Pemilihan umum Gubernur Sulawesi Selatan 2024 dilaksanakan pada 27 November 2024 untuk memilih Gubernur Sulawesi Selatan periode 2025–2030.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pemilihan umum Gubernur Sulawesi Selatan 2024 | |||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
27 November 2024 | |||||||||||||||||||||||||
| Pemilih terdaftar | 6.708.343 (DPT + DPK) | ||||||||||||||||||||||||
| Kehadiran pemilih | 4.795.737 (71,49%) | ||||||||||||||||||||||||
| Resmi | 100% | ||||||||||||||||||||||||
Kandidat | |||||||||||||||||||||||||
Hasil suara
| |||||||||||||||||||||||||
Peta persebaran suara | |||||||||||||||||||||||||
Peta hasil rekapitulasi KPU Kabupaten/Kota di setiap kecamatan | |||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||
Pemilihan umum Gubernur Sulawesi Selatan 2024 (selanjutnya disebut Pilgub Sulawesi Selatan 2024) dilaksanakan pada 27 November 2024 untuk memilih Gubernur Sulawesi Selatan periode 2025–2030.[1]
Sebelumnya, Pemilihan umum Presiden Indonesia 2024 (Pilpres) dan Pemilihan umum legislatif Indonesia 2024 (Pileg) telah dilaksanakan bersamaan pada 14 Februari 2024. Pilgub Sulsel 2024 merupakan Pilgub Sulsel yang ke-4, yang dipilih langsung oleh rakyat Sulawesi Selatan. Sebelumnya telah dilaksanakan pada tahun 2007, 2013, dan 2018.
Gubernur petahana, Andi Sudirman Sulaiman dapat kembali mencalonkan diri dalam Pilgub Sulsel 2024.
Dosen Universitas Muhammadiyah Makassar, Makmun, M.Pd., berhasil meraih juara pertama dalam lomba Sayembara Maskot Pilgub Sulsel 2024. Karya maskot yang diberi nama "To Lempuq" ini berhasil menyingkirkan berbagai peserta lain dan mendapatkan pengakuan sebagai karya terbaik. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan mengumumkan pemenang sayembara ini melalui pengumuman resmi yang dirilis pada 14 Mei 2024. Dalam pengumuman tersebut, karya Makmun dinyatakan sebagai juara pertama, sementara juara kedua diraih oleh M. Ikhsan Syukri dengan karya maskot "Aco' na Ecce", dan juara ketiga oleh Ismail dengan karya maskot "Panrita". Karya-karya pemenang ini akan dipublikasikan pada peluncuran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan 2024.[2]
KPU Provinsi Sulawesi Selatan telah merilis maskot untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur di Pilkada 2024. Perilisan tersebut dilaksanakan di Lego-Lego Kawasan CPI, Jl. Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar pada Sabtu 18 Mei 2024. Maskot itu bernama "To Lempuq" yang mempunyai arti orang jujur dan sanggup mengaplikasikan kata atau bahasa dan perbuatan sesuai dengan slogan orang Bugis, yakni "taro ada, taro gau". Dalam kontestasi Pemilihan Gubernul Sulawesi Selatan yang akan dihadapi, memerlukan jiwa dan semangat yang jujur berani serta bertanggung jawab dalam melaksanakan amanah rakyat dalam memilih pemimpin yang jujur, serta adil dan mampu mensejahterakan masyarakat yang dipimpinannya serta memajukan pembangunan, baik infrastruktur maupun sumber daya manusianya. To Lempuq bercorak putih, emas, dan hitam dengan songkok recca di kepala maskot tersebut. Maskot ini menyimbolkan ciri khas masyarakat Sulawesi Selatan. Dalam karakter maskot Pilgub Sulsel 2024 ini, To Lempuq menampilkan sebuah tokoh kartunal berupa kotak suara dengan memakai hiasan kepala, yakni songkok recca (songkok khas Bugis–Makassar dan Sulawesi Selatan) sebagai perlambangan anggun, amanah, jujur, berwibawa, dan penuh etika dalam berbudaya. Kemudian disandingkan dengan sarung berwarna keemasan dengan tulisan huruf lontara yang bertuliskan "Sulawesi Selatan" adalah aksara yang dipakai suku Bugis dan Makassar di Sulawesi Selatan melambangkan kecerdasan baik dari segi pengetahuan dan adab yang dijunjung tinggi sebagai suku yang berbudaya yang hidup bermasyarakat. Pada tangan kiri memegang sebuah surat suara yang menandakan waktu pemungutan suara pada Pilkada Serentak Tahun 2024 dan pada kelingking jari tangan kanan tanda memberikan hak suaranya sebagai simbol hak setiap warga negara berpartisipasi dalam Pemilihan Kepala Daerah. Alas kaki yang dipakai adalah sendal terompa (khas zaman dulu) melambangkan kesederhanaan, jauh dari kemewahan, dan jauh dari politik uang dalam melaksanakan amanah yang diembannya. Warga Sulawesi Selatan dikenal ramah dan penuh sopan santun sehingga digambarkan ikon maskot yang senantiasa senyum ikhlas dengan siapa saja baik kawan maupun lawan. Demikian arti dan makna maskot KPU Sulsel dalam Pilkada Serentak yang akan jatuh pada 27 November 2024.
Ketua KPU Sulsel, Hasbullah mengatakan tema Pilkada Serentak adalah Pilkada untuk kita. Tema ini mengandung unsur keselarasan serta penghargaan dalam pesta demokrasi. Ini menjadi tagline KPU Sulsel dalam menyambut Pilkada serentak. Tentu tema itu bermuatan mengenai ciri hidup masyarakat Bugis-Makassar yang mengedepankan kesopanan atau mappatabe. Dia menjelaskan maskot Pilkada yang memiliki arti orang yang jujur dan lurus. Bermakna bahwa semua yang terlibat dalam penyelenggaraan pesta demokrasi adalah orang yang memenuhi kriteria. Karena Pilkada merupakan ajang pemilihan pemimpin yang akan menahkodai Sulsel lima tahun ke depan. Sehingga diharapkan yang terpilih adalah orang yang lurus dan jujur.[3][4][5]
Perolehan suara pada pemilihan umum legislatif 2024 di Provinsi Sulawesi Selatan terdapat 10 partai politik mendapatkan kursi dengan jumlah 85 kursi di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Aturan awalnya partai politik atau gabungan partai politik dapat mengajukan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur jika memenuhi ambang batas 25% total suara sah atau 20% kursi di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, 17 kursi dari 85 kursi.
Namun pada 20 Agustus 2024, Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan keputusan MK No. 60/PUU-XXII/2024 dan keputusan MK No. 70/PUU-XXII/2024 yang mengabulkan sebagian gugatan yang diajukan Partai Buruh dan Partai Gelora terhadap UU Pilkada.[6] Putusan ini dituangkan pada PKPU Nomor 8 tahun 2024. Pada keputusan tersebut menyatakan partai atau gabungan partai politik peserta Pemilu bisa mengajukan calon kepala daerah meski tidak punya kursi DPRD dengan ambang batas yang diatur sesuai syarat calon independen. DPT di Provinsi Sulawesi Selatan adalah 6.670.582 jiwa, sehingga menurut aturan tersebut, Provinsi dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap lebih dari 6.000.000 (enam juta) jiwa sampai dengan 12.000.000 (dua belas juta) jiwa, Partai Politik Peserta Pemilu atau Gabungan Partai Politik Peserta Pemilu harus memeroleh suara sah paling sedikit 7,5% (tujuh setengah persen) di provinsi tersebut untuk mengajukan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Berdasarkan aturan tersebut dan mengikut hasil Pemilu 2024, ada 6 partai politik yang dapat mengusung calon sendiri tanpa harus berkoalisi, yaitu Partai NasDem (17,43%), Partai Gerindra (15,95%), Partai Golkar (15,13%), Partai Demokrat (8,31%), PPP (8,29%), dan PKB (7,65%).
Sedangkan untuk jalur independen/perseorangan untuk Pilgub Sulawesi Selatan 2024, pendaftarannya dimulai pada tanggal 8 Mei 2024 hingga 12 Mei 2024. Adapun persyaratan tersebut adalah jumlah minimal dukungan kartu tanda penduduk sebanyak 7,5% dari 6.670.582 DPT Pemilu 2024, berjumlah 500.294 dukungan kartu tanda penduduk yang tersebar di 13 kabupaten/kota dari 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Namun, hingga pada batas akhir pendaftaran tersebut tidak ada yang datang menyerahkan dokumen berkas dukungan sebagai persyaratan untuk maju Pilgub jalur perseorangan ke Kantor KPU Provinsi Sulawesi Selatan. Maka dapat dipastikan bahwa bakal pasangan calon perseorangan untuk Pilkada Sulawesi Selatan 2024 nihil atau tidak ada.
Berikut hasil pemilihan umum legislatif 2024 dan perolehan kursi DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.[7]
| Partai politik | Perolehan suara | Perolehan kursi | |||
|---|---|---|---|---|---|
| NasDem | 887.682 | 17,43% | 17 / 85 |
20,00% | |
| Gerindra | 812.563 | 15,95% | 13 / 85 |
15,29% | |
| Golkar | 770.454 | 15,13% | 14 / 85 |
16,47% | |
| Demokrat | 423.121 | 8,31% | 7 / 85 |
8,24% | |
| PPP | 422.051 | 8,29% | 8 / 85 |
9,41% | |
| PKB | 389.706 | 7,65% | 8 / 85 |
9,41% | |
| PKS | 365.580 | 7,18% | 7 / 85 |
8,24% | |
| PAN | 348.622 | 6,84% | 4 / 85 |
4,71% | |
| PDI-P | 326.328 | 6,41% | 6 / 85 |
7,06% | |
| Gelora | 96.539 | 1,90% | 0 / 85 |
0,00% | |
| Hanura | 72.959 | 1,43% | 1 / 85 |
1,18% | |
| Perindo | 62.758 | 1,23% | 0 / 85 |
0,00% | |
| PSI | 40.201 | 0,79% | 0 / 85 |
0,00% | |
| PBB | 25.990 | 0,51% | 0 / 85 |
0,00% | |
| Garuda | 16.461 | 0,32% | 0 / 85 |
0,00% | |
| Ummat | 14.690 | 0,29% | 0 / 85 |
0,00% | |
| Buruh | 11.549 | 0,23% | 0 / 85 |
0,00% | |
| PKN | 6.162 | 0,12% | 0 / 85 |
0,00% | |
| Jumlah | 5.093.416 | 100,00% | 85 | 100,00% | |

| Danny Pomanto | Azhar Arsyad | Andi Sudirman Sulaiman | Fatmawati Rusdi |
|---|---|---|---|
| Calon Gubernur | Calon Wakil Gubernur | Calon Gubernur | Calon Wakil Gubernur |
| Wali Kota Makassar (2014–2019, 2021–2025) |
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan (2019–2024) |
Gubernur Sulawesi Selatan (2022–2023) |
Wakil Wali Kota Makassar (2021–2023) |
| Partai Pengusung | Partai Pengusung | ||
| PPP PKB PDI-P | NasDem Gerindra Golkar Demokrat PKS PAN Gelora Hanura Perindo PSI | ||
| Partai Pendukung | Partai Pendukung | ||
| PBB Garuda Ummat Buruh | PKN | ||
| Suara sah pemilu legislatif 2024 | Suara sah pemilu legislatif 2024 | ||
1.138.085 / 5.093.416 (22%) |
3.880.479 / 5.093.416 (76%) | ||
| Kursi DPRD Provinsi Sulawesi Selatan | Kursi DPRD Provinsi Sulawesi Selatan | ||
22 / 85 (26%) |
63 / 85 (74%) | ||
| Slogan | Slogan | ||
| "Baik Untuk Semua" | "Andalan Hati" | ||
| Visi | Visi | ||
| "Sulsel Global Food Hub yang Sombere’, Macca & Resilient Untuk Semua." | "Sulawesi Selatan Maju dan Berkarakter." | ||
| Misi | Misi | ||
|
| ||
| No. | Hari dan Tanggal | Lokasi | Tema | Panelis | Moderator | Penyiar (Resmi) |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Senin, 28 Oktober 2024 | Hotel Four Points By Sheraton Makassar | Peningkatan Kesejahteraan dan Pelayanan Publik yang Aksesibel dan Responsif. |
|
|
||
| Minggu, 10 November 2024 | Hotel Claro | Ekonomi, Infrastruktur, dan Tata Kelola Sumber Daya Alam. |
|
|
| Calon | Pasangan | Partai | Suara | % | |
|---|---|---|---|---|---|
| Andi Sudirman Sulaiman | Fatmawati Rusdi | Gerindra | 3.014.255 | 65.32 | |
| Danny Pomanto | Azhar Arsyad | PDI-P | 1.600.029 | 34.68 | |
| Jumlah | 4.614.284 | 100.00 | |||
| Suara sah | 4.614.284 | 96.22 | |||
| Suara tidak sah/kosong | 181.453 | 3.78 | |||
| Jumlah suara | 4.795.737 | 100.00 | |||
| Pemilih terdaftar/tingkat partisipasi | 6.708.343 | 71.49 | |||
| Sumber: KPU Provinsi Sulawesi Selatan | |||||
| Kabupaten/kota | Suara sah | Suara tidak sah | Pengguna hak pilih | Golput | Pemilih terdaftar | ||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Danny Pomanto Azhar Arsyad |
Sudirman Sulaiman Fatmawati Rusdi | ||||||||||||||
| Suara | % | Suara | % | Jumlah | % | Jumlah | % | Jumlah | % | Jumlah | % | DPT | DPK | Jumlah | |
| Kepulauan Selayar | 25.380 | 33,08% | 51.341 | 66,92% | 76.721 | 95,60% | 3.529 | 4,40% | 80.250 | 78,75% | 21.651 | 21,25% | 101.568 | 333 | 101.901 |
| Bulukumba | 68.277 | 31,23% | 150.342 | 68,77% | 218.619 | 96,30% | 8.398 | 3,70% | 227.017 | 65,57% | 119.183 | 34,43% | 344.983 | 1.217 | 346.200 |
| Bantaeng | 65.442 | 56,35% | 50.700 | 43,65% | 116.142 | 95,47% | 5.505 | 4,53% | 121.647 | 78,06% | 34.198 | 21,94% | 154.905 | 940 | 155.845 |
| Jeneponto | 72.359 | 35,14% | 133.551 | 64,86% | 205.910 | 95,24% | 10.281 | 4,76% | 216.191 | 73,59% | 77.570 | 26,41% | 290.912 | 2.849 | 293.761 |
| Takalar | 61.670 | 39,92% | 92.833 | 60,08% | 154.503 | 94,63% | 8.770 | 5,37% | 163.273 | 71,02% | 66.627 | 28,98% | 229.449 | 451 | 229.900 |
| Gowa | 133.348 | 32,45% | 277.594 | 67,55% | 410.942 | 95,69% | 18.498 | 4,31% | 429.440 | 75,23% | 141.366 | 24,77% | 567.859 | 2.947 | 570.806 |
| Sinjai | 38.153 | 27,09% | 102.681 | 72,91% | 140.834 | 96,69% | 4.828 | 3,31% | 145.662 | 73,75% | 51.857 | 26,25% | 197.158 | 361 | 197.519 |
| Bone | 75.301 | 18,82% | 324.763 | 81,18% | 400.064 | 97,49% | 10.303 | 2,51% | 410.367 | 69,32% | 181.615 | 30,68% | 590.923 | 1.059 | 591.982 |
| Maros | 50.765 | 27,45% | 134.162 | 72,55% | 184.927 | 95,21% | 9.313 | 4,79% | 194.240 | 69,46% | 85.397 | 30,54% | 278.930 | 707 | 279.637 |
| Pangkajene dan Kepulauan | 56.291 | 30,75% | 126.782 | 69,25% | 183.073 | 94,90% | 9.834 | 5,10% | 192.907 | 77,18% | 57.039 | 22,82% | 249.362 | 584 | 249.946 |
| Barru | 34.516 | 33,25% | 69.297 | 66,75% | 103.813 | 96,20% | 4.098 | 3,80% | 107.911 | 77,35% | 31.602 | 22,65% | 139.037 | 476 | 139.513 |
| Soppeng | 33.976 | 24,27% | 106.000 | 75,73% | 139.976 | 97,66% | 3.360 | 2,34% | 143.336 | 78,91% | 38.318 | 21,09% | 181.181 | 473 | 181.654 |
| Wajo | 50.350 | 23,81% | 161.144 | 76,19% | 211.494 | 97,63% | 5.128 | 2,37% | 216.622 | 73,44% | 78.341 | 26,56% | 293.827 | 1.136 | 294.963 |
| Sidenreng Rappang | 26.807 | 15,45% | 146.692 | 84,55% | 173.499 | 98,46% | 2.715 | 1,54% | 176.214 | 75,99% | 55.690 | 24,01% | 230.861 | 1.043 | 231.904 |
| Pinrang | 99.477 | 46,30% | 115.356 | 53,70% | 214.833 | 97,91% | 4.592 | 2,09% | 219.425 | 74,08% | 76.765 | 25,92% | 294.224 | 1.966 | 296.190 |
| Enrekang | 40.315 | 30,18% | 93.252 | 69,82% | 133.567 | 98,64% | 1.840 | 1,36% | 135.407 | 81,17% | 31.409 | 18,83% | 166.077 | 739 | 166.816 |
| Luwu | 70.032 | 34,19% | 134.797 | 65,81% | 204.829 | 97,24% | 5.804 | 2,76% | 210.633 | 77,68% | 60.527 | 22,32% | 270.044 | 1.116 | 271.160 |
| Tana Toraja | 91.034 | 69,59% | 39.772 | 30,41% | 130.806 | 96,68% | 4.498 | 3,32% | 135.304 | 72,75% | 50.679 | 27,25% | 184.899 | 1.084 | 185.983 |
| Luwu Utara | 63.844 | 37,70% | 105.511 | 62,30% | 169.355 | 95,37% | 8.228 | 4,63% | 177.583 | 74,66% | 60.261 | 25,34% | 236.945 | 899 | 237.844 |
| Luwu Timur | 52.204 | 31,20% | 115.126 | 68,80% | 167.330 | 96,19% | 6.626 | 3,81% | 173.956 | 77,86% | 49.464 | 22,14% | 222.020 | 1.400 | 223.420 |
| Toraja Utara | 102.116 | 78,78% | 27.507 | 21,22% | 129.623 | 97,92% | 2.747 | 2,08% | 132.370 | 72,33% | 50.630 | 27,67% | 181.033 | 1.967 | 183.000 |
| Kota Makassar | 223.590 | 39,31% | 345.128 | 60,69% | 568.718 | 94,93% | 30.374 | 5,07% | 599.092 | 57,62% | 440.625 | 42,38% | 1.037.164 | 2.553 | 1.039.717 |
| Kota Parepare | 29.744 | 35,31% | 54.481 | 64,69% | 84.225 | 92,83% | 6.506 | 7,17% | 90.731 | 80,84% | 21.510 | 19,16% | 111.874 | 367 | 112.241 |
| Kota Palopo | 35.038 | 38,72% | 55.443 | 61,28% | 90.481 | 94,10% | 5.678 | 5,90% | 96.159 | 76,05% | 30.282 | 23,95% | 125.572 | 869 | 126.441 |
| Jumlah | 1.600.029 | 34,68% | 3.014.255 | 65,32% | 4.614.284 | 96,22% | 181.453 | 3,78% | 4.795.737 | 71,49% | 1.912.606 | 28,51% | 6.680.807 | 27.536 | 6.708.343 |
| Sumber: Keputusan KPU Provinsi Sulawesi Selatan No. 3119 Tahun 2024 tentang Penetapan Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Tahun 2024 | |||||||||||||||
Pasangan calon nomor urut 1, Danny Pomanto dan Azhar Arsyad mengajukan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi yang diterima pada Rabu, 11 Desember 2024 setelah penetapan hasil pemilihan umum Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan tahun 2024. Mahkamah Konstitusi menolak gugatan tersebut pada 4 Februari 2025 berdasarkan Putusan MKRI Nomor 257/PHPU.GUB-XXIII/2025.[8]
Pasangan calon nomor urut 2, Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan terpilih oleh KPU Provinsi Sulawesi Selatan pada tanggal 6 Februari 2025 berdasarkan Keputusan KPU Provinsi Sulawesi Selatan No. 437 Tahun 2025.
Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan periode 2025–2030 di Istana Negara pada 20 Februari 2025 oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, bersamaan dengan 480 pasangan kepala daerah lainnya termasuk 22 kepala daerah kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan.[9]