Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiSiwa dalam Buddhisme
Artikel Wikipedia

Siwa dalam Buddhisme

Maheswara adalah dewa dalam mitologi Buddha. Ia juga kadang-kadang disebut sebagai Sabbalokādhipatī Devā dalam literatur Pali. Tugas utamanya adalah memberikan pengetahuan spiritual. Maheswara kadang-kadang dipuja sebagai seorang bodhisatwa. Dewa ini sangat erat kaitannya dengan Dewa Siwa dalam agama Hindu.

tokoh dalam Mitologi Buddha
Diperbarui 25 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Siwa dalam Buddhisme
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Siwa dalam Buddhisme" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(April 2026)
Maheswara
SanskertaMaheśvara
PāliMahissara
Tionghoa大自在天
(Pinyin: Dàzìzàitiān)
Jepang大自在天
(romaji: Daijizaiten)
  • Portal Buddhisme
Patung Maheswara dari Nepal, yang berasal dari abad ke-14.

Maheswara (bahasa Inggris: Maheśvara; bahasa Sanskerta: महेश्वर; bahasa Pali: Mahissara; Hanzi Tradisional/bahasa Jepang: 大自在天; Pinyin: Dàzìzàitiān, Rōmaji: Daijizaiten) adalah dewa dalam mitologi Buddha. Ia juga kadang-kadang disebut sebagai Sabbalokādhipatī Devā dalam literatur Pali. Tugas utamanya adalah memberikan pengetahuan spiritual. Maheswara kadang-kadang dipuja sebagai seorang bodhisatwa. Dewa ini sangat erat kaitannya dengan Dewa Siwa dalam agama Hindu.

Etimologi

Nama Sanskerta Maheśvara (dalam penulisan Indonesia: Maheswara) tersusun dari dua unsur, yaitu mahā dan īśvara. Vokal ā pada mahā dan ī pada īśvara mengalami sandhi menjadi e, sehingga membentuk kata Maheśvara. Mahā berarti “agung”, sedangkan īśvara berarti “penguasa” atau “tuan”. Dengan demikian, Maheśvara berarti “Penguasa Agung”.

Maheswara masa kini

Patung Dàzìzàitiāncode: zh is deprecated (Maheswara) di Putuoshan Alam Guanyin Dharma, Zhejiang, Tiongkok
Patung Dàzìzàitiāncode: zh is deprecated (Maheswara) di Taman Kuil Surga di Shantou, Tiongkok

Maheswara saat ini beragama Buddha, dan terlahir kembali sebagai Dewa, berkat pahala yang ia peroleh karena menyumbangkan secangkir madu kepada Buddha Kassapa dalam salah satu kehidupan lampau. Menurut Sutra Karandavyuha, Maheswara dilahirkan dari dahi Bodhisatwa Awalokiteswara.[1] Menurut tradisi Buddha, ia membantu orang-orang baik, terutama yang mengikuti sila Buddha dan mengonsumsi makanan vegetarian, serta menghukum orang-orang jahat atas perbuatan jahat mereka. Ia membantu para yogi yang melakukan Meditasi Kundalini.[2][3] Ia adalah Bodhisatwa dari Bhumi Kesepuluh.[butuh rujukan] Ia merupakan salah satu dewa penting yang dipuja dalam Buddhisme Sri Lanka. Ia termasuk di antara dua puluh empat dewa pelindung dalam Buddhisme Tiongkok dan enam belas Dharmapala dalam Buddhisme Tibet.[butuh rujukan]

Maheswara dan Vajrapāṇi

Lihat pula: Vajrapāṇi

Sebuah kisah populer menceritakan bagaimana Vajrapāṇi membunuh Maheswara karena perbuatan jahatnya. Kisah ini muncul dalam beberapa kitab, terutama Sarwatathagatatattwasanggraha dan Vajrāpanyābhiṣeka Mahātantra. Kisah tersebut diawali dengan transformasi Bodhisattwa Samantabhadra menjadi Vajrapāṇi oleh Vairocana, Buddha kosmis, dengan menerima sebuah vajra dan nama “Vajrapāṇi”. Vairocana kemudian meminta Vajrapani untuk membangkitkan keluarga vajra-nya guna membentuk sebuah mandala. Namun, Vajrapani menolak karena Maheswara “menyesatkan makhluk dengan ajaran keagamaan yang penuh tipu daya serta terlibat dalam berbagai tindakan kekerasan dan kejahatan.” Maheswara beserta para pengikutnya kemudian diseret ke Gunung Meru, dan semuanya, kecuali Maheswara yang terlalu angkuh sebagai penguasa Tiga Dunia, akhirnya tunduk. Vajrapani dan Maheswara pun terlibat dalam pertempuran magis yang dimenangkan oleh Vajrapani. Para pengikut Maheswara kemudian menjadi bagian dari mandala Vairocana, kecuali Maheswara sendiri, yang dibunuh. Kehidupannya kemudian dipindahkan ke alam lain, di mana ia terlahir kembali sebagai seorang Buddha bernama Bhasmeswaranirghosa, yang berarti “Penguasa Abu yang Tanpa Suara”.[4]

Mantra

  • Tionghoa:
那嘛 薩曼達 布達喃 嗡 伊hi耶hi 嘛嘿思瓦啦雅 斯哇哈code: zh is deprecated
Nàma sàmàndá bùdánán wēng yīhiyéhi mahēisīwǎlayǎ sīwahācode: zh is deprecated (romanisasi)
Namaḥ samanta buddhānām oṃ ehyehi maheśvaraya svāhācode: sa is deprecated (Sanskerta)
  • Jepang:
オン・マケイシバラヤ・ソワカcode: ja is deprecated
On makeishibaraya sowakacode: ja is deprecated (romanisasi)
Oṃ maheśvaraya svāhācode: sa is deprecated (Sanskerta)

Baik mantra Tiongkok maupun Jepang merupakan transkripsi fonetik dari ayat-ayat yang awalnya ditulis dalam bahasa Sanskerta.

Lihat pula

  • Mahakala
  • Sakka (Buddhisme)
  • Mahabrahma
  • Ketuhanan dalam Buddhisme
  • Tenjin (kami)
  • Kwan Im

Referensi

  1. ↑ Studholme, Alexander (2002). The Origins of Om Manipadme Hum: A Study of the Karandavyuha Sutra. State University of New York Press. p. 39-40.
  2. ↑ "Who are Gods & Goddesses". Why Do I Meditate? (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-02-28.
  3. ↑ "Sri Lanka Web Portal on Astrology and Spiritual Development". lankawisdom.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-02-28.
  4. ↑ Davidson (2012), hlm. 151.

Daftar pusaka

  • Davidson, Ronald M. (2012). Indian Esoteric Buddhism: A Social History of the Tantric Movement. Columbia University Press. ISBN 978-0-231-50102-6.
    • l
    • b
    • s
       Topik Buddhisme   
    • Outline Garis besar
    • Daftar istilah
    • Indeks
    • Sejarah
    • Penyebaran
    • Garis waktu
    • Sidang Buddhis
    • Jalur Sutra
    • Anak benua India
    Buddhisme awal
    • Prasektarian
    • Aliran awal
      • Mahāsāṁghika
      • Sthaviravāda
    • Kitab awal
      • Nikāya
      • Āgama
    Benua
    • Asia Tenggara
    • Asia Timur
    • Asia Tengah
    • Timur Tengah
    • Dunia Barat
    • Australia
    • Oseania
    • Amerika
    • Eropa
    • Afrika
    Populasi signifikan
    • Tiongkok
    • Thailand
    • Jepang
    • Myanmar
    • Sri Lanka
    • Vietnam
    • Kamboja
    • Korea
    • Taiwan
    • India
    • Malaysia
    • Laos
    • Indonesia
    • Amerika Serikat
    • Singapura
    • Aliran
    • Tradisi
    • Konsensus pemersatu
    Aliran arus utama
    • Theravāda
    • Mahāyāna
    • Vajrayāna
    Sinkretis
    • Buddhayana
    • Tridharma
    • Aliran Maitreya
      • Yīguàndào
      • Mílèdàdào
    • Dhammakāya
    • Siwa-Buddha
    • Tripitaka
    • Kitab
    Theravāda
    • Tripitaka Pali
    • Komentar
    • Subkomentar
    • Sastra Pali
    • Paritta
    Mahāyāna-Vajrayāna
    • Tripitaka Tionghoa
      • Tripitaka Taishō
    • Tripitaka Tibet
      • Kangyur
      • Tengyur
    • Dhāraṇī
    Kitab daring
    • SuttaCentral
    • Chaṭṭha Saṅgāyana Tipiṭaka
    • dhammatalks.org
    • 84000
    • NTI Reader - Taishō
    • Buddha
    • Bodhisatwa
    Buddha saat ini dan keluarga
    • Gotama
    • Mukjizat
    • Klan
    • Keluarga
      • Śuddhodana
      • Māyā
      • Pajāpatī Gotamī
      • Yasodharā
      • Rāhula
    4 tempat suci utama
    • Lumbinī
    • Buddhagayā
    • Isipatana
    • Kusinārā
    Buddha penting sebelumnya
    • Dīpaṅkara
    • Vipassī
    • Sikhī
    • Vessabhū
    • Kakusandha
    • Koṇāgamana
    • Kassapa
    Buddha selanjutnya
    • Metteyya
    Bawahan
    • Dewa
    • Brahma
    Mahāyāna-Vajrayāna
    • Buddha terkenal:
    • Lima Buddha Kebijaksanaan
      • Amitābha
      • Vairocana
      • Akṣobhya
      • Ratnasaṁbhava
      • Amoghasiddhi
    • Padmasaṁbhava
    • Bhaiṣajyaguru
    • Bodhisatwa terkenal:
    • Daftar Bodhisatwa
    • Mañjuśrī
    • Kṣitigarbha
    • Avalokiteśvara
    • Samantabhadra
    • Vajrapāṇi
    • Dhamma
    • Ajaran
    • Empat Kebenaran Mulia
    • Jalan Mulia Berunsur Delapan
    • Trilaksana
      • Ketidakkekalan
      • Penderitaan
      • Tanpa atma
    • Pandangan
    • Titthiya
    • Ketuhanan
    • Niyāma
    • Keyakinan
    • Triratna
    • Pancasila
    • Māra
    • Karma
    • Nirwana
    • Kemunculan Bersebab
    • Gugusan
      • Materi
      • Kesadaran
      • Persepsi
      • Perasaan
      • Saṅkhāra
    • Unsur
    • Landasan indra
    • Loka
    • Punarbawa
    • Samsara
    • Bodhi
    • Abhiññā
    • Cetasika
    • Pengotor batin
    • Noda batin
    • Belenggu
    • Rintangan
    • Kekuatan
    • Hasrat
    • Nafsu (Keserakahan)
    • Kebencian
    • Moha
      • Ketidaktahuan
    • Kemelekatan
    • Perhatian penuh
    • Bodhipakkhiyā
    • Kebajikan
    • Paramita
    • Malu
    • Takut
    • Dana
    • Sila
    • Meditasi
      • Samatha-vipassanā
      • Ānāpānasati
      • Satipaṭṭhāna
      • Kammaṭṭhāna
    • Pelepasan
    • Kebijaksanaan
    • Energi
    • Kesabaran
    • Kebenaran
    • Tekad
    • Brahmavihāra
      • Cinta kasih
      • Karuna
      • Simpati
      • Ketenangan
      • Keseimbangan batin
    • Astasila
    • Bakti
      • Puja
      • Namaskara
      • Pradaksina
      • Pindapata
      • Pelimpahan jasa
      • Ziarah
    • Sādhu
    • Sangha
    • Majelis
    • Sāriputta
    • Moggallāna
    • 10 murid utama Buddha Gotama
    • Vinaya
    • Pabbajjā
    • Upasampadā
    Jenis penganut
    • Sāvaka
    • Upasaka-upasika
    • Kappiya
    • Aṭṭhasīlanī
    • Sayalay
    • Samanera-samaneri
    • Biksu
    • Biksuni
    • Kalyāṇamitta
    4 tingkat kemuliaan
    • Sotapana
    • Sakadagami
    • Anagami
    • Arahat
    Tempat ibadah
    • Wihara
      • Wat
      • Kyaung
    • Sima
    • Kuti
    • Cetiya
      • Stupa
      • Pagoda
      • Candi
    • Hari raya
    • Peringatan
    • Waisak
    • Asalha
    • Magha
    • Kathina
    • Hari Abhidhamma
    • Uposatha
    • Budaya
    • Masyarakat
    • Aborsi
    • Agama-agama Timur
    • Anikonisme
    • Arsitektur
    • Atomisme
    • Baháʼí
    • Bendera Buddhis
    • Buddhisme Terjun Aktif
    • Bunuh diri
    • Demokrasi
    • Darmacakra
    • Dunia Romawi
    • Ekonomi
    • Filsafat
    • Filsafat Barat
    • Gnostisisme
    • Helenistik
    • Hidangan
    • Hinduisme
    • Humanisme
    • Ilmu pengetahuan
    • Jainisme
    • Kalender
    • Kasta
    • Kecerdasan buatan
    • Kekerasan
    • Kekristenan
      • Pengaruh
      • Perbandingan
    • Masturbasi
    • Modernisme
    • Musik
    • Navayāna
    • Orientasi seksual
    • Penindasan
    • Perempuan
    • Psikologi
    • Relik Buddha
    • Rupang Buddha
    • Seksualitas
    • Sekularisme
    • Seni rupa
    • Sosialisme
    • Teosofi
    • Vegetarisme
    • Yahudi
    • Category Kategori
    •  Portal Agama
    •  Portal Buddhisme

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Etimologi
  2. Maheswara masa kini
  3. Maheswara dan Vajrapāṇi
  4. Mantra
  5. Lihat pula
  6. Referensi
  7. Daftar pusaka

Artikel Terkait

Srenggi

resi dalam mitologi Hindu

Mitologi Indonesia

artikel daftar Wikimedia

Raksasa (mitologi India)

रा॑क्षसः; ,IAST: Rākṣasaḥ,; bahasa Pali: Rakkhasa), dalam mitologi agama-agama dari India (Hindu, Buddha, dan Jain), adalah bangsa makhluk supernatural, atau

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026