda
  • Kitab awal
    • Nikāya
    • Āgama
Benua
  • Asia Tenggara
  • Asia Timur
  • Asia Tengah
  • Timur Tengah
  • Dunia Barat
  • Australia
  • Oseania
  • Amerika
  • Eropa
  • Afrika
Populasi signifikan
  • Tiongkok
  • Thailand
  • Jepang
  • Myanmar
  • Sri Lanka
  • Vietnam
  • Kamboja
  • Korea
  • Taiwan
  • India
  • Malaysia
  • Laos
  • Indonesia
  • Amerika Serikat
  • Singapura
  • Aliran
  • Tradisi
  • Mazhab
  • Konsensus pemersatu
Arus utama
  • Theravāda
  • Mahāyāna
  • Vajrayāna
Sinkretis
  • Buddhayana
  • Tridharma
  • Aliran Maitreya
    • Yīguàndào
    • Mílè Dàdào
  • Siwa-Buddha
  • Tripitaka
  • Kitab
Theravāda
  • Tripitaka Pali
  • Komentar
  • Subkomentar
  • Paritta
  • Sastra Pali
Mahāyāna–Vajrayāna
  • Sutra Mahāyāna
  • Tripitaka Tionghoa
    • Tripitaka Taishō
  • Tripitaka Tibet
    • Kangyur
    • Tengyur
  • Dhāraṇī
  • Buddha
  • Bodhisatwa
  • Buddha masa ini:
  • Gotama
  • Mukjizat
  • Klan
  • Keluarga
    • Śuddhodana
    • Māyā
    • Pajāpatī Gotamī
    • Yasodharā
    • Rāhula
  • 4 tempat suci utama:
  • Lumbinī
  • Buddhagayā
  • Isipatana
  • Kusinārā
  • Buddha masa lampau:
  • Kassapa
  • Koṇāgamana
  • Kakusandha
  • Vessabhū
  • Sikhī
  • Vipassī
  • dll.
  • Dīpaṅkara
  • Buddha masa depan:
  • Metteyya
  • Bawahan:
  • Dewa
  • Brahma
Mahāyāna–Vajrayāna
  • Buddha terkenal:
  • Lima Buddha Kebijaksanaan
    • Amitābha
    • Vairocana
    • Akṣobhya
    • Ratnasaṁbhava
    • Amoghasiddhi
  • Padmasaṁbhava
  • Bhaiṣajyaguru
  • Bodhisatwa terkenal:
  • Daftar Bodhisatwa
  • Mañjuśrī
  • Kṣitigarbha
  • Avalokiteśvara
    • Kwan Im
  • Samantabhadra
  • Vajrapāṇi
  • Dhamma
  • Ajaran
Keyakinan
  • Ketuhanan
  • Hukum Alam
  • Pandangan
  • Kesesatan
  • Kebenaran Mulia
  • Jalan Mulia
  • Perlindungan
  • Pancasila
  • Karma
    • Kehendak
    • Akibat
  • Punarbawa
  • Alam Kehidupan
  • Samsara
  • Māra
  • Pencerahan
  • Nirwana
  • Acinteyya
Tiga corak
  • Ketidakkekalan
  • Penderitaan
  • Tanpa atma
Gugusan
  • Rupa
  • Kesadaran
  • Persepsi
  • Perasaan
  • Saṅkhāra
  • Nāmarūpa
  • Unsur
  • Landasan indra
  • Kontak indra
  • Kemunculan Bersebab
Faktor mental
  • Malu
  • Takut
  • Pengotor batin
  • Noda batin
  • Belenggu
  • Rintangan
  • Kekuatan
  • Hasrat
  • Nafsu (Keserakahan)
  • Kebencian
  • Delusi
    • Ketidaktahuan
  • Kemelekatan
  • Kewawasan
  • Bodhipakkhiyā
  • dll.
Meditasi
  • Samatha-vipassanā
    • Jhāna
    • Satipaṭṭhāna
    • Sampajañña
    • Kammaṭṭhāna
      • Anussati
        • Maraṇasati
        • Ānāpānasati
      • Paṭikūlamanasikāra
    • Brahmawihara
      • Cinta kasih
      • Belas kasih
      • Simpati
      • Ketenangan / Keseimbangan batin
  • Abhiññā
    • Iddhi
Bakti
  • Puja
  • Pelimpahan jasa
  • Namaskara
  • Pradaksina
  • Pindapata
  • Ziarah
Praktik lainnya
  • Kebajikan
  • Paramita
  • Dana
  • Sila
  • Pelepasan
  • Kebijaksanaan
  • Usaha
  • Kesabaran
  • Kebenaran
  • Tekad
  • Astasila
  • Fangseng
  • Sādhu
  • Sangha
  • Parisā
  • Vinaya
  • Pabbajjā
  • Upasampadā
Jenis penganut
  • Sāvaka
  • Upasaka-upasika
  • Kappiya
  • Pandita
  • Aṭṭhasīlanī
  • Sayalay
  • Samanera-samaneri
  • Biksu
  • Biksuni
  • Kalyāṇamitta
  • Kepala wihara
  • Saṅgharāja
Murid penting
  • Biksu:
  • Sāriputta
  • Moggallāna
  • Mahākassapa
  • Ānanda
  • 10 murid utama
  • Biksuni:
  • Pajāpatī Gotamī
  • Khemā
  • Uppalavaṇṇā
  • Kisā Gotamī
  • Upasaka:
  • Tapussa dan Bhallika
  • Anāthapiṇḍika
  • Citta
  • Hatthaka
  • Upasika:
  • Sujātā
  • Khujjuttarā
  • Veḷukaṇḍakiyā
  • Visākhā
4 tingkat kemuliaan
  • Sotapana
  • Sakadagami
  • Anagami
  • Arahat
Tempat ibadah
  • Wihara
    • Wat
    • Kyaung
  • Dhammasālā
  • Sima
  • Kuti
  • Cetiya
    • Stupa
    • Pagoda
    • Candi
  • Kelenteng
  • Hari raya
  • Peringatan
  • Magha
  • Waisak
  • Asalha
  • Kathina
  • Uposatha
  • Hari Lahir Buddha
  • Hari Bodhi
  • Hari Abhidhamma
  • Ulambana
  • Hari Parinirwana
  • Budaya
  • Masyarakat
Produk
  • Arsitektur
  • Atomisme
  • Bendera
  • Buddhisme Terjun Aktif
  • Darmacakra
  • Ekonomi
  • Filsafat
  • Helenistik
  • Hidangan
  • Humanisme
  • Kalender
  • Modernisme
  • Musik
  • Navayāna
  • Sarira
    • Relik Buddha
  • Rupang Buddha
  • Seni rupa
Hubungan dengan …
  • Agama timur
  • Baháʼí
  • Dunia Romawi
  • Filsafat Barat
  • Gnostisisme
  • Hinduisme
  • Jainisme
  • Kekristenan
    • Pengaruh
    • Perbandingan
  • Penindasan
  • Yahudi
Pandangan tentang …
  • Aborsi
  • Anikonisme
  • Bunuh diri
  • Demokrasi
  • Ilmu pengetahuan
  • Kasta
  • Kecerdasan buatan
  • Kekerasan
  • Masturbasi
  • Orientasi seksual
  • Perempuan
  • Psikologi
  • Seksualitas
  • Sekularisme
  • Sosialisme
  • Teosofi
  • Vegetarianisme
  •  Portal Buddhisme
  • l
  • b
  • s

Astasila (Pali: aṭṭhasīla, aṭṭhaṅgasīla; Sanskerta: aṣṭāsīla, aṣṭāśīla, atau aṣṭāṅgaśīla) merupakan salah satu dari ajaran dasar moral Buddhisme yang diajarkan oleh Sang Buddha kepada para pengikutnya. Secara etimologi, kata "astasila" sendiri berasal dari dua kata dalam bahasa Pali dan bahasa Sanskerta, yaitu aṭṭhaṅga (Pali) atau aṣṭāṅga (Sanskerta) yang berarti asta atau delapan dan sīla (Pali) atau śīla (Sanskerta) yang berarti sila atau moralitas. Dengan demikian, gabungan kedua kata ini dapat dimaknai sebagai Astasila atau Delapan Moralitas. Astasila atau delapan nilai moral ini biasanya dijalankan oleh umat awam pada hari-hari perenungan dalam agama Buddha yaitu hari uposatha. Dalam sabda Sang Buddha, dinyatakan bahwa menjalani Astasila merupakan suatu cara yang bijaksana untuk membersihkan pemikiran yang kotor. Selain itu, pelaksanaan Astasila pun bertujuan untuk mengenalkan bagaimana kehidupan di dalam biara kepada umat awam.

Penjelasan mengenai Astasila dapat dijumpai dalam Dhammika Sutta yang merupakan salah satu bagian dari Sutta Nipāta.[1]

Theravāda

Syair kitab suci

Berikut merupakan isi dari Astasila dalam bahasa Pali:[2]

  1. Pāṇātipātā veramaṇī sikkhā-padaṁ samādiyāmi.
  2. Adinnādānā veramaṇī sikkhā-padaṁ samādiyāmi.
  3. Abrahma-cariyā veramaṇī sikkhā-padaṁ samādiyāmi.
  4. Musāvādā veramaṇī sikkhā-padaṁ samādiyāmi.
  5. Surā-meraya-majja-pamādaṭṭhānā veramaṇī sikkhā-padaṁ samādiyāmi.
  6. Vikāla-bhojanā veramaṇī sikkhā-padaṁ samādiyāmi.
  7. Nacca-gīta-vādita-visūka-dassanā mālā-gandha-vilepana-dhāraṇamaṇḍana-vibhūsanaṭṭhānā veramaṇī sikkhā-padaṁ samādiyāmi.
  8. Uccāsayana-mahāsayanā veramaṇī sikkhā-padaṁ samādiyāmi.

Dalam bahasa Indonesia:[2]

  1. Aku bertekad akan melatih diri menghindari pembunuhan makhluk hidup.
  2. Aku bertekad akan melatih diri menghindari pengambilan barang yang tidak diberikan.
  3. Aku bertekad akan melatih diri menghindari perbuatan tidak suci.
  4. Aku bertekad akan melatih diri menghindari ucapan yang tidak benar.
  5. Aku bertekad akan melatih diri menghindari segala minuman keras yang dapat menyebabkan lemahnya kesadaran.
  6. Aku bertekad akan melatih diri menghindari makan makanan setelah tengah hari.
  7. Aku bertekad akan melatih diri untuk tidak menari, menyanyi, bermain musik, pergi melihat tontonan-tontonan; menghindari memakai bunga-bungaan, wangi-wangian dan alat-alat kosmetik untuk tujuan menghias dan mempercantik diri.
  8. Aku bertekad akan melatih diri menghindari penggunaan tempat tidur dan tempat duduk yang tinggi dan mewah.

Pengambilan sila

Astasila biasanya diamalkan pada hari-hari uposatha. Oleh karena itu, delapan sila ini pun sering juga disebut uposathasila. Astasila ini biasanya dibacakan pada saat puja bakti di hari-hari uposatha atau saat umat hendak menjalankan delapan sila ini di hari-hari lain. Ritual pembacaan Astasila ini kurang lebih mirip dengan ritual pembacaan pancasila, tetapi terdapat beberapa perbedaan dalam bacaannya. Biasanya seorang pandita atau salah satu umat awam yang hendak mengamalkan delapan sila (para upasaka-upasika) akan memimpin permohonan tuntunan Tisarana dan Astasila kepada seorang biksu dengan membacakan kalimat berikut.[3]

Mayaṁ bhante, Tisaraṇena saha aṭṭhaṅga-samannāgataṁ-uposathaṁ yācāma. Dutiyampi mayaṁ bhante, Tisaraṇena saha aṭṭhaṅga-samannāgataṁ-uposathaṁ yācāma. Tatiyampi mayaṁ bhante, Tisaraṇena saha aṭṭhaṅga-samannāgataṁ-uposathaṁ yācāma.
(Bhante, kami memohon Tisarana dan Latihan Moral Uposatha yang terdiri dari delapan sila. Untuk kedua kalinya Bhante, kami memohon Tisarana dan Latihan Moral Uposatha yang terdiri dari delapan sila. Untuk ketiga kalinya Bhante, kami memohon Tisarana dan Latihan Moral Uposatha yang terdiri dari delapan sila.code: id is deprecated )[3]

Kemudian, biksu tersebut akan menjawab sebagai berikut:

"}},"i":0}}]}' id="mwYQ"/>

Yam-ahaṁ vadāmi taṁ bhaveta.
(Ikutilah apa yang saya ucapkancode: id is deprecated )[3]

Setelah itu, para upasaka dan upasika menjawab dengan kalimat "Āma, Bhante" ("Baik, Bhante"). Kemudian, biksu tersebut membacakan kalimat Vandana sebanyak tiga kali yang kemudian diikuti oleh para upasaka dan upasika

"}},"i":0}}]}' id="mwag"/>

Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa.
(Terpujilah Sang Bhagawa, Yang Mahasuci, Yang Telah Mencapai Penerangan Sempurnacode: id is deprecated ).[3]

Sesudah itu, biksu tersebut membacakan ayat-ayat Tisarana per kalimatnya yang kemudian diikuti oleh para upasaka dan upasika per kalimatnya.

"}},"i":0}}]}' id="mwcg"/>

Buddhaṁ saranaṁ gacchāmi, Dhammaṁ saranaṁ gacchāmi, Saṅghaṁ saranaṁ gacchāmi. Dutiyampi buddhaṁ saranaṁ gacchāmi, Dutiyampi dhammaṁ saranaṁ gacchāmi, Dutiyampi saṅghaṁ saranaṁ gacchāmi. Tatiyampi buddhaṁ saranaṁ gacchāmi, Tatiyampi dhammaṁ saranaṁ gacchāmi, Tatiyampi saṅghaṁ saranaṁ gacchāmi.
(Aku berlindung kepada Buddha, aku berlindung kepada Dhamma, aku berlindung kepada Saṅgha. Untuk kedua kalinya, aku berlindung kepada Buddha, aku berlindung kepada Dhamma, aku berlindung kepada Saṅgha. Untuk ketiga kalinya, aku berlindung kepada Buddha, aku berlindung kepada Dhamma, aku berlindung kepada Saṅghacode: id is deprecated )[3]

Seusai pembacaan Tisarana terlengkapi, biksu akan berkata sebagai berikut:

"}},"i":0}}]}' id="mweg"/>

Tisaraṇa gamanaṁ paripuṇṇaṁ.
(Tisarana telah diambil dengan lengkapcode: id is deprecated )[3]

Kemudian, para upasaka dan upasika menjawabnya dengan kalimat "Āma, Bhante" ("Baik, Bhante"). Setelah itu, biksu tersebut membacakan ayat-ayat Atthangasila per kalimatnya yang kemudian diikuti pembacaannya oleh para upasaka dan upasika per kalimatnya pula. Sesudah membacakan Astasila, biksu tersebut akan mengucapkan kalimat di bawah ini yang kemudian diikuti oleh para upasaka dan upasika.

"}},"i":0}}]}' id="mwgw"/>

Idaṁ me sīlaṁ magga phalañāṇassa paccayo hotu.
(Semoga kebajikan dari pengamalan Latihan Moral ini menjadi kondisi pendukung saya bagi pencapaian Pengetahuan Jalan dan Buah serta Nibbāna.code: id is deprecated )[3]

Kemudian, biksu tersebut menutup ritual pembacaan Astasila dengan mengucapkan kalimat berikut

"}},"i":0}}]}' id="mwig"/>

Tisaraṇena saha aṭṭhaṅga-samannāgataṁ uposathasīlaṁ dhammaṁ sādhukaṁ katvā appamādena sampādetha
(Laksanakanlah dengan saksama Latihan Moral Uposatha yang terdiri dari delapan sila beserta Tisarana ini, dan berjuanglah dengan sungguh-sungguh dan penuh perhatian.code: id is deprecated )[3]

Kemudian, diakhiri dengan jawaban dari para upasaka dan upasika yaitu "Āma, Bhante. Sādhu, sādhu, sādhu" ("Baik, Bhante. Sādhu, sādhu, sādhu").

Referensi

  1. ↑ Tachibana 1992, hlm. 65.
  2. 1 2 Sangha Theravada Indonesia. "Paritta Suci" (PDF). Yayasan Dhammadīpa Ārāma. hlm. 50–51. Diakses tanggal 15 Desember 2019.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 Ashin Kusaladhamma (Januari 2016). "Puja for Buddhist Culture Kids". Yayasan Satipaṭṭhāna Indonesia. hlm. 9–13. Diakses tanggal Mei 2022.

Lihat pula

  • Pancasila (Buddha)
  • Tipitaka
  • Uposatha
  • l
  • b
  • s
   Topik Buddhisme   
  • Outline Garis besar
  • Daftar istilah
  • Indeks
  • Sejarah
  • Penyebaran
  • Garis waktu
  • Sidang Buddhis
  • Jalur Sutra
  • Anak benua India
Buddhisme awal
  • Prasektarian
  • Aliran awal
    • Mahāsāṁghika
    • Sthaviravāda
  • Kitab awal
    • Nikāya
    • Āgama
Benua
  • Asia Tenggara
  • Asia Timur
  • Asia Tengah
  • Timur Tengah
  • Dunia Barat
  • Australia
  • Oseania
  • Amerika
  • Eropa
  • Afrika
Populasi signifikan
  • Tiongkok
  • Thailand
  • Jepang
  • Myanmar
  • Sri Lanka
  • Vietnam
  • Kamboja
  • Korea
  • Taiwan
  • India
  • Malaysia
  • Laos
  • Indonesia
  • Amerika Serikat
  • Singapura
  • Aliran
  • Tradisi
  • Konsensus pemersatu
Aliran arus utama
  • Theravāda
  • Mahāyāna
  • Vajrayāna
Sinkretis
  • Buddhayana
  • Tridharma
  • Aliran Maitreya
    • Yīguàndào
    • Mílèdàdào
  • Dhammakāya
  • Siwa-Buddha
  • Tripitaka
  • Kitab
Theravāda
  • Tripitaka Pali
  • Komentar
  • Subkomentar
  • Sastra Pali
  • Paritta
Mahāyāna-Vajrayāna
  • Tripitaka Tionghoa
    • Tripitaka Taishō
  • Tripitaka Tibet
    • Kangyur
    • Tengyur
  • Dhāraṇī
Kitab daring
  • SuttaCentral
  • Chaṭṭha Saṅgāyana Tipiṭaka
  • dhammatalks.org
  • 84000
  • NTI Reader - Taishō
  • Buddha
  • Bodhisatwa
Buddha saat ini dan keluarga
  • Gotama
  • Mukjizat
  • Klan
  • Keluarga
    • Śuddhodana
    • Māyā
    • Pajāpatī Gotamī
    • Yasodharā
    • Rāhula
4 tempat suci utama
  • Lumbinī
  • Buddhagayā
  • Isipatana
  • Kusinārā
Buddha penting sebelumnya
  • Dīpaṅkara
  • Vipassī
  • Sikhī
  • Vessabhū
  • Kakusandha
  • Koṇāgamana
  • Kassapa
Buddha selanjutnya
  • Metteyya
Bawahan
  • Dewa
  • Brahma
Mahāyāna-Vajrayāna
  • Buddha terkenal:
  • Lima Buddha Kebijaksanaan
    • Amitābha
    • Vairocana
    • Akṣobhya
    • Ratnasaṁbhava
    • Amoghasiddhi
  • Padmasaṁbhava
  • Bhaiṣajyaguru
  • Bodhisatwa terkenal:
  • Daftar Bodhisatwa
  • Mañjuśrī
  • Kṣitigarbha
  • Avalokiteśvara
  • Samantabhadra
  • Vajrapāṇi
  • Dhamma
  • Ajaran
  • Empat Kebenaran Mulia
  • Jalan Mulia Berunsur Delapan
  • Trilaksana
    • Ketidakkekalan
    • Penderitaan
    • Tanpa atma
  • Pandangan
  • Titthiya
  • Ketuhanan
  • Niyāma
  • Keyakinan
  • Triratna
  • Pancasila
  • Māra
  • Karma
  • Nirwana
  • Kemunculan Bersebab
  • Gugusan
    • Materi
    • Kesadaran
    • Persepsi
    • Perasaan
    • Saṅkhāra
  • Unsur
  • Landasan indra
  • Loka
  • Punarbawa
  • Samsara
  • Bodhi
  • Abhiññā
  • Cetasika
  • Pengotor batin
  • Noda batin
  • Belenggu
  • Rintangan
  • Kekuatan
  • Hasrat
  • Nafsu (Keserakahan)
  • Kebencian
  • Moha
    • Ketidaktahuan
  • Kemelekatan
  • Perhatian penuh
  • Bodhipakkhiyā
  • Kebajikan
  • Paramita
  • Malu
  • Takut
  • Dana
  • Sila
  • Meditasi
    • Samatha-vipassanā
    • Ānāpānasati
    • Satipaṭṭhāna
    • Kammaṭṭhāna
  • Pelepasan
  • Kebijaksanaan
  • Energi
  • Kesabaran
  • Kebenaran
  • Tekad
  • Brahmavihāra
    • Cinta kasih
    • Karuna
    • Simpati
    • Ketenangan
    • Keseimbangan batin
  • Astasila
  • Bakti
    • Puja
    • Namaskara
    • Pradaksina
    • Pindapata
    • Pelimpahan jasa
    • Ziarah
  • Sādhu
  • Sangha
  • Majelis
  • Sāriputta
  • Moggallāna
  • 10 murid utama Buddha Gotama
  • Vinaya
  • Pabbajjā
  • Upasampadā
Jenis penganut
  • Sāvaka
  • Upasaka-upasika
  • Kappiya
  • Aṭṭhasīlanī
  • Sayalay
  • Samanera-samaneri
  • Biksu
  • Biksuni
  • Kalyāṇamitta
4 tingkat kemuliaan
  • Sotapana
  • Sakadagami
  • Anagami
  • Arahat
Tempat ibadah
  • Wihara
    • Wat
    • Kyaung
  • Sima
  • Kuti
  • Cetiya
    • Stupa
    • Pagoda
    • Candi
  • Hari raya
  • Peringatan
  • Waisak
  • Asalha
  • Magha
  • Kathina
  • Hari Abhidhamma
  • Uposatha
  • Budaya
  • Masyarakat
  • Aborsi
  • Agama-agama Timur
  • Anikonisme
  • Arsitektur
  • Atomisme
  • Baháʼí
  • Bendera Buddhis
  • Buddhisme Terjun Aktif
  • Bunuh diri
  • Demokrasi
  • Darmacakra
  • Dunia Romawi
  • Ekonomi
  • Filsafat
  • Filsafat Barat
  • Gnostisisme
  • Helenistik
  • Hidangan
  • Hinduisme
  • Humanisme
  • Ilmu pengetahuan
  • Jainisme
  • Kalender
  • Kasta
  • Kecerdasan buatan
  • Kekerasan
  • Kekristenan
    • Pengaruh
    • Perbandingan
  • Masturbasi
  • Modernisme
  • Musik
  • Navayāna
  • Orientasi seksual
  • Penindasan
  • Perempuan
  • Psikologi
  • Relik Buddha
  • Rupang Buddha
  • Seksualitas
  • Sekularisme
  • Seni rupa
  • Sosialisme
  • Teosofi
  • Vegetarisme
  • Yahudi
  • Category Kategori
  •  Portal Agama
  •  Portal Buddhisme
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Latvia

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Theravāda
  2. Syair kitab suci
  3. Pengambilan sila
  4. Referensi
  5. Lihat pula

Artikel Terkait

Uposatha

Selain itu, umat awam beraliran Theravāda juga dianjurkan untuk mengamalkan Astasila (Pali: Aṭṭhaṅgasīla), termasuk di dalamnya aturan untuk berpuasa dari tengah

Buddhisme

Agama dan tradisi filosofis dari anak benua India

Loka (Buddhisme)

Konsep alam kehidupan menurut Buddhisme yang meliputi alam surga, brahma, manusia, neraka, binatang, jin, hantu kelaparan, dan lain-lain

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026