Alam Suddhāvāsacode: pi is deprecated , atau "Kediaman Suci", merupakan alam kehidupan (loka) khusus yang hanya diperuntukkan bagi para anagami. Para penghuni alam ini adalah mereka yang telah berada di jalan menuju tingkat pencapaian arahat dan akan mencapai pencerahan langsung dari alam Suddhāvāsa tanpa terlahir kembali di alam yang lebih rendah. Kondisi ini membuat Suddhāvāsa berbeda dari alam-alam lain di alam materi halus karena alam ini tidak menampung makhluk-makhluk yang terlahir di sana semata-mata melalui tumpukan pahala biasa atau sekadar pencapaian meditasi. Oleh karena itu, setiap dewa Suddhāvāsa dikenal sebagai "pelindung agama Buddha". Sebagai contoh, Sahāmpati—sesosok brahma pelindung agama Buddha yang memohon kepada Buddha Gotama yang baru mencapai pencerahan untuk mulai mengajar—adalah seorang anagami dari zaman Buddha sebelumnya. Oleh karena dewa Suddhāvāsa tidak akan pernah terlahir kembali di luar alam Suddhāvāsa, tidak ada Bodhisatwa yang pernah terlahir di alam-alam ini karena seorang Bodhisatwa pada akhirnya harus terlahir kembali sebagai manusia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Bagian dari seri tentang |
| Buddhisme |
|---|
Alam Suddhāvāsacode: pi is deprecated (Pali; Sanskerta: Śuddhāvāsacode: sa is deprecated ), juga dikenal sebagai "Kediaman Murni" dan "Kediaman Suci", merupakan alam kehidupan (loka) khusus yang hanya diperuntukkan bagi para anagami (Pali: anāgāmi, "yang tidak kembali"). Para penghuni alam ini adalah mereka yang telah berada di jalan menuju tingkat pencapaian arahat (arahā, "yang layak") dalam empat tingkat pencerahan, dan akan mencapai pencerahan langsung dari alam Suddhāvāsa tanpa terlahir kembali di alam yang lebih rendah. Kondisi ini membuat Suddhāvāsa berbeda dari alam-alam lain dalam kategori alam materi halus (Pali: rūpadhātucode: pi is deprecated ) karena alam ini tidak menampung makhluk-makhluk yang terlahir di sana semata-mata melalui tumpukan kebajikan biasa atau sekadar pencapaian jhāna. Oleh karena itu, setiap dewa (makhluk surgawi) Suddhāvāsa dikenal sebagai "pelindung agama Buddha". Sebagai contoh, Sahāmpati—sesosok brahma pelindung agama Buddha yang memohon kepada Buddha Gotama yang baru mencapai pencerahan untuk mulai mengajar—adalah seorang anagami dari zaman Buddha sebelumnya.[1] Oleh karena dewa Suddhāvāsa tidak akan pernah terlahir kembali di luar alam Suddhāvāsa, tidak ada Bodhisatwa (Pali: Bodhisatta; Sanskerta: Bodhisattva) yang pernah terlahir di alam-alam ini karena seorang Bodhisatwa pada akhirnya harus terlahir kembali sebagai manusia.
Oleh karena para dewa ini bangkit dari alam yang lebih rendah hanya karena ajaran seorang Buddha, alam ini bisa tetap kosong untuk jangka waktu yang sangat lama jika tidak ada Buddha yang muncul. Namun, tidak seperti alam-alam yang lebih rendah darinya, alam Suddhāvāsa tidak pernah hancur oleh bencana alam. Dewa Suddhāvāsa memprediksi kedatangan seorang Buddha dan, dengan menyamar sebagai seorang brahmana, mengungkapkan kepada manusia tanda-tanda yang dapat digunakan untuk mengenali seorang Buddha. Mereka juga memastikan bahwa seorang Bodhisatwa di kehidupan terakhirnya akan melihat empat tanda yang akan membawanya pada pelepasan keduniawian.
Terkait jumlah alam-alam surga dan "lima kediaman murni" secara kategoris, The Princeton Dictionary of Buddhism menyatakan bahwa:
"Surga-surga dari alam materi halus (Pali, Sanskerta: rūpadhātucode: pi is deprecated ) terdiri dari enam belas (menurut aliran Sarvāstivāda), tujuh belas (aliran Sautrāntika), atau delapan belas (aliran Theravāda dan Sthavira nikāya) tingkatan dewa. Lima surga terakhir secara kolektif ditetapkan sebagai "lima kediaman suci," dan para dewa yang berdiam di sana disebut sebagai dewa Suddhāvāsakāyika (Pali; Sanskerta: Śuddhāvāsakāyika)."[2]
Lima alam kediaman murni (Pali: Suddhāvāsacode: pi is deprecated ) tersebut adalah: