Pemilihan umum Bupati Pasangkayu 2024 dilaksanakan pada 27 November 2024 untuk memilih Bupati Pasangkayu periode 2025–2030.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

27 November 2024 | ||||||||||||||||||||
| Pemilih terdaftar | 114.155 | |||||||||||||||||||
| Kehadiran pemilih | 78.487 (68,75%) | |||||||||||||||||||
Kandidat | ||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||
Peta persebaran suara
Peta Provinsi Sulawesi Barat yang menyoroti Kabupaten Pasangkayu | ||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||
Pemilihan umum Bupati Pasangkayu 2024 dilaksanakan pada 27 November 2024 untuk memilih Bupati Pasangkayu periode 2025–2030.[1]
Pemilihan Bupati Pasangkayu tahun tersebut diselenggarakan setelah Pemilihan umum Presiden Indonesia 2024 (Pilpres) dan Pemilihan umum legislatif Indonesia 2024 (Pileg), bersamaan dengan seluruh Provinsi dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.
Bupati periode 2021–2025, Yaumil Ambo Djiwa dapat mencalonkan diri kembali dalam Pemilihan umum Bupati Pasangkayu 2024.
Hasil pemilihan umum legislatif 2024 menunjukkan 8 partai politik dengan jumlah 25 kursi di DPRD Kabupaten Pasangkayu. Aturan awalnya, partai politik atau gabungan partai politik dapat mengajukan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati jika memenuhi ambang batas 25% total suara sah atau 20% kursi di DPRD Kabupaten Pasangkayu, 5 kursi dari 25 kursi.
Pada 20 Agustus 2024, Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan keputusan MK No. 60/PUU-XXII/2024 dan keputusan MK No. 70/PUU-XXII/2024 yang mengabulkan sebagian gugatan yang diajukan Partai Buruh dan Partai Gelora terhadap UU Pilkada.[2] Putusan ini dituangkan pada PKPU Nomor 8 tahun 2024. Pada keputusan tersebut menyatakan partai atau gabungan partai politik peserta Pemilu bisa mengajukan calon kepala daerah meski tidak punya kursi DPRD dengan ambang batas yang diatur sesuai persyaratan. DPT di Kabupaten Pasangkayu adalah 112.547 pemilih,[3] sehingga menurut aturan tersebut, kabupaten dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap sampai dengan 250.000 (dua ratus lima puluh ribu) jiwa, Partai Politik Peserta Pemilu atau Gabungan Partai Politik Peserta Pemilu harus memeroleh suara sah paling sedikit 10% (sepuluh persen) di kabupaten tersebut untuk mengajukan pasangan calon bupati dan wakil bupati.[4][5] Berdasarkan aturan tersebut dan mengikut hasil Pemilu 2024, ada 4 partai politik yang dapat mengusung calon sendiri tanpa harus berkoalisi, yaitu Partai Golkar (25,29%), PDI-P (13,32%), Partai NasDem (12,80%), dan Partai Gerindra (12,45%).
Berikut perolehan suara dan kursi DPRD Kabupaten Pasangkayu hasil Pemilu 2024.
| No. | Partai politik | Perolehan suara | Kursi DPRD | |||
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | PKB | 7.120 | 7,52% | 2 / 25 |
||
| 2 | Gerindra | 11.784 | 12,45% | 4 / 25 |
||
| 3 | PDI-P | 12.610 | 13,32% | 5 / 25 |
||
| 4 | Golkar | 23.935 | 25,29% | 7 / 25 |
||
| 5 | NasDem | 12.114 | 12,80% | 4 / 25 |
||
| 6 | Buruh | 146 | 0,15% | 0 / 25 |
||
| 7 | Gelora | 141 | 0,15% | 0 / 25 |
||
| 8 | PKS | 5.494 | 5,80% | 1 / 25 |
||
| 9 | PKN | 64 | 0,07% | 0 / 25 |
||
| 10 | Hanura | 5.279 | 5,58% | 0 / 25 |
||
| 11 | Garuda | 0 | 0,00% | 0 / 25 |
||
| 12 | PAN | 4.010 | 4,24% | 1 / 25 |
||
| 13 | PBB | 29 | 0,03% | 0 / 25 |
||
| 14 | Demokrat | 5.368 | 5,67% | 1 / 25 |
||
| 15 | PSI | 92 | 0,10% | 0 / 25 |
||
| 16 | Perindo | 3.068 | 3,24% | 0 / 25 |
||
| 17 | PPP | 3.362 | 3,55% | 0 / 25 |
||
| 24 | Ummat | 36 | 0,04% | 0 / 25 |
||
| Jumlah | 94.652 | 100,00% | 25 | |||
| Yaumil Ambo Djiwa | Herny Agus |
|---|---|
| Calon Bupati | Calon Wakil Bupati |
| Bupati Pasangkayu (2021–2025) |
Wakil Bupati Pasangkayu (2021–2025) |
| Partai Pengusung | |
| Golkar PDI-P NasDem Gerindra PKB PKS Demokrat Hanura PAN PPP PSI | |
| Suara sah Pemilu Legislatif 2024 | |
91.168 / 94.652 (96%) | |
| Kursi DPRD Kabupaten Pasangkayu | |
25 / 25 (100%) | |
| Visi | |
| "Terwujudnya Pasangkayu yang Sejahtera, Maju, dan Berkelanjutan Berlandaskan Keberagaman." | |
| Misi | |
| |
| Calon | Pasangan | Partai | Suara | % | |
|---|---|---|---|---|---|
| Yaumil Ambo Djiwa | Herny Agus | Golkar | 41.819 | 54.68 | |
| Kotak kosong | 34.657 | 45.32 | |||
| Jumlah | 76.476 | 100.00 | |||
| Suara sah | 76.476 | 97.44 | |||
| Suara tidak sah/kosong | 2.011 | 2.56 | |||
| Jumlah suara | 78.487 | 100.00 | |||
| Pemilih terdaftar/tingkat partisipasi | 114.155 | 68.75 | |||
| Sumber: Keputusan KPU Kabupaten Pasangkayu Nomor 758 Tahun 2024 | |||||
Lembaga Pemantau Pemilihan Gerak Langkah Indonesia mengajukan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi yang diterima pada Jum'at, 6 Desember 2024 setelah penetapan hasil pemilihan umum Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pasangkayu tahun 2024.[6] Mahkamah Konstitusi menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima pada 4 Februari 2025 berdasarkan Putusan MKRI No. 72/PHPU.BUP-XXIII/2025.
Pasangan calon nomor urut 2, Yaumil Ambo Djiwa dan Herny Agus ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pasangkayu terpilih oleh KPU Kabupaten Pasangkayu pada tanggal 5 Februari 2025 berdasarkan Keputusan KPU Kabupaten Pasangkayu No. 16 Tahun 2025.
Yaumil Ambo Djiwa dan Herny Agus resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pasangkayu periode 2025–2030 di Istana Negara pada 20 Februari 2025 oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, bersamaan dengan 480 pasangan kepala daerah lainnya termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat dan 5 kepala daerah kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Barat.[7]